[Korea Fan Fiction] SHINee-ing as Bright as the SKY – Chapter 18

Author: ANGELAFT RACTA

Genre: Romance-Friendship

Casts: SHINee, Sora (OC), super junior,  SMTOWN, etc

Buat yang baru nangkring di blog ini, chapter 1-nya bisa di cek disini atau klik disini untuk melihat index untuk memilih chapter yang akan dibaca

————————————————————————

Anyyeong Haseyo! Angel comeback with new episodes of SHINee-ing🙂 Ada yang kangen aku?? Ga ada?? Yo wess, hahaha.. Well, dengan menguatkan hati akhirnya aku bisa kembali nulis FF setelah ada problem beberapa bulan kemaren yg sempet buat aku nggak kuat nulis (yang jelas bukan putus cinta ya!) yang follow twitter-ku mungkin tau masalahnya apa, tapi nggak ada  bagusnya juga kubahas masalah yang udah lewat dan bikin runyem hubungan baik-ku dengan temen-temen penulis lainnya (howallah). Intinya, masalah selesai dan aku bisa nulis FF lagi, bwakakaka..

Oke, baiklah, ini FF-nya.. ehem ehem, bisa dikomen gak ya?? supaya dapet semangat tambahan mengingat aku masih dalam masa labil dan butuh dorongan dan keberanian ekstra buat buka laptop dan ngetik, hahaha..

makasih buat semua yang mendukung, mengomen, me-like, promote, mention, dll.. aku bener-bener tersentuh, aku balik nulis cerita lagi karena ngebacain semua komen dan mention lho😀

selamat membaca😀 follow twitter-ku di @angelaftracta😀

———————————————————-

(Key POV)

Kejadian beberapa hari yang lalu, aku tidak dapat mengatasinya. Aku tidak dapat menangkap seseorang yang memotret kemarin, atau tidak dapat mencari tahu apa yang sedang di potretnya. Semoga dia tidak sedang memotret sesuatu yang penting.

Kami semua langsung kembali ke Seoul kemarin setelah acara pemakaman selesai. Entah kenapa keluarga Onew hyung ingin segera memakamkan jenazah Appanya. Appa Onew hyung dimakamkan di tanah pemakaman keluarga mereka yang tidak jauh dari rumah.

Kehidupan normal untuk kami kembali dimulai. Untuk kami saja, Onew hyung mengambil cuti beberapa hari untuk menenangkan ibunya katanya. Pihak SM maklum dengan hal itu dan memberikan Onew hyung cuti beberapa hari.

“Key hyung!” Seseorang memanggilku. Suaranya tidak asing lagi. Ah, itu Sora. Ternyata dia ada di ruang pertemuan ini juga. Ya, sekarang kami para penghuni ruang latihan lantai empat dipanggil ke ruang pertemuan besar.

Eh, tunggu dulu. Saat ini kan yang dipanggil adalah penghuni lantai empat, lalu kenapa Sora ada disini?

Aku yang awalnya bergabung dengan Minho, Taemin, dan Jonghyun, sekarang aku pindah ke sebelah Sora yang duduk cukup jauh dari SHINee. “Sora! Apa yang kau lakukan disini?”

“Aku?” Sora menunjuk dirinya sendiri dengan menggunakan telunjuknya. “Tentu saja aku juga dipanggil!”

Waeyo? Bagaimana bisa? Yang dipanggil bukannya penghuni ruang latihan lantai empat?”

BLETTAAAKKK!!! Aww!!! Sakit juga jitakan Sora. Ternyata dalam tangan sekecil itu tersimpan tenaga yang sangat besar. “Aku kan juga penghuni lantai empat sekarang! Kau lupa ya? AKU SUDAH DEBUT! Bukankah artis-artis yang sudah debut langsung pindah ke lantai empat?”

Ah ya, benar juga. Pantas saja dia ada disini sekarang.

Sora mendekatkan kepalanya padaku lagi. Sepertinya dia ingin mengatakan sesuatu. “Yang penting aku bisa lepas dari pelatih iblis itu!”

Trainer iblis? Sungha-ssi maksudmu?”

“Sssttt!!!!” Sora mendekatkan telunjuknya ke bibir. Ah, dia benar. Suatu hal yang melegakan bisa terlepas dari Sungha-ssi, trainer dari neraka yang biasa jadi ‘penjagal’ di lantai tiga.

BUAAK! Seseorang membuka pintu ruang pertemuan dengan kasar. Ada yang masuk, “Baiklah, karena semua sudah berkumpul disini mari kita mulai rapatnya.”

