[Korean Fanfiction] Whether I Hate You Or Not (Chapter 5)

Title                       : whether I hate you or not

Author                  : Kim Sae na a.k.a Devi

Rating                   : PG13/NC17/Straight/Series/On Writing

Genre                   : Romance/Angst/Tragedy/Family/Life

Cast                       :

Main Cast            : Super junior – Lee Donghae

Kim Yoonmi

Kim Saena a.k.a Choi Saena

Kim Yoonhee

Other cast           : SHINee – Choi Minho

SS501 – Kim Hyun joong

Super junior – Cho Kyuhyun

Disclaimer           : Super junior are belong to God,SM Entertaiment,and their parents

SS501 Kim Hyun joong is belong to God,DSP Entertaiment,and his parents.

SHINee Choi Minho is belong to God.SM Entertaiment,and his parents.

It’s just for fun. Please don’t sue me. This story is mine.

Don’t take this fanfic without permission from me. If you want to take this fanfic.

Please take with full credit.

Warning               : Lolicon,a little bit violence and NC

If you don’t like this fanfic. Please No Bash.

Don’t like. Don’t read.

A/N : Annyeong semua.. Aku minta maaf karena udah lama ga ngepost fanfic di sini. Jujur aku sedih banget liat respon FF ini makin lama makin dikit,aku tahu mungkin ini salahku karena bikin cerita yang ga menarik dan akhirnya semua yang udah baca pada bingung dan ninggalin FF ini,aku bener-bener minta maaf soal itu,karena konflik yang ribet udah jadi salah satu ciri khas aku dalam bikin FF,aku ga terlalu suka bikin FF yang konfliknya cuma satu. Maafin aku karena aku mungkin terdengar egois,aku cuma mau kalian komen di FF aku,kalo kalian liat di blog aku,chapter 5 FF ini aku pw,dan di sini FF ini ga aku protect. Aku cuma mohon kebaikan hati kalian buat komen di ff aku yang masih jauh dari kata bagus ini,aku minta maaf lagi kalo kalian kecewa karena ff ini ga sebagus yang kalian kira. Aku bener-bener kecewa sama comment yang dikit,kalo semakin lama comment ff ini semakin dikit,aku akan semakin lama ngepost chapter berikutnya. Aku sayang sama semua reader aku baik yang udah comment ataupun yang ga comment,tapi aku bener-bener lelah kali ini. Aku mohon sama kalian reader,tolong hargai aku. Aku cuma minta kalian memberiakan komentar untukku,satu kata aja juga akan aku hargai. 

Gomawo*bow

Chapter 5

Author pov

“ Annyeong omma.Apakah kau sedang ada tamu?” sebuah suara membuat keduanya menoleh.

“ Ahh kalian sudah pulang.”

Tamu yang tak diundang itu melihat sesosok yeoja yang berdiri tidak jauh dari pintu masuk.

        Dia.. dia putrimu..

        Perasaan itu..

Ikatan itu..

Ia yakin semuanya benar. Putrinya yang sudah ditinggalkan selama 17 tahun. Kini berdiri tidak jauh dari hadapannya. Memandang lugu ke arahnya dan ia pun tersenyum sambil sedikit mendunduk. Membuat yeoja paruh baya itu tertegun,menyesali semua perbuatannya di masa lalu. Menyimpan rapat-rapat keinginan untuk memilikinya lagi.

“ Ahh ne,Nyonya Park. Anda sudah akan pulang kan?” Tatapan tajam sang pemilik rumah menghunus telak pada kedua bola mata berlapis soflens biru itu.

Seolah mengerti isyarat yang diberikan. Ia hanya mengangguk pasrah dan menganmbil tasnya,bangkit dari kursinya dan melangkah menuju pintu.

“ Omma akan mengantarnya keluar.”

Setelah mereka sampai di luar,dua sosok anggun itu melanjutkan pembicaraan mereka yang sempat tertunda.

“ Kau sudah melihat putrimu kan? Kau sudah tahu kalau kami merawatnya dengan baik. Dengan kasih sayang materi dan mental secara cukup. Pergilah! Jangan mucnul lagi di hadapannya. Kau hanya akan membuatnya sakit.”

“ Ne,aku sangat berterima kasih karena kau merawatnya dengan baik. Tapi.. Aku ingin mengambilnya  kembali. Kalau kau tidak mau mengembalikannya secara baik-baik. Aku akan mengambilnya lewat jalan hukum. Ingat dia adalah putriku sampai kapanpun kau akan kalah.” yeoja anggun itu melangkah cepat pada mobilnya. Seorang supir dengan sigap membukakan pintu untuknya. Sebelum ia benar-benar masuk ia mendengar makian yang tertuju padanya.

“ Lihat saja,Kau tidak akan menang.. Kau tidak pantas disebut sebagai manusia! Ibu macam apa yang sudah membiuang dan meninggalkan anaknya selama 17 tahun dan sekarang mau mengambilnya kembali.Sungguh tidak tahu diri!”

***

        “ Wajahmu lebih kusut daripada baju yang tidak disetrika selama satu bulan,noona,ada masalah apalagi?”

Saena menoleh dengan perasaan malas,saat ini ia sedang tidak ingin diganggu siapapun. Perasaannya kacau balau,rasanya aneh sekali. Memang ia tidak akan heran kalau Yoonhee membawa omma,eonni,appa,atau siapapun juga untuk menghakiminya. Baginya Yoonhee tidak lebih dari seorang yeoja penakut dan manja.

Masih terbayang dengan jelas saat eonni Yoonhee menampar wajahnya,bahkan sakitnya masih terasa di pipinya,padahal jelas-jelas tamparan itu tidak meninggalkan bekas di kulit putihnya.Hanya saja ada perasaan aneh setiap mengingat satu gerakan yang menimbulakn sakit sesaat itu,entah mengapa rasanya hatinya ikut sakit.

“ Nonna,apa ada yang mengeroyokmu lagi? Apa ada bagian tubuhmu yang luka lagi?” Tanpa Saena sadari Minho sudah duduk di sebelahnya.

“ Ahh aniya…. Hari ini aku sedang tidak enak badan saja. Hanya itu.. Minho besok kau pulang saja duluan,aku akan pergi ke Shining Dream untuk mengerjakan tugasku,biar nanti aku pulang sendiri.”

            “ Jadi kau sudah membuat janji dengan Direktur Shining Dream itu? Aku baru saja meminta bantuan appa untuk membantuku karena kudengar Direkturnya sangat sulit untuk ditemui.”

“ Ne,Minho-ah,kau tidak usah khawatir aku sudah membuat janji dari minggu lalu hanya saja permiantaanku baru dikabulkan dan besok aku akan berangkat ke kantornya.”

“ Aku akan menemanimu,noona,kalau besok kau sendirian siapa yang akan mengantarmu pulang?”

“ Tidak usah Minho,aku sendirian saja.”

“ Apakah kau yakin,noona?”

“ Ne,aku tenang saja,Minho,aku ini yeoja pemberani..Ah ya ada satu hal yang ingin aku tanyakan padamu. Tapi kau harus berjanji tidak akan marah.”

“ Mwo? Ada apa noona? Tenang saja aku ini penyabar aku tidak akan marah. Hahahahaha..”

“ Apa kau menyukai Yoonhee?”

Minho terdiam beberapa saat mendengar pertanyaan Saena.Pikirannya berkecamuk saat ia bersama Yoonhee. Semuanya memang begitu indah dan jujur saja membuatnya begitu nyaman.Apakah itu yang disebut rasa suka?

“ Aku akui aku merasa nyaman berada bersamanya. Aku tidak tahu apa itu disebut rasa suka atau tidak. Dia cantik dan baik.”

