[Korea Fan Fiction] Bad Cookies [part 5b] – SHINee

*credit poster by avyhehe @ lazywonderland*

into & prolog >> part 1 >> part 2 >> part 3 >> part 4 >> part 5a

Tittle :: Bad Cookies

Author :: Lee Hyona

Casts ::

♫ Lee Hyona or Ochie

♫ Lee Taemin or Lee Taepong

♫ Onew or Lee Jisun

♫ Park Sungra or Intan

♫ Key or Kim Kibum

♫ Choi Minho or Choi Minjae

♫ Kim Jonghyun or Kim Jongjin *mian kalo nama samarannya mirip sama nama perempuan

Genre :: Romance, Continue, Friendship, Comedy (itu juga kalo emang lucu) , etc.

Disclaimer :: Ini FF adalah 50% hasil pemikiranku n 50% hasil pemikiran sahabat author, Intan

NB :: bagi yg membaca jgn TERSINGGUNG, ini hanya FF SEMATA

Kawasan Wajib Coment!!

Silent Readers Dilarang Masuk!!

NO BASHING, PLEASE!!

***************************

 

Author POV

Mereka berlari secepat mungkin menghindari kejaran polisi. Polisi-polisi itu jumlahnya semakin bertambah banyak. Spontan, 6 orang itu berpencar unuk mengecoh konsentrasi polisi-polisi itu. Saat di perempatan, Taemin + Ochie ke kiri, Intan & Onew lurus, Jjong, Key n Minho ke kanan. Otomatis, para polisi juga terbagi menjadi 3 grup.

***

“kenapa mereka masih mengejar? Otokhae?” tanya Taemin pada dirinya sendiri.

“hey! Berhenti!” seru 3 polisi yang mengejarnya.

“aku tidak mengerti dengan apa yang kalian bicarakan ><!” balas Taemin tak kalah lantang. Ia berlari secepat mungkin lalu bersembunyi di balik gerbang yang cukup besar.

“kemana mereka?” ujar polisi itu.

“ayo kita cari kesana.” Ujar yang lain.

Taemin mengintip keadaan di luar. Sudah aman. Polisi-polisi itu sudah menghilang. “aman. Dan saatnya membawa Hyona ke rumah sakit lalu menghubungi yang lain. Tapi, rumah sakitnya dimana ya?” taemin melihat ke atas. Di depannya tertulis ‘Hospital’. “ ternyata ada di depan mata” lanjutnya. Ia berlari ke rumah sakit itu dan memasukkan Hyona ke UGD.

Setelah diperiksa oleh dokter, Taemin duduk di kursi yang disediaakan yang letaknya tepat di samping Hyona yang belum sadar *bahasanya ribet –”.

“oh iya, aku harus menghubungi yang lain.” Taemin mengambil hp-nya. “yah~ pulsa ku habis” ia berpikir sejenak. “ng, pake hp Hyona boleh ngga ya? Ah, pasti boleh” ujarnya yang seenaknya sendiri. “tapi dimana? Seingatku, di jaketnya.” Taemin mencari hp milik Ochie di semua saku jaketnya.

Tak lama, “bingo! Aku dapat!” Saat mengambil benda elektronik persegi panjang itu, ia agak terkejut. “sepertinya ia fans beratku. Strap phone-nya memakai namaku, wallpapernya fotoku, bahkan tema hp-nya juga memakai fotoku.” Batinnya. “sekarang, tinggal mencari menu pesan. Ah, ketemu! Tapi, kirim pesan yang mana ya? Mungkin ini.” Taemin begitu serius karena hp Ochie menggunakan bahasa Indonesia. Jadi, wajar kalau dia bingung.

Setelah mengetik pesan dan mengirimnya, ia mengembalikan hp itu ke tempat asalnya. Tak sengaja, Taemin menangkap wajah Ochie yang sedang terlelap dalam pingsannya (?). “kalau dilihat-lihat, ia manis juga.” Ujarnya lalu tertawa dan senyum-senyum sendiri.

***

Sementara itu, di tempat lain, ada Onew – Intan yang masih kebingungan dan berputar-putar mencari tempat sembunyi untuk menghindari razia.

“oppa! Oppa! Gimana ini?”

