[Korean Fan Fiction] Destiny (Series) Chapter 7 (end)

Author: Lee Hyura

Title: Destiny

Genre: Romance

Chapter : 7/7

Cast :

–          SNSD Jessica

–          Super Junior Kyuhyun

–          Super Junior Donghae

–          SNSD Yuri

–          Super Junior Eunhyuk

–          F(x) Krystal

 

===Destiny===

 

“Donghae dan Kyuhyun dulunya sahabat akrab dan bersahabat dengan seorang yeoja yang bernama Park Sunyoung atau yang sering dipanggil Hyomin,” ujar Eunhyuk pelan.

“Aku tahu. Aku sudah tahu tentang itu dan permasalahan yang terjadi di antara Donghae dan Kyuhyun. Mereka berdua menyukai Hyomin namun Hyomin lebih memilih Kyuhyun, kan? Namun tak lama kemudian Hyomin mengalami kecelakaan. Nyawanya tak bisa diselamatkan. Aku benar?” potong Jessica.

Eunhyuk mengangguk, “Maja. Tapi sesungguhnya Hyomin lebih memilih Donghae bukan Kyuhyun. Hanya saja orangtua Donghae terlanjur menjodohkan Hyomin dengan Kyuhyun untuk kepentingan bisnis.”

“Kenapa bisa?”

“Hyomin adalah anak angkat keluarga Lee. Hyomin menjalin hubungan dengan Donghae secara sembunyi-sembunyi. Semuanya terbongkar karena Kyuhyun. Donghae dikirim paksa ke Mokpo sedangkan Hyomin dipaksa menikah dengan Kyuhyun secepatnya. Hyomin menolaknya dan kabur menyusul Donghae dengan kereta. Ternyata di saat melewati kota Daejeon, kereta oleng karena kereta itu melewati rel kereta kehilangan beberapa baut. Beberapa tewas dan ada pula yang luka-luka. Hyomin sesungguhnya selamat dan segera dilarikan ke rumah sakit.”

“Namun semuanya terlambat?”

Eunhyuk mengangguk kembali, “Dan aku rasa sejak saat itu Donghae menyalahkan Kyuhyun atas semuanya. Ku kira sekarang pun segala yang dilakukan Donghae hanya untuk membalas dendam dan untuk mendapatkan lagi sosok yang mirip dengan ‘Hyomin’nya,” lanjut Eunhyuk.

“Tapi bukannya malah Kyuhyun yang paling kehilangan dan tak bisa melupakan Hyomin?” tanya Jessica.

“Tau darimana kau?”

“Kemarin sore Donghae sudah menceritakannya padaku.”

“Jangan dengarkan cerita versinya. Sungguh aku tak bohong. Bukannya karena aku dipihak Kyuhyun tapi aku hanya ingin memberitahukan yang sesungguhnya. Aku tidak berada dipihak siapapun karena mereka berdua adalah sahabat baikku. Kau kan tahu kalau saat kau bertemu dengan Kyuhyun, dia mencintai Seohyun. Itu bukti kalau dia sudah melupakan Hyomin.”

Jessica terdiam. Cerita Donghae berputar-putar di kepalanya. “Sebenarnya mana yang benar dan mana yang salah?” pikirnya.

>>>

Jessica melempar badannya ke sofa dan menarik nafas dalam-dalam. Semuanya membuatnya frustasi. Seandainya saja hari itu dia lebih memilih masuk ke kelas Professor Kim daripada memilih ke kantin lalu berjalan-jalan ke toko keramik Kyuhyun yang sekarang sudah menjadi milik noonanya dan memecahkan sebuah vas mahal, dia takkan bertemu dengan Kyuhyun. Sayang waktu tak bisa diputar. Yang ada hanyalah penyesalan.

“Onnie? Kau sudah pulang? Bogoshipo, onnieya~” seru Krystal seraya berlari dan memeluk Jessica.

“Krys? Kau disini?” bingung Jessica.