“ Cantik? Baik? Dibutuhkan lebih dari sekedar itu semua untuk menyatakan kau menyukainya.”

“ Makanya aku bilang aku tidak tahu,noona. Mungkin aku perlu lebih dekat lagi dengannya untuk tahu bagaimana perasaanku padanya.”

Yoonhee kalau kau ingin mendapatkan Minho,kau harus berhadapan dulu denganku.

          “ Ada apa noona menanyakan soal hal itu?”

“ Ahh aniya.. aku hanya ingin tahu apakah namja cuek dan dingin sepertimu bisa menyukai seorang yeoja?”

“ Pertanyaan macam apa itu? Tentu saja bisa,noona!”

“ Hahahaha.. kau ini.. aku kan hanya becanda.”

“ Besok-besok aku main ke kelasmu ya noona? Aku berpura-pura mencarimu padahal aku ingin pendekatan dengan Yoonhee noona.”

“ MWO?? Andwae! Mereka semua tidak tahu ada hubungan apa aku denganmu. Kau mau aku dikeroyok lagi?”

“ Ahh benar juga. Yasudah aku akan ke kelasmu untuk menemui Yoonhee noona langsung.”

***

          “ Eonni,mengapa hanya seperti itu saja?” Yoonhee menaruh tasnya di meja kerja Yoonmi.

“ Apanya yang seperti itu saja?” Terdapat kerutan samar di dahinya. Pertanyaan Yoonhee tak urung membuatnya heran.

“ Kau katanya ingin melabrak yeoja yang sudah membuatku seperti ini. Tapi kenyataannya kau begitu mudah mempercayai janjinya,belum tentu ia menepatinya,eonni,bisa saja ia mengulanginya lain waktu.”

“ Yoonhee,kau tenang saja,kalau sampai Saena mengulanginya lagi,Eonni tidak akan segan-segan memberinya pelajaran. Sudahlah jangan pikirkan itu lagi.” yoonmi menatap pantulan bayangannya di cermin rias.

Memang ada suatu rasa aneh ketika ia berdekatan dengan Saena. Bagaikan ditarik oleh medan magnet,ia seolah tidak ingin lepas dari Saena,padahal ia sama sekali tidak mengenal anak itu. Itu pertama kalinya ia bertemu dengan Saena,setelah melihat yeoja itu,ia merasakan getaran aneh.

Bahkan ia sempat lupa tujuannya bertemu dengan Saena adalah untuk membuat perhitungan soal Yoonhee. Apalagi ketika tangannya menampar pipi Saena,rasa sakit menjalari seluruh hatinya,mencengkeram kuat setiap sudutnya,meninggalkan bekas luka cakaran tersendiri yang tidak bisa diketahui sebabnya.

Siapa yeoja itu sebenarnya? Mengapa seolah-olah Yoonmi sudah mengenal yeoja itu sebelumnya dan ia tidak tega sama sekali untuk menyakiti yeoja itu bahkan demi membela anaknya sendiri.

Yoonhee memandang Yoonmi dalam diam. Sejujurnya ia kecewa dengan perlakuan Yoonmi yang menurutnya terlalu datar. Sama sekali tidak ada pembelaan yang didapatkannya atas perlakuan Saena padanya. Mungkin ia terlalu manja dengan melibatkan orang lain dalam masalahnya sendiri.

Ia sama sekali tidak menginginkan Yoonmi masuk ke dalam masalah pribadinya,tetapi Yoonhee mengakui kalau ia terlalu lemah untuk menghadapi Saena sendirian. Ia butuh bantuan dan perlindungan orang lain,dan ia benci mengakui bahwa sebenarnya ia sudah kalah bahkan sebelum bertanding.

Oleh karena itu,ia menggunakan cara liciknya sendiri untuk mengalahkan lawannya. Cara yang mungkin akan dipakai semua orang untuk mendapatkan kemenangan dengan cara curang. Karena menggunakan kekuatan fisik tidak akan mendapatkan hasil yang cukup,biarkanlah otakmu dan pikiranmu yang mengerjakan semuanya. Maka kau akan menang dengan kelicikan dan kepintaranmu bukan dengan otot dan bagian tubuhmu.

“ Eonni,aku kembali ke kamar dulu..Annyeong.” Yoonhee mengambil tasnya yang terdapat di meja Yoonmi kemudian melangkahkan kakinya ke kamarnya sendiri.

Setelah suara pintu kamarnya tertutup,Yoonmi meletakkan kepalanya di meja rias. Pikirannya sedang kalut dan mungkin ia tidak bisa melakukan apapun,bahkan tidak bisa membuat desain,sesuatu yang sangat dicintainya selama ini.

Drrrttt drrrtt..

Yoonmi mengangkat wajahnya dari atas meja saat mendengar suara getar ponselnya yang terletak di sebelahnya. Saat melihat siapa yang menghubunginya,seulas senyum berkembang di bibirnya.

“ Yeoboseyo,Donghae-ssi,ada apa?”

Dari seberang sana,sang penelpon pun tidak urung ikut tersenyum saat mendengar suara seseorang yang sedang dihubunginya.

“ Besok kau ada waktu?”

Yoonmi melihat kalender yang terletak di meja kerjanya. Besok.. Tanggal 5 Maret.. Ia tidak ada kegiatan.

Tapi 5 Maret adalah ulang tahun…

Satu nama terlintas dalam benaknya,tapi sedetik kemudian di tepisnya pikiran itu dan kembali fokus pada Donghae yang sedang menunggu jawabannya.

“ Ahh ne,aku bisa..”

“Bisakah kita bertemu?”

Deg!

Bertemu? Untuk apa Donghae mengajaknya bertemu? Bukankah besok mereka juga akan bertemu di kantor? Apa maksud dari kata bertemu ini adalah bertemu secara pribadi?

“ Bertemu? Bukankah kita besok juga akan bertemu di kantor?” Yoonmi bertanya dengan nada ragu-ragu.

Donghae mengumpat pelan dalam hatinya. Ia lupa kalau besok masih hari kerja dan tentu ia akan bertemu lagi dengan Yoonmi di kantor. Tapi bukan itu yang itu yang ia maksudkan. Memang Donghae bisa mengajaknya pergi,saat mereka ada di kantor,tetapi itu terlalu beresiko.

Donghae tidak mau menjadi bahan pembicaraan oleh karyawannya karena ia terlalu dekat dengan Yoonmi,padahal ia ingin sekali selalu berdekatan dengan yeoja itu. Apalagi tujuannya menelpon Yoonmi saat ini hanya karena ia merindukan suara yeoja itu,mengajaknya pergi hanya salah satu alasan untuk mendegarkan suara Yoonmi yang lembut dan bagaikan lagu yang dinyanyikan langsung di telinganya.

“ Donghae-ssi..Donghae-ssi,anda masih di situ?”

Donghae tersadar dari khayalannya saat mendengar suara malaikatnya bernyanyi di telinga. Donghae tersenyum lagi saat membayangkan Yoonmi menjadi malaikat. Malaikat pembawa cinta untuknya.

“ Ahh ne,mianhae,Yoonmi-ssi,jadi bisakah kita bertemu di luar jam kantor? Di Rose Garden Café?”

“Ne,baiklah..”

“ Aku akan memjemputmu pukul 7 malam.”

“ Apakah itu tidak akan merepotkan?”

“ Tentu saja,aku yang mengajakmu keluar sudah sepantasnya aku yang menjemput dan mengantarmu pulang.”

Donghae seolah ingin menggigit lidahnya sendiri,karena tidak bisa memproduksi kata-kata. Sulit sekali untuk bisa berbicara dengan normal terhadap yeoja ini,apalagi mereka masih sama-sama menggunakan bahasa formal dan resmi.

