[Korean Fan Fiction] Yellow Bus Stop.

Author: Park Eunae

Cast:
– Choi Minho SHINee
– Krystal Jung f(x)

Genre: Romance

Rating: G

Length: Oneshoot

Disclaimer: all cast isn’t mine. Tapi plot asli punya author, karena ini berdasarakan pengalaman author baru-baru ini (kecuali adegan romance nya) :p .yang gak suka sama couple nya lebih baik jangan baca dari pada nanti jadi bashing.^^ NO PLAGIAT, and NO SIDERS!!! Kritik dan saran sangat membantu, gomawo~

********************
Melihat sekilas jam tangan ku yang menunjukan pukul 12 siang, membuatku merasa kecewa. Ini masih siang untuk pulang kerumah, pikirku. Ya, karena aku terbiasa pulang kuliah pada sore hari.

“Besok hari terakhir uas. Sehabis itu aku mendapatkan libur yang lumayan panjang, sementara stock buku dirumah sudah habis ku baca.” Aku pun berfikir sejenak. “Hmm, mampir ke toko buku sebentar gak papa lah ya…” ocehku pada diri sendiri.

Dengan segera aku membalikan badan ku dan mulai berjalan melawan arah rute menuju rumah ku. Saat ini, aku sedang berjalan menuju halte bis. Karena kampusku lokasinya sangat luas, maka dari itu fasilitas transportasi bis kampus dijalankan. Dan warna bis nya adalah kuning.

Ku rasakan langkah ku kali ini begitu ringan. Dan tak terasa aku sudah sampai di halte. Aku pun mulai duduk manis sambil menunggu salah satu bis kuning datang menjemputku.

5 menit telah berlalu, bis yang ku tunggu pun datang. Aku pun berdiri dan orang-orang yang berada di halte pun ikut berdiri. Dan aku baru menyadari kalau orang-orang yang berada di halte ternyata lumayan banyak.

Aku segera mencoba memposisikan diri di depan pintu bis. Tapi ternyata, orang-orang yang mengantri di belakang ku bermain dorong-dorongan. Alhasil, tubuhku menjauhi pintu bis itu.

Dengan wajah cemberut, aku kembali duduk manis di halte. Kali ini 10 menit telah berlalu, dan satu bis kuning datang lagi. Kali ini aku tidak akan kalah dari aksi dorong-dorongan, pikirku. Tetapi kenyataan nya berbeda.

Kali ini aku kalah cepat, karena orang-orang sudah mendahului ku mengantri. Saat aku ingin masuk, ternyata bis nya penuh lagi. Ya, lagi-lagi aku harus duduk manis menunggu bis kuning selanjutnya.

Perasaan ku sudah mulai agak kesal. Tetapi itu tak menyurutkan niatku untuk pergi ke toko buku. “Stock buku ku sudah habis, maka dari itu aku harus membeli buku baru.” Itulah kalimat yang berulang-ulang ku putar dikepalaku.

Aku sudah mulai bosan menunggu. Untuk membunuh rasa bosan ku, aku pun mengambil iPod ku lalu menyalakan nya.

Ku putar sebuah lagu yang berjudul Amigo dari boyband favoritku, SHINee. Ku tekan tombol volume agar lagunya terdengar keras ditelinga ku.

“Ya noona! Ku fikir volume iPod mu terlalu keras hingga aku pun bisa mendengarnya. Sebaiknya kecilkan volume nya agar telinga mu tidak rusak.” ucap seorang namja dengan tiba-tiba seraya memposisikan dirinya duduk disampingku.

“Gamsahamnida atas saran mu.” jawabku seraya memaksakan sebuah senyum untuk namja itu.

“Cheonman noona.” balasnya seraya tersenyum dengan..…..aigoo~ senyuman nya manis sekali. Dan sepertinya senyumnya itu sangat tulus diberikan nya untuk ku.

Bis kuning pun datang, dan itu menyadarkan ku dari lamunan tentang senyuman namja itu. Aku segera beranjak bangun dari duduk ku, dan mengikuti namja itu untuk naik bis.

Di dalam bis, aku berdiri berdampingan dengan namja itu. Tetapi tak ada obrolan di antara kami. Hanya saja sesekali aku sering melirik ke arahnya, dan untung nya namja itu tak sadar kalau aku sering meliriknya.

Dua halte sudah ku lewati, dan itu berarti dihalte selanjutnya aku harus turun. Sebersit niat muncul di hatiku untuk menanyakan siapa nama namja itu. Belum sempat aku menjalankan niat ku, bis kuning yang ku tumpangi sudah berhenti di halte.

Aku pun turun dan mengurungkan niat ku untuk menanyakan nama namja itu. “Ah sudahlah biarkan saja.” ucapku. Segera, ku langkahkan kaki ku menuju tok buku.

Sesampainya di toko buku, aku langsung mencari-cari buku yang sudah aku buat dalam daftar list ku. Aku berjalan mondar mandir mengitari toko buku itu.

Karena dari tadi aku sudah mondar-mandir dan tidak menemukan satu pun buku yang ada di dalam daftar list ku, ku putuskan untuk menanyakan nya pada petugas yang bekerja di toko buku itu.