“Ne. Saat appa menelepon umma dan memberitahu kalau kau akan segera menikah, aku dan umma segera ke Korea. Kau jahat! Kalau kau menikah berarti waktuku untuk dipanggil imo akan semakin cepat. Aku kan masih remaja, onnie~” Krystal merengut.

Jessica terkekeh, “Kau itu… tentu saja walaupun kau dipanggil imo oleh anakku, kau akan tetap cantik. Kau takkan terlihat tua, Krys..”

“Kan tapi..”

“Ya, berhentilah merajuk. Onniemu sebentar lagi menjadi milik orang lain. Kau sudah tak pantas merajuk padanya lagi,” omel ummanya. Krystal langsung melepaskan pelukannya dan duduk disamping Jessica sambil menyibir pelan.

“Oh iya, Sic. Apa Donghae sudah tahu soal pernikahanmu?” tanya tuan Jung.

Jessica menggeleng, “Apa tak bisa dibatalkan saja? Aku sedang sibuk-sibuknya nih~ ne?”

Tuan Jung menggeleng, “Tak bisa, Sic. Waktu cuti appa sebentar lagi selesai. Dan mungkin tahun depan pun appa juga tak bisa mengambil cuti lagi. Cuti untuk tahun depan sudah appa habiskan untuk mengunjungimu sekarang.”

“Kalau begitu 3 atau kalau perlu 10 tahun lagi saja!” seru Jessica.

“Boleh kalau kau mau menjadi perawan tua!” sahut ummanya sinis. Jessica langsung merengut.

“Sebenarnya appa sudah tak ingin kau tinggal sendiri. Sekarang kau sudah dewasa dan pergaulan sekarang sudah semakin bebas. Appa ingin ada yang mengawasimu. Menikah adalah pilihan terbaik,” jelas tuan Jung.

“Kan ada Donghae oppa, appa…” usul Jessica.

“Tetap saja itu tak cukup membuat appa tenang. Ah iya! Bagaimana kabar anak itu? Sudah 2 hari appa tidak melihatnya dan rindu gumamannya yang “Benar-benar mirip” itu,” seru tuan Jung yang membuat Jessica terbelalak.

“Dia sering mengatakan itu?” tanya Jessica tak percaya.

“Sebenarnya sih dia sering menggumamkan itu saat kau menghilang sebentar dari hadapannya,” jawab tuan Jung yang membuat Jessica terdiam.

“Ya, appa~ siapa itu Donghae? Bukannya pacar onnie namanya Kyuhyun bukan Donghae? Jangan-jangan dia selingkuhannya onnie ya?” tanya Krystal.

“Ani.. dia itu sahabat onniemu. Ngomong-ngomong soal selingkuh, appa sempat dikira selingkuhannya onniemu itu oleh Kyuhyun,” jawab tuan Jung.

“Jinjjayo?” pekik Krystal dan nyonya Jung tak percaya. Jessica dan appanya terkikik melihat reaksi mereka.

>>>

“Ppali, Sic~ aku, Taeyeon dan yang lain takkan menunggumu lebih lama lagi,” paksa Yuri.

“Jamkan. Ini saja aku baru keluar dari basement apartemen, Yul..” kata Jessica. Saat itu ia sedang menuju mall tempat reuni dadakan teman-teman kelasnya saat SMA dulu. Teman-temannya memutuskan untuk merayakannya dengan menonton film di bioskop.

“Mwo?? Aigo! Kau lama sekali! Kalau begitu sih filmnya keburu sampai di tengah cerita saat kau datang nanti,” gerutu Yuri.

“Ini aku juga sudah ngebut, Kwon Yuri… bersabarlah!” gemas Jessica.

“Lebih cepat lagi~” pinta Yuri.

“Ini sudah melebihan kecepatan yang biasa aku pakai. Aku takut kalau harus menambahnya.”

“Ya tuhan. Sudah berapa lama kau mengendarai mobil, uh? Bukan setahun dua tahun ini, kan? Ppali!!” paksa Yuri lalu mematikan telepon.