“Donghae-ssi..Donghae-ssi..”

“ Ah ne?”

“ Anda melamun?”

“ Mianhaeyo..” Donghae merasa wajahnya memanas karena malu. Walaupun Yoonmi tidak berada di hadapannya. Tetap saja pesonanya membuat Donghae tidak berkutik.

“Sepertinya anda sedang banyak pikiran,Donghae-ssi,apa tidak sebaiknya pertemuan ini kita tunda saja?”

“ Ahh aniya.. tidak usah..”

“ Begitukah?”

“ Ne,aku baik-baik saja.”

“ Baiklah sampai bertemu besok.”

“ Ne,annyeong.”

***

Yoonhee Pov

“ Cihh.. jangan pikir kau sudah menang,Saena,kau tidak tahu apa yang akan aku lakukan dengan semua bukti ini.” Aku tersenyum saat melihat foto yang ada di ponselku.

Foto Saena dan Minho yang sedang berpelukan. Untungnya aku tidak bodoh saat mengetahui mereka melakukan itu. Aku tahu cepat atau lambat Saena akan menjadi penghalang hubunganku dengan Minho,aku tidak akan membiarkan semua itu terjadi. Aku tidak akan menyerahkan orang yang aku cintai padanya. Ia tidak pantas untuk Minho.

Sebenarnya aku tidak tahu ada hubungan apa diantara Minho dan Saena, tapi aku yakin sekali hubungan itu di luar hubungan sebatas teman biasa. Apalagi selama ini Saena tidak pernah terlihat dekat dengan Minho. Mereka tidak pernah berkomunikasi,bahkan aku ragu Saena dan Minho saling mengenal.

Tapi melihat kejadian itu,aku yakin mereka mempunyai hubungan khusus hanya saja selama ini mereka berusaha menyembunyikannya. Sehingga tidak ada yang tahu mereka berdua saling mengenal bahkan mempunyai hubungan yang dekat.

Aku tidak akan menyangkal lagi,aku memang mencintai dia. Sungguh lucu memang kalau aku jatuh cinta pada hoobae. Pada namja yang jelas-jelas lebih muda dariku.Tetapi perasaanku memang tidak bisa dibohongi,aku mencintainya dan aku tidak mau melepasnya dengan alasan apapun.

Aku tidak peduli apakah ia mencintaiku atau tidak,aku akan tetap mempertahankannya di sisiku. Mungkin aku terdengar egois,tetapi aku memang tidak akan melepaskan ambisiku untuk mendapatkannya. Termasuk dengan menyingkirkan benalu-benalu penghalangku.

Saena,adalah salah satunya. Yeoja yang biasa-biasa saja dan tidak popular. Aku tidak percaya hal itu,Minho begitu popular,apa alasannya dekat dengan yeoja seperti Saena. Ini sungguh aneh!

Aku mengambil ponselku dan menekan beberapa angka. Setelah menunggu beberapa saat,terdengarlah suara yang membuatku ingin mencekik pemilik suara ini.

“ Ada apa nona Yoonhee yang terhormat?”

“ Yaa! Yeoja tidak tahu malu! Mungkin kau bisa membodohi eonniku,tapi aku tahu apa yang ada di pikiranmu. Tunggu saja dan kau akan tahu pembalasanku,tenang saja kali ini aku akan melakukannya sendirian.”

Klikk

Aku memutuskan sambungan telepon,sebelum ia menjawab ancamanku. Tunggu saja samapi waktu yang tepat,kali ini aku akan membiarkanmu tertawa. Tapi nanti setelah aku menyebarkan foto ini,jangan harap air matamu akan berhenti.

End of the pov

***

Donghae pov

            “ Apa jadwalku hari ini?” Aku melihat tumpukan map di atas mejaku dan entah mengapa aku merasa jenuh dengan semua pekerjaanku.

“ Hari ini anda tidak ada meeting atau janji bertemu client,tuan,tapi anda ada janji bertemu dengan siswa dari Seoul International High School,untuk memenuhi tugas sekolahnya,surat dari pihak sekolahnya sudah aku sampaikan padamu,tuan,dan kau menyetujui untuk bertemu dengannya hari ini.”

Aigoo.. Aku lupa ada janji bertemu dengan seorang siswa sekolah. Aku terlalu senang karena aku akan pergi dengan Yoonmi hari ini,sehingga melupakan janji dengan anak itu. Aku ingin membatalkannya,tapi aku tidak enak padanya,yang harus menunggu lama untuk dapat bertemu denganku.

“ Ahh ne,dia akan datang jam berapa?”

“ Jam 3 sore,tuan.”

“ Baiklah,hanya itu saja janjiku hari ini?”

“ Ne..”

“ Ghamsahamnida,kau boleh keluar.”

Setelah Jae hwa,sekretaris pribadiku,keluar dari ruangan. Aku segera menutup laptopku dan merapikan beberapa kertas yang berserakan di sekitar laptopku. Hari ini aku sama sekali tidak konsentrasi bekerja. Hal ini tidak boleh berlangsung terlalu lama,bisa-bisa jabatanku sebagai Presiden direktur di perusahaan ini dicabut oleh appaku.

Beberapa waktu lalu jabatanku hanya sebagai direktur,sedangkan jabatan Presiden direktur masih dipegang oleh orang kepercayaan appaku. Tetapi minggu lalu,dengan tiba-tiba appa menaikkan jabatanku menjadi Presiden direktur. Aku senang akhirnya appa mempercayakan jabatan itu padaku,walaupun akhirnya tugasku bertambah semakin banyak.

Yoonmi..

Yeoja itu dengan misterius masuk ke dalam hidupku,dari suatu pertemuan tidak terduga,menimbulkan suatu rasa. Mungkin ini adalah hal biasa,mungkin ini adalah kejadian biasa. Berawal dari suatu ketidaksengajaan menjadi cinta yang terselubung.

Memang hanya suatu hal biasa yang sering terjadi bagi setiap insan di dunia,tapi berwal dari hal biasa itulah,aku merasakan sebuah perasaan bermekaran di hatiku.Perasaan asing.. mungkin bagi sebagian besar orang perasaan ini biasa ada di hati mereka,tapi tidak bagiku,aku belum pernah mengenal cinta.

Yoonmi adalah yang pertama bagiku. Ironiskah? Selama 30 tahun hidupku aku tidak pernah jatuh cinta? Normalkah aku sebagai manusia?

Aku akan dengan senang hati mengatakan kalau itu normal bagiku. Tetapi yang tidak normal adalah darimana datangnya cinta itu? Bagaimana ia bisa tumbuh dan memenuhi semua lahan tanpa sisa? Bagimana ia bisa berkembang menajdi suatu perasaan hati? Bagaimana ia bisa mempengaruhi setiap makhluk untuk merasakan efeknya? Merasa senang bagaikan sebuah candu.

Sayangnya cintaku terpaut pada sesuatu yang tidak mudah digapai. Saat pertama aku melihatnya,pikiranku dangkal.Aku hanya menilai dia sama seperti yeoja lainnya,yeoja yang hanya bisa mementingkan penampilan,arogan,dan tentu saja tidak akan masuk ke dalam list kategori yeoja yang bisa meluluh lantahkan hatiku.

Dia adalah seseorang yang berbeda. Dirinya diselimuti kabut misteri,bahkan Eunhyuk pun tidak bisa membantu banyak mengenai informasi tentang yeoja itu. Ada sesuatu yang membuatnya menutupi dirinya. Ia mungkin sepertiku karena sampai umur 30 tahun ia belum bersuami. Ia mungkin adalah seorang workaholic,seperti itulah penilaianku terhadapnya.

Tapi aku tidak akan menyangkali satu hal..

Aku mulai merasakan cinta ini tumbuh semakin dalam dan aku tidak akan membiarkannya redup..