“SUNGHA-SSI???” Sora refleks berdiri saking terkejutnya melihat Sungha-ssi trainer yang paling dia benci berada di lantai empat. “Ke.. kenapa kau ada disini?”

Mata Sungha-ssi menatap tajam kearah Sora. “Memangnya kenapa? Ada masalah?”

“Bu.. bukannya kau trainer di lantai tiga? Kenapa kau ada di lantai empat?”

“Ah ya…” Mata Sungha-ssi menatap kami satu-persatu. “Benar, aku adalah trainer penguasa lantai tiga. Tapi mulai sekarang pengawasanku bertambah satu orang lagi.”

“……” Hening..

“Kau Sora! Khusus untukmu aku sendiri yang akan mengawasinya meskipun kau sudah pindah ke lantai empat!”

“HEEEEE?????????!!!!!!!!!!”

“Kekekeke.” Aku melihat kearah Sora yang tampak nelangsa sekali. “Kasian kau! Tenang, kalau ada apa-apa cukup mengadu ke hyungmu ini.”

BLETAAKKK!! Aww! Kenapa sih dia hobi sekali menjitak kepalaku? “Jangan belagak hyung ya!”

“Aku kan memang hyung-mu!” Protesku.

“Yakin sekali?! Kau bahkan belum tau usiaku yang sebenarnya!”

“Siapa peduli, bukankah kau sendiri yang bilang akan menganggapku sebagai oppa atau hyung-mu?” Disaat dia kurang ajar seperti ini, lebih baik menempatkan dia dalam posisi namja. Tak mungkin ada yeoja yang seenaknya memukul kepala orang seperti dia!

“Kuharap kalian sudah mendengarkan kabar kalau kita akan mengadakan SM Town concert sehingga aku tidak bersusah payah untuk menjelaskannya.”

Kebanyakan dari mereka mengangguk hanya aku, Taemin, Jonghyun hyung, Minho, dan Sora yang keheranan. Mwo?! SM Town concert? Kapan? Aku bahkan sama sekali tidak mendengar kabarnya. Kenapa yang lain sudah tau?

“Sungha sunbae!” Aku mengangkat tanganku. “Aku dan SHINee yang lain tidak pernah dengar. Miyanhae, bisa kau menjelaskannya untuk kami?”

“Ah ya, Onew sedang tidak ada. Aku sudah menjelaskannya pada para leader waktu itu dan kuminta mereka untuk menyampaikan pada anggota mereka masing-masing. Baiklah, kujelaskan lagi. SM Town akan mengadakan konser, tentu saja kita semua ikut berpartisipasi didalamnya termasuk kau Sora.”

Sora mengangguk..

“Tadi kubilang semuanya? Miyanhae, maksudku kecuali BoA yang harus mempersiapkan diri untuk debut Amerika-nya. Kalian mengerti?”

Taemin yang sekarang berbicara. “Lalu konsernya sendiri akan diadakan kapan? Dimana?”

“Jadi kalian sama sekali belum tau apa-apa?” Guratan di kening Sungha-ssi kentara sekali menunjukkan kalau dia sedikit kesal. Sedangkan kami hanya bisa menundukkan kepala sambil mengernyit. “Konsernya akan diadakan di Indonesia sebulan lagi. Jangan bilang kalian belum mempersiapkan apapun karena belum tau!”

Sekarang kami berlima kompak menggeleng dengan wajah polos tak bersalah. Tentu saja kami tidak punya persiapan khusus mengingat kami tidak tau. Salah sendiri tidak ada yang memberitahu kami. Beginilah kalau leader minggat. Kami semua yang kewalahan. Onew hyung, kembalilah..

“Indonesia??” Semua kepala yang ada di ruang pertemuan serempak melihat kearah Sora yang tiba-tiba bergumam dengan suara keras. (bergumam tapi suaranya keras?? Lho??)

“Ya! Indonesia! Memangnya kenapa?”

“Tidak.. tidak apa-apa..”

*********

(Onew POV)

“Hyung!” Aku baru saja tiba didepan pintu dan langsung disambut oleh member yang lain dengan pelukan. Uuh, nafasku sampai sesak dipeluk oleh 4 orang namja. Apalagi Minho yang berbadan besar.