Jessica menghela nafas. Ia tau pasti Yuri sudah kesal sekarang. Lebih baik Jessica menurutinya atau Yuri akan lebih marah padanya. Ia tahu reuni ini pasti sangat berarti baginya karena bisa bertemu dengan teman-teman lainnya.

Dia menambah gigi dan menginjak gas lebih dalam. Dalam hati, dia sibuk berdoa agar dia akan baik-baik saja.

“Hua!”

>>>

Kyuhyun menghampiri Donghae dengan langkah geram dan langsung meninjunya. Donghae langsung ambruk karenanya.

“Sebenarnya apa sih mau mu, eh?” tanya Kyuhyun.

Donghae bangkit dan mengelus pipinya, “Inginku hanya Hyominku bisa kembali. Wae? Apa kau mau mengabulkannya? Aku yakin kau takkan bisa! Karena kau lah penyebab dia pergi dariku!! Sekarang aku hanya ingin kau merasakan apa yang aku rasakan dulu!

“Apa maksudmu?” geram Kyuhyun.

Donghae mengangkat bahunya lalu berlalu pergi.

“Ya!” panggil Kyuhyun.

Drrt.. Hpnya bergetar. Kyuhyun segera melihatnya. Ternyata Yuri meneleponnya. Kyuhyun mengernyit bingung. Feelingnya buruk.

“Yoboseyo, Yuri-ssi,” salam Kyuhyun.

“Kyuhyun-ssi! ppali.. ppaliwa.. Sica… Sica..” Yuri tak melanjutkan kalimatnya. Yang terdengar hanya isak tangisnya yang membuat Kyuhyun berkeringat dingin. “Cepat ke Seoul internasional hospital,” lanjut Yuri akhirnya.

“Ya~ wae?” tanya Kyuhyun berusaha tenang. Ia kembali teringat perkataan Donghae tadi dan kecelakaan yang menimpa Hyomin 2 tahun yang lalu.

Kyuhyun segera berlari menuju parkiran dan masuk ke dalam mobil. Dengan segera ia melajukan mobilnya menuju rumah sakit.

Hospital.

Kyuhyun berlari menuju ruang UGD. Di depan pintu UGD, terlihat beberapa orang yang berwajah pucat karena cemas. Kyuhyun menghampiri Yuri yang sudah tak menangis lagi namun tatapannya kosong dan wajahnya pucat. Ketahuan sekali kalau Yuri sangatlah shock.

“Yuri-ssi~” panggil Kyuhyun.

Yuri mendongak, “Kyuhyun-ssi?”

“Wae geure?”

“A-andai saja tadi aku tak memaksanya untuk cepat-cepat, mu.. mungkin… mungkin Sica…” Yuri kembali menangis.

Kyuhyun memilih diam dan duduk di sebelah Yuri. Dia membiarkan Yuri menangis sampai puas disampingnya sementara dia hanya diam disampingnya.

“Siapa keluarga dari Jessica-ssi?” tanya seorang dokter. Ternyata dokter sudah keluar dari ruang UGD. Semuanya tak menyadarinya karena sibuk dengan pikiran masing-masing.

“Uriga,” jawab tuan Jung yang sedang memeluk istrinya untuk menenangkannya.

“Kalian boleh menemuinya sekarang. Dia hanya pingsan karena shock,” jelas Song uisanim.

“Tapi tak ada luka, kan?” tanya Kyuhyun. Song uisanim tersenyum dan mengangguk lalu berlalu pergi.

Orangtua Jessica dan Krystal masuk ke dalam ruangan. Sedangkan Kyuhyun, Yuri dan beberapa teman reuni Jessica menunggu diluar.

>>>

Jessica langsung menutup matanya saat keluarganya keluar dan berganti Kyuhyun. Kyuhyun tersenyum melihatnya dan duduk di kursi samping kasur Jessica.

“Berhentilah berpura-pura tidur atau aku akan menciummu,” ancam Kyuhyun. Jessica tetap tidur.