End of the pov

***

Saena pov

“ Jadi kau akan menemui Presdir dari Shining Dream?” Minra menatapku seolah aku adalah binatang purba yang langka. Tatapannya itu sungguh membuatku risih. Ada apa dengan otak anak ini? Apa sudah korslet?

“ Ne,aku sudah membuat janji dari bulan lalu dan baru sekarang beliau bisa menemuiku. Apa menurutmu itu aneh bagi orang sesibuk dia?”

“ Aneh! Bukan karena kau baru bisa menemuinya setelah satu bulan membuat janji. Tapi karena kau bisa menemuinya langsung. Apakah kau yakin kau akan bertemu dengan Presdirnya bukan dengan asisten atau sekretarisnya?”

“ Aku sudah berbicara dengan sekretarisnya tadi pagi untuk memastikan aku bisa bertemu dengan Presiden Direktur Lee Donghae.”

“ Wahhhh kau ini beruntung atau bagaimana? Kau sudah membuatku kaget setengah mati karena tiba-tiba saja Minho menarik tanganmu dan ternyata selama ini dia adalah dongsaengmu,sekarang kau membuatku kaget lagi karena kau bisa bertemu langsung dengan Presiden Direktur salah satu perusahaan Fashion paling berpengaruh di Korea.”

“ Kau ini selalu menggangap hal-hal biasa menjadi hal istimewa. Tidakkah itu terlalu berlebihan?”

“ Bukannya terbalik? Kau yang selalu menganggap hal istimewa sebagai hal biasa.”

“ Aishh,sudahlah,aku juga paling hanya bisa mewawancarainya sebentar,dia kan orang sibuk. Lalu kau sendiri,bagaimana?”

Minra hanya tersenyum dan aku tahu arti senyuman itu adalah kalau ia belum mengerjakan tugasnya sama sekali. Dasar anak ini!

“ Lalu bagaimana rasa menjadi noona dari seorang anak yang tampan dan baik seperti Minho?”

Tampan? Baik? Sebenarnya berapa besar besar pengaruh Minho pada yeoja-yeoja di sekolah ini? Kenapa semua orang memujinya sampai seperti itu? Mereka saja yang tidak tahu sifat asli anak itu.

“ Biasa saja,kau pikir apa istimewanya? Dia popular dan aku tidak.. Lalu apa untungnya? Berdekatan dengannya mungkin malah membuatku pusing,kau kan sudah aku ceritakan kemarin.”

“ Ahh ne.. ne.. aku tahu.. memang berat punya dongsaeng yang terkenal seperti itu.”

“ Ne,kalau kau jadi aku mungkin kau menyesal sudah mempunyai dongsaeng sepertinya.”

Aku ingin membencinya,sama seperti aku sering menjelekkannya di depan semua orang,bersikap seolah-olah tidak peduli padanya. Tapi aku tidak bisa,aku mengenalnya selama 15 tahun,aku mengenalnya bahkan sama seperti aku mengenal diriku sendiri. Sulit bagiku untuk menyangkal dari kenyataan bahwa aku sangat menyayanginya.

Walaupun kenyataan bahwa aku iri padanya,membuatku secara tidak sadar membuat benteng pertahanan yang tidak bisa dimasuki olehnya.Hanya itu tindakan yang bisa aku lakukan. Membencinya bagiku adalah suatu kemustahilan.

***

          “Annyeong Haseyo,Chonun Choi Saena imnida,aku sudah membuat janji untuk bertemu dengan Tuan Lee Donghae.”

Yeoja berbola mata cokelat gelap dan berambut dengan warna senada dengan matanya tersenyum saat aku memperkenalkan diriku.

“ Annyeong Saena,chonun Park Jae hwa imnida,Tuan Lee sedang berada di ruangannya.Aku akan mengantarkanmu ke sana.”

Setelah melewati beberapa lorong,akhirnya kami sampai di depan ruangan Tuan Lee,aku berpikir pasti orang seperti Tuan Lee,adalah sejenis orang yang dingin dan workaholic,kalau saja Minra tidak memberitahuku kalau Tuan Lee ini masih muda dan belum menikah,kemungkinan besar aku akan mengira dia adalah seorang ahjussi tua.

“ Masuk..” Terdengar sebuah suara dari dalam ruangannya setelah nona Jae hwa mengetuk pintu.

“ Tuan Lee,ini adalah Choi Saena,siswa yang ditugaskan untuk mewawancarai anda.” Aku memperhatikan setiap lekuk ruangan ini. Ruangan yang tidak terlalu besar,tetapi nyaman,bisa dilihat dari ruang kerjanya yang penuh berkas-berkas,kalau Tuan Lee adalah seseorang yang sangat sibuk sekali,benar kata Minra,aku beruntung bisa bertemu langsung dengannya.

“Ah ya,senang bertemu denganmu,Saena..”

Aku hanya bisa terdiam melihatnya.. Sosok itu begitu sempurna di mataku. Setiap jengkal tubuhnya seakan tidak bisa lepas dari jarak pandanganku. Tuhan kenapa kau ciptakan makhluk begitu indah?

“ Ne,tuan Lee,suatu kehormatan bisa bertemu langsung dengan anda.”

“ Kalau begitu saya permisi dulu.” Nona Jae hwa meninggalkan ruangan Tuan Lee. Aku hanya bisa terpaku di tempatku berdiri. Aku tidak tahu harus mengatakan hal apa,pikiranku seolah hilang entah kemana.

“ Silahkan duduk,Saena.”

Aku melangkahkan kakiku menuju salah satu sofa dalam ruangannya. Kakiku seolah tidak menapak tanah,aku hanya mengikuti kemauan hatiku melangkah,pikiranku sudah dibekukan oleh sesuatu yang abstrak.

“ Jadi apa yang ingin kau ketahui mengenai perusahaan Shining Dream? Sebelumnya supaya acara ini tidak terkesan kaku. Kau boleh memanggilku dengan sebutan oppa,memang di umurku yang sekarang,aku sudah pantas dipanggil ahjussi,tapi percayalah aku tidak menyukai panggilan itu,apalagi aku merasa masih muda.” Tuan Lee tertawa renyah saat mengatakan itu. Sejujurnya aku juga merasa canggung kalau kami masih menggunakan bahasa terlalu formal,tapi kalau menggunakan bahasa yang terlalu santai itu juga akan membuatku terlihat tidak sopan di matanya.

“ Ahh ne Donghae oppa,mianhae lidahku masih tidak terbiasa dengan panggilan itu,tuan Lee,itu terkesan kalau saya tidak menghormati anda.”

“ Hahahahaha… aku tidak gila hormat,Saena,panggilah aku oppa,itu akan membuatmu lebih nyaman.”

Aku hanya melemparkan senyum malu-malu,aku tidak bisa menatap matanya langsung,aku ingin sekali meleleh di sini. Pesona Tuan Lee terlalu menyilaukan mataku. Aku tidak tahu apa yang membuatku terpesona padanya. Mungkin karena fisiknya yang sempurna dan sikapnya yang sangat ramah dan bersahabat padaku. Sangat jauh dari perkiraanku sebelumnya tentang kepribadian seorang Tuan Lee.

“ Sejujurnya saya sangat tersanjung dengan penyambutanmu yang ramah,oppa.”

“ Anggap saja aku ini oppamu,tanyakan saja semua hal yang ingin kau ketahui dariku mengenai Shining Dream.Aku akan menjawab semuanya sebisaku.”

Yang selanjutnya terjadi adalah pembicaraan kami didominasi oleh angka-angka dan grafik perusahaan ini. Membuatku semakin kagum pada sosok seorang Lee Donghae. Apalagi diusianya yang masih terbilang muda untuk seorang Presiden Direktur perusahaan fashion terkenal. Aku sangat salut pada keseriusannya membina perusahaan bahkan sampai ia belum menikah diusianya sekarang.