Aku baru saja tiba di Seoul setelah cuti beberapa hari untuk menenangkan Umma-ku. Sebenarnya Umma cukup tenang untuk seseorang yang ditinggal pergi belahan jiwanya. Kata Umma dia sendiri sudah mempersiapkan diri karena tau umur Appa memang tidak akan lama lagi. Umma sendiri yang mendesakku untuk segera kembali ke Seoul setelah meyakinkan dirinya tidak apa-apa.

“Gara-gara kau kami diamuk Sungha sunbae trainer iblis itu! Tapi sudahlah, lupakan. Selamat datang, hyung!”

Kutatap satu persatu mata mereka. Aku memang sedang bersedih tapi melihat mata mereka, sedihku sedikit sirna. Demi mereka, aku harus terlihat kuat. Demi mereka yang menyayangiku. “Gomawo (terimakasih).”

“Sudahlah, tak usah berterimakasih seperti itu. Ah, aku harus segera berangkat kalau tidak aku bisa dibakar trainer iblis itu. Aish, kenapa harus dia yang mentraining grup vokal! Sudah, aku duluan!” Jonghyun langsung pergi begitu dia menyelesaikan kalimatnya.

“Kami juga pergi, hyung. Kami harus latihan. Hyung pasti capek, untuk hari ini lebih baik kau beristirahat saja.”

Sebenarnya aku berniat langsung berlatih, tapi mereka mencegahku dan menyuruhku beristirahat. Tak ada yang dapat kulakukan selain beristirahat. Kalian harus tahu bagaimana mereka bersikeras kalau aku harus beristirahat. Oke baiklah!

“Hyung!”

“Ada apa lagi?” Tanyaku sebelum mereka benar-benar pergi dari dorm.

“Kau dipanggil Suman sunbae (senior) sekarang.”

**********

(Onew POV)

Jadi, disinilah aku sekarang. Berdiri dihadapan Suman sunbae yang menatapku tajam, marah besar sepertinya. Didepan Suman sunbae terdapat sebuah amplop coklat yang tampak remuk. Sepertinya Suman sunbae sendiri yang meremukkan amplop itu. Aku tidak sendiri, ada Sora disana.

“INI! KALIAN TAU INI APA?!”

Saat sunbae sedang marah seperti ini, aku tidak tahu harus berkata apa. Atau lebih tepatnya aku takut membuka mulut. Lebih baik dengarkan saja apa yang akan sunbae katakan.

Suman sunbae menarik isi dalam amplop itu dengan kasar. Ternyata isinya adalah selembar foto, fotoku dan Sora. “Jelaskan tentang ini semua!”

“Ini? Aku hanya menciumnya.” Sora kemudian menarik kepalaku dengan kasar dan… cuup… ciuman kecil dan cepat mendarat di bibirku. “Aku hanya menciumnya seperti tadi. Aku tak keberatan kalau harus mengulang ciuman tadi. Bahkan aku bisa melakukannya dengan siapapun!”

Suman sunbae tampak marah sekali dan menggenggam tangannya dengan kasar diatas meja. “Kalau begitu, lakukan hal tadi di panggung! Lakukan dengan Amber, atau dengan perempuan lain. Aku butuh sesuatu untuk mem-backup foto ini seandainya sampai bocor ke media.” Sekarang Suman sunbae berbalik menatapku. “Dan kau! Kalau foto ini sampai tersebar, maka orang-orang akan menganggap kau berpacaran dengan Sora! Sora bisa dianggap sebagai yeoja (perempuan)! Aku butuh sesuatu, supaya media tau kalian tidak berpacaran, lebih dari sekedar konferensi pers.”

Kerutan kening Suman sunbae semakin bertambah seiring tangannya memijat-mijat keningnya itu. “Begini saja, kau harus ikut acara reality show ‘we got married’ kau harus punya ‘istri virtual’ agar bisa menyangkal kau berpacaran dengan Sora. Akan kupersiapkan semuanya.”

We got married? Tapi.. sunbae!”

“Tak usah protes, ini juga karena ulahmu sendiri.”

We Got Married? Reality show yang sedikit gila menurutku. Reality show yang seperti memainkan ‘rumah-rumahan’ menurutku, dimana seorang cowok dan cewek dipasangkan menjadi suami-istri (tentu saja bukan suami istri sebenarnya). Intinya, mereka akan menyuruhku bermesraan dan menjalani kehidupan suami-istri yang seperti bermain rumah-rumahan dengan cewek yang entah siapa itu. Biasanya para fans akan langsung menganggap pasangan yang bermain dalam reality show itu benar-benar ‘menikah’. Karena reality show itu tidak berlangsung sebentar bahkan biasanya pasangan tersebut akan bermesraan lebih dari satu tahun.

