[Korean Fan Fiction] Twins (Mini Series) chapter 2

Author : Lee Hyura

Title : Twins

Genre : Romance, Friendship, Fantasy

Rating : PG

Length : mini series

Cast :

–          Boyfriend Youngmin

–          Boyfriend Kwangmin

–          APink Namjoo

–          APink Eunji

–          Boyfriend Hyunseong

–          Boyfriend Jeongmin

–          Boyfriend Minwoo

 

Mian sepertinya dengan terpaksa ceritanya ini saya jadikan mini series karna suatu alasan ^^ dan Donghyun belum siap muncul(?)

 

===Twins===

 

Namjoo menarik tangan Youngmin saat semua sibuk bergegas menuju kamar masing-masing. Semuanya lelah karena kegiatan mereka siang itu. Mereka ingin segera istirahat lalu berkemas untuk kembali pulang ke Seoul. Youngmin hanya menatapnya bingung.

 

“Waeyo, Namjoo-ya?” tanya Youngmin lembut.

 

“A-aniya.. hm.. apa kau merasa ada yang aneh hari ini selama kau tidak memakai kalung itu?” tanya Namjoo pelan.

 

Youngmin mengernyit lalu tersenyum, “Semua baik-baik saja. Kenapa kau begitu khawatir?”

 

Namjoo mengusap tengkuknya ragu, “Hanya.. aneh saja melihat kau melepas kalungmu.” Namjoo tertawa paksa.

 

“Tenang saja. Takkan ada yang aneh.. sungguh,” yakin Youngmin.

 

Namjoo menggigit bibirnya. Rasa khawatirnya masih belum hilang. Firasatnya buruk. Namjoo menggenggam tangan Youngmin erat. Dia memandang dalam mata Youngmin seakan menanyakan kesungguhannya. Youngmin tersenyum dan mengacak rambut Namjoo lembut.

 

“Tak usah khawatir.. kkaja, kita masuk. Kita harus segera berkemas.” Youngmin menarik tangan Namjoo ke dalam vila.

 

~*~*~

 

Mobil mereka sampai di rumah Hyunseong beberapa menit sebelum matahari terbenam. Semua segera bergegas pulang dengan wajah lelah kecuali para namja yang berniat untuk menginap di rumah Hyunseong.

 

Youngmin.. menginap.. juga? Ya tuhan, bagaimana caranya aku mengantisipasi perubahan Youngmin menjadi Kwangmin? Aku tak mungkin memintanya untuk mengantarkanku pulang. Itu terlalu memalukan, pikir Namjoo sambil mengepalkan tangannya.

 

“Sepertinya hari ini aku tidak bisa menginap. Aku ingin mengantarkan Namjoo pulang,” seru Youngmin. Namjoo langsung menoleh kaget.

 

“Aish.. kau!” protes Minwoo.

 

Hyunseong langsung mendorong Minwoo ke dalam rumahnya sebelum sikap bossynya kumat kembali. Sedangkan Jeongmin menghampiri Youngmin lalu menepuk pundak Youngmin.

 

“Kau memang pacar yang baik..” kata Jeongmin dengan senyum menyindir. Youngmin mendesis.

 

Youngmin dan Namjoo berjalan ke halte setelah Jeongmin masuk ke dalam rumah. Sesekali Namjoo melirik Youngmin. Sesampainya di halte, Youngmin menyentuh pipinya. Namjoo hanya menatapnya bingung.

 

“Ada apa dengan wajahmu?” tanya Namjoo.

 

“Itu yang ingin aku tanyakan padamu,” jawab Youngmin.

 

Namjoo mengerjap, “Ne?”

 

“Soalnya sedari tadi kau melirikku terus.”

 

Namjoo terkekeh pelan. “Aku hanya bingung kenapa kau tidak memakai kalungmu lagi? Bukankah kau selalu memakai kalungmu apapun yang terjadi?”

 

Youngmin menatap langit dan tersenyum, “Entahlah. Aku hanya ingin melepas kalungku. Lagipula, aku merasa lebih tampan saat melepas kalungku.” Namjoo tergelak mendengarnya.

 

~*~*~

 

Youngmin dan Namjoo turun dari bus di halte dekat rumah Samchonnya Namjoo. Mereka diam selama perjalanan menuju rumah Samchonnya Namjoo. Namjoo mendongak saat sadar kalau sudah malam. Dia tersenyum tipis. Aneh, pikirnya.

 

“Tumben kau tidak cerewet saat sadar di tempat yang aneh,” gumam Namjoo.