“ Jadi ada berapa brand yang dikeluarkan oleh Shining Dream?”

“ Ada banyak merek yang dikeluarkan oleh perusahaan kami.Beberapa diantaranya adalah Rainbow,L.Peach,Blue-X,dan masih banyak lainnya.”

“ Oppa kau membuatku semakin kagum. Semua merek yang kau sebutkan adalah merek-merek terkenal dan sering dipakai selebriti.”

“ Itu semua adalah hasil kerja keras appaku yang memulai semuanya dari bawah,saat perusahaan ini jatuh ke tanganku,pekerjaanku hanya tinggal meneruskan perusahaan yang sudah besar dan terkenal.”

“ Tapi perusahaan ini tidak akan berjalan tanpa pemimpin hebat sepertimu.”

Tok tok tok

Suara ketukan di pintu membuat pembicaraan kami terhenti. Aku kecewa karena harus menunda obrolanku dengan Donghae oppa. Tapi aku tidak boleh egois,siapa tahu tamu itu sangat penting untuknya.

“ Annyeong,Yoonmi-ssi,ada apa?”

Aku menoleh saat mendengar sebuah nama disebut oleh Donghae oppa. Yoonmi..Jangan bilang Yoonmi yang ia maksud adalah eonni dari yeoja tidak berperasaan itu.

Tetapi harapanku tidak terkabul saat aku melihat sosok yang tadi disapa oleh Donghae oppa. Yoonmi eonni tersenyum sangat manis pada Donghae oppa.

“ Aku hanya ingin menunjukkan beberapa hasil desainku. Ini contoh desain-desain pertamaku saat aku bekerja di sini.”

Aku baru tahu kalau Yoonmi eonni bekerja di Shining Dream. Berarti ia sangat hebat sehingga bisa diterima di perusahaan sebesar ini.

“ Donghae-ssi,kau sedang ada tamu?” Yoonmi eonni melongokkan kepalanya dan ia melihatku. Aku tidak tahu apa yang ada di pikirannya saat ini,mungkin ia masih kesal karena pertengkaranku dengan Yoonhee beberapa waktu lalu.

“ Ne,itu Saena,salah satu siswi Seoul International School,yang bertugas mewawancaraiku mengenai Shining Dream.”

Aku bisa melihat ekspresi kekagetan terpancar dari wajahnya. Aku jadi merasa bersalah telah melukai Yoonhee,aku tidak tahu perasaan apa ini. Tapi aku merasa sedih dan sakit,kalau Yoonmi eonni membenciku,padahal aku dan dia sama sekali tidak saling mengenal.

“ Ah kalau begitu aku keluar dulu. Mianhaeyo telah menganggu waktumu.”

“ Gwechana.. Kau bisa kembali setelah Saena menyelesaikan tugasnya.”

“ Ne..” Setelah Yoonmi eonni keluar,aku tersenyum pada Donghae oppa yang sedang berjalan ke arahku.

“ Jadi apa yang ingin kau tanyakan lagi?”

“ Euhmm oppa kalau aku boleh tahu,apa Yoonmi eonni bekerja di sini?”

“ Ne,dia adalah desainer utama kami yang baru.”

“ Ah begitu.”

“ Apa kau mengenalnya?”

“ Ne,dia adalah eonni dari temanku. Tapi aku baru pernah bertemu dengannya satu kali.” Itupun dengan kondisi yang tidak mengenakkan,tambahku dalam hati.

“ Yoonmi adalah yeoja yang baik dan menyenangkan,temanmu pasti senang mempunyai eonni seperti dia.”

Aku hanya tersenyum canggung saat Donghae oppa memuji Yoonmi eonni. Aku sama sekali tidak tahu harus berkomentar apa tentang hal itu. Yang bisa aku tangkap adalah Donghae oppa dan Yoonmi eonni mempunyai hubungan khusus.

“ Ahh mian,tadi sampai di mana kita?”

End of the pov

***

Yoonhee Pov     

Aku memandang pintu ruangan di hadapanku dengan senyuman terkembang di bibirku. Hari ini aku akan bertemu dengan calon ayah mertuaku. Berlebihankah kalau aku mengatakan Tuan Choi adalah calon ayah mertuaku?

Ya,aku akui aku terlalu percaya diri dalam hal satu itu. Aku memang belum tahu Minho menyukaiku atau tidak,walaupun aku yakin 100 % cepat atau lambat Minho akan menjadi milikku,belum tentu kedua orang tuanya menyukaiku. Makanya mendaoat tugas untuk mewawancarai ayahnya adalah salah satu keberuntungan terbesar dalam hidupku.

Aku bisa lebih dekat pada ayahnya dan secara tidak langsung pada ibunya. Itu merupakan  modal yang cukup untuk bisa diterima sebagai menantu keluarga Choi kurasa. Aku akan membuat ayahnya merasa terkesan denganku dan lama-lama ia akan menyetujui hubunganku dengan Minho.

“ Jadi kau yang bernama Kim Yoonhee?” Aku hanya mengangguk dan memberikan senyum terbaikku padanya.

Sosok ayahnya Minho tidak jauh berbeda dari gambaranku tentangnya. Aku memang sedikit gugup saat akan bertemu dengannya,tapi melihat keramahannya padaku,membuyarkan semua kegugupanku.

Sejujurnya aku merindukan sosok seorang ayah seperti dia. Appaku sangat dingin dan jarang sekali mau berbicara padaku. Aku tidak tahu apa yang menyebabkan dia seperti itu,mungkin karena dia terlalu sibuk. Tetapi entah perasaan darimana,aku merasa appa membenciku.

Mungkin ini hanya pikiranku belaka,karena tidak ada orang tua yang membenci anaknya,aku hanya berharap itu benar. Walaupun aku tidak dekat dengan appaku,aku tetap menyayangi dan menghormatinya sebagai orang tuaku.

“ Ahh ne,Tuan Choi..”

“ Panggil saja aku ahjussi,kudengar kau adalah temannya Minho,benar begitu?”

“ Ne,ahjussi,aku memang teman Minho,aku adalah sunbaenya.”

“ Baiklah,apa yang ingin kau ketahui tentang SYN Star?”

Aku berusaha menunjukkan image baik di depan Tuan Choi,aku harus membuatnya menyukaiku,maka jalanku bersama Minho akan lebih mulus. Wawancaraku dengan Tuan Choi berjalan dnegan lancar,aku memang merasa tidak enak karena bertanya terlalu banyak,tetapi kenyataannya Tuan Choi bersedia menjawabnya dan ia tidak merasa marah ataupun risih padaku.

“ Apakah semuanya sudah cukup?”

“ Ne,ahjussi,Ghamsahamnida atas waktunya.”

“ Tentu saja,aku bisa melihat kau adalah yeoja yang baik dan ramah,aku senang kalau kau bisa berteman dekat dengan putraku,apalagi selama ini ia tidak pernah terlihat dekat dengan yeoja manapun.”

“ Aku bisa melihat itu,ahjussi,dibalik sifatnya yang dingin aku tahu ia adalah namja yang baik,aku senang bisa berteman dengannya.”

Aku tahu ini akan berhasil,sepertinya Tuan Choi sudah mulai menyukaiku. Aku memang hebat dalam mengambil hati calon ayah mertuaku ini dan aku tinggal mengambil hati ibunya,lalu semuanya selesai.

“ Minho pasti senang berteman denganmu,beberapa minggu belakangan ini aku bisa melihat perubahan yang jelas dalam dirinya. Ia menjadi lebih bersemangat kalau pergi ke sekolah,dan ia lebih sering tersenyum dan aku yakin itu semua karena ia mengenalmu.”

