[Korean Fanfiction] Greatness Of Our Life (Chapter 3)

Greatness of Our Life 

 

Author : Sae Na

               Hyun Nie

               Yoon Mi

 

Genre : Fantasy, Horor, Romance, Mistery

 

Legth  : 3 / of ?

 

Rating : PG 15

 

Main Cast :

 

Diamond Side

Kim Yoon Mi

Hyoyeon

Kim Yuri

 

White Diamond

Boyfriend member

 

Black Diamond

B1a4 member

Lee Hyun Nie

 

Ghost Hunter

Kyuhyun

Donghae

Siwon

Sunny

Kim Sae Na

 

Disc    : Super Junior, Boyfriend and B1A4 punya Tuhan, ELF, Abers and Bestfriend. Jalan cerita punya author. No Bashing! Just RCL =)

            

             Hantu disini bukanlah hantu dari dunia orang mati ya? Hantu disini hanyalah sekumpulan mahluk hidup lain yang dulunya semua tinggal di atas langit. Jadi bukan orang mati yang jadi hantu. That a different..

 

             Ketika dunia dikuasai oleh mahluk hidup lain. Mampukah seisinya mempertahankan hidup?

 

#Nowplaying

B1A4 – Only Learn The Bad Things

Super Junior – Sunflower

Shinee – Lucifer

 

Chapter 3

 

Lee Hyun Nie Pov…

Setiap beberapa tahun sekali aku dan keluargaku berkumpul dan kemping bersama. Hhhh, aku benci ini, aku paling tidak bisa tidur ditempat seperti ini. Ditambah lagi kali ini hanya aku dan appa saja. Oppa – oppa sedang sibuk entah dimana. Dini hari yang sunyi, berkeliling tak tentu arah mencari udara segar, kedengaran menyeramkan seorang gadis sendirian berjalan dihutan. Tapi lebih baik, daripada tidak bisa tidur.

Tiba – tiba aku mendengar suara rintihan kesakitan, kucari sumber dari suara itu. Semakin lama, suara itu terdengar semakin jelas.

“ Si.. siapa disana?” Aku berteriak gugup.

“ To..to..tolong aku, ” Balasannya tiba. Suara namja yang terdengar.

Aku mendekati arah suaranya. Kulihat seorang namja berlumuran darah.

“ Yay.. Gwaechana?” Aku menghampirinya. Kurasakan aura White Ghost dari sosoknya.

“ Hey.. Hey.. Irona… yay! Yay!” Dia tak sadarkan diri.

Tubuhnya berlumuran darah, aku mengambil beberapa helai daun dan mengikatkannya pada bagian yang terluka. Segera kuhubungi appa meminta bantuannya.

“ Hyun Nie-ah,, dimana kau? ”

“ Aku disini appa,”

Appa berlari menemuiku, betapa terkejutnya dia ketika melihatku bersama seorang namja berlumuran darah.

“ Hyun Nie-ah.. Nuguya?”

“ Aku tidak tahu appa, aku menemukannya saat berjalan – jalan tadi, dia meminta tolong dan sekarang dia pingsan karena terluka sangat parah,”

“ Omo.. Lukanya parah. Kajja kita obati di rumah,”

Kami membawanya kedalam mobil. Gesekkan bebatuan dengan roda mobil mulai terdengar. Kami akhirnya pulang membawa seseorang yang terluka ini. Semoga dia masih bisa tertolong. Kuperhatikan namja dalam pangkuanku ini. Sepertinya aku mengenalnya.

 

End of the Pov…

 

Author Pov…

Seoul, Atas langit

“ Tuan.. tuan, hamba mendengar berita buruk!” Seorang penjaga melapor pada Menteri White.

“ Mwo? Apa yang mulia terluka?”

“ Shiro! Tapi salah satu pasukan Black Diamond menyerang Min Woo! Sekarang kami sedang mencari keberadaanya,”

“ Mwoo?! Pasukan Black Diamond?! Apa lagi yang mereka inginkan?” Menteri White geram.