Entah apa aku bisa tahan menjalaninya….

**********

(Onew POV)

Aku dan Sora berada di lift yang sama karena kami sama-sama menuju dorm kami. Sejak keluar dari ruangan Suman sunbae, Sora terlihat berusaha menghindari kontak mata denganku meskipun matanya masih menunjukkan ketegasannya yang biasa.

Ehem!” Aku mencoba mencairkan suasana. Maksudnya untuk membuatnya sadar kalau aku ada di sebelahnya karena tampaknya dia tidak berniat untuk berbasa-basi denganku.

“Apa?” Jawabnya dingin, tetap tidak melihat mataku.

“Tidak, kupikir kau tidak tau kalau aku berada di sebelahmu.”

“Kau pikir aku buta?” Aku baru sadar kalau Sora memanggilku ‘kau’, sama sekali tanpa menggunakan panggilan kehormatan seperti ‘hyung’ atau ‘Oppa’ seperti yang biasa dilakukannya. “Memangnya kenapa kalau kau berada di sebelahku?”

“Setidaknya, berbicaralah padaku.”

“Tidak ada yang perlu dibicarakan!”

TING! Kami tiba di lantai tujuan kami. Pintu lift terbuka. Sora sudah mau keluar, sepertinya sangat tergesa-gesa sekali ingin cepat keluar sehingga dia berjalan lebih dulu dengan langkah yang cepat.

Tetapi aku lebih cepat sehingga aku bisa menariknya. “Setidaknya tatap mataku kalau aku berbicara!”

Satu detik.. dua detik.. Kami berdua sama-sama terpaku, lupa akan posisi kami. Kejadian tersebut berlangsung beberapa detik hingga Sora mengibaskan tangannya menghindariku.

“Hey!” Sekali lagi aku berhasil menangkap tangannya. “Sejak tadi kau menghindariku. Wae? (kenapa?) Apa ada masalah dengan ciuman itu?! Bukankah kau sendiri yang bilang kau bisa mencium siapapun?!”

“Apa itu masuk akal bagimu?!”

“YA! CUKUP MASUK AKAL! Mengingat KAU dengan mudahnya berciuman dengan Minho, kemudian menciumKU kapanpun kau mau!” Entah setan apa yang merasukiku, aku menarik tubuh Sora yang lebih kecil dariku, menggenggam mukanya dengan erat (bahkan bisa dibilang hampir meremas mukanya) dan mencium bibirnya kuat-kuat, cepat, penuh nafsu dan amarah. Tak kubiarkan Sora menarik nafasnya barang sedetikpun. Aku tak peduli, aku bahkan tak peduli seandainya Sora sesak nafas sekarang. Ini semua salahnya! “Ini pembalasan dariku.”

BUKK!!! Setelah aku puas menciumnya, aku membiarkan tubuhnya terjatuh tanpa menariknya untuk bangkit kembali.

“Kau!” Suara Sora terdengar dingin. “Kau akan menyesal seandainya aku laki-laki!”

Aku meninggalkannya, berjalan sedikit cepat menuju dorm-ku yang ternyata kosong sehingga aku dapat membanting pintunya tanpa perlu merasa mengganggu seseorang.

Ini semua karena Minho, karena dia seenaknya mencium Sora. Ini semua karena aku, yang membiarkan Sora menciumku seenaknya. Ini semua karena Sora, karena dia bilang pada Suman sunbae kalau dia bisa mencium siapapun. Ini semua karena Sora, karena aku cinta padanya dan aku tidak peduli seandainya dia laki-laki.

**********

(Sora POV)

Tidak, aku tidak menangis. Meskipun begitu, tubuhku terasa berat untuk mengikuti perintah otakku. Dengan sisa-sisa tenaga dan kesadaran yang ada, aku berjalan sempoyongan menuju dorm-ku.

“BODOH!” Aku meninju sebuah cermin dan menyebabkan cermin itu pecah dengan bercak-bercak darah disana. Aku berdarah, tapi tanganku tidak sakit. Tanganku tidak sakit karena otakku terlalu sibuk memikirkan rasa sakit di hatiku.

“Mencium orang seenaknya?! Apa itu masuk akal?!” Ucapku entah pada siapa, karena tidak ada seorangpun didalam dorm ini.