“ Jeongmal? aku turut senang mendengarnya..”

“ Yoonhee,bolehkah aku meminta sesuatu padamu?”

“ Ne,tentu saja,ahjussi.”

“ Aku tidak tahu apakah kau hanya sebatas berteman atau kau adah yeojachingunya,aku tidak keberatan kalau kau adalah yeojachingunya,asalkan Minho bahagia aku juga bahagia,tolong Yoonhee jangan buat Minho kecewa. Aku tahu permintaanku sangat aneh,harusnya Minho yang menjagamu dan membuatmu bahagia.Tetapi Minho bukan tipe namja yang mudah jatuh cinta,aku minta tolong Yoonhee,hanya kau yang bisa membuat Minho seperti itu.”

Aku sangat tersanjung dengan kata-kata Tuan Choi. Benarkah Minho berubah karenaku? Bagiku itu sudah cukup membuktikan kalau ia juga mencintaiku. Tanpa diminta oleh Tuan Choi,aku tidak akan mengecewakan Minho,karena aku juga mencintainya.

Tanpa sengaja mataku tertumbuk pada salah satu bingkai foto yang terdapat pada meja kerjanya. Di situ terdapat sepasang suami istri dan anak-anak mereka. Suami istri itu sudah pasti Tuan dan Nyonya Choi,anak laki-laki itu sudha pasti Minho. Aku tersenyum geli saat melihat foto masa kecilnya. Ia snagat lucu ketika masih kecil.

Tetapi.. Siapa anak perempuan dalam foto itu? Apakah Minho mempunyai kakak atau adik? Minho sangat tertutup,jadi tidak ada yang tahu mengenai kehidupan pribadinya maupun kehidupan cintanya.

“ Ahjussi,apakah Minho mempunyai Noona atau dongsaeng?” Aku memberanikan diri bertanya,aku tahu mungkin ini sedikit tidak sopan tetapi aku benar-benar penasaran dengan keluarga Minho.

“ Ahh ne.. kau pasti melihat foto ini.” Tuan Choi mengangkat bingkai foto itu dan memandangnya dalam diam. Aku bisa melihat kebahagiaan terpancar di kedua matanya. Mungkin ia sangat bahagia karena mempunyai keluarga yang sempurna.

“ Mianhae ahjussi,kalau pertanyaan itu terlalu pribadi.”

“ Ahh aniya.. dia adalah…”

Tok Tok Tok

Ketukan di pintu menghentikan pembicaraan kami. Aku penasaran dengan kata-kata Tuan Choi. Sepertinya kalau dilihat sekilas yeoja dalam foto itu tidak mirip sama sekali dengan Minho,apa benar dia adalah kakak atau adiknya?

“ Mianhae mengganggu,tuan,anda sudah ditunggu di ruang rapat.”

“ Ahh baiklah aku akan segera ke sana.. Yoonhee,mian,aku harus menghadiri rapat pemegang saham,senang bertemu dan berbincang-bincang denganmu.”

“ Ne,gwechana,ahjussi.. Aku pamit pulang.”

“ Hati-hati di jalan,Yoonhee..”

End of the pov

***

Minho Pov

Hari ini Yoonhee noona akan menemui appa,aku merasa gugup akan hal itu. Memang aku sudah memberitahu appa agar tidak bertanya macam-macam pada Yoonhee noona,apalagi sesuatu yang bersifat pribadi.Itu akan membuatnya secara tidak langsung risih kepadaku.

Appa hanya tertawa mendengar permintaanku padahal menurutku itu tidak aneh. Aku hanya berusaha memberikan rasa nyaman yang cukup pada Yoonhee noona,entah untuk alasan apa aku melakukan semua itu. Mungkinkah ini yang dinamakan suatu perasaan abstak yang pasti muncul di hati setiap orang?

Mungkin iya,kalaupun hal itu benar,aku harus maju menjadi pelindung Yoonhee noona,aku tidak mau ia dilukai oleh para fansku itu. Bukannya aku sombong atau apa,aku hanya berantisipasi,hatiku sudah miris melihat noona yang paling aku kasihi itu disakiti orang lain dan aku tidak bisa melindunginya,aku tidak mau orang yang kucintai bernasib sama.

“ Minho apa yang sedang kau tunggu?” Aku tersadar saat merasakan sebuah tepukan pelan mendarat di bahuku. Aku menoleh dan melihat appa sedang melonggarkan dasinya.

“ Aku sedang menunggu kabar dari appa.. Appa tidak bertanya macam-macam pada Yoonhee noona kan?”

“ Aigoo seseorang yang sedang jatuh cinta rupanya. Tenang saja,Minho-ah,appamu ini pernah merasakan jatuh cinta,tentu saja appa tidak akan membuat imagemu jatuh di mata yeoja itu.”

“ Mianhaeyo appa,aku tidak bermaksud menuduh appa atau semacamnya aku hanya.. err.. terlalu khawatir mungkin.”

“ Yoonhee adalah yeoja yang sangat baik,Minho,kalau kau bersamanya aku yakin kau akan merasa bahagia,appa menyetujui hubunganmu dengannya.”

“ Hubungan? Aku rasa appa salah sangka.” Aku menggaruk rambutku yang tidak gatal. Jujur saja ini pertama kalinya aku jatuh cinta dan aku tidak tahu harus melakukan apa dan sekarang appa sudah mengira aku ada hubungan khusus dengan Yoonhee noona. Aigoo~

“ Ahh.. appa pernah muda,Minho-ah,kalau kau mempunyai hubungan pun appa tidak akan melarang.”

Aku hanya tersenyum kaku saat appa menepuk bahuku dan meninggalkanku sendirian di ruang tamu. Aku bahagia kalau hubunganku dan Yoonhee noona mendapat respon positif dari appa. Itu berarti appa menyukai Yoonhee noona. Bukankah begitu?

“ Yaa! Kau ini kenapa?”

Saena noona sudah berdiri di hadapanku sambil melemparkan tatapan sinisnya yang biasa. Sayang sekali noona.. hari ini aku sedang bahagia,kau tidak akan bisa membuatku marah atau emosi.

“ Kau sudah pulang,noona?”

“ Ne..katakan setan apa yang merasuki jiwamu,saeng?”

“ Aniya,noona,nan gwechana..”

“ Kotjimal! Kau menyembunyikan sesuatu dariku?!”

Aishhh beginilah kalau aku terlalu dekat dengan noonaku,aku sulit menyembunyikan apapun darinya.

“ Aku sedang jatuh cinta,noona..”

“ Hahahahhahahaa… siapa yeoja kurang beruntung itu?” Saena noona melangkahkan kakinya menuju sofa di sebelahku dan melemparkan tubuhnya di sana.

“ Yoonhee noona.”

Aku tidak tahu apa ini hanya perasaanku saja atau tidak,tapi ekspresi Saena noona sama sekali tidak men yenangkan. Ia memandangiku seolah aku ini baru memberitakan sesuatu yang genting. Noonaku ini terkadang selalu berlebihan.

“ Si..siapa tadi?”

“ Harus kuakui kau hebat,noona,tebakanmu benar,aku memang jatuh cinta pada Yoonhee noona.”

“ Ahh begitukah?”

Aku menangka nada tidak suka dalam suara Saena noona,aku tidak mengerti sebenarnya ada masalah apa antara Yoonhee noona dengan Saena noona,sepertinya Saena noona tidak menyukainya.

“ Ne,noona kau ada masalah dengan Yoonhee noona?”

“ Aniya,Minho-ah,aku ke kamar dulu ya.”

