[Korean Fanfiction] Melody of You (Twoshots) 1 of 2

Author : Lee Hyura

Title : Melody of You

Genre : Romance, Fluff

Rating : PG 13

Length : Twoshots

Cast :

–          SNSD Jessica

–          SJ Kyuhyun

–          Cho Ahra (Kyuhyun’s noona)

–          B1A4 Jinyoung

 

Ini ff khusus untuk ultahnya adikku tersayang, Verina Nindya ^^


===MelodyofYou===

Jessica pov.

Aku menarik koperku memasuki rumah samchon. Sedari tadi, wajahku hanya aku tundukkan. Aku tak berani melihat kemanapun. Jujur saja aku takut. Aku tak pernah bertemu dengan samchon sebelumnya. Maklum, appaku—kakak samchon—pergi dari rumahnya untuk menikahi umma. Jadi keluarga appaku telah mencoret nama appa dari daftar keluarganya serta melarang appa dekat-dekat dengan mereka.

“Sica-ya~ kamarmu di sana,” ujar imo dengan senyuman lembut sambil menunjuk sebuah pintu.

Aku menoleh ke arah yang di tunjuk dan mengangguk pelan, “Ne. Gamsahamnida.”

“Tidak usah merasa canggung seperti itu. Anggap saja rumahmu sendiri,” kata samchon sambil menepuk pundakku.

Aku mengulum bibirku, “Aku.. hanya merasa..”

“Halmoni sudah meninggal, noona. Jadi aturan untuk menjauhkan diri dari keluargamu sudah dihapus. Jangan takut,” celetuk adik sepupuku –Jinyoung.

Aku hanya tersenyum tipis seraya membungkuk dan pergi ke kamarku. Aku duduk di kasurku sambil merenung. Baru saja kemarin aku tertawa bersama dengan keluargaku. Tapi hari ini, mereka sudah tenang di alam sana. Perban di tanganku menjadi bukti kecelakaan kemarin, saat mobil kami tak bisa direm dan menabrak pohon sebelum akhirnya meledak. Untung aku dibantu oleh umma keluar dari mobil itu untuk meminta bantuan. Jadi aku hanya terluka karena terbeset puing-puing tajam mobil yang berterbangan.

Come on, Sic! Forget it!” desisku kesal sambil menutup wajahku.

Next day.

“Kau mau membawaku kemana, Jinyoung-ssi?” tanyaku pelan sementara tanganku ditarik oleh Jinyoung memasuki gedung pertunjukan drama musikal.

Jinyoung berhenti dan menghadapku, “Aku pernah denger kalau kau suka bernyanyi. Daripada kau hanya diam di rumah selama orangtuaku mengurus aplikasi kuliahmu, lebih baik kau menghabiskannya dengan hal yang lebih baik.”

Aku mengerutkan keningku. “Dengan menjadi pemain drama musikal? Tapi aku tidak bisa akting.”

“Belajar akting itu mudah. Belajar menyanyi yang sulit. Karena kau sudah bisa bernyanyi, jadi masalahmu tinggal berakting.”

Alis kananku naik mendengarnya. “Darimana kau tahu aku bisa bernyanyi? Orang yang mempunyai hobi bernyanyi belum tentu dapat bernyanyi dengan baik, Jinyoung-ssi..”

Jinyoung menangkup wajahku, “Aku mendengarnya sendiri saat aku datang ke kamarmu selagi kau mandi. Aku mendengar nyanyianmu. Nyaring sih. Tapi dengan latihan pasti bisa merdu.”

Aku berdecak, “Kau bilang suaraku nyaring? Kalau begitu tak usah memaksaku untuk bermain drama musikal.”

“Tidak.. tidak.. tidak.. jangan pakai alasan itu untuk menolak, noona! Temanku, Sandeul sudah menunggumu. Aku tak mau mengecewakannya. Arasso? Kkaja!” tegasnya lalu menarikku ke atas panggung.

“Stop! Kalian kurang menjiwai peran kalian! Ulangi!” teriak seorang yeoja kesal kepada 2 orang yang menggenggam naskah.

“Ahra noona~!” pekik Jinyoung.