“Ya!! Kau benar-benar menantangku rupanya. Ku hitung sampai 3. Kalau kau tak buka matamu, aku akan benar-benar melakukannya. Hana.. dul…”

“GEURE! Aku sudah membuka mataku! Puas?” kesal Jessica seraya menurut.

Kyuhyun terkekeh, “Sepertinya kau takut sekali kalau sampai aku menciummu. Wae? Ku jamin kau akan ketagihan kalau kau sudah mencobanya.”

Jessica langsung menyibir, “Menjijikan!”

“Mwo? Percayalah.. kau takkan rugi jika mencobanya. Kau mau mencobanya? Aku bersedia kok memberikan bibirku ini padamu.”

“Tak tertarik!”

“Kau ketus sekali padaku. Hah~”

“Kalau begitu kenapa kau tak menjauh saja dariku?”

“Kau tanya kenapa? Because destiny that makes me can’t go away from you.”

“Destiny? Cish~ I don’t want to be your destiny!”

“Why not?

“Because… argh, michyeo!” Jessica akhirnya lebih memilih diam dan menatap ke sudut lain.

“Wae? Tak bisa membalas perkataanku? Jangan-jangan perkataanku benar, ya?” goda Kyuhyun.

Jessica membalasnya bukan dengan kata-kata namun dengan tatapan tajamnya. Kyuhyun malah terkekeh dan mengacak rambut Jessica gemas.

>>>

Kyuhyun menghampiri Donghae yang sedang asik dengan bukunya. Kyuhyun sengaja menjatuhkan buku yang sedang dibaca oleh Donghae itu lalu menatap tajam Donghae. Donghae memungut bukunya lalu menghela nafas lelah.

“Ada apa lagi?” tanya Donghae akhirnya.

“Apa yang kau lakukan padanya?” jawab sekaligus tanya Kyuhyun.

“Nugu?” Donghae mengerutkan keningnya tak mengerti.

“Siapa lagi kalau bukan Jessica?”

Donghae bangkit dan menggaruk kepalanya bingung, “Kau masih memikirkan ucapanku tadi pagi? Aku hanya asal berbicara. Jangan dia ambil hati. Aku sudah menerima semuanya kok.”

“Tapi..”

“Tapi apa lagi? Aku capek bertengkar denganmu. Aku sudah tak pernah lagi mencari masalah dengan sejak aku menyatakan cinta pada Jessica. Itu terakhir aku mencari ribut denganmu.”

“Tapi..”

“Terserahmu. Aku lelah bertengkar denganmu.” Donghae segera meninggalkan Kyuhyun yang sibuk berpikir.

“Jadi.. hah~” dia menghela nafas panjang.

Next day.

“Annyeong,” sapa seseorang.

Jessica yang sedari tadi asyik dengan handphonenya pun menoleh, “Ah Changmin-ssi! Kau ada disini? Bukannya kau di Jepang?”

“Aku sedang berkunjung kesini. Urm.. sesungguhnya aku segera pergi ke Korea saat mendengar kau kecelakaan. Aku kan selingkuhanmu,” jawab Changmin dengan nada main-main sambil mengerling jahil.

Jessica langsung terkekeh. “Sekarang sudah tidak lagi~ kau sih kabur ke Jepang,” cibir Jessica.

“Ya~! Kalau bukan karena orangtuaku yang memintaku mengurusi usaha mereka di Jepang, aku juga takkan pindah ke Jepang, Sic. Itu semua terlalu cepat dan aku disuruh buru-buru karena Ummaku sedang sakit disana.”

“Jinjja? Sekarang sudah sembuh?”

Changmin mengangguk, “Ne. Tapi sekarang malah kau yang sakit. Saat tahu kau kecelakaan, aku tahu sekali kalau Kyuhyun mengkhawatirkanmu.” Changmin berhenti sejenak lalu duduk di kursi disamping kasur Jessica. “Kapan kau sadar kalau sekarang dia sudah sungguh-sungguh mencintaimu?” lanjutnya pelan.

Jessica mengerjap. Wajahnya menjadi motionless. Lalu dia menatap Changmin dalam, “Kau yakin? Dan apa hubungannya denganku? Kalau aku sadar, lalu?”