“sembunyi di pohon! Ayo!” usul Onew.

“Gila! *ga bisa manjat, takut kena ulat” “kita lari aja!”

“Nyamar… aku sering lihat di film-film barat…”

“masa’? yang di sponsbob squarepants itu? *jyah~ tambah ngobrol –”.

Setelah beberapa menit berdebat, intan sudah tak punya ide, dan membawa lari paksa Onew. Tapi ada yang aneh, sepatu putih yang dipakai Intan berangsur-angsur berubah menjadi merah. Onew yang melihat hal itu bertambah heran dan bertanya-tanya.

“apa sepatunya secanggih itu sehingga bisa berubah warna? Atau mungkin kakinya terluka?” batin Onew. Degh “memang kaki Sungra terluka”

***

Onew POV ♥ >>simbol ini sahabat author yang nambahin

Aigoo~! Kakinya benar terluka… “Sungra, kakimu…” kataku sambil mengguncang lemah tangannya yang masih kugandeng. Tapi tak ada respon, ia diam saja dan terus berlari ke depan. Aku tak tega melihat kesadisan ini lagi. Dengan cepat aku mengajaknya berhenti dan mencari tempat untuk istirahat. Aku tak peduli kalau di tangkap polisi, yang penting Sungra selamat.

“oppa?! Apa yang kau lakukan?! Dipertigaan depan sudah ada toko langgananku. Kita bisa sembunyi disana..

“kakimu terluka! Disekitar sini tak ada rumah sakit, klinik, atau puskesmas kan. Kau mau kakimu jelek! Nanti tak ada pria yang menyukaimu!” aku menasehatinya dengan kataa-kata Key saat di dorm dulu.

drrt… drrt…’ hp ku bergetar tanda sms masuk.

From: 08XXXXXXXX

Hyung, aq Taem. Ini nomer hp Hyona. Ia blm sadar. Kami skg di UGD rumah sakit xxxx. Cepat kesini!

Aku mengetik balasannya,

Ok, OTW

Aku menunjukkan sms yang dikirim Taemin ke Sungra. “Sungra, dimana rumah sakitnya?”

“masih 1 km dari sini.” Jawabnya lesu. “dan melewati perumahan kecil..” tambahnya.

MWO?! Itu artinya masih jauh dong?! Tak ada pilihan lain… “ayo cepat naik ke punggungku.” Ujarku seraya berdiri membelakanginya.

“tidak usah, tidak usah!” ujarnya lalu meneruskan berjalan. Sebenarnya aku tidak tega melihatnya. Tapi ia keras kepala. Baru beberapa detik, ia sudah terjatuh.

“sudah ku bilang, naik ke punggungku!”

“ani.. aku baik-baik saja.”

“luka seperti itu dibilang baik?”

“itu mereka!” suara itu berasal dari belakang kami. Ternyata polisi-polisi itu sepat juga.

Bagaimana ini? Baiklah. Aku mengangkat tubuh Sungra dengan ke-2 tanganku (baca: menggendong di depan dada). “Sungra, tunjukan jalannya.”

“oppa! Kenapa kau mengangkatku seperti ini?!” ujar sungra seraya memberontak.

“diamlah! Nanti orang-orang mengira aku penculik!”

“oh iya, kau benar. Ok, aku akan diam.” Jawabnya dengan polos. Tak terasa, aku sedikit mengembangkan senyuman andalanku. “oppa, senyumanmu mirip dengan Onew ku.”

“jinjja?” ia mengangguk. “aku kan MVP sejati.” Ia tertawa. “tapi, apa tadi yang kau bilang? Onew ku?”

“ne, memang agak aneh. Tapi Onppa milikku!! Tidak akan ku biarkan direbut orang!!” aku tertawa mendengarnya. “oppa jangan tertawa! Aku kan jadi malu ><” Sungra menutupi wajahnya. “andaikan Onppa yang menggendongku saat ini.” Bisiknya, tapi aku masih bisa mendengarnya.

“mwo? Kau bilang apa tadi?” godaku.

“ani. Di depan belok kiri.”

“ne.” Selamat, impian anda terkabul. Semua ini membuatku terkekeh.

