[Korean Fanfiction] My My [3shoots] 1 of 3


Author : Lee Hyura

Title : My My

Genre : Romance, Friendship

Rating : PG

Length : 3shoot

Cast :

–         APink Bomi

–         Apink Naeun

–         APink Eunji

–         INFINITE Myungsoo

–         INFINITE Sungyeol

–         INFINITE Sunggyu

–         B1A4 Jinyoung

 

~*~*~

Di malam bersalju, aku bertemu dengannya.

Dengan senyumnya yang hangat darinya.

Dengan pelukan hangat darinya.

Membuat duniaku tertuju padanya.

===SnowyNight===

“Bomi-ya~ ppaliwa!” teriak Eunji dan Naeun tak sabar dari ruang tengah.

Dari dalam, Bomi berlari terburu-buru yang menenteng banyak barang. Penampilannya pun belum rapi dengan sempurna. Di tambah mulut yang penuh roti. Eunji dan Naeun saling melempar pandangan bingung lalu memutar mata.

“Terlambat bangun lagi?” cibir Eunji.

Bomi melempar semua yang ada di tangannya ke sofa lalu menatap sahabatnya itu dan mengangguk. Setelah itu, ia memasukkan benda-benda itu ke dalam tasnya dan barulah ia merapikan penampilannya. Setelah itu, ia membantu mulutnya untuk menghabiskan roti.

“Kau tak punya jam weker ya?” tanya Naeun.

“Punya. Di dalam aquarium ikan di dekat kasurku, banyak sekali jam weker yang sudah error karena kemasukan air,” jawab Bomi.

“Ne?” pekik Eunji dan Naeun.

Bomi memutar matanya lalu menyampirkan tasnya lalu menarik kedua sahabatnya itu keluar rumahnya. Eunji dan Naeun hanya pasrah ditarik oleh Bomi.

“Lain kali jangan berteriak lagi di rumahku. Memang kalian kira rumahku adalah hutan? Apalagi kau, Eunji!” desis Bomi.

“Salah kau sendiri karena begitu lama!” sahut Eunji kesal.

 

~*~*~

Sungyeol menepuk pundak Myungsoo dan menatap namja itu bingung. Sedangkan namja itu tetap berdiri terdiam di ambang pintu kelas dengan tatapan tertuju pada 3 gadis yang sedang bercanda ria sambil berjalan menuju lab bahasa. Akhirnya Sungyeol mendesis kesal dan menutup mata Myungsoo.

“Ya!” protes Myungsoo kesal.

“Siapa yang kau lihat hingga aku menepukmu pun kau tak menoleh?” tanya Sungyeol mendesis.

Myungsoo segera berbalik badan dan kembali ke kursinya tanpa menjawab sahabatnya itu. Sungyeol menjadi semakin penasaran. Ia mengejar Myungsoo dan duduk di kursinya karena mereka adalah teman sebangku.

“Bomi, Eunji atau… Naeun? Menurutku kau menyukai Naeun. Dia yeoja yang cantik serta manis. Ditambah ia menjabat sebagai manager ekskulmu. Pasti kau dekat dengannya,” komentar Sungyeol.

Myungsoo mendesis, “Kau bertanya atau mengutarakan pendapat, uh?”

“Keduanya.”

“Aku hanya menerima satu.”

“Kalau begitu bertanya.”

“Tapi kata-katamu itu tidak seperti bertanya,” balas Myungsoo.

“Kau terlalu berputar-putar, Soo!” erang Sungyeol kesal.

 

~*~*~

“We’re done, class. See you tomorrow,” kata Han sangsaenim selaku guru bahasa Inggris.

Eunji, Bomi dan Naeun segera merapikan barang-barang mereka. Selesai membereskan barangnya, Naeun berdiri di samping kiri meja Bomi dan Eunji yang duduk bersama.

“Bagaimana jika hari ini kita ke toserba yang baru saja di buka di beberapa blok sebelum rumah Eunji?” usulnya.

“Untuk apa kita kesana?” tanya Bomi. Ketahuan sekali dari nada bicaranya bahwa ia enggan pergi ke sana.

Naeun mengerucutkan bibirnya, “Untuk… err… lihat-lihat saja. Kali saja ada barang-barang yang menarik hati.”

“Aku setuju,” celetuk Eunji.

Bomi memutar matanya kesal, “Bukankah hari ini ada latihan basket? Ingat posisimu yang menjabat sebagai manager klub basket? Mungkin kita akan pulang jam 8 malam hari ini. Kalau begitu, aku ingin segera tidur. Jadi aku tidak setuju!”