“ Entahlah tuan, yang pasti keselamatan yang mulia semakin terancam, karena kita tidak tahu apa yang akan dilakukan pasukan Black Diamond pada yang mulia,”

“ Ye, tentu kita juga harus mengirim banyak mata – mata. Yang terpenting jangan sampai ratu tahu hal ini, arrasso?”

“ Arrasso,”

End of the Pov…

@ Dai Han University 

Kim Yoon Mi Pov…

Hari ini aku kembali menyamar, aku masih mencemaskan keberadaan Min Woo. Tak ada kabar pasti tentang keberadaannya sementara itu, aku juga masih harus menjalankan misi.

Aku berjalan jalan di lorong kampus memintai keadaan kampus. Tempatnya lumayan nyaman dan banyak manusia yang bisa membantuku mencari keterangan tentang para ghost hunter.

Hmm,, aku harus mencari seseorang yang berguna…

“ Anyeonghsaeyo,,” Aku membungkuk hormat pada beberapa mahasiswi yang berkumpul disana.

“ Oh.. Anyeong,” Mereka menyapa balik.

“ Mianhe, boleh aku bergabung? Aku mahasiswi baru disini. Mohon bantuannya. Mannapu, Chonun Kim Yoon Mi imnida,”

“ Mannapu pagapsumnida,”

“ Kya.. Siwon oppa.. Aigo,, yeppuda,,” Mereka berebut lihat namja di belakangku.

“ Siwon-shi? Nuguya?”

“ Nuguya? Kau tak tahu? Dia sangat terkenal sebagai pemburu hantu, katanya dia sudah banyak membunuh para hantu,”

“ Mwo?” Kuusahakan untuk tetap tenang.

Mereka mengabaikanku dan berlari menuju namja bernama Siwon itu. Mwo? Apa dia orangnya? Dia yang telah banyak membunuh rakyatku?

End of the Pov…

 

Sae Na pov..

Malam itu, aku melihat segalanya. Sosok menyeramkan yang selalu kupercaya sebagai legenda. Tak kusangka ini sungguh nyata. Perkataan ajjuma Sunny waktu itu bukanlah bualan belaka. Apakah ini berarti takdir memanggilku?

Flashback…

Weekend ini, ajjuma Sunny berkunjung ke rumah mungilku. Semenjak appa dan umma ikut meninggal bersama dengan ajjushi suami ajjuma Sunny, ajjuma selalu menjengukku sambil terus membujukku untuk tinggal bersamanya. Dia seolah terus merasuki dengan semua cerita dongengnya tentang dunia hantu bahkan mengaitkannya dengan kematian kedua orangtuaku.

“ Kim Sae Na,,”

“ Annyeong.. ajjuma, sudah lama menunggu? Silahkan masuk.”

“ Ne, gomawo. Apa kabar? Kau sehat?”

“ Tentu ajjuma, kau kan selalu merawatku,”

“ Tapi kan hanya seminggu sekali, sebaiknya kau tinggallah denganku, kau pasti akan jauh lebih baik. Tinggal di rumah sendirian itu tidak baik.”

“ Hehehe, kita sudah sering membicarakan ini ajjuma, dan kenyataannya aku selalu baik – baik saja. Lagipula mengapa kau begitu cemas?”

“ Sae Na-ah. Apa kau lupa? Aku sudah sering memperingatkanmu. Di dunia ini, bukan hanya manusia yang hidup, tapi juga para hantu yang berkeliaran. Berusaha menghabisi manusia terutama manusia yang sudah memiliki keturunan sebagai pemburu kaum mereka.”

“ Yay, ajjuma. Berhentilah mengarang seperti itu. Kita kan sudah dewasa.”

“ Aku sedang tidak mendongeng Sae Na, apa kau tidak pernah tahu pekerjaan orang tuamu? Mereka adalah Ghost Hunter.. Semua keturunan kita adalah Ghost Hunter..”