“Sica-ya~”

“Aku memperbolehkanmu memanggilku seperti itu saat dulu saja. Sekarang, tolong panggil aku dengan panggilan formal. Karena setelah ini, kita takkan ada hubungan lagi. Setelah aku benar-benar terbebas dari sahabatmu itu tepatnya,” tekan Jessica.

Changmin terkesiap mendengarnya. Tiba-tiba dia terkekeh. “Kau lucu.”

Jessica langsung menoleh dan menatap Changmin bingung, “Apa maksudnya, Changmin-ssi?”

“Ya~ jangan panggil aku Changmin-ssi. Aku lebih tua darimu. Panggil aku oppa.”

“Geurom, sunbae.”

“Oppa!”

“Aku maunya sunbae,” balas Jessica sambil memeletkan lidahnya.

Changmin mendesis kesal, “Pantas kau tak pernah akur dengan ‘makhluk’ itu.”

“Aku tak pernah akur dengannya karena dia menyebalkan,” sahut Jessica.

“Sebenarnya kau itu menyukainya, tidak?”

Jessica terdiam –tak menjawab pertanyaan Changmin lalu menunduk. Dia mengangkat bahunya, “Molla.”

“Kau bohong ya?”

“Menurutmu kalau aku kesal saat mendengar dia itu mencintai orang lain, bagaimana?”

“Itu tandanya kau cemburu,” jawab Changmin.

“Jadi aku menyukainya? Jinjja~” gerutu Jessica.

“Tanya hatimu sendiri bukan tanya padaku, Sic,” sahut Changmin.

Jessica mendongak, “Sepertinya aku memang menyukainya.”

>>>

Untunglah Jessica cuma 2 hari di rumah sakit. Jadi hari itu ia sudah boleh pulang ke rumahnya.

“Sica-ya~” panggil Changmin saat Jessica hendak masuk ke mobilnya.

Jessica menoleh, “Ye?”

“Bisa ikut denganku? Sebentar saja,” pinta Changmin.

Jessica melirik keluarganya. Umma dan appanya hanya mengangguk tanpa berbicara apapun. Sedangkan Krystal memandangnya dengan tatapan jahil hingga Jessica membalasnya dengan tatapan tajam.

“Ok.” Jessica meninggalkan keluarganya dan menghampiri Changmin.

“Ahjussi, ahjumma.. tak usah menunggunya karena aku ingin mengajaknya ke suatu tempat,” kata Changmin yang membuat Jessica mengernyit.

“Eoddiga?” tanya Jessica.

“Sstt.. it’s a secret, girl,” balas Changmin. “Annyeonghi gaseyo, ahjumma, ahjussi,” pamit Changmin.

“ye~” balas keluarga Jessica.

>>>

“Pantai? Kau mengajakku kesini? Kau menghabiskan waktu 1 jam untuk perjalanan kesini? Pantai di Incheon?” tanya Jessica kesal.

“Kenapa? Pantai itu indah. Bisa menghilangkan suntuk,” sahut Changmin.

“Tapi sekarang sudah mau malam, sunbae…” protes Jessica.

“Biarkan~ dan ingat jangan panggil aku sunbae tapi oppa.”

Jessica mendesah sambil membungkuk untuk mengambil pasir lalu melemparnya kesal. Dia melirik ke tempat Changmin berdiri tadi namun ternyata Changmin tak ada.

“Bagus! Sekarang dia meninggalkanku. Mau dia sebenarnya apa sih? Payah,” cibir Jessica kesal.

“Maunya adalah agar kita hanya berdua saja,” jawab seseorang yang membuat mata Jessica terbelalak.

“Itu..” Jessica mendongak lalu menunduk lagi. Ku bunuh kau, Shim Changmin!

“Tak membalasku? Tumben,” cibir Kyuhyun.

“Aku mau pulang!” kata Jessica.

“Tapi..”

“Apa?” tantang Jessica.