“Hari ini ada pertandingan bola dan mereka memperbolehkanku pulang cepat. Lagipula apa salahnya kita pergi ke toko itu?” jelas Naeun.

Bomi menggeleng cepat, “Shireo.. Shireo.. Shireo.. kau harus menjadi manager klub yang professional. Kau harus ada untuk klubmu terutama saat mereka ada pertandingan. Mereka pasti sangat membutuhkanmu.”

“Kenapa kau terlihat seperti menghindar untuk pergi ke toko itu sih? Aneh!” desis Eunji bingung.

“Hanya tak ingin pergi ke tempat seperti itu. Keuanganku sedang sekarat. Kalau aku pergi ke toko itu, pasti aku tidak bisa menahan diri untuk membeli barang yang lucu,” jelas Bomi.

“Gotjimal!” bentak Naeun dan Eunji.

Bomi mengerjap kaget, “M-mwo?”

“Kau kan sudah menerima jajan bulananmu 2 hari yang lalu. Ditambah keluarga besarmu datang berkunjung ke rumahmu kemarin. Ku yakin uangmu sangatlah banyak,” sungut Eunji.

“Benar itu!” timpal Naeun.

Bomi menghela nafas, “Baiklah.. tapi dengan syarat Naeun harus datang ke pertandingan basket itu.”

 

~*~*~

Naeun, Bomi dan Eunji berlari masuk ke dalam toko itu karena salju malam itu turun lumayan deras. Sesampainya di dalam toko, mereka segera menyebar dan mencari benda yang menarik hati.

“Eunji-ya~ Bomi-ya! Turawa..” seru Naeun.

Bomi dan Eunji segera menurutinya. Mereka berdua melirik barang yang sedang diperhatikan oleh Naeun. Sebuah kalung yang berliontin boneka beruang kecil berwarna pink.

“Kau menyukainya?” tanya sang pegawai toko itu.

Ketiga wanita itu langsung menoleh serempak. Mereka mengerjap melihat wajah sang pegawai. Eunji dan Naeun mengulas senyum lebar sedangkan Bomi menghela nafas panjang saat menyadari apa yang akan terjadi.

“Ne, aku suka. Berapa harganya?” jawab Naeun.

“Boleh ku lihat?” pinta pegawai itu.

Naeun mengangguk dan memberikannya pada pegawai itu. Tak lupa ia melirik nametag yang ada di seragam pegawai orang itu. Jung Jinyoung. Setelah mendapatkan kalung itu, orang itu membawanya pergi ke kasir.

“Namanya Jung Jinyoung. Omo~ nama yang pantas dengan wajah manisnya!” seru Naeun berbisik.

“Aku heran kenapa orang sepertinya bekerja disini.. jika aku orang kaya, mungkin aku sudah membayarnya dengan upah yang besar agar dia mau bekerja di rumahku,” balas Eunji berbisik.

“Ne, dia manis. Sepertinya sopan juga. Tapi ku rasa dia lebih tepat jadi suami yang baik daripada pacar yang baik,” sahut Bomi.

Naeun dan Eunji menoleh spontan mendengarnya dan memasang senyum jahil. Bomi langsung tersadar akan kata-katanya. Tapi terlambat! Ia hanya bisa berdoa agar teman-temannya tidak akan berbuat macam-macam padanya.

“Wae? Aku hanya mengutarakan pendapat. Saat aku melihatnya, aku langsung teringat pada oppaku. Mereka sama-sama manis dan sopan,” jelasnya. Tatapannya langsung menerawang, “Omo~ bogoshipo, oppa..” dia langsung teringat oppanya yang sedang mengikuti wajib militer.

“Joha.. arasso.. ternyata itu sebabnya. Payah, aku tak bisa mengolok-olokmu tentang ini kalau begitu,” gerutu Eunji. Bomi terkekeh.

 

~*~*~

Myungsoo membuka tasnya dan mengeluarkan isi tasnya. Sebuah kartu bertema valentine meluncur dari sela-sela bukunya. Kartu itu segera ditangkap oleh Sungyeol yang saat itu ingin menginap di rumah Myungsoo untuk mengerjakan tugas bersama.

 

Aku memang bukan perempuan yang pintar mengatakan perasaanku dengan baik. Jadi kata-kata di kartu ini takkan romantis.
Hanya dua kata yang selalu ingin ku katakan padamu, sunbae. Tapi aku takut. Kau mau tahu itu apa?
Itu adalah “Saranghae, sunbae”
Setelah aku menyatakannya, ku harap sunbae mau menjadi pacarku.
Ku tunggu jawabannya besok.