“ Ajjuma,, ayahku adalah seorang dosen sama seperti umma, dan mereka meninggal karena kecelakaan mobil.”

“ Itu adalah pekerjaan sampingan mereka untuk menutupi pekerjaan mereka darimu. Kau putri mereka satu – satunya. Mereka tak ingin kau terluka. Mereka menutup mata dan telingamu. Agar hanya kau satu – satunya yang tak tahu dan percaya akan hantu.”

“ Astaga ajjuma, berhenti bercerita tentang hantu. Aku sudah dewasa.”

“ Hhh, baiklah Sae Na, kau mungkin belum mengerti. Tapi kuharap kau waspada. Mereka mengintai kita. Mengintai para Ghost Hunter seperti kita mengintai mereka. Kau.. darahmu mengalir darah pemburu, untuk itu waspada.. malam ini dan seterusnya aku akan menginap disini sampai kau bersedia ikut bersamaku.”

“ Yay, ajjuma.. mengapa kau begitu percaya hantu.”

“ Karena mereka memang ada. Dan belakangan ini intensitas mereka merebak pesat. Jadi aku akan menjagamu.”

Flashback end.

“ Tok.. Tok.. Tok.. Sae Na..”

Suara ketukan pintu dari ajjuma, Hhh, apa dia sudah tahu? Kulihat jendela kamarku terbuka lebar meninggalkan secercah cahaya bulan yang menyaksikan pertarungan hebat tadi

“ Yay.. Sae Na.. buka pintunya!”

“ Hhh, ne.. ne… ajjuma.. sebentar.”

“ Apa yang terjadi? Kau baik – baik saja sayang? Aku mendengar suara perkelahian didalam.. dan.. dan… aku mencium darah hantu disini.”

“ Eh? Darah?”

“ Ne… itu dia.. benarkah?? Ckckck.. apa ini? White Ghost yang terluka.. tumben sekali.” Ajjuma mulai memeriksa sudut kamarku tempat pertikaian terjadi.

“ Dimana mereka sekarang?” Ajjuma menatap balikku.

“ Eh.. yang putih terbang sambil terluka, yang hitam menatapku sambil berkata ‘giliranmu akan tiba honey’ lalu terbang sama seperti yang putih.”

“ Hhh great.. Jadi.. Kim Sae Na, kau sudah percaya sekarang?”

“ Ne.. ajjuma, aku percaya.”

“ Rumah ini sudah tak aman bagimu. Sebaiknya kita pergi sekarang. Sebelum mahluk – mahluk itu kembali. Rumahku adalah markas besar Ghost Hunter, disana jauh lebih aman. Segera kemasi barangmu.”

“ Ye,”

End of the Pov…

Hyun Nie Pov..

Dia adalah Min Woo, salah satu angkatan Pure White Diamond yang sedang menjalankan misi. Semua penduduk Diamond Ghost tahu itu. Mereka bertiga terpilih menjalankan misi rahasia. Semua orang mengagung – agungkan para pasukan White Ghost.

Aku yakin dia orangnya. Aku memang tidak bisa merasakan aura hantunya karena terlindungi oleh kalung batu krystal miliknya, tapi indra penciuman hantuku cukup kuat untuk mengetahui dia yang asli.

Yang kucemaskan sekarang adalah ketika dia terbangun. Akankah dia membunuh kami semua? Aku dan keluargaku adalah keturunan Black Ghost. Kami adalah keturunan penghianat. Leluhurku berkhianat pada kerajaan sehingga kerajaan sekarang diambang kehancuran. Kaum kami terkucilkan. Tertindas oleh kelakuan para leluhur kami.

“ Hhh,” Dia mulai menggeliat menggerakan sayapnya yang sudah kuperban.

Aku bangkit dari ranjang dan siap mengeluarkan pertahanan. Aku adalah salah satu anggota pasukan khusus terbaik Black Ghost. Appa-ku Sandeul adalah mantan prajurit, dia berhenti karena tidak menyukai kekerasan. Aku juga tidak suka, tapi aku butuh perlindungan. Setidaknya keluargaku harus dilindungi.

