[Korea Fan Fiction] Bad Cookies [part 5a] – SHINee

*credit poster by avyhehe @ lazywonderland*

into & prolog >> part 1 >> part 2 >> part 3 >> part 4

Tittle :: Bad Cookies

Author :: Lee Hyona

Casts ::

♫ Lee Hyona or Ochie

♫ Lee Taemin or Lee Taepong

♫ Onew or Lee Jisun

♫ Park Sungra or Intan

♫ Key or Kim Kibum

♫ Choi Minho or Choi Minjae

♫ Kim Jonghyun or Kim Jongjin *mian kalo nama samarannya mirip sama nama perempuan

Genre :: Romance, Continue, Friendship, Comedy (itu juga kalo emang lucu) , etc.

Disclaimer :: Ini FF adalah 50% hasil pemikiranku n 50% hasil pemikiran sahabat author, Intan

NB :: bagi yg membaca jgn TERSINGGUNG, ini hanya FF SEMATA

Kawasan Wajib Coment!!

Silent Readers Dilarang Masuk!!

NO BASHING, PLEASE!!

***************************

Keesokan harinya…

04.30 WIB

 

DUK, SREEK, TAP, TAP *suara kaki yg aneh -_-

 

Suara berisik itu berhasil membuat Taemin terbangun dari tidurnya. Karena merasa kedinginan, ia menarik selimut berwarna putih lalu menutupi seluruh tubuhnya dengan benda tebal itu. Ia berjalan mencari sumber suara yang membuatnya terbangun. Baru beberapa langkah, ia ingat belum memakai kacamata hitamnya. Setelah memakai kacamata hitam dengan benar, ia melihat kearah pintu kaca pembatas antara ruang tamu dan balkon.

 

Taemin melihat bayangan dibalik pinu kaca itu. Bayangan yang bergerak kesana kemari. Tapi, gerakan2 itu idak asing lagi bagi Taemin. Itu adalah gerakan dancenya ketika mengikuti dance battle. Si magnae memutuskan untuk mendekat dan mengetahui siapa sosok dibalik pintu kaca. Sreek Taemin menggeser pintu kaca itu. Spontan, sosok yang Taemin perhatikan menghentikan aktifitas dan menoleh kearah nya. Tiba2 sekujur tubuhnya bergetar seperti orang yang ketakutan. Taemin kebingungan karena ia tidak bias melihat dengan jelas di kondisi yang gelap gulita. Sosok yang dapat dipastikan seorang yeoja berjalan mundur menjauhi Taemin.

 

“KYAA… SETAAAN!!!!” taemin gelagapan karena yeoja itu berteriak. Taemin maju 1 langkah, yeoja itu mundur 3 langkah.

 

“donal bebek maju 1 langkah, mundur 3 langkah, 1 2 3.” Si yeoja dan si Taem malah main donal bebek. *PLAKKabaikan

 

Back to story…

 

Yeoja itu mundur dan semakin mundur ke belakang. Ia juga member tanda agar Taemin tidak mendekat. Kaki yeoja itu tersandung sesuatu. Ia akan terjun bebas dari lantai 3 jika Taemin tidak menangkapnya. Dan di saat itu, Taemin bias melihat wajah yeoja itu dengan jelas.

 

“Hyona?” Tanya Taemin.

 

“T.. Taepong oppa.” Ujar Ochie. DUK! suara itu membuat mereka sadar dan berdiri. Ekspresi mereka berubah menjadi kikuk. “ng.. gomawo oppa. Kalau tidak ada Taepong oppa pasti aku sudah terjun dari sini” Tambahnya dengan melakukan bow.

 

Taemin tersenyum. “ne, cheonma. BTW, bagaimana kau bisa tahu aku lebih tua daripada kau?”

 

“hehehe.. itu salah satu kelebihanku.” Ujar Ochie.

 

“tadi, gerakan dance Taemin saat battle dance, kan?”

 

Ochie mengangguk. “tapi belum sempurna.

“hanya 1%”

 

“1% apanya. Aku rasa, gerakanku kacau semua.”

 

“mau aku ajari? Mungkin aku bisa sedikit membantu.” Ochie mengangguk dengan semangat. “ok, jangan berkedip ya.” Goda Taemin. Ochie hanya memukul lengan Taemin pelan.