**********

—————————————————————————-

(bersambung)

tinggal beberapa chapter lagi sebelum tamat, berilah semangat untuk penulis labil ini, ahahahaha

(Key POV)

Kejadian beberapa hari yang lalu, aku tidak dapat mengatasinya. Aku tidak dapat menangkap seseorang yang memotret kemarin, atau tidak dapat mencari tahu apa yang sedang di potretnya. Semoga dia tidak sedang memotret sesuatu yang penting.

Kami semua langsung kembali ke Seoul kemarin setelah acara pemakaman selesai. Entah kenapa keluarga Onew hyung ingin segera memakamkan jenazah Appanya. Appa Onew hyung dimakamkan di tanah pemakaman keluarga mereka yang tidak jauh dari rumah.

Kehidupan normal untuk kami kembali dimulai. Untuk kami saja, Onew hyung mengambil cuti beberapa hari untuk menenangkan ibunya katanya. Pihak SM maklum dengan hal itu dan memberikan Onew hyung cuti beberapa hari.

“Key hyung!” Seseorang memanggilku. Suaranya tidak asing lagi. Ah, itu Sora. Ternyata dia ada di ruang pertemuan ini juga. Ya, sekarang kami para penghuni ruang latihan lantai empat dipanggil ke ruang pertemuan besar.

Eh, tunggu dulu. Saat ini kan yang dipanggil adalah penghuni lantai empat, lalu kenapa Sora ada disini?

Aku yang awalnya bergabung dengan Minho, Taemin, dan Jonghyun, sekarang aku pindah ke sebelah Sora yang duduk cukup jauh dari SHINee. “Sora! Apa yang kau lakukan disini?”

“Aku?” Sora menunjuk dirinya sendiri dengan menggunakan telunjuknya. “Tentu saja aku juga dipanggil!”

Waeyo? Bagaimana bisa? Yang dipanggil bukannya penghuni ruang latihan lantai empat?”

BLETTAAAKKK!!! Aww!!! Sakit juga jitakan Sora. Ternyata dalam tangan sekecil itu tersimpan tenaga yang sangat besar. “Aku kan juga penghuni lantai empat sekarang! Kau lupa ya? AKU SUDAH DEBUT! Bukankah artis-artis yang sudah debut langsung pindah ke lantai empat?”

Ah ya, benar juga. Pantas saja dia ada disini sekarang.

Sora mendekatkan kepalanya padaku lagi. Sepertinya dia ingin mengatakan sesuatu. “Yang penting aku bisa lepas dari pelatih iblis itu!”

Trainer iblis? Sungha-ssi maksudmu?”

“Sssttt!!!!” Sora mendekatkan telunjuknya ke bibir. Ah, dia benar. Suatu hal yang melegakan bisa terlepas dari Sungha-ssi, trainer dari neraka yang biasa jadi ‘penjagal’ di lantai tiga.

BUAAK! Seseorang membuka pintu ruang pertemuan dengan kasar. Ada yang masuk, “Baiklah, karena semua sudah berkumpul disini mari kita mulai rapatnya.”

“SUNGHA-SSI???” Sora refleks berdiri saking terkejutnya melihat Sungha-ssi trainer yang paling dia benci berada di lantai empat. “Ke.. kenapa kau ada disini?”

Mata Sungha-ssi menatap tajam kearah Sora. “Memangnya kenapa? Ada masalah?”

“Bu.. bukannya kau trainer di lantai tiga? Kenapa kau ada di lantai empat?”

“Ah ya…” Mata Sungha-ssi menatap kami satu-persatu. “Benar, aku adalah trainer penguasa lantai tiga. Tapi mulai sekarang pengawasanku bertambah satu orang lagi.”

“……” Hening..

“Kau Sora! Khusus untukmu aku sendiri yang akan mengawasinya meskipun kau sudah pindah ke lantai empat!”

“HEEEEE?????????!!!!!!!!!!”

“Kekekeke.” Aku melihat kearah Sora yang tampak nelangsa sekali. “Kasian kau! Tenang, kalau ada apa-apa cukup mengadu ke hyungmu ini.”

BLETAAKKK!! Aww! Kenapa sih dia hobi sekali menjitak kepalaku? “Jangan belagak hyung ya!”

“Aku kan memang hyung-mu!” Protesku.

“Yakin sekali?! Kau bahkan belum tau usiaku yang sebenarnya!”

“Siapa peduli, bukankah kau sendiri yang bilang akan menganggapku sebagai oppa atau hyung-mu?” Disaat dia kurang ajar seperti ini, lebih baik menempatkan dia dalam posisi namja. Tak mungkin ada yeoja yang seenaknya memukul kepala orang seperti dia!