Semenjak umma tewas di tangan White Diamond, appa berhenti menjadi prajurit. Sekarang ini aku dan keluargaku hidup dibumi dan memutuskan meninggalkan kerajaan hantu dan menjadi manusia seutuhnya. Hanya saja appa tidak tahu bahwa aku dan oppa – oppaku masih berjuang akan ilmu kami. Aku, Baro, Jinyoung, C.Nu, dan Gongchan oppa. Kami berlima berjuang mendapatkan hak kami tanpa sepengetahuan appa. Appaku tak mendendam pada kaum White, dia lebih berharap pertumpahan darah cukup berakhir.

“ BLUSH…” Hentakkan kasar sayapnya menjatuhkan barang – barang disekitar tempat tidur. Dia langsung mengepakkan sayapnya dan berusaha terbang di sekeliling tanpa memandangku.

“ BRAK..” Dia terjatuh.. sayapnya belum cukup kuat menopang tubuhnya.

“ Gwaechana?” Aku mendekatinya masih memegang pedang dan dalam wujud asliku. Dia terhentak dan terbang mundur tak terarah.

Kami terdiam

“ Mengapa kau tak menyerangku Black Ghost?” Dia memulai.

“ Aku tak bermaksud melukaimu.”

“ Lalu, mengapa kau mengeluarkan semua peralatan tempur?”

“ Aku memasang pertahanan. Kukira kau tidak cukup tahu budi untuk berterimakasih pada kami. Sehingga kupikir kau akan segera membunuh kami semua ketika sadar.”

“ Ani.. aku tak akan seperti itu..”’

“ Nde? Kau berjanji?”

“ Ye..”

Aku segera berubah ke wujud manusiaku dan membawanya kembali ke ranjang merebahkannya dan mulai mengganti perbannya yang sudah basah oleh darah.

“ Gomawo.”

“ Cheonma.”

“ Aku Min Woo,”

“ Aku tahu, kau pasukan khusus pengawal putri kan? Kau sangat berani. Mengapa kau terluka? Apa karena Ghost Hunter?”

“ Ne, kau tahu juga? Aku terluka karena berkelahi dengan Black Ghost.”

“ Mengapa kalian bertengkar?”

“ Kurasa karena mangsa kami sama. Aku tidak tahu kalau dia ternyata juga mengincar mangsa yang sama.”

“ Oh.. mianhe..”

“ Hh, wae?”

“ Kaum kami.. berbuat kesalahan lagi.”

“ Hh, aniyo.. bukan salahmu. Yang salah adalah orangnya bukan warnanya,” Dia tersenyum lembut. Senyum kebenaran yang selalu diagung – agungkan rakyat Diamond Ghost dari para White Ghost.

“ Gomawo.. Sebaiknya kau istirahat total beberapa hari ini. Lukamu amat parah dan lagi, kau harus memulihkan keadaanmu kalau kau mau menjaga putri.”

“ Hhh, nde tentu saja.”

“ Ya, kau bisa beristirahat disini kalau mau. Kurasa kau tidak cukup kuat untuk kembali ke rumah. Lagipula kau tidak akan bisa istirahat kalau disamping putri. Karena kau harus menjaganya. Tenang saja, keluarga kami bukanlah hantu pemangsa lagi. Kami mulai hidup sebagai manusia normal dan tidak ikut campur dalam urusan kerajaan.”

“ Benarkah? Lalu kau.. tadi..”

“ Hehehe, itu adalah pendidikan yang aku dan para oppa-ku ambil hanya untuk jaga – jaga. Tapi tidak menyerang atau membunuh. Kami hanya menjaga pertahanan diri kami. Setidaknya itu yang aku lakukan. Aku tidak tahu dengan para oppa-ku.

“ Lalu umma dan appa-mu?”

