[FREELANCE] Christmas With You

Author: Minnieasmilkyway

Tittle: Christmas With You

Main Cast: Kim Jong Woon a.k.a Yesung — Teman Jiyong

Min Jiyong a.k.a Jiyong — Seorang yeoja yang membenci natal

Other Cast: Kim Ryeowook a.k.a Ryeowook — Ahjussi yang mengurus Jiyong.

Genre: Romance

Lenght: Oneshoot

Semua PoV adalah milik Jiyong. Sebenarnya Ryeowook tidak pantas dipanggil ahjussi, menurutku. Tapi karena dia pintar masak, apa boleh buat. Selamat membaca!^^

Natal lagi, batinku malas.

Pagi itu, kelas sudah ramai. Semuanya sedang membicarakan natal. Pohon natal, pesta yang meriah, hidangan yang lezat, serta kado-kado natal yang tersusun rapi dibawah pohon natal. Tapi, entah kenapa itu tidak membuatku tertarik sedikitpun.

“Jiyong-ah!” seru seorang namja mengagetkanku.

“Yesung-ah, apa-apaan kau ini?” tanyaku kesal karena dia mengganggu lamunanku.

“Bagaimana natalmu?”

“Mwo? Kau bercanda, natal hanyalah omong kosong!”

“Kenapa bicara begitu?” tanyanya bingung.

“Entah mengapa, aku membenci natal. Tidak seperti yang lainnya”

“Itu sangat tidak baik, Jiyong-ah” ucap Yesung.

“Memangnya kenapa?”

Yesung mengangkat bahunya kemudian berkata, “Yah kau tahu, kasih sayang—”

“—orang tuamu mungkin” lanjutnya.

“Cih” ucapku ketus lalu meninggalkan kelas.

Aku menelusuri koridor, keluar darisana dan menuju taman. Aku duduk di kursi pertama yang kutemukan. Bodohnya, aku tidak sempat mengenakan jaket. Jaket itu tertinggal di kelas. Ah tidak, mungkin diloker.

“Kamu bodoh” aku menoleh ke asal suara, Yesung.

“Kamu tahu? Hanya berpakaian seperti itu, kamu bisa mati kedinginan” jelasnya sambil melepas jas sekolahnya dan mengenakannya ke tubuhku. Hangat. Dan… sangat besar, menurutku.

“Yesung-ah…” lirihku.

“Ne?”

“Gomawo” ucapku singkat.

Hening. Sampai akhirnya, Yesung membuka mulutnya dan menanyakan suatu hal padaku.

“Kalau kamu mau, kamu bisa menceritakan padaku alasanmu membenci natal”

Aku menghela napas berat lalu berkata, “Kau tahu orangtuaku?”

Yesung menggeleng. Jelas saja, dia teman baruku.

“Mereka… Mereka tidak peduli terhadapku. Sayang? Hampir tidak mungkin” jelasku.

“Apa yang membuatmu bisa berkata seperti itu?” tanyanya.

“Kau tidak tahu rasanya, kesepian di malam natal. Apalagi hanya ditemani ahjussi yang mengurus rumah. Sangat membosankan”

“Apa tugasnya?”

“Maksudku, ahjussi itu” tambahnya.

“Ah, dia. Dia yang mengurusku. Membuatkan makanan, tepatnya”

Yesung hanya mengangguk.

“Kenapa tidak merayakan natal bersama saja? Itupun kalau kau mau” tawarnya lalu menunduk.

“Boleh saja” ucapku.

“Ayo masuk!” serunya sambil menarik tanganku. Mengajakku masuk ke dalam koridor, menuju kelas.

***

“Jadi, apa yang mau kau lakukan?” tanyaku begitu kami sampai di rumah.

“Pohonnya, tentu saja. Dan juga, jangan lupa hiasannya”

“Ahjussi!” seruku.

“Ada apa memanggilku, nona?” tanyanya ramah.

“Yesung-ah, dia yang selama ini kuceritakan. Dia yang akan membantu kita menyiapkan natal, namanya Ryeowook ahjussi. Bagaimana?”

“Boleh juga” ucap Yesung tersenyum sambil menunduk pelan.

“Untuk pohonnya, orang tuaku menyimpannya di gudang. Mungkin agak berdebu, karena kami memang jarang mengeluarkannya. Ahjussi…”

Dengan sigap, Ryeowook ahjussi sudah kembali dengan rangkaian pohon natal.

“Ini nona” ucapnya pelan, lalu mundur teratur kemudian meninggalkan ruangan.

—Beberapa menit kemudian—

“Bagaimana?” tanya Yesung kemudian setelah selesai dengan pohon natal.

“Lumayan, indah. Sudah lama tidak melihat yang seperti ini” ucapku.

