[FREELANCE] Be Grateful chapter 1

Title: If I Can Be Grateful

Author: Nindy

Main Cast:

  • TOP a.k.a Choi Seunghyun
  • Uns a.k.a Shin HyunSoo (anggap kalian sendiri)

Support Cast:

  • Kim HyurYi
  • Kang SeungHo
  • Kwon Kirin

Length: Two Shoot

Genre: (I think) Romance, Sad, Violence-little- (and also whatever you think readers)

Rating: PG-14 (?)

~Here I am as Choi Seunghyun who don’t know how to be grateful, It starts from here….~

Bosan rasanya jika hidup hanya seperi ini… Tak ada yang baru, tak ada yang menarik. Rasanya ingin cepat2 dewasa ketika melihat orang dewasa yang sukses. Dan akhirnya aku lulus juga dari sekolah dasar, aku anak yang pendiam. Aku suka bicara namun aku tak memiliki lawan bicara, hanya sedikit yang mau mendengarkanku.. Sampai satu hari aku di kagetkan oleh seorang yeoja.

“Seunghyun oppa! Maukah oppa menjadi namjachinguku?! Aku mancintai oppa!” seru gadis itu, namanya adalah Kim HyurYi. Kami satu SD, dia memang cantik, tapi sepertinya tak cocok denganku yang berbadan besar ini. Setelah ku fikir, mungkin dengan mempunyai seorang pacar bisa membuat hidup ini lebih berwarna. Aku putuskan untuk mencoba mencintainya setulus hati.

“benarkah?” tanyaku meyakinkannya

“ne!” jawabnya yakin. Dia tak melihat ke arahku, dia hanya menunduk.

“gomawo, jeongmal sarangaheyo..” akhirnya kami pun berpacaran. Umur kami beda satu tahun, dia 1988 dan aku 1987. Sekarang aku sudah masuk SMA dan dia masih di SMP. Rasanya menyenangkan bisa punya seseorang yang mencintaiku, selama ini aku hanya punya teman itu pun dulu waktu SD sekarang entah telah kemana teman2 itu. Berarti sekarang aku harus bisa merubah semuanya, mencari teman dan membuat sahabat.

Sama saja rasanya, hanya indah di awal. Apa ini rasanya punya pasangan? Setiap bertemu kami malu-malu, seharusnya sebagai laki-laki akulah yang memulai namun aku terlalu malu serta egois. Lambat laun hubungan kami merenggang, aku tak mau kehilangan dia tapi di sisi lain aku bingung bagaimana cara mempertahankan hubungan ini.

Tibalah hari itu, tahun kedua aku duduk sebagai murid SMA sekolah kami kedatangan murid baru, seorang yeoja berambut hitam, dia datang di semester ke 2. Peduli apa aku dengannya? Kami hanya sekelas, kami juga tak pernah berbicara, bahkan bertegur sapa, kami hanya pernah bersapa dengan senyuman, itupun hanya sekali. Dia lebih banyak bicara dengan teman perempuannya, tapi tak sedikit namja yang ingin sekali ngobrol dengannya, aku juga tak tau apa alasannya. Kata salah satu temanku “dia itu beda. Dia sangat menarik, apalagi cara bicaranya.” Memang sih, yang ku tanyakan adalah namja terganjen di sekolah, aku dekat dengannya namanya Kang SeungHo. Aku bahkan tak ingat nama yeoja itu siapa. Aku tak tertarik untuk bicara dengannya, lebih baik aku baca komik atau buku pelajaran saja. Setelah dia berada di sekolah itu selama kurang lebih 2 bulan, tiba-tiba saja dia menghubungiku.

“From: *********

“Annyeong! Apa benar ini nomor handphone Choi Seunghyun?” siapa ini? Malam-malam mengirim sms.

“ne, nugu?” jawabku singkat.

“ahhh… Shin HyunSoo imnida.. mianhae mengganggu mu malam-malam.” Jawabnya, siapa? Shin HyunSoo? Siapa ya? sudahlah, mungkin penting.

“its okay. Wae?” tanyaku singkat

“hanya mau Tanya, kau ketua kelas kan? Kata yang lain, kalau mau izin harus ke ketua kelas. Besok aku izin ya, aku tak bisa masuk karena harus mengantar adikku yang baru kelas 1 SMP ke incheon. Jadi aku tak bisa sekolah.” Jelasnya. Sekarang aku tau dia siapa, dia adalah anak baru itu.

“ne benar, oh.. ya sudah. Tapi kenapa tak sama orangtuamu?” tanyaku penasaran

“ah, orangtua ku? Tidak.. mereka sibuk..” jawabnya

“ya sudah, itu saja kan?” tanyaku

“ne, that’s all. Mianhae mengganggu ketua malam-malam. Ketua kenapa belum tidur?” tanyanya

“its okay, take it easy. Belum tidur, kenapa ya?” jawabku, apa maunya sih? Buat apa dia Tanya-tanya?

“oh… Mianhae sekali lagi, mungkin ketua tak mau mengobrol. Ya sudah, gomawo sekali lagi. Annyeong..” Jawabnya. Sepertinya aku sudah salah bicara.

“okay” jawabku santai mengakhiri perbincangan kami.”