“Kuharap kalian sudah mendengarkan kabar kalau kita akan mengadakan SM Town concert sehingga aku tidak bersusah payah untuk menjelaskannya.”

Kebanyakan dari mereka mengangguk hanya aku, Taemin, Jonghyun hyung, Minho, dan Sora yang keheranan. Mwo?! SM Town concert? Kapan? Aku bahkan sama sekali tidak mendengar kabarnya. Kenapa yang lain sudah tau?

“Sungha sunbae!” Aku mengangkat tanganku. “Aku dan SHINee yang lain tidak pernah dengar. Miyanhae, bisa kau menjelaskannya untuk kami?”

“Ah ya, Onew sedang tidak ada. Aku sudah menjelaskannya pada para leader waktu itu dan kuminta mereka untuk menyampaikan pada anggota mereka masing-masing. Baiklah, kujelaskan lagi. SM Town akan mengadakan konser, tentu saja kita semua ikut berpartisipasi didalamnya termasuk kau Sora.”

Sora mengangguk..

“Tadi kubilang semuanya? Miyanhae, maksudku kecuali BoA yang harus mempersiapkan diri untuk debut Amerika-nya. Kalian mengerti?”

Taemin yang sekarang berbicara. “Lalu konsernya sendiri akan diadakan kapan? Dimana?”

“Jadi kalian sama sekali belum tau apa-apa?” Guratan di kening Sungha-ssi kentara sekali menunjukkan kalau dia sedikit kesal. Sedangkan kami hanya bisa menundukkan kepala sambil mengernyit. “Konsernya akan diadakan di Indonesia sebulan lagi. Jangan bilang kalian belum mempersiapkan apapun karena belum tau!”

Sekarang kami berlima kompak menggeleng dengan wajah polos tak bersalah. Tentu saja kami tidak punya persiapan khusus mengingat kami tidak tau. Salah sendiri tidak ada yang memberitahu kami. Beginilah kalau leader minggat. Kami semua yang kewalahan. Onew hyung, kembalilah..

“Indonesia??” Semua kepala yang ada di ruang pertemuan serempak melihat kearah Sora yang tiba-tiba bergumam dengan suara keras. (bergumam tapi suaranya keras?? Lho??)

“Ya! Indonesia! Memangnya kenapa?”

“Tidak.. tidak apa-apa..”

*********

(Onew POV)

“Hyung!” Aku baru saja tiba didepan pintu dan langsung disambut oleh member yang lain dengan pelukan. Uuh, nafasku sampai sesak dipeluk oleh 4 orang namja. Apalagi Minho yang berbadan besar.

Aku baru saja tiba di Seoul setelah cuti beberapa hari untuk menenangkan Umma-ku. Sebenarnya Umma cukup tenang untuk seseorang yang ditinggal pergi belahan jiwanya. Kata Umma dia sendiri sudah mempersiapkan diri karena tau umur Appa memang tidak akan lama lagi. Umma sendiri yang mendesakku untuk segera kembali ke Seoul setelah meyakinkan dirinya tidak apa-apa.

“Gara-gara kau kami diamuk Sungha sunbae trainer iblis itu! Tapi sudahlah, lupakan. Selamat datang, hyung!”

Kutatap satu persatu mata mereka. Aku memang sedang bersedih tapi melihat mata mereka, sedihku sedikit sirna. Demi mereka, aku harus terlihat kuat. Demi mereka yang menyayangiku. “Gomawo (terimakasih).”

“Sudahlah, tak usah berterimakasih seperti itu. Ah, aku harus segera berangkat kalau tidak aku bisa dibakar trainer iblis itu. Aish, kenapa harus dia yang mentraining grup vokal! Sudah, aku duluan!” Jonghyun langsung pergi begitu dia menyelesaikan kalimatnya.

“Kami juga pergi, hyung. Kami harus latihan. Hyung pasti capek, untuk hari ini lebih baik kau beristirahat saja.”

Sebenarnya aku berniat langsung berlatih, tapi mereka mencegahku dan menyuruhku beristirahat. Tak ada yang dapat kulakukan selain beristirahat. Kalian harus tahu bagaimana mereka bersikeras kalau aku harus beristirahat. Oke baiklah!

“Hyung!”

“Ada apa lagi?” Tanyaku sebelum mereka benar-benar pergi dari dorm.

“Kau dipanggil Suman sunbae (senior) sekarang.”

