[FREELANCE] Annoying Girl (part 2) – Cho Kyuhyun, Lee Donghae Super Junior, Sandara 2NE1

Part.1 |

AUTHOR: salsabilacho (Twitter: @salsabilacho )

CAST : – Cho Kyuhyun

– Choi Younghan

– Choi Sooyoung

– Lee Donghae

– Kim Taeyeon

– Sandara Park

Genre : Friendship/Romance

“Kyuhyuuun.. sebenarnya kamu ini kenapa sih?” Tanyaku khawatir namun pandanganku tetap fokus ke jalanan.

“Pokoknya sakit sekali..” Jawabnya. Aigo~ sudah babak belur begini masih bisa bercanda!

“Yang benar!!!” Ucapku kesal. Dia hanya tersenyum kesakitan (?)

“Nanti saja kuceritakan dirumah” Lirihnya.

“Heh? Rumah? Rumah yang mana babo?” Tanyaku bingung.

“Ru…mahku” Ucapnya.

“He? Rumahmu? Untuk apa ke rumahmu!!!” Umpatku.

“OBATI AKU BABO!!!” Teriaknya. Wah wah.. Sudah baikan rupanya.

“JANGAN DIRUMAHMUUUUUUUUU!!!!!!!!! KALAU KETAHUAN APPA DAN EOMMAMU BAGAIMANA BABOOOOOOO!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!” Teriakku memekik mengalahkan suara mesin mobil yang menderu kencang. Kyuhyun menutup kedua telinganya.

“Rumahku kosong. Sudah, cepatlah… sakit sekali ini!” Suruhnya.

“Aish” Keluhku.

(Younghan POV end)

 

(Kyuhyun POV)

‘Ah, kalau dia bersikap manis padaku seperti ini aku makin menyukainya.. beruntungnya aku’ batinku sambil menatap Younghan yang sedang serius mengemudikan mobil.

“Hei, kenapa menatapku seperti itu? Kau suka padaku ya? Ahh..” Sahutnya sambil menyikutku. Aku gelagapan.

“Siapa yang suka padamu! Mana sudiii aku aaaigo!” Ucapku berbohong. Ia menatapku.

“Kalau suka, bilang saja. Kenapa harus malu? Hah? Aku tahu kau berbohong! Iya kan” Ujarnya. Ahhh, menyebalkan!

“Kalau memang benar aku menyukaimu, lantas kau mau bilang apa?” Tanyaku. Ia kebingungan. Skakmat.

“Eh, aku mau bilang apa? Aku tidak akan mengucapkan apa apa” Jawabnya. Aku tersenyum.

“Tenang, aku hanya bercanda”

“Arraseo. Kau memang bercanda. Apa untungnya mempercayai ucapan pembohong sepertimu” Ejeknya.

“Kauuu! Aish~ aku bukan pembohong! arra?”

“Terserahlah”

 

 

~Rumah Kyuhyun, 23.00~

“Kenapa rumahmu kosong?” Tanya Younghan saat menjejakkan kaki di teras rumahku (?)

“Noonaku menginap di rumah temannya selama 2 hari, Appa dan Eommaku sedang pergi karyawisata 3 hari bersama teman teman kantornya” Jawabku santai sambil membuka pintu rumah dan mempersilahkan Younghan masuk.

“Lalu kau sendirian di rumah?” Tanyanya lagi. Aish~ dasar tukang tanya.

“Ne, waeyo? Kau mencemaskan aku ya? Hahaha” Ucapku. Dia tertawa.

“Untuk apa aku mencemaskanmu! Kyuhyun.. Kyuhyun.. kau kan bukan pacarku, bukan adikku, bukan pula orangtuaku! Hahaha” Balasnya disertai tawa kecil.

“Kalau aku pacarmu… memangnya kau akan mencemaskanku?” Tanyaku serius.

“Ne, kalau kau pacarku. Tapi kan kau bukan pacarku. Wek” Sahutnya. Aku hanya diam.

“Kenapa diam saja? Oh iya.. Kau babak belur. Hahaha.. aku tidak merasa kau sakit, habisnya kau mengoceh terus dari tadi! Harusnya kau mengeluh kesakitan, Arrrg.. argg.. Hehehe” Ujarnya sambil menirukan suara orang kesakitan. Aku tertawa.

“Yah, sebenarnya ini masih sakit.. aku ambil dulu ya alkohol dan semacamnya” Ucapku sambil berjalan menuju dapur.

“Eits, tidak perlu! Aku saja, ya? Dimana?” Sahutnya sambil mencegahku.

“Di dapur. Ada kok, kotak P3K” Jawabku lalu kembali duduk di sofa.

“Oh. Baiklah, tunggu sebentar ya”

“Hem”

 

“Ha! Diam ya” Ucap Younghan setelah mengambil kotak P3K lalu duduk di sebelahku dan mengeluarkan kapas juga obat luka.

“Ne, pelan pelaan ya!” Ujarku sambil mengacak acak rambutnya yang sudah berantakan. Ia tersenyum. Senyum yang manis. Amat manis.

“Arrrgg.. sakit” Keluhku. Younghan terus mengobati lukaku, walaupun aku meringis kesakitan. Ah.. Younghan.. kau ini manis kalau tidak marah marah!!

“Sebentaar lagi..” Ucapnya sambil mengobati memar yang ada di pipi sebelah kiriku. Aku memegang tangannya.

“Sakit. Perih sekaliiiii” Lirihku. Tetap menggenggam tangannya.

“Kalau ingin sembuh bertahanlah! Kau ini cengeng sekali” Omelnya. Ia terlihat kesal, namun membiarkan aku menggenggam tangannya.