Setelah hari di mana dia izin, dia jadi sering menghubungiku walau hanya untuk menyapa atau bertanya sedang apa aku, yang yeojaku saja sudah jarang melakukan itu. Entah, aku merasa nyaman di dekatnya. Di dekat HyurYi? Aku juga merasa nyaman, tapi rasa nyaman yang di berikan HyunSoo itu berbeda. Sekarang aku dan HyurYi hanya berhubungan 3 hari 1x, sedangkan Hyunsoo? Hampir setiap hari. Mungkin karena HyunSoo tidak seegois aku dan HyurYi. Apa ini yang di maksud oleh SeungHo? Mungkin? Entahlah, yang jelas aku malah jadi senang berbiara dengannya.

Tepat pukul 01.00 tanggal 4-November.

*DRRRTTTT* DRRRTTTT* akupun terbangun karena suara dari handphone ku yang menjadi-jadi.

 

“seangil cukhae hamnida katua!!!! :]” pagi2 aku di kagetkan oleh telepon darinya. Hah? Kapan dia tau ulang tahunku? Mungkin dari teman2 yang lain. Tapi tahun ini dialah yang pertama mengucapkan ulangtahun. Bukan SeungHo ataupun HyurYi.

“ah. Ne gomawo” jawabku yang masih ngantuk

“semoga ketua selalu berhasil dan di berkati. Semoga juga kita bisa jadi teman baik! :D” serunya lagi

“gomawo sekali lagi HyunSoo… tapi bisakah aku tidur lagi? Ini masih jam 1 pagi..” jawabku

“oh iya! Ya sudah. Maaf mengganggumu ketua!” serunya. Dan akupun memutus teleponnya.

Sampailah aku di hari di mana kami telah menjadi sahabat, semua temaku kaget ketika tau aku dan HyunSoo itu sudah dekat, mungkin karena sebelumnya kami lebih terlihat sebagai musuh daripada teman. Dia selalu berbagi pengalaman, informasi, dan keluh kesalnya. Aku senang mendengarkan apapun yang dia bicarakan, hanya terkadang aku tak dapat mengikutinya mungkin karena pengetahuannya lebih banyak daripadaku.

Pukul 21.00, 15-November.

Aku bahkan tak tau kalau dia ulangtahun hari ini, pantas saja dari pagi dia terlihat tak semangat. Dia bahkan tak mengajakku makan siang bersama. Ini saja di ingatkan oleh sahabatnya, kalau tidak aku tak akan mengucapka selamat ulangtahun padanya. Dengan penuh rasa bersalah aku menghubunginya.

“To: HyunSoo Shin

“Seangil cukhae hamnida HyunSoo! Semoga sehat selalu!!” sepertinya kalimat itu terlalu sederhana. Kenapa lama sekali membalasnya? Biasanya dia membalas smsku dengan cepat. Atau mungkin dia sedang sibuk? Entahlah.

“ne, gomawo.” Jawabnya, jam berapa ini? Ya ampun.. jam 21.49 lama sekalii.. sepertinya dia marah

“mianhae aku telat mengucapkannya. Maafkan aku yaaa..” pintaku

“akan selalu ada kata maaf untuk sahabat.” Jawabnya enteng.

“gomawo HyunSoo!! Oh iya! Kamu lahir tahun berapa?” tanyaku

“aku? memang kau peduli?” tanyanya dingin, aku kaget membaca jawabannya.

“HyunSoo!! Jangan marah!!” pintaku.

“aku tak marah, hanya bad mood. Aku lahir tahun 1989, 2 tahun lebih muda dari padamu. Kenapa? Aku terlalu cepat masuk sekolahnya, sedangkan kau terlambat masuk sekolahnya. Sudah dulu ya. aku harus mengerjakan yang lain.” Ya ampun… sepertinya dia benar2 marah padaku…

“mianhae HyunSoo…” balasku lagi mengakhiri perbincangan singkat kami.”

Setelah hari itu dia tetap berbagi ceria. Sepertinya dia benar2 orang yang tulus… sangat tulus..

 

Sepertinya dia anak yang mapan, maksudku dia bukan warga biasa tapi apakah anak semapan yg dipikiranku mau berteman dengan namja jelek dan gemuk sepertiku? Aku terkadang bingung kenapa dia bisa mempunyai pengalaman hidup yang lebih berat daripadaku? Aku pernah bertanya sekali padanya saat dia izin karena sakit.

“From: HyunSoo Shin

 

“ketua.. Mianhae, hari ini aku izin karena badanku demam. Aku tak sanggup berdiri, tolong kau sampaikan ya. Gomawo.” Jelasnya lewat sms. Aneh sekali…. Padahal kemarin dia sangat ceria tak ada tanda-tanda kalau dia akan sakit. Kemarinpun tak ada hujan ataupun angin besar.

“ne, akan ku sampaikan. Kenapa bisa sakit? Kemarin kau terlihat sehat.” Tanyaku

“ah.. sudah, tak apa.” Jawabnya singkat, sepertinya dia menyembunyikan sesuatu.

“ya sudah, berarti jangan lupa untuk cerita ya. sudah dulu bye!” seruku

“ehh!! Tidak! Siapa yang bilang aku mau cerita? Lagi pula hanya demam biasa!!” balasnya

“hehehehe. Kan ga mungkin tiba2 sakit :p kalau hanya demam biasa kenapa sampai tak bisa bangun? Sudah dulu ya, hubungi aku lagi saat kau sudah siapkan alasan yang masuk akal.” Jawabku menggoda, agar dia mau menceritakan yang sebenarnya. Aku yakin di dalam dirinya tersimpan banyak cerita yang memilukan. Entah kenapa, padahal dia anak yang mapan.