 Son Naeun

 

Myungsoo dan Sungyeol saling melempar pandangan.

 

Next day.

 

Naeun pov.

 

Aku berkaca sebentar lalu berbalik badan. Dadaku berdetak kencang saat ini. Bagaimana tidak? Semalam, aku menyeludupkan sebuah surat cinta di tas Myungsoo sunbae. Ah sudah lama aku menyukainya tapi baru kali ini aku berani mengatakannya. Aku hanya bisa berdoa agar ia bisa menjawabnya hari ini juga.

“Naeun-ah~! Ppaliwa..” teriak Eunji sambil mengetuk pintu kamarku.

Aku menarik nafas dalam-dalam dan meraih tasku. Sebelum membuka pintu, aku tersenyum. Semoga hari ini akan menjadi hari yang indah. Amin!

“Kkaja~” seruku menarik tangan Eunji.

 

School.

 

Seperti biasa, aku bercanda tawa dengan Eunji dan Bomi selama menuju kelas. Mungkin karena aku terlalu fokus ke candaan kami, aku tak melihat jalan dan akhirnya menabrak seseorang. Aku terjatuh ke lantai dengan kasar dan posisi yang tidak baik. Kakiku terasa sangat sakit.

“Ah kau, Naeun-ah~” desah orang yang ku tabrak sambil membantuku berdiri. Sedangkan aku hanya diam. Suara itu sangatlah khas dan membuatku membeku.

“Aish~ kau ini, Naeun-ah! Bagaimana bisa kau menabrak orang. Uh!” omel Eunji. Aku tetap menunduk dan menggenggam seragam Bomi.

Bisa ku dengar Bomi menghela nafas panjang. “Gamsahae, Myungsoo sunbae.. kami pergi dulu.” Bomi menarikku pergi.

“Gomawo, Bomi-ya..” bisikku lega.

“Ne..” Bomi memang sahabat terbaikku. Oops! Semoga Eunji tidak tahu. Kalau dia tahu, aku yakin dia akan marah padaku. Kekeke..

 

Myungsoo pov.

 

Aku mendribble bola beberapa kali lalu melemparnya ke ring. Masuk! Aku tersenyum. Walaupun ini sudah biasa bahkan tak ada bagusnya sama sekali, aku tetap merasa bangga.

“Ah!” aku menoleh saat mendengar suara orang lain selainku di lapangan basket indoor ini.

“Naeun-ah?” gumamku lalu memungut bola dan mendribblenya menuju Naeun.

“S-sunbae.. mianhae.. aku tak bermaksud mengganggu. Mungkin lebih baik aku pergi,” katanya cepat lalu berbalik badan.

Aku segera menangkap bola dan menarik tangan Naeun. “Anio.. tak usah seperti itu. Ini tempatmu juga,” ucapku datar.

Dia diam sesaat lalu menyentakkan tanganku pelan agar tanganku melepaskan lengannya. Dia berbalik badan dan menggenggam tangan yang ku genggam tadi. Wajahnya sudah merah merona. Lucu.

“Soal kartu itu…”

“Jangan dipikirkan..” potongnya. “Aku tidak akan memaksamu kok. Aku tahu jawabannya kau pasti..”

“Menerimamu,” lanjutku.

Dia menatapku tak percaya, “Ne?”

“Aku menerimaku. Asal.. satu hal. Aku tidak suka mempunyai pacar yang terlalu lemah,” tegasku.

“M-maksudmu?”

“Aku ingin kau membuktikan padaku kalau kau tidak begitu lemah. Berlari lapangan basket 10 keliling. Ku rasa itu cukup,” jelasku.

“G-geun.. geundae, sunbae..”

“Kau mau atau tidak? Aku memberimu untuk berpikir hanya 10 detik. 10.. 9.. 8..” ku lihat dia masih sibuk dengan pikirannya. “5.. 4..”

“Johayo..” teriaknya frustasi. Dia segera berlari mengelilingi lapangan.

Aku segera mencari tempat duduk dan memperhatikannya. Aku mungkin memang tidak menyukainya. Tapi.. dia cukup menyenangkan. Mungkin saja nanti aku akan menyukainya. Semua butuh proses, bukan? Dan kali saja aku bisa melupakannya. Aku tidak bisa selalu mencintainya sementara ia tak pernah mengenalku lebih dari seorang kakak kelas.

“Argh..” aku mendongak saat mendengar ia meringis lalu jatuh. Aku segera berlari menghampirinya.

“Gwencana?” tanyaku.