End of the pov

***

Author Pov

Yoonmi memandang pantulan dirinya di cermin. Dress selutut berwarna hitam yang jatuh dnegan indah di tubuhnya,berhasil memperlihatkan lekuk tubuhnya,sepatu highheels perak setinggi 10 cm,juga membuat tungkai kakinya terlihat lebih panjang. Satu kata untuk penampilannya mala mini : Sempurna.

Flashback

“ Hari ini kau cantik sekali,chagi..Aku sampai tidak bisa berkata apa-apa melihat penampilanmu.”

             “ Jinjja? Aku baru saja membeli baju ini bersama ommaku.” yeoja itu membalas pujian namja yang berada di hadapannya dengan nada polosnya.

             “ Khusus untuk bertemu denganku hari ini?”

             “ Ne tentu saja,kau pikir untuk apa aku membeli baju ini kalau bukan karena aku ingin bertemu denganmu?”

             “ Hahahahaha…Kau siap untuk pergi?” Namja itu mengacak rambut yeoja polos itu.

             “ Kau akan membawaku ke mana,oppa?”

             “ Ke suatu tempat yang tidak akan pernah kau duga.”

Flashback End

“ Namja bejat yang suka memperdaya anak kecil.” Yoonmi menyunggingkan sebuah senyuman palsu saat sekelebat kenangan itu terlintas di benaknya.

Malam itu semuanya indah,Yoonmi yang saat itu masih berumur 13 tahun,dengan polosnya percaya pada namja yang telah merenggut kehormatannya malam itu juga,setelah namja itu memujinya,membuainya,membawanya terbang sampai akhirnya ia terjatuh karena khayalannya yang terlampau tinggi.

Sebuah keindahan yang akhirnya membawa bencana dan cacat seumur hidup untuknya. Terasa mencekik ketika ia melihat hasil dari kebodohannya kala itu. Seorang anak perempuan yang harus hidup dalam kebingungan karena orang tuanya yang tidak bertanggung jawab.

“ Malam ini kau cantik sekali,kau mau kemana?” Yoonmi menoleh dan mendapati ommanya sedang memperhatikan penampilannya dari atas hingga ke bawah.

“ Aku akan pergi dengan seseorang dan dia akan menjemputku pukul 7 nanti.”

“ Omma bahagia kalau kau sudah bisa membuka hatimu pada namja lain,Yoonmi.”

Yoonmi hanya tersenyum kaku,sejujurnya hatinya masih terluka. Luka itu semakin hari semakin mengering,tetapi tidak akan hilang. Ia tidak tahu perasaannya pada Donghae,ia merasa tidak pantas dan kotor untuk namja itu. Bagaimana pemikiran Donghae,saat namja itu tahu Yoonmi sudah mempunyai seorang anak bahkan saat umurnya masih anak-anak?

“ Katakan pada omma,siapa namja itu?”

“ Dia.. dia adalah Lee Donghae,Presiden Direktur Shining Dream.”

“ Jeongmal? Astagaa kau beruntung sekali! Belum ada satu bulan kau bekerja di sana,kau sudah bisa meluluhkan hati seorang Presiden Direktur.”

“ Ommmaaa… aku dan Donghae tidak ada hubungan apa-apa.”

“ Yoonmi,kau harus membuka diri pada Donghae,dia adalah namja yang baik,omma percaya dia mampu membahagiakanmu.”

“ Aishh omma,ini hanya jalan biasa,kenapa kau berbiacara soal jodoh lagi?”

“ Sudah waktunya kau bahagia Yoonmi,soal Yoonhee kau bisa menyerahkan sepenuhnya urusan anak itu pada omma dan appa,kau pikirkan saja kebahagiaanmu.”

“ Sudahlah omma! Berhenti membahas hal itu lagi.”

***

             Donghae memandang takjub pada Yoonmi yang berdiri di depannya. Kecantikannya Yoonmi terpancar dari setiap sudut tubuhnya,membuat Donghae terpana sesaat,sebelum menyadari kalau ia sudah melakukan beberapa kebodohan waktu di telepon kemarin dan ia tidak ingin mengulanginya hari ini.

“ Kau sudah siap?” Yoonmi mengangguk dan melangkahkan kakinya masuk ke mobil Donghae.

“ Apa tujuanmu mengajakku pergi malam ini?” Yoonmi tidak bisa menahan rasa penasarannya.

“ Aku hanya ingin pergi berdua denganmu. Apa itu tidak boleh?”

“ Bukan begitu,Donghae-ssi..”

“ Yoonmi,bisakah kau memanggi namaku tanpa ada kata –ssi?”

“ Ne,tentu saja,Donghae,aku hanya heran apalagi kita baru saling mengenal.”

“ Aku hanya ingin berteman dekat denganmu,Yoonmi.”

Berteman dekat?

             Dekat?

             DEKAT?

             Apa..Apa..Apa maksudnya? APA?

Kepala Yoonmi berdenyut keras karena ia terlalu memaksakan dirinya berpikir maksud perkataan Donghae. Sejak kejadian itu,kejadian yang tidak akan hilang selamanya dari benaknya,kejadian yang membuatnya menanggung malu dan aib seumur hidupnya,kejadian yang menjauhkannya dari kata cinta,Yoonmi menghapkata namja dalam kamusnya dan tidak membiarkan dirinya dekat dengan namja manapun lagi.

“ Yoonmi,gwechanayo? Wajahmu mendadak pucat? Apa aku membawa mobilnya terlalu cepat?”

“ Aniya,kepalaku sedikit pusing,tetapi semuanya baik-baik saja,Donghae.”

“ Baiklah,katakana padaku kalau kau butuh sesuatu.”

***

Bisakah kau menolak desiran yang terasa

dalam suasana yang membisu

dalam kata-kata yang tertelan

dalam luka yang masih berdarah

Layaknya angin yang berhembus pelan

menerbangkan serpihan kenangan luka

kepedihan yang mendalam

bisakah semua itu tergantikan

hanya dalam satu kata sederhana

cinta..

Suasana romantis yang menjadi ciri khas salah stau café ternama di Seoul itu semakin terasa dengan meja jamuan makan malam yang dipesan Donghae untuk mereka berdua malam itu,sebuah meja yang beratapkan langit malam yang cerah bertaburkan bintang.Sesuatu yang istimewa,hal itu yang ditangkap Yoonmi saat ia melihat meja untuk mereka berdua.

“ Kau suka?” Donghae berbicara sambil menatap mata Yoonmi intens,membuat yeoja itu sedikit merasakan hawa panas menyelimuti kedua pipi mulusnya.

“ Ne,aku suka sekali,ghamsahamnida sudah mengajakku ke sini,tempat yang bagus dan ehhmm.. romantis? Bahkan terlalu romantis untukku.”

“ Terlalu romantis? Mianhae,aku pikir setiap yeoja pasti menyukai hal yang romantis dan manis.”

“ Mianhaeyo,Donghae,bukannya aku tidak menghargai usahamu atau apa,tapi bukankah hal-hal seperti ini harusnya kau berikan pada yeojachingumu?”

Ne,dan itu kau,Yoonmi!

             Donghae hanya tersenyum simpul sambil memberikan kode pada pelayan yang sedari tadi hanya memperhatikan mereka sambil tersenyum penuh arti. Pelayan yang sudah berumur itu,mungkin mengingat masa lalunya bersama kekasihnya saat melihat Yoonmi dan Donghae.

Setelah pelayan itu menuangkan wine pada gelas-gelas yang berada di hadapan Yoonmi dan Donghae,ia segera menyingkir dari situ. Merasa tidak enak menganggu acara romantis dua pasangan baru itu.

“ Aku belum mempunyai yeojachingu.” Sebuah pengakuan terlontar dari bibir Donghae,membuat Yoonmi mendesah lega dalam hatinya. Sindiran itu memang ditujukan untuk mengetahui apakah Donghae masih single atau tidak.