“terseah :p!” jawabnya”

Sepertinya dia benar-benar sakit, setelah hari dia izin dia tak pernah menghubungiku lagi selama 3 hari. Sekarang sudah hari ke 4 dia tak masuk, setelah berbincang dengan wali kelas telah di putuskan kalau aku dan bagian social akan menjenguknya. Untungnya salah satu bagian social adalah teman dekatnya, jadi dia tau dimana rumah HyunSoo. Oh iya! Kenapa aku tak Tanya HyunSoo sakit apa?

“hey, HyunSoo memang sakit apa?” tanyaku padanya

“entahlah, dia juga belum cerita padaku..” jawabnya

“rumahnya masih jauh ya?” tanyaku

“enggak kok. Beberapa rumah lagi.” Jawabnya singkat tanpa melihat ke arahku. Lebih baik aku diam dan nikmati perjalanan. Sesampainya di depan rumahnya kami berdua kaget, kaget dengan apa yang kami lihat dengan mata kepala kami sendiri. Lalu kami saling berpandangan dengan pandangan bertanya-tanya.

“kau yakin ini rumahnya?!” tanyaku dengan mata terbelak.

“iya! Aku yakin! Ini rumahnya!” jawab Kirin yakin.

“tadi itu siapa?!” tanyaku.

“sepertinya itu ayahnya. Lalu yang di lempar keluar itu… jangan-jangan…” setelah itu kami langsung berlari menuju pintu gerbang rumah HyunSoo. Ternyata benar, itu HyunSoo. Aku kaget melihatnya, sungguh.. sangat memilukan. Di pipi kanannya terdapat luka lebam yang dia coba sembunyikan saat kami menghampirinya. Ku perhatikan lagi, di pelipis kirinya terdapat luka lecet. Saat kami hendak menolongnya tiba-tiba saja pintu terbuka lalu keluar seorang ajjushi yang membawa ember dan menyiramnya ke arah kami, setelah ajjushi itu menyiram kami dia baru sadar kalau ada aku dan Kirin lalu buru-buru di tutup pintu gerbangnya. Aku kaget, sangat kaget. Aku tak membayangkan sampai sini. Setelah HyunSoo berhasil berdiri ternyata dia tak bisa berjalan dengan benar, sepertinya kakinya terkilir atau semacamnya, kami bopong dia untuk duduk di bangku taman yang ada di dekat rumahnya.

“apa yang kalian lakukan di sini?!” tanyanya kasar “apa kalian tidak tau? Kalian bisa berada dalam bahaya kalau ke rumahku ketika ada orangtuaku!” lanjutnya membentak.

“kami berniat menjengukmu HyunSoo…” jawab Kirin

“iya, karena kau sudah tak masuk selama 4 hari. Kau sudah tertinggal pelajaran.” Terangku

“sudah! Lebih baik kalian pulang!” utusnya lalu HyunSoo mencoba berdiri, tapi saat melangkah dia malah terjatuh.

“lebih baik kau duduk dulu. Lalu cerita dengan kami! kami ini kan sahabatmu!” pinta Kirin

“kalian sudah lihat kan, aku tak masuk karena itu. Tapi tolong… ku mohon.. jangan kalian beritau siapa2 ya..” pinta HyunSoo, ku lihat matanya berair.

“apa saja yang terluka?” tanyaku sambil menyentuh bahunya

“aaauu!!” teriaknya lalu menyingkirkan tanganku dari bahu kanannya.

“Ah! Mianhae! Aku tak tau!”

“sudah…. Biar saja memar dan luka ini sembuh sendiri.”jawabnya perlahan

“tunggu sebentar biar ku belikan kau obat memar!” seruku lalu pergi menuju toko obat terdekat.

Ku belikan obat tradisional yang manjur. Buru2 aku bayar dan kembali ke taman, ku lihat HyunSoo tengah menangis di pelukan Kirin. Rasanya aku tak tega melihat seorang yeoja menangis.. saat ku hampiri airmatanya langsung surut. Buru2 ku berikan obatnya

“ini obat tradisional, untung saja di toko obat itu ada. Sangat manjur, murah tapi sangat jarang. Kau pakai ya, biar cepat sembuh.” Utusku.

“gomawo seunghyun..” jawabnya.

“sementara ini HyunSoo akan menginap di rumah ku ya? kau mau kan?” Tanya Kirin pada Nindya

“aku ingin.. sangat ingin.. tapi aku bisa… sudahlah, terimakasih sudah datang.. aku akan segera kembali untuk bersekolah.” Jawabnya

“kau bisa kenapa?” tanyaku

“ah.. sudah ya. kalian pulang saja. Terimakasih.” Jawabnya lagi.

“tapi….” Kirin memohon.

“sudah pulang saja..” pintanya “ku mohon pulanglah!” lanjutnya tapi kini dia membentak.

“baik.. kami pulang dulu ya.. cepat sembuh.. kami menunggumu di sekolah” buru-buru ku tarik kirin agar dia tak marah. “sudah, kau mau Hyunsoo malah marah dengan kita?” bisikku pada kirin. Setelah itu kami pergi. Ketika kami di tanyakan tentang keadaan HyunSoo, kami hanya bisa berbohong.

Dua hari kemudian HyunSoo telah masuk. Dia terlihat lebih diam. Aku rindu, rasa rindu ini berbeda dengan rasa rinduku terhadap HyurYi, Mungkin karena dia biasa menghubungiku, saat dia sudah jarang menghubungiku rasanya aku merindukannya. Walaupun di sekolah kami selalu bertemu.