 

“Err.. Namjoo-ya~ kau berbicara dengan siapa ya? Apa kalimat tadi untukku?”

 

Namjoo membeku sejenak mendengar sahutan itu. Saat itu sudah malam. Matahari sudah terbenam. Namun gaya bicara orang menyahut tadi seperti Youngmin bukan Kwangmin. Namjoo berbalik. Ia sadar itu Youngmin bukan Kwangmin. Mungkin mereka adalah satu orang yang sama tapi aura mereka berbeda. Itu lah yang membuat Namjoo dapat membedakan mereka.

 

“Youngmin?” gumam Namjoo ragu. Orang itu menatapnya bingung.

 

“Mwoyeyo, Namjoo-ya? Apa ada yang aneh denganku?” tanyanya.

 

Namjoo menggeleng, “Kau Youngmin… kan?”

 

Dia mengangguk. Youngmin mengangguk dan terkekeh pelan melihat gelagat Namjoo. Sedangkan Namjoo hanya membulatkan matanya.

 

“Memang kau kira siapa aku? Vampire? Atau seseorang yang sedang menyamar menjadi seorang Cho Youngmin?”

 

Next day.

 

Namjoo yang sedang asik menceritakan kejadian-kejadian saat di vila Hyunseong kepada Eunji di kantin sekolah, tersentak kaget saat mejanya di gebrak oleh Youngmin. Namun kali itu ada yang berbeda. Namjoo merasa itu bukan Youngmin tapi …

 

“Kwangmin?” panggil Namjoo pelan.

 

Orang itu menyeringai, “Cukup mengagetkan karena kau langsung mengenaliku. Tidak seperti orang lain yang selalu memanggilku Youngmin. Aku dan dia adalah orang yang berbeda. Ugh!”

 

Eunji mengerjap bingung. “Kwangmin? Ku kira kau adalah Youngmin. Namjoo-ya~ siapa dia? Kembaran Youngmin?”

 

Namjoo meringis pelan lalu bangkit dan menarik tangan Kwangmin ke belakang sekolah. Kwangmin hanya menurut. Walaupun sesekali ia terkekeh pelan.

 

Sesampainya di taman belakang sekolah, Namjoo melepas tangan Kwangmin kasar. Terlihat sekali kalau Namjoo ingin berkata sesuatu tapi dia bingung.

 

“Kau pasti bingung karena aku lah yang ada disini bukan Youngminmu kan?” tanya Kwangmin dengan nada sedikit sinis.

 

Namjoo mendongak dan menatap Kwangmin tak percaya. Orang itu baru saja berhasil membaca pikirannya. Tak lama, ia mengangguk.

 

“Apa kalian bergantian shift?” tanya Namjoo ragu.

 

Tawa Kwangmin pecah seketika. “Kau kira tubuh ini adalah pekerjaan? Mana ada shift, babo!”

 

“Lalu bagaimana bisa kau yang menguasai diri saat matahari belum tenggelam seperti sekarang? Kemarin Youngmin juga masih menguasai diri saat matahari tenggelam,” bingung Namjoo.

 

Kwangmin berdecak pelan. Ini merogoh saku celananya dan mengeluarkan kalungnya. Ia memperlihatkan benda yang selama ini melingkar di lehernya, sekarang ada di tangannya. Namjoo mengerjap pelan melihatnya.

 

“Jangan bilang…”

 

“Yap, semuanya berhubungan dengan kalung ini. Kemarin ia tidak berubah menjadiku karena ia tidak memakai kalung ia sejak sebelum matahari terbenam hingga sudah terbenam. Tapi saat sepertinya ia sedang bersiap untuk tidur, ia memakai kalungnya lagi. Saat itu pula dia berubah menjadiku. Itulah analisisku. Aku tidak tahu itu benar atau tidak. Tapi setidaknya sekarang terbukti,” jelas Kwangmin panjang lebar.

 

Namjoo menggertakkan giginya kesal, “Kau..”

 

“Tanpa kalung ini, kita tidak mungkin bertukar tempat lagi.” Kwangmin memperlihatkan seringaian khasnya.

 

PLAK! Namjoo menampar Kwangmin lumayan keras. Kwangmin meringis sambil mengelus pipinya. Ia melenguh kesal.

 

“Sekarang apa lagi? Aku janji setelah ini aku takkan berkelahi lagi. Tapi berhentilah menamparku!” kesal Kwangmin.

 

“Aku membencimu! Kau begitu egois!” pekik Namjoo kesal.