 

Ochie memutar lagu yang sama dengan lagu yang ia putar tadi dengan volume super kecil yang hanya bisa didengar oleh Ochie dan Taemin. Ia takut mengganggu penghuni asrama lain. Pertama-tama, Taemin member contoh 1 gerakan lalu Ochie menirukan dan begitu seterusnya. Setelah semua gerakan sukses dikuasai, Taemin menantang Ochie untuk battle dengannya. Awalnya, Ochie sedikit ragu tapi ia tetap meng-iya-kan.

 

3 menit kemudian…

 

Taemin dan Ochie terlihat kelelahan. Ochie juga sempat ambuk. Mereka memutuskan untuk berhenti. Ochie mengambil selembar handuk kecil bersih dan segelas air putih lalu memberikannya ke Taemin. Mereka duduk menghadap pemandangan di sebrang asrama.

 

“ng.. kau.. apa kau baik2 saja? Tadi kau sempat jatuh. Aku jadi kawatir” Tanya Taemin.

 

“aku baik2 saja oppa. Hanya terlalu bersemangat. Padahal, staminaku tidak mencukupi.” Jawab Ochie santai.

 

Taemin meneguk airnya. “apa kau selalu melakukan ini?”

 

“setiap pagi.” Jawab Ochie singkat. Sedangkan Taemin hampir tersedak karenannya. Ochie melihat jam di dinding. “jam 5 pagi. Lebih baik Taepong oppa dan teman2 oppa keluar dari asrama sekarang. Jam 5 masih sepi tapi semua pintu sudah dibuka.” Taemin mengangguk lalu berdiri. “oh iya oppa.” Taemin menghentikan langkahnya dan berbalik arah. “tunggu kami di depan toko music disebrang jalan.” Taemin mengangguk dan berjalan kea rah hyung2nya yang masih tertidur di ruang tamu. Sedangkan Ochie membangunkan Intan yang masih tetidur di kamar (kamar di dalam kamar).

“hyung, ayo bangun.” Ujar Taemin seraya mengguncangkan tubuh hyungnya. Spontan Jonghyun dan Key terbangun. Berbeda dengan Onew dan Minho yang tidak bergerak dari tempatnya.

“aiss.. dasar raja tidur.” Gumam Taemin.

“aku punya ide. Tunggu saja disini. Ujar Key. Ia mendekati Minho dan Onew (ceritanya Onew dan Minho tidur di atas lantai). Key memegangi ke-2 bantal dibawah kepala Onew dan Minho. 3.. 2.. 1.. sreek DAAK! Terdengar suara benturan yang fantastis membuat Ochie dan Intan keluar kamar.

“apa yang terjadi?” Tanya ke-2 yeoja itu bersamaan.

“hehehe.. hanya metode membangunkan ala Key, maksudku Kibum hyung.” Ujar Taemin. Sedangkan Minho dan Onew kesakitan memegangi kepala mereka masing masing.

Ochie dan Intan hanya geleng geleng kepala. “kalau begitu, lebih baik kalian mandi dulu alu kabur dari sini. Kami baru saja mengemasi barang-barang kami.” Ujar Intan.

***

Beberapa menit kemudian…

“hyona~ sungra~” panggil Onew.

“kami sudah siap!” tambah Key. Mendengar tidak ada jawaban, Key menjadi kesal. “aissh, kemana mereka?”

“ehm.”

Key terkejut karena ke-2 yeoja yang dicarinya ada disebelah kanan-kirinya. “kalian mengagetkanku saja.” Ujar Key seraya mengelus dada. Sedangkan Ochie dan Intan mengancungkan jari mereka membuat huruf ‘V’.

“rencana sejanjutnya?” Tanya Minho.

“ayo ikut aku.” Ujar Ochie lalu berjalan keluar.

Ochie membuka pintu kamar perlahan-lahan dan mengintip keadaan sekitar. Setelah merasa cukup aman, mereka ber-7 mencoba berjalan tanpa terdengar suara sedikitpun dan memasuki lift. Setelah keluar dari lift, Intan dan Ochie berlari bak hantu. Karena, tidak terdengar suara hentakan kaki sedikitpun. Mereka mengecek pintu belakang, ternyata sepi. Kemudian mereka memberi kode ke member SHINee untuk maju dengan cepat. Setelah 5 namja itu keluar, ada hal yang tidak diharapkan terjadi.