Hubungan kami makin akrab, sangat akrab. Malah Kirin bilang kalau kami sudah bagaikan sepasang kekasih. Rumor bahwa HyunSoo sebetulnya mencintaiku menyebar luas. Apa itu benar? Kalau itu benar, kenapa aku rasanya bahagia? Padahal ada HyurYi di sisiku. Rasanya lebih senang daripada waktu bersama HyurYi. Kirin sering memberitahuku tentang HyunSoo. Bisa di bilang sekarang kami –aku, HyunSoo-Kirin- sudah bersahabat. Sepertinya memang benar HyunSoo menyukaiku, tapi kenapa tidak namja lain? Padahal banyak namja yang lebih ganteng daripadaku.

Kami banyak mengabiskan waktu bersama, termasuk bersama SeungHo yang memang suka dengan Kirin sayangnya cinta SeungHo bertepuk sebelah tangan. Sangat lucu ketika mendengarkan keluh kesal percintaan SeungHo.

Kamipin menghabiskan waktu bersama, suka dan duka. Berlibur bersama, jelan-jalan, makan bersama, belanja, sampai membantu mencari minat masing2. Waktu bersama sudah tinggal sedikit, mungkin kami akan berpisah saat kuliah nanti. Dugaanku tak meleset, Kirin akan masuk language academy, HyunSoo akan melanjutkan di private university, SeungHo –sepertinya tak penting- pindah keluar kota, aku akan melanjutkan di public university. Takdirlah yang menyatukan kami, takdir juga yang memisahkan kami. namun ku mohon, semoga takdir juga yang mempertemukan kami kembali..

 

Kini aku hubunganku dengan HyurYi berada di ujung jurang, jika tak cepat2 kembali maka kami akan jatuh. Saat itu, saat ketika aku dan HyunSoo sengan dekat-dekatnya, tepatnya di akhir tahun sekolah. Saat HyunSoo tau hubunganku dengan HyurYi berada di ujung jurang HyunSoo mulai menjauhiku, dan datang bukan sebagai orang yang mencintaiku namun sebagai sahabat yang saling menyayangi. Saat itu sepertinya aku sangat kurang berterimakasih karena telah di beri sahabat sepertinya. Saat dia minta aku bercerita agar dia bisa beri masukan aku malah membentaknya dan putus asa. Namun dia tak menyerah, dia dekati yeojaku lalu menoba mempertahankan hubungan kami.

From: Kirin Kwon

“berterimakasihlah pada orang yang mencintaimu. Mereka sabar menghadapimu, memberimu kebahagaian tanpa mengharap balasan. Mereka rela melihatmu bahagia dengan orang lain, karena mereka tau itulah yang terbaik. Seharusnya kau bersyukur… ingatlah, setiap pertemuan terdapat perpisahan. Kami terutama HyunSoo tak akan bisa selamanya di sisimu.. sadarlah Choi Seunghyun..”

Aku mengerti maksudnya… tak seharusnya ku sia2kan 2 orang yang mencintaiku secara sekaligus..

Sekeras apapun HyunSoo mencobanya, pada akhirnya kami jatuh ke jurang itu. Saat itu aku bingung, aku telah kehilangan orang yang menintaiku. Tapi aku juga bingung, apakah aku patut untuk senang? Yang jelas sekarang aku sedih…. Tapi HyunSoo tak henti menghiburku, walaupun sudah sering ku bentak. Menurutku aku tak pantas di hiburnya.. dia terlalu sabar dan baik.

Ada satu pertanyaan yang benar2 ingin ku tanyakan pada HyunSoo, yaitu ‘Sejujurnya, aku ingin tau…. Terbuat dariapakah hatimu? Seluas apakah gudang kata maaf dan sabar yang ada di hatimu?’ hanya itu. Aku ingin sekali bertanya itu… Perpisahanku dengan HyurYi, di ikuti oleh perpisahanku dengan HyunSoo, Kirin, dan SeungHo. Ini lebih-lebih membuatku sedih.. Kamipun berpisah.. menempuh jalan masing2.. tapi aku masih belum bisa melupakan HyunSoo seutuhnya…. Tapi kenapa aku sudah bisa melupakan HyurYi?

Setelah hubunganku berakhir dengan HyurYi, rasanya aku ingin kembali padanya. Kembali seperti semula, saat ku mohon padanya dia hanya bilang. “Jauhi sahabat-sahabat SMAmu terutama HyunSoo! Kalau kau mau kembali seperti dulu lagi!” setelah HyurYi berkata demikian aku mulai mencoba melupakan sahabat-sahabatku demi dia. Akulah yang paling sibuk dan sombong aku lakukan ini semua karena HyurYi … Ketika HyunSoo/ Kirin/ SeungHo menanyakan kabarku atau hanya sekedar menyapa, akulah yang tak pernah peduli. Setelah permintaan HyurYi bisa ku jalankan aku akhirnya bisa kembali padanya tapi hati kecilku berkata kalau ini salah, ini benar2 salah karena aku tak mencintainya aku hanya terobsesi olehnya. Dan bodohnya aku abaikan kata hatiku.

Setelah masuk universitas aku menemukan teman baru, sedikit kaget dengan perbedaan pergaulan. Tapi aku pasti bisa menempuhnya dengan dukungan sahabatku…. Sahabatku…. Tak seharusnya ku melupakan mereka!! Aku marah pada diriku! Sangat marah! Aku bagaikan orang yang kehilangan jati diri sendiri! Kenapa bisa-bisanya aku merupakan mereka?! Hanya karena aku ingin kembali pada HyurYi di saat aku tak mencintainya sama sekali! Dan aku sadar kalau aku hanya terobsesi!