***

Minho POV

Tch, kenapa mereka masih mengejar? Memangnya apa salah kami? Cari uang massa’ tidak boleh?

“minho! Kita lari sampai kapan?” tanya Jjong hyung. Sebenarnya aku juga lelah.

“ya! Kita sembunyi saja.” Usul key hyung.

“tapi dimana?” tanyaku.

“di semak-semak itu saja!” ujar Jjong hyung seraya menunjuk sebuah semak belukar. Aku dan key hyung mengangguk.

“dalam hitungan ke-3, lalu loncat.” Key hyung memberi komando. “hana” lanjutnya.

“dul” tambahku.

“set!” sambung Jjong hyung.

“LONCAT!” kata kami bersamaan lalu loncat ke semak belukar itu. Beberapa detik kemudian…

“kemana mereka semua?” suara itu, sepertinya si polisi-polisi lambat. “mungkin ke sana.” Ujar polisi yang lain.

Tap, tap, tap, tap, tap, suara kaki yang berlari semakin lama semakin menjauh. Setelah tidak mendengar suara langkah kaki, aku mengintip dan mengintai ke keadaan sekitar. 100% aman. Dan aku memberi kode kepada hyung-hyungku untuk berdiri.

“akhirnya sekarang bisa tenang.” Ujar Key hyung.

Drrt… drrt… ada sesuatu yang bergetar dalam kantung celanaku. Ternyata ada sms dari nomer yang tidak ku kenal.

From: 08XXXXXXXX

Hyung, aq Taem. Ini nomer hp Hyona. Ia blm sadar. Kami skg di UGD rumah sakit xxxx. Cepat kesini!

To: 08XXXXXXXX

OTW!!

“hyung, apa kau tahu rumah sakit ini?” tanyaku seraya menunjukkan pesan dari Taemin ke hyung-hyung ku. Mereka hanya geleng-geleng kepala.

“kita tanya saja pada… PETA!” ujar Key hyung seperti Dora The Exploler. Memalukan -_-

“aha! Aku punya ide..” ujar Jjong hyung seraya menjentikkan jari. Spontan aku dan Key hyung menatap Jjong. “bagaimana kalau kita menyusuri jalan yang dilalui Taemin  tadi?”

“tumben otakmu encer hyung?” goda Key hyung. Yeah, aku sependapat dengannya.

“eh, pelecehan!” balas Jjong hyung.

“ssst..” ujarku dan ke-2 pasang mata menatapku. “eh? Tadi aku mau bilang apa ya? Author! Aku lupa! Naskahnya mana?!”

GUBRAAK
Back to story…

“hyung, ayo kita bergerak sekarang!” lanjutku (setelah menerima serangan bom nuklir dari author *PLAAK)

“OK!” seru merka berdua dengan kompak. Jongkey memang tidak bisa dipisahkan -_-

***

Author POV

Onew dan Intan tiba lebih cepat di rumah sakit tempat Taemin dan Ochie berada dengan posisi yang sama (Onew menggendong Intan). Dan sepertinya wajah Onew terlihat super lelah. Hal ini ditangkap oleh Intan.

“oppa, turunkan aku.” Pintanya.

“ani, kakimu terluka.”

“gwechana, ini sudah di rumah sakit, kakiku sebentar lagi akan diobati.”

“kau yakin?” Intan mengangguk. “baiklah, jika itu maumu.” Onew mwnurunkan gadis kecil (yang ga terlalu kecil) itu perlahan. Sebelum Intan melangkahkan kaki, Onew menarik tangan kiri Intan dan mengalungkan di lehernya. Perlahan tapi pasti, leader SHINee itu membantu Intan yang kesulitan berjalan.

Tak lama, Jonghyun, Key, dan Minho sampai di tempat tujuan mereka. Mereka ber – 3 juga melihat Intan dan Onew yang berjalan perlahan memasuki rumah sakit. Jonghyun yang memperhatikan Intan dari arah belakang, mulai dari ujung kaki sampai ujung kepala merasa ada sesuatu yang mengganjal di pikirannya. Begitu pula yang dirasakan Minho. Yeah, warna sepatu yang berbeda.