“ehm.” Seseorang berdehem dari belakang Ochie dan Intan.

Mereka ber-2 berbalik. “miss..”

“kalian…” belum sempat meneruskan, Ochie dan Intan menyerobot.

“miss, kami keluar dari asrama ini.”

“bukan karena tidak nyaman, tapi kami mau pindah.”

“orangtua kami yang menyuruh.” Sebelumnya terimakasih atas semuanya.”

“ini kunci kamarnya.”

“uangnya sudah di transfer ke rekening miss Niken.”

“sekali lagi terimakasih miss.”

“sampai jumpa lagi.” Kata Ochie dan Intan secara bergantian tanpa member celah untuk miss Niken bicara. Mereka takut jika miss niken bicara yang aneh-aneh. Mereka keluar menyusul 5 orang yang sudah menanti didepan toko musik.

***

“kalian lama sekali.” Ujar Minho.

“mianhe oppa, ada gangguan.” Ujar Ochie yang masih mengatur napasnya yang tidak beraturan.

“ya, jarak segitu udah KO!! Payah.” Kata Intan.

“Staminanya tidak mencukupi lari dari asrama kesini. Jangan mengejeknya begitu!” ujar Taemin. Semua terdiam dan menatap Taemin dengan tatapan heran.

“bagaimana kau bisa tahu?” Tanya Jonghyun.

“entahlah, mungkin insting.” Jawab Taemin santai seraya bersandar di kaca toko musik.

“cepat ambil barangnya!” perintah Ochie yang masih mengatur napasnya.

“iya, iya.” Jawab Intan dengan nada kesal lalu memasuki toko itu. Tak lama, ia keluar membawa 2 benda. Gitar dan speaker. “ini.” Katanya lalu memberikan speaker ke Ochie.

“biar aku yang bawakan.” Ujar Key. Ia mengambil speaker dari tangan Ochie.

Ochie tersenyum. “gomawo oppa.”

“ne, cheonma. Lagi pula ini tidak berat.”

“kalau begitu, biar aku bawakan gitarmu.” Giliran Onew beraksi.

“jangan oppa! Tidak usah repot2.” Intan masih tidak mau melepas gitar dari tangannya.

“gwechana Sungra, biar aku bawakan.”

“err, gomawo oppa.” Onew mwnanggapi dengan tersenyum.

“ehm, maaf mengganggu. Sekarang kita kemana?” Tanya Jonghyun.

“cari uang.” Jawab Ochie yang mulai normal.

“mwo?” ujar Minho tidak percaya.

“cari uang? Caranya?” Tanya Taemin.

“cukup mudah, Taepong oppa dan Kibum oppa ikut aku. Sisanya ikut Sungra. 15 menit kita berkumpul di halte bis kemarin, jelas?” semua mengangguk. “let’s do it!” mereka berpencar mengikuti instructor (?) masing2.

End author POV

Key POV

Cari uang? Dimana ya? *di Bank banyak*. Aku dan Taemin hanya mengikuti langkah kaki Hyona.

Di kota ini sungguh aneh. Baru pukul 6 kenapa jalan raya ramai sekali? Hyona berhenti disebuah taman kota.

“gerakan dance apa yang kalian bisa?” Tanya Hyona. Aku dan Taemin dipenuhi tanda Tanya besar. “gerakan dance SHINee..” lanjutnya.

“semua.” Jawabku dan Taemin berbarengan.

“yang paling kalian suka?”

“Lucifer.” Kami menjawab dengan kompak.

“Lucifer terlalu poweful, yang lovely saja.”

“ kalau A-yo?” usulku.

“atau mungkin love like oxygen”

“atau the SHINee world?” usul Hyona.

“ya! Katamu jangan yang powerful!” protesku.

“hehehe, mian mian, aku…” ia tidak melanjutkan perkataannya. Ia seperti terpaku dengan sesuatu.

“kau, kenapa?” Tanya Taemin.

“rencana batal, jangan gerakan dance SHINee, ganti dengan SNSD.” Spontan aku dan Taemin terkejut. Apa mau yeoja ini? “aku baru ingat, sekarang SONE di kota ini sedang mengadakan gathering di sekitar sini. Mungkin saja kita bisa mendapat uang lebih banyak.” Kami mengangguk. “kalian mau lagu apa?”

“genie!” ujar kami ber-3 dengan kompak. Kami tertawa sejenak. *lalu berhenti*.