Tetapi setelah ku tanyakan, ternyata buku yang aku inginkan sedang tidak ada. Karena sudah terlanjur berada di toko buku, aku berniat untuk membaca-baca buku lain sejenak.

Dan tidak terasa, 1 jam sudah berlalu. Ku lirik jam tangan ku, dan ternyata sudah jam 3 sore. Aku pun memutuskan untuk pulang.

Saat aku beranjak ingin pulang, aku melihat sebuah buku yang synopsis nya menarik perhatian ku. Tanpa fikir panjang, segera ku ambil buku itu. Tetapi, buku yang ku ambil sudah edisi ke dua.

Setelah ku cari dan ku tanya pada pegawai toko buku, buku yang ku ambil edisi satunya kosong. Lalu tiba-tiba saja sebuah ide muncul di kepala ku.

“Ku coba cari di stasiun kereta api dekat kampus saja lah. Mungkin aja disana ada.” ucap ku riang dan bergegas keluar dari toko buku.

Setelah keluar dari toko buku, ternyata langit sudah sangat mendung. Aku pun mempercepat langkahku menuju halte bis kampus.

Dan benar saja, baru aku menginjakan kaki di halte bis, hujan pun datang. Dan hujan nya lumayan deras.

Aku kembali terduduk manis di halte bis tepat seperti beberapa jam lalu. Hanya saja, kali ini hujan sedang turun dengan derasnya.

Air hujan lama-lama mendekati diriku. “Sial! Kalau terus begini aku juga bisa basah. Mana aku tidak membawa payung.” gerutuku.

“Sekarang kau sudah terlindung dari hujan. Percayalah padaku, kau tidak akan basah lagi sekarang.” ucap seorang namja seraya membuka payung nya.

Aku menoleh ke namja itu, dan…. sepertinya kalian sudah bisa menebaknya. Ya, aku bertemu namja itu lagi. Dan lagi-lagi di halte bis kuning.

“Ah, ternyata kau lagi.” kataku.

“Waeyo?? Apa kau bosan bertemu dengan ku lagi??” tanya namja itu.

“Ah, ani…” jawabku ragu. Mana mungkin aku bosan bertemu dengan mu, senyum mu yang tadi saja masih suka berkeliaran di kepala ku.

“Ya, kau melamun?” ucapnya tepat di depan wajahku.

“Ya, menyingkirlah dari depan wajahku! Oiya, siapa nama mu??”

“Ah, kita belum berkenalan. Choi Minho imnida, kau??”

“Krystal Jung imnida. “ jawabku.

“Bagapseumnida Krystal-ssi.” ucapnya.

“Ne..bagapseumnida Minho-ssi.” balasku.
Akhirnya satu bis kuning datang. Walau masih hujan, ku putuskan untuk naik. Minho pun ikut naik juga.

“Kau mau kemana Krystal-ssi??” tanya nya seraya duduk disampingku.

“Aku mau ke stasiun. Kau sendiri??” tanyaku balik.

“Aku mau bertemu dengan temanku di fakultas lain.” jawab Minho.

Aku hanya bisa tersenyum dan mengangguk mendengar jawaban Minho.

Tak berapa lama, bis pun kembali berhenti di sebuah halte. Tapi kali ini bukan halte yang menjadi tujuan ku.

“Nah, aku sudah sampai. Aku duluan Krystal-ssi, anyyeong haseyo.” ucapnya dan bergegas turun.

“Ne..annyeong haseyo..” balasku seraya melambaikan tangan ku ke arahnya.

Ya, sekarang aku sudah tidak penasaran lagi dengan namja itu. Aku kan sudah mengetahui siapa nama nya.

Lagi-lagi, bis kuning yang ku tumpangi berhenti. Dan kali ini berhenti di halte tempat tujuan ku. Untuk mengejar waktu, aku bergegas masuk ke dalam stasiun dan mulai menyinggahi beberapa penjual buku-buku.

Sepertinya kali ini aku sedang sangat sial. Sudah semua penjual buku aku tanyakan, tetapi buku yang ku cari lagi-lagi tidak ada.

“Tau gini, mending aku beli secara online saja!” omelku pada diriku sendiri.

Tenggorokan ku pun terasa sangat kering, ku putuskan untuk membeli minum sejenak, dan membasahkan tenggorokan ku.

Seraya membawa sebotol minuman, aku berjalan menuju…. ya, kemana lagi kalau bukan ke halte bis kuning?! Transportasi di kampusku hanya ada bis kuning itu, jadilah para mahasiswa di kampus ku banyak menghabiskan waktu di halte.

Sambil duduk, ku pandangi jalanan yang berada di depanku. Jalanan kampus ku tidak pernah sepi, karena kampus ku juga terbuka untuk umum.

Tak berapa lama, satu bis kuning lewat. Dan bis itu langsung di serbu orang-orang yang juga sudah menunggu di halte.

Tetapi, kali ini orang-orang yang menyerbu bis lebih banyak dari pada beberapa jam yang lalu. Ya, maklum saja, saat ini hari sudah sore, dan waktunya untuk pulang.