“Berarti, aku tidak sia-sia datang kesini” ucapnya bangga.

“Ahya, Yesung-ah setelah ini…”

“Mwo, kenapa harus aku?” tanyanya tidak terima.

“Hanya menemani. Kumohon, kamu membawa mobil. Pasti akan lebih cepat”

“Baiklah, hanya kali ini saja ya”

“Ne” ucapku diiringi anggukan senang.

“Tapi…” lirihnya.

“Wae?” tanyamu bingung.

“Bisakah kamu menyuruhnya untuk berhenti tersenyum padaku?” pinta Yesung.

“Aish, ahjussi…”

Aku menunggu kedua namja itu selesai berbelanja dengan menonton TV. Tapi yang kutemui, hanya acara yang membosankan. Akupun kembali menarik diriku ke kamar, merebahkan diriku di tempat tidur dan menarik selimut hingga menutupi sebagian tubuh.

CKLEEEEEEK

“Yak! Apa ini? Ahjussi! Yesung-ah!” seruku. Tapi, tak ada jawaban.

Aku meraih ponselku dan segera menelpon Yesung.

“Yeoboseyo”

“Ada apa, Jiyong-ah?”

“Listriknya padam. Aku takut. Bisa pulang secepatnya?”

“Tapi… Masih banyak yang harus dibeli”

“Kumohon…”

Butuh hampir setengah jam, mungkin lebih. Sampai pintu kamar terbuka, dan muncullah wajah Yesung yang terkena cahaya lilin.

“Jiyong-ah, gwaenchana?” tanya Yesung memastikan.

“Ne, gwaenchana. Aku hanya ketakutan” jelasku.

“Ahya, Ryeowook ahjussi…” lirih Yesung.

“Wae?”

“Dia kutinggalkan di supermarket” jelasnya.

“Tapi, tenang saja. Aku sudah memberinya uang untuk transport” tambahnya.

“Gomawo, aku sudah tahu kamu memang teman yang baik”

Tidak butuh waktu yang lama setelahnya, lampu kembali menyala. Kami berduapun menuju ruang tengah barangkali ahjussi butuh bantuan untuk dibukakan pintu. Tapi, ternyata ahjussi sudah berada di dapur.

Kami berduapun menunggu ahjussi selesai memasak dengan duduk di sofa, ruang tengah. Saat itu tangan kami bertaut karena berebutan remote TV. Tapi setelahnya, kami melepaskannya.

“Aku akan ke dapur. Barangkali, ada yang bisa kubantu” ucap Yesung lalu beranjak menuju dapur.

“Apa mungkin?” gumamku.

Karena merasa haus, akupun berjalan ke dapur, mengambil gelas kemudian membuka kulkas dan mengambil air es lalu menuangkannya.

Mereka akrab sekali, batinku dalam hati diiringi tawa dalam hati.

Akupun kembali ke sofa dan tidak terasa bahwa aku ketiduran. Aku merasakan sentuhan yang membangunkanku.

“Jiyong-ah…” lirih suara itu.

Aku mengerjapkan mataku lalu membuka sepenuhnya. Betapa kagetnya aku mengetahui diriku yang tertidur tadi. Malu rasanya, aku tertidur sementara kedua namja itu menyiapkan natal.

“Mianhae, aku ketiduran. Mana Ryeowook ahjussi?”

“Gwaenchana. Dia, dia izin untuk pulang ke rumahnya malam ini”

“Oh” ucapku singkat diiringi dengan anggukan.

“Jadi… Makanannya sudah siap. Bisa dimulai sekarang?” tanyanya.

“Tentu saja, dengan senang hati”

Akupun berjalan mengikuti Yesung ke ruang makan.

“Wah” satu kata yang keluar dari mulutku saat melihat ruangan itu. Aku terkesan melihat hasil kerja mereka berdua.

“Silahkan duduk nona” ucap Yesung seraya mengikuti gaya Ryeowook ahjussi.

“Ahya, apa aku harus memanggilmu ahjussi juga?” tanyaku diiringi tawa.

“Apa, wajahku setua itu?” tanyanya sambil menunjuk wajahnya.

“Habisnya, kau berlaga seperti Ryeowook ahjussi, dan itu membuatku geli” ujarku.

Acara makanpun dimulai. Menu kali ini, dibuka dengan jeon – dadar tepung terigu dan bentuknya seperti martabak. Hidangan selanjutnya, mereka memasak saengseon cigae – sup rasa ikan. Hangat, pas sekali dengan udaranya. Setelahnya, aku menutup hidangan itu dengan minum dan berkata,

“Fantastis”.

“Kau suka?” tanya Yesung yang masih mengunyah makanannya.