To: HyunSoo Shin

“Mianhae! Neomu, neomu mianhae…. Maafkan aku, aku salah.. Maafkan aku…. bisakah kita bertemu? Aku sangat rindu denganmu… Aku juga mau cerita padamu.. Jebal…” ringisku.

“oh, Seunghyun… Sudahlah, aku tau kalau kau sibuk. Oh iya aku juga ingin bertemu, ada sesuatu yang ingin ku bicarakan. Untung kau mengajakku bertemu, jadi aku tak usah susah-susah menghubungimu. Kita bertemu dimana? Café yg biasa kita datengin aja ya? bagaimana kalau nanti malam? Karena sekarang aku sedang sibuk.” Jawabnya panjang lebar. Tapi tersirat sebuah perpisahan pada kalimat ‘… ada sesuatu yang ingin ku bicarakan…’ semoga saja tidak.

“ne! gomawo Hyunsoo!!”

-At Café-

 

“Sudahlah! lagi pula masadepanku sudah suram! Biarkan saja HyurYi! Toh aku tak mencintainya! Aku hanya butuh kamu Hyunsoo!!” teriakku padanya

“tidak, kau tak akan butuh diriku. Kau bisa berdiri sendiri, aku punya firasat baik kalau kau akan berhasil nantinya. Jadi jangan pesimis ya.. Lihatlah kedepan, jangan selalu lihat kebelakang.” Jawabnya lembut

“Aku butuh kamu! Aku butuh kalian! Sangat butuh! Aku tak akan bisa tegar! Tanpa kalian! Saat kalian tak ada, aku baru sadar kalau aku lupa dengan diriku, lupa dengan jawaban dari pertanyaan ‘siapa aku sebenarnya?’ aku benar benar tak bisa kalau tak ada kalian…” jelasku

“ingatlah. Dan berjanjilah, kau pasti bisa menjalani hidup ini tanpaku.. Karena aku yakin, kebahagiaan sudah menanti di depanmu. Kalalu kau memang cinta denganku, begitupula aku, tapi hanya tuhan yang bisa memutuskan apakah cinta kita pantas untuk di persatukan? Jadi ku mohon jalanilah hidupmu dengan yakin. Berjanjilah padaku, maka aku yakin kau bisa….” Jelasnya namun terhenti “hik.. tolong.. aku tak mau membuat hidup orang jadi berantakan, berjanjilah padaku. Jalani hidupu dengan baik.. hik.. maafkan aku pernah mengganggu hidupmu.. hik..” tangisnya makin menjadi aku tak tega, tapi aku tak bisa melepasnya begitu saja.

“aku akan kehilangan hidupku! Jati diriku! Segalanya! Tolong jangan pergi…. Jangan tinggalkan aku sendiri dengan kesalahanku..” pintaku.

“maaf, aku tak bisa lama2 menemanimu, sampai jumpa di masa depan.” Sahutnya lalu berdiri, ku tarik tangannya lalu ku lepas lagi.

“sampai jumpa di masa depaan…. Semoga saja….” Gumamku. Setelah itu aku langsung pergi, berjalan menuju entah kemana hanya saja aku tak mau berhenti berjalan, ku harap ada jalan yang bisa lngsung menembus ke masa depan. Aku ingin langsung bertemu lagi dengannya, bersama dengannya.

“kenapa aku baru sadar sekarang? Kenapa aku selalu telat memahami sesuatu. Memahami arti bersyukur…. Wae!!!!!!” teriakku pada sungai yang panjang agar pesanku bisa sampai padanya.

“WAEEEEE???!!!!” teriakku lagi di ikuti dengan hentakan kekesalan serta penyesalan.

Setelah malam itu, aku merasa telah menjadi orang paling buruk dan miskin di muka bumi karena aku telah kehilangan orang-orang yang mencintaiku, tulus tanpa imbalan. Setelah malam itu, aku berubah menjadi orang yang pendiam, bukan tak mau bicara, hanya saja  terlalu banyak hal yang membuatku tak bisa bicara. Setelah malam itu, aku mencoba membuktikan perkataan Hyunsoo kalau aku bisa berhasil. Bagaimana aku bisa berhasil ketika aku merasa di telan bumi? Merasa lupa dengan diriku, jati diriku? Setiap malam setelah malam itu, hatiku selalu bertanya ‘siapakah diriku sebenarnya?’ dan aku tak tau jawaban itu. Ku coba hubungi sahabatku, tak ada yang menjawab. Setiap hari setelah malam itu, ku coba menghubungi Hyunsoo yang hasilnya NIHIL. Tak pernah terjawab teleponku, dan tak pernah terbalas smsku. Sudah 2 tahun mereka meninggalkanku dengan jiwa yang bertanya-tanya ini. Setelah malam itu, tiap tahun di mana tepat hari ulang tahun HyunSoo aku selalu ke café tersebut, duduk di meja yang sama, memesan makanan kesukaan Hyunsoo saat ulangtahun. HyurYi? Dia hanya menambah bebanku, dia berjanji akan selalu setia dan tak akan pernah meninggalkanku namun apa buktinya? Tak jarang aku melihatnya berjalan bersama namja lain, tapi aku tak bisa marah. Karena aku memang tak mencintainya, tak ada sedikitpun rasa sayang lagi padanya.

Satu sore di hari ulang tahun HyurYi, pada tahun ke-2 aku hendak memberinya seikat bunga, namun saat sampai di depan rumahnya aku melihat dia sedang berciuman dengan namja lain. Mungkin inilah akhir kisah sia-sia ini. Ku hampiri dia, tanpa meragukan namja tersebut.