**********

(Onew POV)

Jadi, disinilah aku sekarang. Berdiri dihadapan Suman sunbae yang menatapku tajam, marah besar sepertinya. Didepan Suman sunbae terdapat sebuah amplop coklat yang tampak remuk. Sepertinya Suman sunbae sendiri yang meremukkan amplop itu. Aku tidak sendiri, ada Sora disana.

“INI! KALIAN TAU INI APA?!”

Saat sunbae sedang marah seperti ini, aku tidak tahu harus berkata apa. Atau lebih tepatnya aku takut membuka mulut. Lebih baik dengarkan saja apa yang akan sunbae katakan.

Suman sunbae menarik isi dalam amplop itu dengan kasar. Ternyata isinya adalah selembar foto, fotoku dan Sora. “Jelaskan tentang ini semua!”

“Ini? Aku hanya menciumnya.” Sora kemudian menarik kepalaku dengan kasar dan… cuup… ciuman kecil dan cepat mendarat di bibirku. “Aku hanya menciumnya seperti tadi. Aku tak keberatan kalau harus mengulang ciuman tadi. Bahkan aku bisa melakukannya dengan siapapun!”

Suman sunbae tampak marah sekali dan menggenggam tangannya dengan kasar diatas meja. “Kalau begitu, lakukan hal tadi di panggung! Lakukan dengan Amber, atau dengan perempuan lain. Aku butuh sesuatu untuk mem-backup foto ini seandainya sampai bocor ke media.” Sekarang Suman sunbae berbalik menatapku. “Dan kau! Kalau foto ini sampai tersebar, maka orang-orang akan menganggap kau berpacaran dengan Sora! Sora bisa dianggap sebagai yeoja (perempuan)! Aku butuh sesuatu, supaya media tau kalian tidak berpacaran, lebih dari sekedar konferensi pers.”

Kerutan kening Suman sunbae semakin bertambah seiring tangannya memijat-mijat keningnya itu. “Begini saja, kau harus ikut acara reality show ‘we got married’ kau harus punya ‘istri virtual’ agar bisa menyangkal kau berpacaran dengan Sora. Akan kupersiapkan semuanya.”

We got married? Tapi.. sunbae!”

“Tak usah protes, ini juga karena ulahmu sendiri.”

We Got Married? Reality show yang sedikit gila menurutku. Reality show yang seperti memainkan ‘rumah-rumahan’ menurutku, dimana seorang cowok dan cewek dipasangkan menjadi suami-istri (tentu saja bukan suami istri sebenarnya). Intinya, mereka akan menyuruhku bermesraan dan menjalani kehidupan suami-istri yang seperti bermain rumah-rumahan dengan cewek yang entah siapa itu. Biasanya para fans akan langsung menganggap pasangan yang bermain dalam reality show itu benar-benar ‘menikah’. Karena reality show itu tidak berlangsung sebentar bahkan biasanya pasangan tersebut akan bermesraan lebih dari satu tahun.

Entah apa aku bisa tahan menjalaninya….

**********

(Onew POV)

Aku dan Sora berada di lift yang sama karena kami sama-sama menuju dorm kami. Sejak keluar dari ruangan Suman sunbae, Sora terlihat berusaha menghindari kontak mata denganku meskipun matanya masih menunjukkan ketegasannya yang biasa.

Ehem!” Aku mencoba mencairkan suasana. Maksudnya untuk membuatnya sadar kalau aku ada di sebelahnya karena tampaknya dia tidak berniat untuk berbasa-basi denganku.

“Apa?” Jawabnya dingin, tetap tidak melihat mataku.

“Tidak, kupikir kau tidak tau kalau aku berada di sebelahmu.”

“Kau pikir aku buta?” Aku baru sadar kalau Sora memanggilku ‘kau’, sama sekali tanpa menggunakan panggilan kehormatan seperti ‘hyung’ atau ‘Oppa’ seperti yang biasa dilakukannya. “Memangnya kenapa kalau kau berada di sebelahku?”

“Setidaknya, berbicaralah padaku.”

“Tidak ada yang perlu dibicarakan!”

TING! Kami tiba di lantai tujuan kami. Pintu lift terbuka. Sora sudah mau keluar, sepertinya sangat tergesa-gesa sekali ingin cepat keluar sehingga dia berjalan lebih dulu dengan langkah yang cepat.

Tetapi aku lebih cepat sehingga aku bisa menariknya. “Setidaknya tatap mataku kalau aku berbicara!”

Satu detik.. dua detik.. Kami berdua sama-sama terpaku, lupa akan posisi kami. Kejadian tersebut berlangsung beberapa detik hingga Sora mengibaskan tangannya menghindariku.