Yeoja yang berteriak tadi menoleh dan melambaikan tangannya. Jinyoung langsung menarikku mendekatinya. Ahra memandangku dengan senyum lebar. Aish.. apa ada yang aneh dengan dandananku? Aku hanya memakai bedak tipis dan lipgloss. Tidak berlebihan, kan?

“Ini pasti sepupumu yang kau ceritakan pada Sandeul, kan?” tebaknya.

Jinyoung mengangguk mantap, “Ne. Cantik, bukan? Dia bisa menjadi pemeran utama, kan?”

Ahra langsung mengetuk kepala Jinyoung dengan kipas lipat yang ia genggam. “Bodoh! Tidak semudah itu! Aku tidak mau menjadikan orang amatir menjadi pemeran utama. Aish..”

“Apheo, noona.. arasso. Aku hanya becanda. Dia kesini hanya untuk belajar. Jika cocok dan kau mengizinkan, dia mau kok ikutserta dalam drama musikalmu,” ringis Jinyoung menggerutu. Aish! Aku tidak pernah mengatakan itu! Tapi setidaknya itu benar-benar mewakili perasaanku.

Ahra menatapku tajam dari atas sampai bawah. Aku mengidik ngeri karenanya. Matanya itu benar-benar menyeramkan! Tak lama dia tersenyum. Aku memicingkan mataku. Dia benar-benar aneh.

“Coba bernyanyi.” Aku terdiam mendengarnya.

Dia mendesah kesal, “Kau tidak mendengarkanku? Ayo bernyanyi!”

Aku mundur selangkah sambil memejamkan mataku karena takut. Perlahan, aku menarik nafas dalam-dalam dan mencoba mengatur pernafasan. Aku mulai bernyanyi.

You’re shining, you’re gleaming

Oh, you melt me like white snow, oh

You’re shining, you’re gleaming

And your warmth slowly wraps around my heart

Boy, can’t you see

Aku diam. Semuanya diam melihat Ahra diam. Beberapa detik hening. Ini membuatku semakin gugup. Akhirnya dia mengetuk kepalaku dengan kipas lipatnya.

“Tidak buruk untuk pemula,” ujarnya sambil tersenyum.

“Pemula? Darimana kau tahu dia pemula? Tadi bagus kok!” protes Jinyoung.

“Aku orang yang professional, anak kecil! Tentu saja aku tahu! Huh! Pulang dan minta permen ke ibumu sana! Mengganggu saja!” omel Ahra. Jinyoung langsung menggertakkan giginya dan mendengus. Sedangkan aku terkekeh pelan.

Author pov.

Ahra pergi ke belakang panggung selama Jinyoung dan Sandeul asik mengajari Jessica dasar-dasar berakting. Dia berhenti saat melihat seorang namja berdiri dihadapannya. Ahra tersenyum.

“Bagaimana menurutmu?” tanya Ahra pada namja itu.

Orang itu menyeringai, “Pernafasan.”

“Itu kelemahannya?”

“Yap.”

>>>

Jessica kembali menarik nafas sebelum mencoba bernyanyi lagi saat panggung kosong karena orang lain sedang beristirahat di belakang panggung. Tapi dia mengurungkan dirinya saat melihat seseorang berdiri di hadapannya.

“S-siapa kau?” tanya Jessica tergagap.

“Aku? Kau mau memanggilku apa?” sahut orang itu.

Jessica mendengus, “Hantu! Puas?”

“Oke, aku menerimanya.”

“Ya! Aku tidak bercanda!”

“Geure.. Kyuhyun, adik Ahra,” katanya.

Jessica mengernyit, “Adik? Ku kira kau kakaknya.”

Kyuhyun menggertakkan giginya. “Padahal tadi aku ingin mengajarimu bernyanyi. Tapi musnah sudah sekarang.” Kyuhyun berbalik badan dan mengangkat tangan kanannya. “Bye!”

“Ah~ jamkanmanyo~ aku hanya becanda!” pekik Jessica cepat dan frutasi.

Kyuhyun diam. Seringaiannya merekah. Dengan perlahan ia berbalik badan dan menatap Jessica. Kyuhyun mulai melangkah mendekati Jessica bertepatan dengan Jessica yang melangkah mundur untuk menjauhi Kyuhyun.

“Aish!”