“G-gwencana, sunbae.. aku masih bisa lari. Masih 6 putaran lagi,” jawabnya pelan. Ku yakin dia sedang menahan sakit.

Tak lama ia kembali berdiri. Dasar keras kepala! Aku ikut bangkit dan menggendongnya ala bridal. Dia menatapku kaget.

“Aku tahu ada yang aneh dengan kakimu. Jangan keras kepala,” sungutku. Dia hanya diam dan tersenyum.

“Gamsahamnida, sunbae..” katanya saat kami sudah keluar dari lapangan indoor menuju UKS.

“Kau kekasihku. Panggil aku oppa dan jangan memakai bahasa formal lagi. Ara?” dia mengangguk cepat.

“Lagipula kenapa kau hanya berlaku formal padaku? Kenapa ke pemain lain tidak?” gerutuku.

“Kau cemburu?” dia terkikik pelan.

Aku menggumam pelan, “Sepertinya iya.”

Ku lihat senyuman lebar merekah di wajahnya. Aku tersenyum melihatnya. Mungkin aku memang tidak ditakdir dengan yeoja babo itu. Aku harus bisa menerima Naeun lah kekasihku bukan dirinya.

 

A few days later.

 

Author pov.

 

“Oppa~” seru Naeun sambil melambai-lambaikan tangannya.

Myungsoo segera menghampirinya, “Ne?”

“Umma memintaku untuk pulang cepat hari ini. Aku sudah meminta izin pada Sunggyu oppa dan pelatih,” jelas Naeun.

“Mau ku antar?” tawar Myungsoo.

Naeun menggeleng cepat, “Anio. Tidak perlu, sunbae..”

“Jeongmal?”

Naeun menghela nafas panjang, “Ayolah..”

Myungsoo terkikik pelan dan mengacak rambut Naeun lembut. “Ne. Hati-hati di jalan.”

Naeun tersenyum lebar dan mengangguk, “Ne!”

“Kau… apa benar kau menyukainya?” tanya Sunggyu lalu meneguk air mineralnya saat Naeun sudah pergi.

Myungsoo menoleh, “Tentu saja.”

“Jangan bohong. Aku bisa lihat kalau kau masih menyukai yeoja itu.”

 

~*~*~

Sebenarnya hari itu Naeun tidak diminta untuk pulang cepat hari itu. Hanya saja ia ingin membeli hadiah untuk ulang tahun Ibunya besok. Eunji dan Bomi sudah pulang lebih dulu karena mempunyai kesibukan sendiri-sendiri.

Setelah berjalan beberapa waktu, akhirnya Naeun memutuskan untuk masuk ke sebuah toko. Dia menyelusuri setiap sisi toko itu. Sebuah boneka lucu menarik perhatiannya. Ia segera meraihnya. Namun terlambat, seseorang sudah terlebih dahulu mengambilnya.

“Ah, mianhae.. aku tidak bermaksud merebutnya. Silahkan,” ujar orang itu sambil menyerahkan boneka itu pada Naeun.

Naeun mengerjap menatap orang itu, “Jung Jinyoung-ssi? Pegawai di toko yang baru buka itu kan?”

Jinyoung tersenyum, “Kau mengenalku?”

“Anio. Ha-hanya tahu namamu dan nametag seragammu itu,” bantah Naeun pelan dan terkekeh kaku.

Jinyoung membulatkan bibirnya, “Ah, arassoyo.. jadi siapa namamu?”

“Naeun.” Naeun menjawabnya dengan cepat. Dia mengalih pandangannya sejenak. “Jadi apa yang kau lakukan disini?”

“Mencari barang yang cocok untuk dijadikan hadiah untuk ulang tahun sepupuku. Tapi kenapa sulit sekali?” Jinyoung menghela nafas panjang.

“Mau ku bantu?”

Jinyoung tersenyum lebar, “Tentu saja.. tapi seperti lebih baik kalau kita ke café saja untuk menghangatkan diri. Saat ini salju sedang turun dengan deras.”

 

Eunji pov.

 

Aku mendesah frustasi saat pintu kelasku tak mau terbuka. Haruskah aku mencari penjaga sekolah untuk membukakan pintu? Aku malas.. lagipula kenapa kelas begitu sepi? Bukankah masih ada siswa yang mengikuti hagwon? Aish..

“Menyebalkan!” desisku kesal.

Aku baru sadar kalau hpku ketinggalan di loker mejaku saat aku selesai les tadi. Aku memang bodoh. Huh! Lalu apa yang harus ku lakukan sekarang? Mendobrak pintu kelas? Tapi aku pasti akan kena omel pengurus sekolah dan orangtua. Aish.. lebih baik aku pulang saja!