“sudah ya, kita telah jatuh di lubang yang sama. Terimakasih. Oh iya ini kado ulangtahunmu. Selamat ulang tahun, dan selamat tinggal.” Kataku sambil membuang bunga itu lalu meninggalkan mereka.

Aku berjalan dengan santai meninggalkan mereka, rasanya seperti telah melepaskan beban paling terberat di hidup ini. Ya! aku berhasil melepasnya!! Akhirnya!!! Langsung ku berlari menuju sungai dan berteriak kembali

“YAAAAAA!!! HYUNSOO!!! AKU BERHASIL MELEPASKANNYA!!! AKU BERHASIL!! YAAAAA!!!” teriakku.

Lalu aku tertawa sendiri, tiba2 menangis sendiri, lalu tertawa lagi. Aku bingung mengungkapkan perasaan ini, aku terlalu senang dan aku terlalu sedih.

“TINGGAL SEDIKIT LAGI HYUNSOO!!! AKU AKAN MENEMUKANMU!!! DIMANAPUN KAU BERADAAA!!!” teriakku di ikuti dengan tangisanku. Kenapa aku tak coba kerumahnya? Buru-buru ku berlari menuju rumahnya, rasanya sangat jauh dari tempatku tadi. Tapi apapun akan ku lakukan demi bertemu dengannya. Jantung ini rasanya memompa darah lebih cepat, seolah menyemangatiku untuk sampai di rumahnya. Sesampainya aku di rumahnya langsung ku gedor-gedor pintu rumah itu.

“HYUNSOO!! SHIN HYUNSOO!! CEPAT KELUAR!! INI AKUU!! SEUNGHYUN!!HYUNSOO!! BUKAKAN PINTUNYA!!” teriakku, kini aku tak peduli kata orang yang melihatku, yang aku inginkan sekarang adalah buru-buru bertemu dengannya! Tapi aku di kagetkan oleh seorang ajjushi yang menepuk bahuku dari belakang.

“maaf nak, tapi penghuninya telah pindah. Rumahnya sudah ada yang menyewa.” DEG! Saat laki2 itu berbicara demikian, jantungku seperti berhenti. Aku langsung berlutut, airmataku jatuh mengairi mataku yang terasa berat dan perih. Rasa rindu ini belum bisa terbayarkan.

“nak! Apa kau tidak apa-apa?!” Tanya ajjushi itu. Samba membantuku berdiri.

“gomawo ajjushi.” Setelah aku berdiri aku langsung berjalan sempoyongan menuju tempat duduk yang ada di taman yang dulu pernah kami duduki. Aku merebahkan badanku di bangku itu, menatap langit yang makin gelap, hancur rasanya hati ini. Tapi dia telah berjanji, kalau aku bisa menemuinya di masa depan nanti. Berarti sekarang aku baru mulai! Aku tak boleh menyerah! Aku harus menempuh hidup ini walaupun berat, walaupun sulit. Aku bisa kuat karenanya! Tapi… sudah! Yang tapi-tapi tak perlu di fikirkan. Buru-buru aku bangun dan menjalani hidupku kembali. Mencoba lupakan Hyunsoo sesaat untuk memfokuskan diri pada masa depan, masa di mana kau dan HyunSoo bertemu kembali.

Ku coba mengingat-ingat apa bakatku, aku benar2 ingin berubah! Aku benar2 ingin bertemu dengannya! Aku melanjutkan universitas ke Seoul Art College. Entah kenapa, sepertinya perkataan Hyunsoo mulai terasa keajaibannya. Ku fokuskan segalanya untuk masa depan.

“hey! Kau! Yang di sana, namamu?” teriak seorang guru laki-laki yang baru masuk ke kelas.

“saya?” sambil menunjuk ke diriku sendiri

“ya kau! Sini, ikut saya!” hah? Memang ada apa? Langsung ku hampiri. Dia berjalan menuju ruangannya. Sampainya di sana aku di persilahkan duduk dan guru itu mulai berbicara.

“kau punya nilai music yang bagus, sudah 2 tahun belajar, semua nilaimu sempurna. Kau di berikan kesempatan untuk ikut audisi di YGent, kau tau kan YG entertainment?” jelas guru tersebut, apa? Aku? apa tak salah orang?

“maaf Sir, mungkin anda salah orang.” Jawabku ragu

“memang yang mana murid bernama Choi SeungHyun lulusan SMA public —-?” mataku langsung membulat, aku kaget serta bahagia.

“anda yakin?” tanyaku masih ragu.

“ya, tentu saja! Kau bisa mencobanya, segala biaya yang kau butuhkan bisa kau minta pada sekolah. Yang seperti ini memang sering di adakan di college kita. Sekaligus membantu YG mencari talenta muda baru. Aku yakin kau bisa berhasil! Jangan sia-siakan kesempatan ini, datanglah ke kantor YG besok pagi. Kau telah di beri izin untuk tak mengikuti mata kuliah pagi.” Terang guru tersebut meyakinkanku

“ya tuhan! Terimakasih! Terimakasih Sir!! Sangat terimakasih!” jawabku bahagia sambil tak henti hentinya member tanda hormat

“sudah! Sudah! Behentilah. Besok jangan telat, ini uang untuk ongkos besok. Sekolah akan membayarkan semua kebutuhanmu sampai kau lulus audisi.” Jelasnya lagi sambil memberikanku amplop coklat yang ku yakin isinya uang.

“gomawo! Gomawo!!” terimakasihku lagi.