“hyung, ini mataku yang bermasalah atau memang warna sepatu Sungra berbedda satu dengan yang lainnya?” tanya Minho.

“aku juga berpikir begitu.” Jawab Jonghyun.

“aku rasa, itu ‘style’nya Sungra.” Jawab key santai.

“tapi, ini aneh.” Tambah Minho. Spontan JongKey memasang ekspresi bingung. “tadi pagi, warnna sepatunya putih, sekarang? Satunya putih, satunya lagi merah. Apa mungkin….?” mereka menatap mata satu sama lain.

“apa mungkin, sepatu Sungra masuk ke kaleng cat?” ujar Jonghyun. Dan, DUAGH Key dan Minho meluncurkan tinju mereka ke arah Jonghyun. “YAA!! Aku ini hyung kalian! Kenapa kalian memukulku?!!”

Tanpa menghiraukan hyungnya, Key dan Minho berjalan ke arah Onew dan Intan.

“ketarlaluan.” Gumam Jonghyun lalu menyusul yang lainnya.

“Sungra, ada apa dengan kakimu?” tanya Key.

“kakiku baik-baik saja.” Intan menarik tangannya dari Onew dan berdiri tegak. Semua mata melihatnya dengan tatapan ‘apa – kau – serius’. Ia menghela napas. “ok, kakiku terluka, tapi ini luka kecil, puas?”

“kau butuh ini.” Key mendorong sebuah kursi roda dari arah belakang Intan, otomtis, Intan duduk di atas kursi roda itu.

“biar aku yang dorong, kalian duluan saja.” Onew memberi komando.

“ne.” Jawab JongHoKey. Mereka berjalan meninggalkan Onew dan intan/

Intan berdiri dari kursi roda. Tapi Onew memaksanya duduk kembali. Intan berdiri lagi, Onew memaksanya duduk lagi, dan itu berlangsung cukup lama, yakni 10 detik *readers= authornya stress.

Lama kelamaan Intan tidak terima dengan perlakuan Onew. “oppa! Kenapa aku tidak boleh berdiri? Aku kan…”

“kakimu terluka! Duduk apa susahnya?!”

“tapi…”

“apa?”

“tapi, aku mau bilang mereka tadi salah jalan!”

“m..mwo? salah jalan?”

Jonghyun, Key, dan Minho kembali dengan ekspresi yang campur aduk.

“biar ku tebak, salah jalan?” goda Onew. Mereka ber – 3 hanya tertawa kecil.

“Sungra, dimana UGDnya?” tanya Minho. Dengan santainya, Intan menunjuk ruangan disebelahnya. JongHoKey shock dibuatnya.

“tunggu apa lagi? Ayo masuk!” ajak Key.

JongHoKey memasuki ruangan UGD terlebih dahulu lalu disusul Onew dan Intan. Namun, ketika baru memasuki ruang UGD, JongHokey terhenti. Ini membuat jalan Onew dan Intan terganggu.

“a…apa itu Taemin?” bisik Jonghyun. Key yang disebelahnya hanya mengangguk tidak percaya.

“tutup mata kalian.” Ujar Minho. Mereka menutup mata masing-masing dan mengalihkan pandangan dari ‘Taemin’. Onew dan Intan makin penasaran.

“awas, minggir-minggir.” Onew mendorong orang-orang yang ada di depannya. Onew terkejut dengan apa yang dilihatnya. Ia menutup mata Intan sebelum melihat apa yang ia lihat. “YA!! LEE TAEMIN!! APA YANG KAU LAKUKAN??!”

–TBC—

Cukup sian part 5bnya.. mian kalau ga menarik and flat m(_ _)m

Next part = 5c

Mohon tinggalkan jejak :D

6 responses to “[Korea Fan Fiction] Bad Cookies [part 5b] – SHINee

  1. I love your blog.. very nice colors & theme. Did you create this website yourself or did you
    hire someone to do it for you? Plz reply as I’m looking to construct my own blog and would like to know where u got this from. appreciate it

  2. I was curious if you ever considered changing the layout of your website?

    Its very well written; I love what youve got to say.
    But maybe you could a little more in the way of content so people could connect with it
    better. Youve got an awful lot of text for only having one or two
    pictures. Maybe you could space it out better?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s