Kyuhyun menghela nafas, “Kenapa mau pulang. Bahkan kau baru datang.”

“Aku.. aku capek,” jawab Jessica asal.

“Gotjimal.”

“Aku kedinginan! Kau tak lihat pakaianku seperti apa? Hanya celana jeans selutut dan t-shirt. Sekarang sudah mau malam. Tentu saja dingin,” kesal Jessica.

Kyuhyun melirik jaket yang di pakainya. Jessica tersenyum sinis. Pasti mau meminjamkannya padaku. Sok romantis, cibirnya dalam hati. Jessica bangkit lalu nepuk-nepuk tangannya agar tangannya bersih dari pasir-pasir pantai.

“Bagaimana jika seperti ini?” bisik Kyuhyun saat sudah memeluk Jessica dari belakang. Jessica membeku sesaat.

“Bagaimana? Hangat, kan?” tanya Kyuhyun lagi.

Jessica hanya diam dan menatap tangan yang melingkar di pinggangnya. Dia menghela nafas dan mengangguk.

Kyuhyun meletakkan dagunya di pundak Jessica, “Aku senang bisa seperti ini.” Jessica hanya diam tak membalas. Kyuhyun terkikik pelan karena reaksi Jessica seperti itu.

>>>

Kyuhyun dan Jessica saling melirik lalu memutar matanya. Disini lah kehidupan baru mereka. Mereka sudah menikah dan tinggal di rumah Kyuhyun—rumah pribadinya. Kyuhyun sesungguhnya senang karena itu. Tapi bagi Jessica? Dia serasa hidup di neraka. Rumah itu hanya terdiri dari 2 kamar dan hanya satu kamar yang ada kasurnya. Sebenarnya Kyuhyun sengaja hanya mengisi satu kamar.Jadi mau tak mau mereka harus berbagi tempat.

“Aku mandi duluan,” kata Jessica sambil membuka kopernya lalu mengambil pakaiannya dan masuk ke dalam kamar mandi.

Kyuhyun mengangguk. Tak lama Hp Kyuhyun berbunyi. Kyuhyun segera mendesah dan mengangkatnya.

“Wae, Min-ah?” tanya Kyuhyun malas.

“Bagaimana pernikahanmu tadi? Lancar? Bagaimana dengan bibir Jessica? Mian, aku tak bisa datang. Restoranku sedang sibuk-sibuknya,” serbu Changmin.

“Buruk!”

“Heh?”

“Sebelum pernikahan dimulai, aku terlibat pertengkaran lagi dengannya. Akhirnya saat pernikahan berlangsung, kami masih dalam kawasan pertengkaran kami. Aku dan dia hanya pura-pura berciuman. Payah!”

“KYU!! Kapan sih kau akan berdamai dengannya? Sepertinya kau selalu bermusuhan dengannya? Kalian pasangan yang aneh!” omel Changmin.

“Mungkin memang salahku memaksanya menikah denganku. Bahkan dia tak mencintaiku,” lirih Kyuhyun.

“Kata siapa? Dia takkan marah padamu soal Hyomin kalau dia tidak cemburu. Kalau dia cemburu, artinya dia mencintaimu bodoh!” cibir Changmin.

“Kau benar. Tapi..”

“Lagian dia pernah bilang padaku kalau…”

“Siapa yang meneleponmu?” tanya Jessica yang sudah selesai mandi –memotong ucapan Changmin.

“Chang—“

“Jangan bilang aku yang meneleponmu, Kyu. Ku mohon,” mohon Changmin cepat.

“Changsun. Ye, Changsun. Temanku,” jawab Kyuhyun cepat.

“Oh..” tanggap Jessica seraya berjalan ke meja rias dan menyisir rambutnya.

“Ok, Changsun. Terima kasih untuk ucapannya. Aku capek jadi mau tidur dulu. Bye.”

Kyuhyun segera menutup teleponnya dan melepas jasnya. Kyuhyun melempar tubuhnya ke kasurnya lalu melirik Jessica.

“Sepertinya kau sudah siap untuk pertempuran malam ini,” goda Kyuhyun.