“ Begitukah?”

“ Ne,hahahahahhaa.. aku ini adalah namja yang sangat payah dalam urusan percintaan hingga sampai saat ini aku belum mempunyai istri,di saat teman-temanku yang lain sudah menggendong anak mereka.”

“ Aku sungguh tidak percaya,kau itu romantis,tidak mungkin semua yeoja menolakmu.”

“ Ne,mungkin memang aku saja yang tidak pernah peduli pada yeoja-yeoja yang menyukaiku.”

“ Waeyo?”

Merasa sudah menanyakan sesuatu yang bersifat pribadi,Yoonmi cepat-cepat meminum isi gelasnya karena merasa tidak enak pada Donghae.

“ Mianhae,kalau aku terlalu ingin ikut campur.”

“ Gwechana,Yoonmi,ah ya kau mau pesan apa?”

***

             Kencan romantis mereka tidak berakhir begitu saja,tadinya Donghae berniat mengantar Yoonmi pulang,tapi karena ia belum puas jika hari mereka berakhir hanya seperti itu,Donghae mengajak Yoonmi pergi ke Sungai Han,walaupun hari itu sudah cukup malam,tetapi Yoonmi tidak menolaknya.

“ Kau sering ke sini?” Donghae membuka  pembicaraan karena dilihatnya sejak pertama mereka menginjakkan kaki di tempat itu. Yoonmi sama sekali tidak membuka mulutnya,pandangannya terkunci pada pemandangan yang terhampar di hadapannya.

Yoonmi tidak langsung menjawab pertanyaan Donghae. Lagi-lagi bayangan dan kenangan itu terlintas dalam pikirannya. Membuatnya menjadi gelisah seketika,mengingatkannya akan seseorang yang pernah mengisi harinya di masa lalu.

Flashback

“ Ini kencan pertama kita,bukankah begitu?” Seorang yeoja dengan rambut kuncir duanya mengangguk riang.

             Setelah selama ini mereka menghabiskan waktu hanya di sekolah,sekarang meraka berada di Sungai Han,tempat kencan pertama mereka,tempat mereka menorehkan cerita lain dalam catatan cinta mereka.

             “ Ne,oppa,aku sudah sering pergi dengan appa dan omma ke sini,tapi ini pertama kalinya aku pergi denganmu.”

             “ Apa kau senang?”

             “ Ne,tentu saja,oppa.”

             “ Kalau kau menyukai tempat ini,aku akan sering mengajakmu ke sini.”

Flashback End

“ Yoonmi apa kau kedinginan? Wajahmu pucat lagi..”

“ Aniya,aku baik-baik saja.” Walupun kata-kata itu yang terucap dari bibir Yoonmi,tapi kenyataan berbicara lain.Tubuh Yoonmi bergetar dalam balutan dress berpunggung terbuka itu,apalagi mala mini udara kota Seoul cukup dingin.

Donghae melepaskan jas yang dipakainnya dan memakaikan jas itu di tubuh Yoonmi. Yoonmi hanya memandang Donghae dan menyunggingkan senyumnya saat menerima perlakuan baik dari namja itu.

“ Kau mau aku membuatmu semakin hangat?”

Donghae menatap Yoonmi dengan tatapan yang berbeda,Yoonmi merasakan ada yang aneh dari tatapan itu. Tetapi ia membiarkan tubuh Donghae mendekat padanya dan akhirnya Donghae memeluknya.

Awalnya hanya sebuah pelukan biasa sampai kemudian Donghae mendekatkan bibirnya pada bibir mungil Yoonmi dan menempelkan bibirnya di sana,membuat kecupan singkat dan berulang-ulang sehingga membuat Yoonmi terlena dan kehilangan akal sehatnya,ia pun membalas ciuman Donghae.

Cuaca yang dingin tidak menyurutkan keinginan mereka untuk terus melanjutkan kegiatan itu. Semakin lama ciuman Donghae semakin panas dan kasar,ia memegang kepala Yoonmi seakan tidak ingin melepaskan yeoja itu.Yoonmi meremas pelan rambut Donghae,menikmati setiap sentuhan ringan di bibirnya.

             TIDAK! INI SALAH! INI SALAH! YOONMI,HENTIKAN SEMUA INI!

             Dengan satu gerakan cepat Yoonmi melepaskan pelukan Donghae dari pinggangnya,belum hilang kekagetan Donghae karena gerakan Yoonmi yang tiba-tiba itu,Yoonmi sudah lebih dulu melayangkan tamparannya pada pipi Donghae.

“ Mi..mianhaeyo,Yoonmi,a..aku tidak bermaksud…”

Mata Yoonmi sudah berkaca-kaca dan Kristal-kristal bening itu perlahan turun membasahi wajah mulusnya.

“Aku akan pulang,kau tidak usah mengantarku.”

Usai mengatakan itu,Yoonmi melemparkan jas yang tadi dipakaikan Donghae padanya ke tanah. Lalu berlari memanggil taxi dan masuk ke dalamnya. Donghae memandang kepergian Yoonmi dengan tatapan menyesal.

“Sh*t” Donghae mengumpat sambil mengambil jasnya yang tergeletak di tanah. Ia menyesal tidak bisa mengontrol nafsunya.

***

To Be Continued

11 responses to “[Korean Fanfiction] Whether I Hate You Or Not (Chapter 5)

  1. Wah wah donghae-___________________- btw, cepat sadarkan yoonhee tentang keadaan minho-saena secepatnya thor kasian saena merana..

  2. author saena itu jgn2 anaknya yoonmi ya ?
    lagi2 si yoonhe bermuka dua, jahat bgt sih klo sama si saena.
    Kasian bgt saena udah anak angkat, gg di sayang ommanya, di jahatin pula ama yoonhe ..

    ayoo author mari-mari dilanjut ,hehe🙂

  3. .wah bener nih
    .jgn jgn Saena anaknye yoonmi yg ketuker *nahloh korban sinet*😀
    .moga moga abangku ga jadi suka ama yoonhe
    .ama saena aja *maksa*
    .tambah greget aje bacanya
    .tp mian thor bru comment skrg :p

  4. wah.. Makin seru nih cingu . Mian baru coment, abis aku baru nemu ini FF dan langsung ngebut baca . Nggak sabar baca next nya . Oh iya knp ya, aku lebih suka pairing minho-saena disini drpd minho-yoonhe . Hmm.. Fighting cingu ! ^^

  5. Author, saena itu anak’a yoonmi kan ? Trs Yoonhee anak’a nyonya Park ?

    Jgn” saena sayang sm minho melebihi kakak adik.

    Apa donghae org yg dulu bikin yoonmi hamil ?

    Ahhhhh sumpah kebanyakan tanya saking penasaran😦
    cepet lanjutannya thor, nice FF kok. Konflik dpt bnget

  6. tuh kan jgn2 yg anaknya yoonmi itu si saena, bkn yoonhee. buktinya yoonmi lbh ngerasa deket sama saena
    ayo haeppa… luluhkan hati yoonmi *nafsu
    yoonhee jg mulai narik2 perhatian nih

  7. mirip kayak dugaanku sebelumya kalau saena sepertinya anaknya yoonmi..dr awal ibunya yoonmi agak aneh wktu yoonmi nanyain anaknya, perasaan aneh yoonmi ke saena begitu juga sebalikya..dan sepertinya yoonhee anaknyanyonya park itu??
    saeng, kasihan saena sengsara dijahatin sama yoonhee..kaihan juga minho dan tuan choi dibohongin sama yoonhee…
    ah semoga aja minho gak jadian sama yoonhee yang udah jahatin saena ><

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s