“sudah, sana masuk ke kelas. Dan jangan kau sebar ini ke teman2mu dulu.” Jelas guru itu.

“NE! gomawo sekali lagi! Permisi!” langsung ku keluar dan menuju kelas dengan wajah bahagia. Apa yang di katakana HyunSoo sepertinya memang benar. Mungkin inilah salah-satu cara agar HyunSoo bisa dengan mudah mencariku, dengan menjadi terkenal siapapun bisa tau siapa aku! dengan begitu HyunSoo bisa dengan mudah mencariku! Ya! itu benar!! Aku harus berusaha! Sebentar lagi pasti bisa bertemu!

Esoknya, aku pergi menuju kantor YG mengikuti audisi.

“apa kau bisa menurunkan berat badanmu? Kalau bisa kami juga bisa menerimamu. Sangat di sayangkan talenta gemerlap sepertimu di sia-siakan.” Kata salah satu juri.

“harus turun berapa?” tanyaku menyanggupi.

“hanya sedikit, hanya 3 kilo. Bisa?” Tanya juri yang satu lagi. Aku memang sudah tak segendut dulu. Dulu aku bisa turun 7 kilo, hanya 3 kilo saja aku pasti bisa!

“bisa! Aku bisa!” jawabku semangat.

“baguslah kalau begitu! Kami beri kau waktu 7 hari, apa kau sanggup? Kalau kurang dari 7 hari, kau bisa lebih cepat masuk asrama” tanyanya lagi

“7 hari?” aku kembali berfikir.

“kalau tidak bisa kau bisa pergi ke GYM dan menyewa guru” saran salah satu juri.

“ya! saya bisa! Saya akan berusaha!” jawabku semangat

“baiklah, kau bisa kembali 7 hari lagi. Semoga berhasil, terimakasih atas kedatangan anda” jelas juri tsb

Aku keluar dari gedung itu dengan gembira, tapi aku harus bisa menurunkan berat badanku. Aku langsung pulang dan bertanya pada saudaraku mengenai Gym yang bagus, pasti menyewa guru akan mahal…. Oh iya! Aku kan sudah di biayai oleh sekolah! Berarti harus semangat! Dan lebih semangat! Setelah bertanya pada saudaraku dan meminta restu orang tuaku. Aku langsung mencari info tentang guru di gym tersebut. Aku menemukannya, sekarang sudah ku atur jadual gym ku dan aku mulai mengatur jadual diet yang disarankan sesuai latihan di gym.

Besoknya aku di tanyai tentang audisi dan wawancaraku. Guru itu terlihat senang, lalu ku jelaskan bahwa aku butuh uang untuk menyewa guru gym dan membayar gym. Setelah menunggu persetujuan, akhirnya aku di berikan uang itu, dan di berikan keringanan dalam mengikuti kelas. Pulangnya aku langsung ke gym dan melakukan pembayaran dan langsung latihan. Rasanya lelah setelah setengah hari kuliah pulangnya nge-gym sampai sore. Malamnya aku melakukan latihan fokal serta dance, yang ku pikirkan agar tetap semangat adalah keberhasilanku dalam karir dan tentu saja HyunSoo yang sampai saat ini masih ku cintai.

Dalam waktu 4 hari aku sudah berhasil menurunkan beratku sebanyak 3 kilo. Hari ke 5 aku kembali ke kantor YG, mereka sepertinya kaget melihatku yang sudah kurusan.

“apa kau benar Choi Seunghyun?” Tanya ajhuma yang menghampiriku.

“ne, benar.” jawabku

“kau bisa masuk ke ruang audisi sekarang.” Jelas ajhuma tersebut. Lalu ku ikuti ajjhuma itu ke ruang audisi di ujung lorong. Saat aku masuk aku langsung di suruh untuk menyanyi dan menari lagi. Setelah selesai aku di suruh tunggu di luar, sepertinya juri sedang menentukan apa aku pantas di terima atau tidak. Di luar aku terus-terusan berdoa agar bisa di terima. Aku kaget saat namaku di panggil, jantungku berdetak lebih cepat. Buru2 ku masuki ruang audisi dengan badan yang gemetaran.

“kau kenapa?” Tanya salah satu juri

“ah, aku.. aku takut tak di terima…” jawabku jujur

“bukankah sudah kami bilang kau bisa langsung masuk asrama kalau kau datang sebelum 7 hari. Memang artinya masuk asrama itu tidak di terima?” Tanya juri yang duduk di tengah.

“mmmm… artinya di terima..” jawabku ragu. Ku lihat juri yang di tengah berdiri dan menyuruhku mendekati meja juri.

“selamat kau bisa langsung masuk ke asrama. Tingkatkanlah prestasimu di bidang music, jangan sampai menurun. Semoga berhasil. God bless you.” Aku belum yakin dengan apa yang ku dengar barusan.

“ini, ambil amplop ini. Kau bisa masuk asrama minggu depan. Kuliahmu akan berhenti dan kau akan belajar di sini.” Jelasnya lagi. Mataku berbinar2. Aku mengambil amplopnya dan pamit. Sampai di luar pintu. Aku langsung berjingkarak-jingkrakan kegirangan.

“HyunSoo! Sedikit lagi! Aku pasti berhasil!” teriakku dalam hati. Aku keluar gedung YG dengan perasaan bahagia dan bangga. Tak lupa ku kabarkan pihak sekolah serta orangtuaku. Setelah itu, entah kenapa kakiku rasanya ingin berjalan menuju rumah HyunSoo. Sampainya di sana langsung ku ketuk pintu, ada yang menjawabnya! Semoga saja itu keluarga Lee.