Kyuhyun memekik kesal sambil berlari menghampiri Jessica yang menginjak udara kosong. Yap, Jessica sudah sampai dipinggir panggung namun dia tak menyadarinya hingga hampir jatuh. Untung dengan cepat, Kyuhyun menangkap Jessica.

Ia mendorong lembut Jessica jatuh ke lantai kayu panggung hingga Jessica terduduk. Kyuhyun duduk bersila di depannya sambil memasang wajah kesal. Tak lama dia melayangkan satu toyoran kesal di kepala Jessica dengan kesal. Jessica langsung meringis dan mengelus daerah yang terkena toyoran Kyuhyun.

“Kau bodoh atau apa? Untuk apa kau menjauh dariku, uh?” tanya Kyuhyun geram.

“Aku takut,” jawab Jessica pelan.

“Wae?” Jessica diam. Kyuhyun mendengus dan mengulang pertanyaannya berkali-kali hingga Jessica menjawab.

“Karena kau mendekatiku sambil menyeringai! Wajahmu seperti maniak!” jawab Jessica berteriak karena tertekan.

Kyuhyun terbelalak lalu mengusap keningnya lemas. “Bersiaplah mendapat pelatihan keras dariku! Kau akan ku beri peran utama untuk drama musikal Phantom The Opera.”

“M-mwo?” Jessica mengerjapkan matanya.

>>>

“Tapi, Phantom.. aku tidak bisa..” Jessica mengucapkannya dengan kaku sambil sesekali melirik naskah. Dengan cepat Kyuhyun meraih kipas lipat noonanya dan mengetuk kepala Jessica dengan kipas lipat itu.

“Argh! Aku menyerah! Aku tidak bisa! Aku masih amatir!” teriak Jessica frustasi.

“Jika kau menyerah, akan ada satu hukuman untukmu. Yang pasti kau tidak akan melupakannya selama hidupmu. Yang membuat hidupmu terpuruk. Yang—”

Jessica langsung panik, “Geumanhae! Arasso!”

“Anak pintar.”

Kyuhyun tersenyum tipis lalu berbalik dan berdiri di samping noonanya lagi. Sedangkan Jessica kembali berusaha berintonasi dengan baik. Ahra hanya menarik nafas dalam dan menggeleng.

>>>

Jessica melempar dirinya ke kasur dan memejamkan matanya. Hari pertamanya di gedung benar-benar melelahkan. Dia membuka matanya saat mendengar pintu kamarnya dibuka. Sosok sang imo berdiri di ambang pintulah yang ia lihat. Dia langsung terduduk dan tersenyum.

“Hari yang lelah, ya?” tanya imo.

Jessica mengusap tengkuknya, “Ya begitulah.”

“Lebih baik sekarang kau makan lalu mandi dan istirahat. Sepertinya besok akan menjadi hari yang panjang lagi,” suruh imonya.

Jessica terkekeh, “Sepertinya begitu. Kemana Jinyoung?”

“Dia masih ada di rumah Sandeul untuk rapat soal tata panggung,” jawabnya. Jessica membulatkan bibirnya. Imo segera menghampirinya dan menariknya agar bangkit.

Next day.

Jessica membaca naskah dramanya di bangku penonton selagi menunggu yang lain datang. Sesekali ia mencoba memainkan beberapa dialog lalu diam dan menggaruk kepalanya. Dia menoleh saat mendengar sebuah suara.

“Kyuhyun-ssi?” seru Jessica bingung. Tak lama dia menghela nafas panjang.

Kyuhyun duduk disampingnya. “Mau tahu caranya mengatur pernafasan dengan baik?”

Jessica mengerjap lalu mengangguk perlahan. Kyuhyun bangkit dan menarik tangan Jessica keluar gedung. Jessica mencoba melepaskan tangannya namun gagal.

“Ya! Eoddiga?” tanya Jessica.

“Hanya diluar gedung.”

Sesampainya diluar, Kyuhyun langsung mencari tempat yang nyaman baginya. Sedangkan Jessica hanya diam di tempatnya sambil memperhatikan Kyuhyun.

“Lari kelilingi gedung ini 5 kali,” ujar Kyuhyun dengan suara tegas.

Jessica menelan air liurnya. “5 kali? Tapi ini gedung yang sangat besar.”

“Cepat!”