Hyona memutar lagu genie dari hp miliknya yang disambung ke speaker yang aku bawa tadi. 1 menit berlalu, Hyona benar, banyak orang berkumpul mengerubungi kami, mereka memakai kaos yang sama bertuliskan ‘We’re S♥NE’. Mereka juga bertepuk tanagn dan bernyanyi bersama. Oh iya, aku lupa. Saat ini, kami tidak sedang lypsinc, tapi bernyanyi. Dan Hyona yang menirukan line nada tinggi milik Taeyeon noona. Wow, percaya atau tidak, aku merinding dibuatnya. *maaf author nyelah bentar, sebenarnya author a.k.a Hyona ga bisa nyanyi setinggi itu. Mian ya, author bo’ong.*

Saat lagu genie selesai diputar, kami memasang pose hormat layaknya di MV genie. Semua penonton bertepuk tangan. Kami membungkuk seraya mengucapkan ‘kamsahamnida’ bersamaan. Hyona mlepas topi yang ia pakai lalu berkeliling ke penonton2. Aku rasa banyak sekali yang memberikan uang mereka.

Sesaat kemudian, Hyona berjalan kearahkami dan melakukan highfive. “ayo kita ke halte bus.”

***

Sungra / intan POV

Rasanya tidak mudah menyanyikan lagu hello diiringi gitar. Tapi mau bagaimana lagi? Aku tidak memiliki alat musik lain. Huft, tak apalah. Yang penting dapat uang.

Setelah selesai merapikan semuanya, kami berjalan menuju halte bus tempat kami bertemu kemarin.

***

Di halte bus…

“10 ribu, 30 ribu, 50 ribu, 99ribu 900 rupiah. Ah, nanggung.” Ujarku.

“gapapa… Alhamdulillah ya.” syahrini ala Ochie mode on -_-.

“sekarang kita kemana?” Tanya Minjae oppa.

“ke tempat tinggal kami yang baru.” Jawabku.

“mungkin ebih baik kita sarapan dulu.” Usul Kibum oppa. “atau, belanja bahan. Nanti memasak bersama-sama.” Tambahnya.

“boleh2, aku juga ingin tahu bagaimana rasa makanan korea. Rasanya sudah bertahun tahun tidak makan makanan korea..” aissh, aku keceplosan.

“kau pernah ke korea?” Tanya Jisun oppa. Aku hanya menggeleng. Aku tidak mau rahasiaku terbongkar.

“er, tapi apa tidak aneh belanja sambil membawa barang2 itu?” Tanya Jongjin oppa seraya menunjuk gitar dan speaker kami.

“dia benar, masak bersamanya nanti malam saja. Sekarang, cari warung atau restoran.” Ujar Ochie lalu melangkahkan kaki tanpa menunggu kami. 2 langkah, ia memegangi kepalanya. Langkah ke 5, ia berhenti. Oow, ini tidak bagus.

“oppa, tangkap Hyona!” ujarku, spontan kibum oppa berlari dan menangkap tubuh Ochie yang tidak sadarkan diri.

“Hyona, bangun. Hyona! Ya!” kibum oppa terus mencoba untuk membangunkan Ochie.

“TANGKAP MEREKA!” suara itu berasal dari arah depan kami.

“cih, sial.” Ujarku. Ada apa? Apa yang terjadi?” Tanya Jisun oppa.

“polisi. Sepertinya mereka sedang melakukan razia. Ayo, bersiaplah untuk menyelamakan diri kalian masing2.”

“tunggu, bagaimana dengan Hyona?” Tanya Kibum oppa.

Tiba-tiba Taepong oppa duduk membelakangi Ochie. “hyung, naikkan hyona ke punggungku. Aku yang menggendongnya.” Ujarnya.

“ppali! Mereka sudah dekat!” ujar Minjae oppa.

Setelah merasa cukup siap, aku memberi kode. “3, 2, 1 LARII!!!”

 

-TBC-

Aduh, mianhe, author buatpart 5nya segini. Sebenernya panjaaaaaaaaaaaaaaaang banget.

Tapi aq takut readersnya pada bosen n ga nge-feel. Buat part 5 b ditunggu ya..

Tolong tinggalkan jejak..

Gomawo :D

 

2 responses to “[Korea Fan Fiction] Bad Cookies [part 5a] – SHINee

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s