“Kau masih mau bertempur denganku? Tunggu, aku ke dapur dulu untuk mengambil pisau,” tanggap Jessica sinis.

“Hey~ kau pasti tahu maksudku yang sebenarnya,” gerutu Kyuhyun.

Jessica mendesah lalu bangkit. Ia mendorong tubuh Kyuhyun hingga jatuh dari kasur lalu melemparnya dengan bantal dan selimut. “kau tidur di bawah.”

“Ya!” protes Kyuhyun. Dia segera bangkit dan kembali tiduran di kasur. “Ini kamarku jadi kau tak ada hak untuk mengaturku.”

“Sekarang kamar ini kamarku juga. Jadi aku punya hak untuk mengatur. Karena istri selalu mempunyai kewenangan lebih rumah,” balas Jessica sambil berusaha mendorong Kyuhyun lagi.

“Kalau begitu kau saja yang tidur di bawah,” sahut Kyuhyun sambil berusaha mempertahankan tempat tidurnya.

“Kau harusnya mengalah denganku! Namja macam apa kau ini?”

“Namja yang tak bisa dijajah oleh kaum wanita.”

“Apa maksudmu? Pokoknya kau tidur di bawah atau ga kau tidak di luar sana. Di sofa~”

“Shireo. Kenapa tidak kau saja?”

“Aku wanita. Masa kau tak mau mengalah padaku?”

“Bukannya tak mau mengalah. Aku hanya tak mau dijajah.”

“Kau menyebalkan!”

Kyuhyun menahan tangan Jessica. Jessica segera terdiam karenanya.

“Bagaimana agar adil, kita tidur disini; berdua,” usul Kyuhyun.

“Asal kau janji takkan macam macam,” peringat Jessica.

Kyuhyun mengangguk, “Yaksokk. Sudahlah~ aku ngantuk.”

“Aku juga,” sahut Jessica. Jessica segera membaringkan tubuhnya di samping Kyuhyun.

Kyuhyun tersenyum jahil. Dia mendekati Jessica lalu memeluk Jessica.

Bugh! Jessica meninju perut Kyuhyun dengan sikut. “Sudah ku bilang jangan macam-macam,” desis Jessica.

“Ye, mianhae,” Kyuhyun langsung menjauhi Jessica.

“Huh! Bagaimana nasibku selanjutnya jika punya istri galak sepertinya? Payah!” pikir Kyuhyun kesal.

“Sekali lagi kau macam-macam, aku akan pergi ke Donghae oppa,” ancam Jessica tiba-tiba.

Kyuhyun terbelalak mendengarnya, “Ya, Cho Sooyeon! Kau benar-benar mengajakku perang kalau sampai itu terjadi!!”

===Destiny===

Gimana endingnya? Aneh ya? Mianhae ^o^v

13 responses to “[Korean Fan Fiction] Destiny (Series) Chapter 7 (end)

  1. piso?PISO? sini aku bantu sica oenni *digampark sparkyu* kyu jadi cowo jangan genit yaaa~aku destiny muuu yang keduaa`

  2. Hahaha ada2 aja deh.. Berantem mulu kerjaannya.. Ckckckc
    Tp kenapa endingnya gak ada pernyataan dr keduannya aja? Kan biar gak berantem2 mulu.. Sekali2 yg romantis gitu.. AhahhaÀ

  3. Hwaa knp endingnya kaya begini? Aku baca sampe ngantuk-ngantuk dr part 1 sampe ending.. masiii aja berantem #authorTega (apa coba??
    Adain sisi romantis dr mereka donk thor.. Ayolaaah .. hehee ^^

  4. SOOOOOOOO SWEEEEEEETTTTTTTTTTTTTT……………………………………………. ending nya keren bgt……. walau dibaca berulang kali, msh tetep seru…. keep writing

  5. Aku suka couple ini…. karena ada jessica jadi terasa semangat. Hehheheee….

    Aku tunggu ff selanjutnya ttg couple sica yg berbeda

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s