>>>

Kyuhyun melempar sebotol air mineral pada Jessica yang terkulai lemas di dekat pintu masuk. Jessica menangkapnya dan meneguknya dengan cepat. Kyuhyun duduk di samping Jessica yang masih sibuk mengatur nafasnya.

“Kau harus cari cara untuk membuat nafasmu teratur kembali saat seperti sekarang,” kata Kyuhyun lalu meneguk minumnya.

Jessica menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskannya perlahan. “Mwo?”

“Coba berlari mengitari gedung ini berulang kali. Dan kau akan mendapatkannya dengan cepat.”

“Daripada seperti itu, kenapa tidak langsung kau beri tahuku caranya saja?”

Kyuhyun mendelik kesal, “Karena aku ingin kau terbiasa!”

Jessica memejamkan matanya sebentar lalu mendengus, “Menyebalkan.”

“Hidup ini memang menyebalkan jika kau tidak melakukannya dengan iklas,” sahut Kyuhyun.

“Yea~ arasso, sangsaenim! Daripada berceramah terus, lebih baik kau tunjukkan kemampuanmu. Sepertinya kau sangat hebat,” Jessica menyibir.

Kyuhyun tersenyum dan bangkit. “Sungguh? Kalau begitu ikut aku.”

>>>

Jessica mengerjap saat Kyuhyun membawanya ke hadapan sebuah grand piano. Kyuhyun duduk dan mulai memainkan tangannya di tuts-tuts piano. Tak lama, ia mulai bernyanyi. Jessica hanya mengerjap.

 

We met for seven years

No one knew we would say goodbye this easily

However we still separated

With the memories we built for a long time, now gone

How did we at such a young age

Meet each other, I don’t even remember how

Difficult for us to handle the maps of our changing selves

They said saying goodbyes are painful

But I didn’t even have time to feel that

I just thought this is the way staying composed

But I cried

Time passed it gave me a simple yearning

Different from what my mind was seeing

At first friends then next as lovers

We said we’d stay as friends even if we separated

During those 3 years spent alone

We contacted each other sometimes

Even if I met someone else again

Even I loved again

Whenever I was sad I would call you without a word just tears falling

You have to meet a good person

I thought in my heart without any words

I asked if you still liked me without any thought hoping you say it back

I know

We had the most pure love

Back then we thought that kind of love couldn’t be done again se we saved it in out memories

Often I feel a cold feeling from you

But now I know you can not ask anything

“I’m getting married” is what you said to me

After that for a long time I was speechless

Then I cried they were your last words to me

For the only words I wanted to hear was that you loved me

 

“Eotteo?” tanya Kyuhyun saat sudah selesai.

“Bagus,” jawab Jessica.

“Hanya bagus?”

Jessica tersenyum, “Aku suka pernafasanmu saat bernyanyi. Apa judul lagu itu?”

“7 Years of Love. Lagu tentang kisah cinta yang sedih,” jawab Kyuhyun seraya menunduk lalu kembali menatap Jessica. “Kau bisa bermain piano?”

Kali ini Jessica tersenyum bangga, “Tentu saja! Akan ku beri kau lagu yang semacam dengan lagumu itu.”

Kyuhyun mengernyit lalu tersenyum. Ia memberikan tempat untuk Jessica duduk. Tapi Jessica malah berhenti mendekat.

“Wae?” tanya Kyuhyun bingung.

“Bagaimana.. jika kau berdiri saja? Aku tidak terbiasa dekat dengan seseorang,” pinta Jessica pelan.

Kyuhyun menghela nafas lalu mengalah. Ia bangkit dan membiarkan Jessica bermain piano sementara ia berada di tempat yang berjarak 2 langkah dari Jessica.

“Jadi.. apa judulnya?”

“Almost by Tamia.”

===MelodyofYou===

ANNYEONG~ aku kembali. hua sudah lama tidak post ff disini ._.v sebagai permintaan maaf sekaligus perayaan karena saya naik kelas kemarin, aku bakal posting ff hari ini, besok, jumat dan sabtu. kamis ga bisa karna harus ke kantor papa dan minggu saya gunakan untuk ngerjain tugas u.u

menurut kalian gimana ffnya?

4 responses to “[Korean Fanfiction] Melody of You (Twoshots) 1 of 2

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s