“ Appa sekarang adalah rakyat manusia biasa yang hidup dan bekerja seperti manusia. Umma-ku meninggal saat pertempuran dan semenjak itulah appa memutuskan agar kami hidup seperti manusia. Melepaskan diri dari belenggu permusuhan.”

“ Mian.. umma meninggal karena pertempuran sesama hantu?”

“ Ne, itulah yang terjadi.”

“ Mianhe membuatmu mengingatnya.”

“ Gwaechana, jadi… kau mau tinggal disini?”

“ Free?”

“ Of course..”

“ Tapi..” Aku kembali mengingatkan.

“ Jangan beritahu appa tentang kekuatanku. Appa tak pernah tahu kalau anak – anaknya juga seorang prajurit hantu. Maukah kau berjanji?”

“ Tentu saja.”

End of the Pov…

 

Author pov..

@ Dai Han university

Yoon Mi masih terus mengikuti aktivitas Siwon. Ghost Hunter yang mengambil jurusan bela diri dan sejarah. Serius dan penuh pesona, Yoon Mi berusaha mencari celah agar bisa memulai pembicaraan dengannya.

Menjelang sore, kampus mulai lengang, sementara Siwon sibuk mendeteksi keberadaan hantu dengan radarnya, Yoon Mi beraksi.

“ Umma… berkatilah aku,,” Yoon Mi memegang erat kalungnya dan kemudian melangkah maju menemui Siwon.

Berjalan lurus tanpa menatap Siwon, sengaja menabrak Siwon.

“ BRAK..”

“ Tit… tit… tit…” Radar Siwon sengaja dirusak Yoon Mi.

“ Ouh.. mianhada.. aku tak sengaja..”

“ Akh.. radarku… kau.. kau..” Siwon siap memarahi tapi tak sampai hati melihat wajah bersalah Yoon Mi.

“ Mianhada.. apa itu penting? Itu radar apa?”

“ Hhh, gwaechana.. tak penting… maaf sudah kasar.” Siwon

“ Mianhe.. Jeongmal mianhe. Aku sedang buru – buru.”

“ Buru – buru? Ada apa?” Siwon

“ Aku sedang mencari tempat tinggal. Aku butuh sebuah kamar,”

“ Bahaya apa yang mengancam?”

“ Kau… apa kau percaya dengan hantu?” Yoon Mi mengecilkan suaranya.

“ Hahaha.. apa kau murid baru?”

“ Nde..” Yoon Mi mengangguk polos.

“ Oh.. pantas.. kenalkan… Siwon imnida.. aku adalah Ghost Hunter. Kau tahu? Pemburu hantu. Aku bisa membantumu. Kau butuh perlindungan?”

“ Ne.. aku butuh perlindungan. Aku akan membayarmu mahal.”

“ Untuk yeoja yeppo sepertimu gratis pun tak masalah.”

“ Hehehe, gomapta.”

“ Tapi mengapa kau diincar?”

“ Entahlah, sepertinya leluhurku dulu adalah turunan kaum bangsawan yang mencoba mengadakan kesepakatan. Sehingga sekarang aku yang harus menanggung akibatnya. Aku harus menghindar.”

“ Baiklah, aku bisa membantumu. Kau bisa tinggal dirumahku.”

“ Mwo? Benarkah?”

“ Tentu.. kajja..”

“ Ne..”

Mereka pergi diawasi dua pasang mata yang sudah lama mengikuti jejak mereka.

“ Putri kita memang cerdik.” Kwang Min

“ Ne, tak kusangka, semudah itu dekat dengan Ghost Hunter nomor satu disini.” Young Min

“ Kajja, kita berpencar.. Kau pergi mencari jejak Min Woo dan aku menjaga Putri Yoon Mi,” Young Min

“ Nde.. hyung.. annyeong..”

“ Ne, hubungi kami jika terjadi masalah.”

“ Tenanglah..”

To be continued..

2 responses to “[Korean Fanfiction] Greatness Of Our Life (Chapter 3)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s