“Ne, tentu saja” jawabku dengan anggukan berarti.

Setelah Yesung selesai menyantap hidangannya, ia berkata,

“Setelah ini, ingin keluar?” tanyanya.

“Ada apa?”

“Ada parade kembang api, pasti indah dan itu terlihat dari rumahmu” jelasnya.

“Kenapa tidak? Ayo keluar!” sahutku antusias sambil menarik tangan Yesung.

“Tunggu dulu…”

“Kenapa lagi?” tanyaku tidak sabar.

“Kau lupa jaketmu”

“Ahya, bagaimana bisa. Sebentar, aku akan ke kamar mengambilnya”

Beberapa saat kemudian, aku berlari menemui Yesung dan segera menariknya keluar rumah. Saat membuka pintu, aku terkejut.

“Yesung-ah! Lihat, salju pertama!” sahutku.

Yesung hanya tersenyum lalu meneruskan langkahnya.

“Kita bisa duduk disini” ucapnya kemudian sambil duduk di atas kursi, di pekarangan.

“Aku senang dengan natal kali ini” ucapku.

“Syukurlah, kukira akan sama saja”

“Tidak, ini sungguh menakjubkan. Gomawo” ucapku.

Yesung tersenyum mendengarnya.

“Yesung-ah, bintang jatuh!” seruku lagi.

“Tunggu apalagi? Cepat buat permohonan”

Setelahnya, keadaan hening sesaat. Lalu, penuh dengan pertanyaanku lagi.

“Kau tahu apa permohonanku?” Yesung menggeleng. Tentu saja dia tidak tahu, dia bukan peramal yang bisa membaca pikiran orang lain.

“Aku… Berharap bisa merayakan natal seperti ini lagi tahun depan” jelasku.

“Kenapa tidak? Aku bersedia menemanimu”

“Sungguh?” tanyaku tak percaya sambil menatap Yesung lekat-lekat. Yesung mengangguk tersenyum.

“Yesung-ah, sekali lagi. Gomawo” ucapku dan tanpa sadar kepalaku bersandar di pundaknya. Nyaman. Yesung menoleh lalu berdeham,

“Ehm”

Aku terkejut mendengarnya dan cepat-cepat mengangkat kepalaku dari pundaknya.

“Mianhae” ucapku singkat.

“Gwaenchana, Jiyong-ah” ucapnya sambil tersenyum.

“Hmmm… Dan kau tahu apa permohonanku tadi?”

Aku terdiam, lalu menggeleng.

“Memangnya apa?” tanyaku.

“Aku masih ingin bersamamu—”

“—selamanya” tambahnya lagi.

Mendengarnya, aku malu dan tertunduk sesaat. Lalu, aku kembali mengangkat kepalaku dan tersenyum pada Yesung.

“Mari wujudkan permohonan kita bersama” ujarku.

“Dan kau tahu?”

“Mwo?” tanyaku heran.

“Aku menyukaimu, segalanya tentangmu”

“Aku juga” ucapku singkat.

Natal ini adalah natal terindah. Menakjubkan, dan kurajut bersama dengan dirimu. Yesung-ah, gomawo.

“Kini aku percaya tentang kasih sayang” ucapku akhirnya.

Yesung menoleh ke arahku, alisnya terangkat.

“Ya, berkat kau” jelasku.

Yesung tersenyum mendengarnya, hampir tertawa. Lalu memelukku dan mencium keningku.

“Hey! Apa yang kalian berdua lakukan?!” sahut seorang namja yang baru pulang.

“Aish, ahjussi….” ucap kami berdua serempak.

Ryeowook ahjussi berlari memasuki rumah seakan tidak ingin melihat kami berdua.

“Omona, aku baru teringat suatu hal”

“Suatu hal, apa itu?” ucap Yesung ingin tahu.

“Tentang ahjussi, kau ingat saat ia tersenyum padamu?” Yesung mengangguk lalu kembali menyimak.

“Kejadian ini juga pernah terjadi sebelumnya, kau harus tahu. Ahjussi itu—”

Yesung semakin mempertajam matanya ke arahku.

“—dia hanya tersenyum kepada orang yang disukainya” jelasku.

“Yang benar saja?!” ucapnya tak percaya.

“Percayalah, memang itu kenyataannya. Tapi—”

“Tapi kenapa?”

“Aku hanya bercanda” ucapku dengan nada meledek.

“Kau ini!” sahut Yesung kesal sambil mengacak rambutku.

“Jangan membuatku panik” katanya lagi.

“Mianhae, tidak lagi”ucapku lalu kembali bersandar di pundak Yesung dan kembali menunggu parade kembang api dimulai.

-THE END-

4 responses to “[FREELANCE] Christmas With You

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s