[Korean Fan Fiction] Sibling Rivalry #FFLive

Title: Sibling Rivalry | Cast: Siwon, Sungmin (Superjunior), Micha, Sunhee

Specially made by Cha and Nymph on Timeline

-Sunhee POV-

Aku melirik sepasang jarum penunjuk waktu yang sudah bergeser 180 derajat dari tempatnya semula, lalu mengulas senyum pada pria jangkung yang duduk dengan kikuk dihadapanku

“Tunggu ya, Sunhee-ssi, tidak biasanya Micha mandi selama ini.” katanya menghiburku. Aku mengangguk.

“Tidak apa-apa, Sungmin Oppa, aku sangat mengenalnya,” balasku hambar. Kerongkonganku berkali-kali kubasahi dengan bubble tea buatannya, namun tetap saja sosok yang kutunggu belum menampakkan dirinya. Micha, kau memang keterlaluan!

“Ngomong-ngomong, kalian belum terlambat kuliah, kan?” suara baritonnya kembali membelai gendang telingaku. Aku menggeleng lagi. Sebetulnya, kami hampir terlambat. Untungnya rumah Micha dan kampus hanya sekitar 10 menit berjalan kaki. Pertanyaannya bisakah Micha menyelesaikan rangkaian ritualnya dalam waktu kurang dari lima menit?  “Kalian benar-benar tidak apa-apa?” ulangnya, aku kembali menggangguk, namun kali ini setetes peluh di keningku menadakan sebaliknya.

 Laki-laki itu berdiri, menyambar sesuatu dari atas meja kopi lalu menarik pergelangan tanganku. “Ayo kuantar. Jangan pedulikan adikku.”

“Tapi, Oppa..” laki-laki itu mendudukkanku di bangku penumpang, mengikatkan seatbelt, lalu beranjak ke jok kemudi di sebelahku.

 “Kalau kau sampai terlambat kuliah, jangan sampai adikku jadi penyebabnya.” Tegasnya sebelum mengatupkan bibir dan fokus mengemudi.

Aku mengangguk pasrah. Dia memang kakak yang bertanggung jawab. Bukan atas adiknya, tapi atas diriku yang disebabkan ulah adiknya. Aku merutuki Micha dalam hati. Maafku tidak semudah itu kau dapatkan.

-Sunhee POV end-

—–

-Micha POV-

Sun Hee marah padaku, ia mendiamkanku seharian ini di kampus. Aku tahu aku salah karena telah membuatnya terlambat, tapi seharusnya ia tidak perlu semarah ini. Sun Hee harusnya senang bisa diantarkan oleh kakakku ke kampus. Sungmin Oppa khawatir Sun Hee terlambat, tapi tidak begitu padaku. Aku mencoba menghubungi Sun Hee tapi ia tidak mengangkatnya, jadi aku memutuskan ke rumahnya langsung untuk meminta maaf.

“Aa… annyeong haseyo,” sapaku terbata ketika kakak Sun Hee, Siwon, membuka pintu untukku. Siwon Oppa menyambutku dengan senyum lebarnya yang membuat jantungku berhenti beberapa detik.

“Micha-ya, annyeong. Mau bertemu Sun Hee?” Aku mengangguk dengan bersemangat. Tangan Siwon Oppa bergerak ke arah tengkuknya canggung. “Dia… sedang keluar,” katanya tapi aku tidak percaya. Sun Hee pasti ada di dalam tapi tidak ingin bertemu denganku. Dia masih marah.

 “Kalau begitu aku pamit, Oppa.” Aku berbalik dengan lesu. “Kamu datang sendiri? Mau aku antar?” tawar Siwon Oppa, aku menggeleng.

“Terima kasih, Oppa. Aku bisa pulang sendiri.” Aku berjalan dengan lesu. Tahu-tahu kakak Sun Hee itu sudah berada di sebelahku.

Aku menoleh. “Aku ingin ke minimarket di depan, kita bisa berjalan bersama sampai kamu tiba di halte,” katanya. Aku melayang.

-Micha POV End-

—–

-Sun Hee POV-

Aku sembunyi dari balik tong sampah saat kulihat dua sosok tubuh berjalan ke arahku. Micha dan Oppa? Bagaimana bisa?Sementara itu vibra handphone-ku tidak mau kompromi lagi. Panggilan telepon ke dua, dan dua-duanya kuabaikan. Telepon ketiga, aku menyerah. Peneleponnya nomor tak dikenal, dan aku paling malas berurusan dengan hal seperti ini.

 “Yeoboseyo,” gumamku malas. Suara bariton di seberang memberondongku dengan pertanyaan.

“Sunhee ya, apa Micha bersamamu? Bisa berikan teleponmu padanya? Oppa mau bicara.”

“Sabar, Oppa, aku tidak sedang bersamanya. Dan aku tidak tahu dimana dia berada,” dustaku, sebetulnya aku gengsi harus mencarinya.

“Owh, aku pikir ia bersamamu. Karena sejak kemarin ia tidak pulang ke rumah..” teleponnya tertutup. Aku berlari ke arah Micha dan kakakku tadi menghilang. Lee Micha, sekali lagi kau menyusahkanku!!

-Sun Hee POV end-

—–

-Micha POV-

Aku merasa canggung berjalan beriringan dengan Siwon Oppa, jadi kurogoh kantong coat-ku untuk mengambil ponsel. Ponsel itu mati kehabisan baterai, aku tidak punya sesuatu untuk mengalihkan perhatian jadi kugosok-gosokkan kedua tanganku saja.

“Dingin?” Siwon Oppaa bersuara, aku tidak menanggapi. Lalu sesuatu yang hangat menyentuh tanganku. Tangannya. “Tanganmu dingin sekali,” komentarnya. Aku berusaha menarik tanganku tapi ia menggenggamnya semakin erat.

“Sebenarnya aku…” Wajahku memanas, Siwon Oppa menatapku dengan intens.

“Hya! Kalian berdua!” Aku menunduk mendengar teriakan itu, kugigit bibirku kesal. Kenapa Sun Hee harus muncul disaat seperti ini?

4 responses to “[Korean Fan Fiction] Sibling Rivalry #FFLive

  1. ini… ._____.

    demi apa ini author nya minta dilempar Ming yah.?? @,@

    ini nanggung bgtt bgttt bgttt TJ.!!! >.<
    *ketinggalan TL*

    dilanjut ya ya ya.?? :((

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s