 

Bus Stop.

 

“Ya~” aku menoleh saat seseorang menarik tanganku dan memanggilku.

Aku mengerjap menatapnya, “Kau.. pacarnya Naeun, kan?”

Orang itu tersenyum tipis, “Ne.. kau tahu? Ah iya. Aku lupa kalau kau itu sahabatnya Naeun.”

Aku ikut tersenyum, “Ne.. jadi, apa kau bisa melepaskan tanganku sekarang?”

Dia langsung melepaskan tangannya, “Ah, mianhae..”

“Ne.. gwencana..”

“Kau tak merasa kedinginan?” tanya orang itu. Jangan salahkan aku karena memanggilnya “orang itu”. Aku tidak tahu namanya siapa. Sungguh.

Aku menggeleng pelan walaupun sebenarnya kakiku terasa begitu dingin. Ah, salahkan salju yang turun tanpa memberitahuku sebelumnya!

“Pakai ini.” Aku tersentak saat ia memakaikanku jaketnya ke pundakku dan tersenyum hangat padaku.

“Bagaimana denganmu?” tanyaku tak enak.

“Aku tak apa. Badanku masih panas karena baru saja selesai latihan basket,” jawabnya sambil melihat pemandangan di depannya lalu menoleh ke arahku. Ia kembali memperlihatkanku senyuman hangatnya. Kini aku tahu kenapa Naeun mencintainya.

 

Naeun pov.

 

Aku meniup cup plastik berisi coklat panas sambil memperhatikan beberapa pedagang di jalanan yang kembali ramai saat salju berhenti turun. Di sampingku, Jinyoung sibuk berteleponan dengan seseorang.

“Akh..” aku meringis pelan saat kakiku terasa sakit. Oh sial! Ku mohon jangan kambuh sekarang.. aku belum mendapatkan hadiah untuk umma.

“Gwencana, Naeun-ssi?” tanya Jinyoung sambil merangkulku karena jalanku mulai tak seimbang.

“Gwencana. Jeongmal..” yakinku sambil melepaskan rangkulannya.

“Argh~!” aku meringis kencang. Coklat panasku jatuh ke jalanan dan membeku karena kekuatanku hilang seketika. Aku juga langsung kehilangan keseimbanganku. Beruntung Jinyoung memelukku sebelum aku jatuh.

“Apa yang kau maksud baik-baik, uh?” tanyanya sedikit kesal. Aku meringis pelan.

Aku bingung harus bagaimana. Entah mengapa aku begitu nyaman dipelukannya sekarang. Ingat Myungsoo oppa, Son Naeun…

 

===MyMy===

24 responses to “[Korean Fanfiction] My My [3shoots] 1 of 3

  1. huweeeee..
    sukaaa.
    sukaaa. :O
    tapi kenapa jinyoung nya dibikin tua thor?
    knpa ga dibikin seumuran gituu.?
    dia kan masih imut imut thor..
    hohoho.. *ditendang author*

  2. Tadinya seneng pas myungsoo nerima naeun abisnya mereka pasti cocokk, taunya dimainin -.- kasian naeun….. Sama kyk aku ih, cinta tak terbalas-_- *curcol*

    • jiahaha.. curcol dia~ *buka stand khusus curcol(?)* *slapped
      iya kasian naeun ;__; tapi jangan cekik oppaku ya.. myungsoo oppa itu oppaku satu-satunya. kalo dia dicekik olehmu, aku ga punya oppa lagi *lebay kumat

  3. kirain myungsoo nerima na eun karena suka juga tapi karna kasihan ~~

    na eun sama jinyoung aja ^^~ kayanya myungsoo suka sama eun ji deh ~

    ditunggu kelanjutannya ~

  4. Ya kecewa abis bomi kok dikit bngt aq harap bomi ama L hbz aq MyungMi shipper aq tdk pernah rela L utk na eun ama eunji 2011 berarti ff ini uda di lanjut lngsng ke next part

  5. thor lanjutannya belum ada yaa? kyaaa myungsoo sama eunji aja thor aku suka banget sama mereka ♥ wkwk. ditunggu lanjutannya ya thor;) ceritanya daebak!

  6. Wah aku suka sm ff-nya…. Ini gimana lanjutanya thor?? L sm Eunji trs Naeun sm Jinyoung gt??? Klau bener Eunji sm L aku suka…. Soalnya aku suka banget kalau Eunji sm L….. Lanjut dong thor…!!^^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s