“Hey!” Sekali lagi aku berhasil menangkap tangannya. “Sejak tadi kau menghindariku. Wae? (kenapa?) Apa ada masalah dengan ciuman itu?! Bukankah kau sendiri yang bilang kau bisa mencium siapapun?!”

“Apa itu masuk akal bagimu?!”

“YA! CUKUP MASUK AKAL! Mengingat KAU dengan mudahnya berciuman dengan Minho, kemudian menciumKU kapanpun kau mau!” Entah setan apa yang merasukiku, aku menarik tubuh Sora yang lebih kecil dariku, menggenggam mukanya dengan erat (bahkan bisa dibilang hampir meremas mukanya) dan mencium bibirnya kuat-kuat, cepat, penuh nafsu dan amarah. Tak kubiarkan Sora menarik nafasnya barang sedetikpun. Aku tak peduli, aku bahkan tak peduli seandainya Sora sesak nafas sekarang. Ini semua salahnya! “Ini pembalasan dariku.”

BUKK!!! Setelah aku puas menciumnya, aku membiarkan tubuhnya terjatuh tanpa menariknya untuk bangkit kembali.

“Kau!” Suara Sora terdengar dingin. “Kau akan menyesal seandainya aku laki-laki!”

Aku meninggalkannya, berjalan sedikit cepat menuju dorm-ku yang ternyata kosong sehingga aku dapat membanting pintunya tanpa perlu merasa mengganggu seseorang.

Ini semua karena Minho, karena dia seenaknya mencium Sora. Ini semua karena aku, yang membiarkan Sora menciumku seenaknya. Ini semua karena Sora, karena dia bilang pada Suman sunbae kalau dia bisa mencium siapapun. Ini semua karena Sora, karena aku cinta padanya dan aku tidak peduli seandainya dia laki-laki.

**********

(Sora POV)

Tidak, aku tidak menangis. Meskipun begitu, tubuhku terasa berat untuk mengikuti perintah otakku. Dengan sisa-sisa tenaga dan kesadaran yang ada, aku berjalan sempoyongan menuju dorm-ku.

“BODOH!” Aku meninju sebuah cermin dan menyebabkan cermin itu pecah dengan bercak-bercak darah disana. Aku berdarah, tapi tanganku tidak sakit. Tanganku tidak sakit karena otakku terlalu sibuk memikirkan rasa sakit di hatiku.

“Mencium orang seenaknya?! Apa itu masuk akal?!” Ucapku entah pada siapa, karena tidak ada seorangpun didalam dorm ini.

**********

—————————————————————————-

(bersambung)

 

11 responses to “[Korea Fan Fiction] SHINee-ing as Bright as the SKY – Chapter 18

  1. Ping-balik: [Korea Fan Fiction] SHINee-ing as Bright as the SKY – Chapter 17 | Asian Fan Fiction Story·

  2. woaa..
    Akhirnya keluar jg lanjutannya.. Gomawoyooo..
    Yaks! Penasaran sma endingnya.. Ditunggu ych..
    HWAITING! HWAITING!

  3. Kyaaaaaaaaaaaaa…
    Ang is Back.!!!
    Ang is backkkkkk.!!! xD

    aku nungguin ini entah sejak kapan..
    makasih udah dipost lanjutannya Ang.! xD
    seneng bgt deh.😀
    semangat buat lanjutannya.!
    aku bakal selalu nunggu entah d wattpad entah dsni. :))

    tapi kenapa itu dipost dua kali gitu ya?

  4. Ini cinta segi3 yah. Kenapa sich dgn ONew?gmn lho jati diri sora terungkap??Aishh,penasaran bgt lanjutanx.Ouh. .dah mau ending yah. .apakah nanti yg akan terjadi???

  5. whoaaaa.. eonnie is back😀 yeyeye..
    aaaaaa.. bang tahu.. tpi, knapa singkat bgt eon di chapter ini? trs di postnya double -,-
    tapi, aku seneng!! cerita ini lanjut lgi. hehe..
    ayo eon lanjutkan!!😀

  6. Kangen ff ini ><
    Terakhir kli aku bca ff shinee ini d blog lain yg trs aku tungguin klntnny… Yg akhirny bsa nemu d sni^^v
    Aku penggemar brt crita ini. Sjk bca ff ini,aku jdi mlh ska sm shinee hehe..
    Hm..Mkin penasaran sm klnjutan critany chingu ~.~

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s