“maaf, tuan mau cari siapa ya?” Tanya ajhuma yg keluar dari pintu itu, firasatku sudah berkata kalau HyunSoo belum kembali, entah kemana dia pergi.

“apa benar ini kediaman tuan Shin?” tanyaku pada ajhuma tsb

“maaf, tapi ini kediaman tuan Kim…. Penghuni baru, karena sebelumnya memang tuan Shin yang tinggal di sini. Tapi tuan Kim di sini hanya menumpang.” Jelas ajuma itu.

“menumpang?” tanyaku penasaran.

“iya, karena tuan Shin akan kembali lagi. Tuan Kim adalah teman dari tuan Shin” jelas ajuma itu.

“oh.. ya sudah, gomawo. Maaf mengganggu.” Jawabku. Setelah dapat informasi tersebut ada secerah harapan kalau aku pasti bisa bertemu. Aku pulang kerumah dengan lemas, walaupun aku sedang bahagia. Sampai rumah aku di sambut dengan ceria oleh keluarga kecilku, ku pasang topeng bahagia agar mereka tidak curiga. Eommaku telah menyiapkan makanan kesukaanku, namun apapun itu, rasanya ku tidak semangat. Tapi aku tak ingin membuat eommaku sedih, lebih baik ku coba melahapnya dengan semangat walaupun rasanya aku tak ingin.

Aku sudah masuk ke asrama, sekarang pergerakanku sedikit terbatas. Aku merasa seperti sedang di asingkan, karena kemana2 harus izin. Kegiatan tak terlalu padat, aku masih bisa punya teman di sini. Aku sekamar dengan Dong Young Bae, dia satu tahun lebih muda dariku.

Setelah melalui masa2 sulit di asrama, tiba saatnya di umumkan kami akan bagaimana kedepannya di perusahaan ini, aku berdoa setiap hari sebelum hari ini tiba. Telah di umumkan bahwa aku akan menjadi personil boy band bernama BigBang, aku sangat senang! Aku bahagia! Aku bangga karena aku bisa berhasil melalui masa sulit ini, ku perhatikan siapa lagi yang akan menjadi anggota boyband tersebut.

“HEY! Hyung!! Kita satu boyband!! Aku juga BigBang! Selamat untuk kita!!” seru YoungBae.

“benarkah?!” tanyaku semangat

“ya! tentu saja hyung!” serunya lagi

“ah! Berarti pertemanan kita bisa makin dekat!”

“tentu saja hyung!” lalu kami saling berpelukan.

Setelah itu terdengar pengumuman bahwa anggota boyband BigBang diharapkan bisa berkumpul, aku dan YoungBae langsung menuju ruangannya. Sampai di sana ku lihat ada 4 orang namja lainnya, kami di beri waktu untuk saling mengenal sesama personil dan kami juga di kenalkan oleh seorang menejer yang akan mengurus kami. setelah bercakap-cakap besoknya kami harus menandatangani perjanjian, sengaja aku tak beritahu keluargaku agar mereka kaget melihat anaknya telah berhasil. Rasanya aku ingin pergi ke rumah HyunSoo menanyakan apakah keluarganya telah kembali, saat aku hendak izin aku tak di perbolehkan oleh menejerku. Sungguh! Aku sangat kesal, padahal aku sangat ingin bertemu dengannya walaupun aku tak tau apa dia sudah kembali atau belum.

Tiba2 aku di kagetkan oleh sms dari Kirin, ya! aku merindukan mereka!

From: *********

“apa kabarmu? Apa kau tau kabar HyunSoo? Aku juga merindukanmu loh, pasti kau tidak kan? Karena yang kau rindukan hanya HyunSoo. Oh iya, saat SeungHo main ke rumahmu katanya kau sedang di asrama YG, kau memang akan jadi ‘artis’ kalau iya, selamat ya! semoga sukses! Jangan lupakan kami! karena kami pernah jadi bagian dari masalalumu –Kirin Kwon-“ aku senang sekali bisa dapat sms darinya, karena aku rindu pada mereka.

“kabarku baik, bagaimana denganmu? HyunSoo, aku tak tau kabarnya ku pikir kau tau kabarnya. Aku sangat rindu dengan kalian! Sungguh!! Bagaimana kuliahmu? Semoga sukses ya! terimakasih ya doanya, aku tak akan melupakan kalian tenang saja, sampai sekarangpun kalian masih jadi bagian dari hidupku. Bukan hanya bagian dari masalaluku.” Tapi setelah itu dia tak pernah membalasnya lagi.

Tak lama, kami telah mulai debut kami. Tapi hanya ber-5, bukan ber-6 seperti saat kami bertemu. Kabarnya dia tak bisa, jadi yang melanjutkan hanya aku, YoungBae, Jiyoung, DaeSung, dan satu orang magnae kami yang namanya sama denganku Seunghyun. Kami mulai dengan semangat penuh, termasuk aku. Tiap doaku berisi harapan untuk keberhasilan BigBang, tak lupa harapan agar aku bisa bertemu dengan HyunSoo lagi setelah firasat HyunSoo benar tentang masadepanku yang berhasil. Kini aku hanya tinggal menunggu, dia pasti bisa menemukanku.

“My lips, cold as can be, are even more blue
I cry out to find to find your warmth
I call, even though I call for you
And there’s no reply, I’ll wait for you”

To Be Continue..

One response to “[FREELANCE] Be Grateful chapter 1

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s