Karena terlalu banyak yang menyerbu bis kuning yang baru saja berhenti. Aku pun memutuskan untuk tetap duduk manis di halte menunggu bis kuning selanjutnya. Karena aku yakin, aku tidak akan bisa naik karena bis sudah penuh.

1….

2….

3….

4….

5….

Sudah 5 bis kuning yang lewat, aku pun masih tetap duduk manis di halte. Dan itu artinya sudah hampir 1 jam aku berada di halte.

“Kali ini, begitu aku melihat bis di ujung jalan, aku akan segera berdiri!” ucapku kesal.

Dan benar saja, aku melihat bis kuning dari ujung jalan. Aku pun segera beranjak dari duduk ku, dan berdiri di tepi jalanan.

Begitu bis berhenti, pintu masuk nya tepat berada di depan ku. Jadi, aku bisa langsung masuk dengan mudah nya.

Aku menghela nafas sejenak. Akhirnya aku pulang, pikirku. Lalu, dengan tiba-tiba, seseorang menepuk pundak ku.

“Annyeong Krystal-ssi. Tak ku sangka kita bertemu kembali.” sapa seorang namja yang ku kenal. Ya, siapa lagi kalau bukan Minho.

“Ah, annyeong Minho-ssi. Ne, aku juga tak menyangka kita kembali bertemu lagi. Tapi kali ini bukan di halte. Melainkan di dalam bis kuning.” ucapku seraya tertawa renyah.

“Lalu, tujuan mu sekarang mau kemana??” tanya Minho.

“Aku mau pulang. Kau sendiri??”

“Aku juga mau pulang.” jawab Minho seraya mengeluarkan senyuman mautnya.

Aku menyebut senyuman Minho sebagai senyuman maut. Karena senyuman nya itu membuat jantungku berdegup kencang. Rasanya nyawaku ingin dicabut saat itu juga.

“Krystal-ssi, aku turun disini. Sampai berjumpa di lain waktu, annyeong..”

“Ah, ya, Minho-ssi, tunggu aku! Aku juga turun disini.” ucapku seraya mengikuti Minho turun.

“Oh, kau turun di halte ini juga, Krystal-ssi??”

“Ne.. kemana arah rumah mu??”

“Ke arah sini. Apa kau juga sama??” tanya Minho.

Aku hanya mengangguk dan tersenyum. Akhirnya, aku dan Minho pun berjalan bersama melewati jalan setapak yang mengarahkan ke rumah kami.

Tak ada obrolan yang berarti selama perjalanan pulang. Karena merasa canggung, kami pun hanya banyak diam.

Sesekali Minho mengeluarkan lelucon yang membuatku bisa tertawa sejenak. Begitupun sebaliknya, aku juga ikut mengeluarkan lelucon aneh ku untuk membuat Minho tertawa.

Tak terasa, aku sudah sampai di depan rumah ku.

“Minho-ssi, aku sudah sampai, dan ini rumah ku. Lalu dimana rumah mu??” tanya ku.

“Rumah ku di gang ujung jalan sana.” jawab Minho.

“Apa kau mau mampir dulu??” tawarku.

“Ah, gomawo Krystal-ssi. Tapi hari sudah sore, jadi aku langsung pulang saja. Lain waktu, aku akan main ke rumah mu.”

“Baiklah kalau begitu.”

“Annyeong haseyo Krystal-ssi.” pamit Minho seraya beranjak dari depan rumahku.

“Ne.. annyeong haseyo Minho-ssi.” Aku pun melambaikan tangan ke arah Minho. Dan Minho pun membalas lambaian tangan ku.

Suasana hatiku saat ini sedang sangat gembira. Aku tak menyangka, di sebuah halte bis kuning kampus ku, aku bisa bertemu Minho. Seorang namja yang mempunyai senyuman maut.

Padahal, biasanya halte bis kuning kampusku sering membuat ku kesal karena aku harus menunggu dan tak jarang aku harus berebutan untuk memasuki bis kuning. Belum lagi, aku harus berdesak-desakan.

Tapi, kali ini aku sangat berterima kasih kepada halte bis kuning itu. Berkat halte itu, aku bertemu dengan Choi Minho. Semoga saja hubungan ku dengan nya bisa semakin akrab.

-THE END-

9 responses to “[Korean Fan Fiction] Yellow Bus Stop.

    • hhihi, jujur kalo sambungan aku belom kepikiran, soalnya ini ff bener2 pengalaman ku saat itu, jd buat kelanjutan nya aku blm kepikiran, hhahaha
      gamsahamnida udah baca dan komen, gamsha~ *bow

  1. woaaaa~ Minstaaaaaalku !!!!! :3
    scene paling berkesan itu, pas pertemuan kedua mereka!😄 ciyuss.. itu sweet bgtt!
    truss pas mereka pulang bareng! 0,0 aigoo.. padahal cerita.nya simple lho, tp bissa bikin aku senyum* sendiri -,- !! berarti authorr juga ketemu ama orang itu 3kali yaa?? ciyee.. tto orang punya senyum maut juga kan?? embat ajja thorr!! haha😀 cemungudhh authorr.. bikin Minstal lagi yaa!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s