 

Kwangmin menatap Namjoo bingung, “Wae?”

 

“Apa kau tidak pernah memikirkan perasaan Youngmin? Apa kau tak pernah memikirkan segala hal tentangnya?! Dia kembaranmu sendiri! Bahkan kalian berada di satu tubuh! Kenapa kau tidak bisa memahaminya? Bahkan kau selalu bersikap egois! Dia lelah! Dia bingung atas semua hal yang terjadi yang bahkan bukan kesalahannya!”

 

Kwangmin mengepalkan tangannya. “Kau tahu kenapa?”

 

“Wae?”

 

“Karena aku membencinya! Sangat membencinya! Aku juga membencimu!”

 

Namjoo terbelalak mendengarnya. Dia menundukkan kepalanya.

 

“Aku benci padanya! Aku benci kau! Kenapa harus dia yang kau pilih?”

 

“Apa maksudmu? Aku tidak pernah memilihnya..” balas Namjoo pelan.

 

“Buktinya kau selalu mencemaskannya. Semuanya tentangnya. Apa kau pernah memikirkanku? Sekali saja, apa pernah?”

 

“Kwangmin-ssi..”

 

“Sudahlah.. lupakan!” pinta Kwangmin membentak. Ia menggenggam kuat-kuat kalungnya. Beberapa detik kemudian, ia memakai kalungnya. Tapi yang terjadi, ia pingsan. Namjoo langsung berteriak kaget.

 

Namjoo pov.

 

Aku berusaha membopongnya sendiri ke UKS sekolah karena memang tak ada orang di sekitar kami. Ada apa dengannya? Tidak biasanya saat proses pergantian tubuh, dia akan pingsan. Argh! Masalah yang tidak masuk akal ini memang sangat amat memusingkan!

 

“Namjoo-ya~!” seru Eunji saat melihatku datang sambil membopong Kwangmin/Youngmin—aku tidak tahu pasti. Dia berlari menghampiri kami.

 

“Ada apa dengan Young—eng, Kwangmin-ssi?” tanyanya sambil membantuku.

 

“M-molla. Dia mungkin kecapekan atau .. emm.. sakitnya kambuh. Kata Youngmin, Kwangmin itu memang punya penyakit parah,” jawabku –berbohong.

 

“Kata Youngmin? Berarti benar kalau Kwangmin itu kembarannya Youngmin? Kenapa aku tak pernah tahu? Youngmin tidak pernah bercerita kalau dia punya kembaran. Dan setahuku memang tak ada yang tahu. Lalu untuk apa Kwangmin datang ke sekolah ini? Kemana Youngmin? Dan—“

 

“Stop! Kau terlalu banyak bertanya!” bentakku frustasi. Eunji malah membuatku semakin pusing dengan segala pertanyaannya. Akh!

 

“Mianhae..” gumamnya menyesal.

 

Aku menghela nafas, “Mian, aku tidak bermaksud kasar padamu.”

 

>>>

 

“Namjoo-ya~” panggil Eunji saat aku hanya diam menatap Youngmin/Kwangmin yang tertidur di kasur UKS sekolah.

 

“Ne?” aku menyahut pelan.

 

“Aku rasa ada yang aneh. Mau bercerita?”

 

Aku menoleh dan tersenyum tipis, “Mungkin.. nanti.”

 

“Namjoo-ya~”

 

Aku mengabaikannya dan terfokus pada Youngmin/Kwangmin yang sepertinya sudah sadar. Aku melangkah sedikit mendekat. Dia membuka matanya dan menatapku bingung.

 

“Namjoo-ya~ kenapa kau ada di kamarku?” tanyanya. Aku coba menganalisis. Kwangmin bilang Youngmin berubah menjadi dirinya saat hendak tidur, bukan? Kalau dia berkata seperti itu, itu artinya yang sedang menguasai tubuh itu adalah Youngmin.

 

“Err.. sebenarnya.. kau ada di UKS sekolah, Youngmin-ah.. tadi kau pingsan,” jawabku.

 

“Sekolah? Pingsan? Bagaimana bisa? Bahkan yang aku ingat terakhir kali aku sadar ya saat mau tidur. Siapa pula yang membawaku ke sekolah?” bingungnya.

 

Gotcha! Speechless.. aku kehabisan kata-kata. Aku tak mungkin berbohong lagi. Sudah terlalu banyak kebohonganku.

 

===Twins===

9 responses to “[Korean Fan Fiction] Twins (Mini Series) chapter 2

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s