“Ahh, iyaa”

“Sebenarnya kau ini dipukuli siapa sih? Parah sekali wajahmu, seperti monster” Tanyanya khawatir namun dengan nada mengejek.

“Ya! jangan mengejek! Aku tadi sedang beli minum.. lalu dari belakang itu ada seorang namja berkumis tebal menepuk pundakku, matanya tajaam menatapku, badannya besar dan tegap sekali.. dia memintaku uang, karena katanya itu wilayahnya..” Ujarku menceritakan kejadian tadi.

“Ohh.. lalu?”

“Tapi ya bagaimana, uangku pas sekali untuk beli minum.. lalu aku katakan saja aku tidak punya uang lagi. Eh, dia malah memukulku habis-habisan. Tidak ada yang menolongku saat itu, pemilik warungnya saja kabur ketakutan! Payah” Ujarku lagi dengan ekspresi kesal. Dia hanya tertawa mendengar ceritaku.

“Aigoo.. kau ini sudah sakit masih bisa membuatku tertawa ya” Ucapnya. Aku tersenyum menatap matanya.

“Ya! Kau menatap mataku seperti itu lagi!” Omelnya. Aku hanya terkekeh.

“Biar saja.. habisnya tadi saat kau tertawa wajahmu lucu sekali seperti babi hahaha” Ejekku sambil mencubit pipinya.

“Aish! Kyu! Jangan mengejekku, bisa tidak?” Ucapnya sambil menutup kotak P3K.

“Andwae. Aku tidak bisa berhenti mengejekmu karena kamu memang pantas menjadi bahan ejekan” Ucapku. Tiba tiba wajahnya terlihat marah padaku. Lalu dengan dengan gesit Younghan pergi ke dapur. Eh, apakah ucapanku barusan menyakiti hatinya?

“Yo..younghan!” Sahutku sambil menyusulnya ke dapur.

“Kau marah ya? Ucapanku barusan.. kelewatan ya?” Tanyaku sambil menyikut tangannya. Ia hanya membisu dan mencari cangkir lalu mengisinya dengan air putih.

“Aish.. mianhae..” Sahutku. Memohon.

“Hei.. maafkan akuuuu..” Sahutku lagi. Ia tetap diam.

“YA! MAAFKAN AKU!” Aku berteriak padanya. Younghan tetap diam. Lalu…

“KALAU MAU MINTA MAAF YANG BENAR! MANA ADA ORANG YANG MAU MEMAAFKANMU JIKA CARAMU SEPERTI ITU!!!”

Balasnya. Matanya mempelototiku.

“A..a.. iya.. iya. Jeongmal mianhae” Ucapku pelan. Hahaha, aku takut sekali padanya.

“Hem.” Gumamnya.

“Benar kau memaafkanku?” Tanyaku meyakinkannya.

“Ya sudah, kau tak kumaafkan” Jawabnya santai.

“Ehhh, iyaa iya!”

“Haaah, sudah ya. aku pulang dulu..” Sahutnya sambil menyimpan cangkir yang dari tadi dipegangnya.

“Mau kuantar?” Tawarku. Dia menggeleng pelan.

“Aniyo. Aku pulang sendiri saja. Terima kasih ya”

“Ah, tidak tidak. Aku yang harusnya berterimakasih padamu” Ucapku. Dia tersenyum.

“Yap, aku pulang ya, selamat malam” Sahut Younghan berlalu.

“Younghan!” Panggilku. Ia mengentikan langkahnya lalu menoleh ke arahku.

“Gomawo. Untuk hari ini. Seru sekali, tidak akan kulupakan”

“Hahaha.. ne. Aku juga”

(Kyuhyun POV end)

 

(Younghan POV)

Aku menutup pintu rumah Kyuhyun. Ah, benar. Tak akan kulupakan hari ini. Melihat Kyuhyun tertawa.. Marah.. Kesal.. Meringis kesakitan.. Aish~

Drrt.. Drrt..

Handphoneku bergetar. Dengan segera aku membuka flip handphoneku. Ah, pesan dari Sooyoung Eonni.

 

From : Sooyoung Eonni~😄

Annyeong saeng!😄 bagaimana promnya? Seru tidak? Ah, pasti seru ya! Begini.. Appa, Eomma dan aku pergi ke restoran.. Teman Appa mengundang kita ke pembukaan restoran baru miliknya. Tapi sayang.. Kau sedang di pesta jadi kami tidak mengajakmu.. Mianhae >< Kau bawa kunci kan? Jaga rumah ya ^^V

 

MWO! jadi mereka meninggalkanku! Padahal kan aku sudah mau pulang! Sialan! Aku tidak bawa kunci eonni!!!! Arrrgg UNHAPPINESS IN HAPPINESS!!!! aaaarrrrrgggg…Bagaimana sekaraaang?? aaaahhh… sudahlah. aku tunggu mereka saja di depan pintu. Siapa tahu ada orang lewat, menyangka aku adalah pengemis lalu memberiku sedikit uang dari sakunya. Bagus! Hancur sudah reputasiku sebagai orang teladan sekorea. HAHAHAHAHAHAHAHA!!!!

 

‘Huuuhh.. aku memang terlantarrr.. huaaaaa Appaa! Jahat sekali temanmu! Kenapa dia harus membuka restorannya tengah malam begini!!!! Dasar orang tidak punya jam! Huaaa’ Batinku sambil duduk di depan pintu rumahku sendiri. Menunggu malaikat datang membawakan kunci rumah untukku sehingga aku bisa langsung tidur di dalam. Huhuhu~ mustahil. Mengkhayal saja terus, Younghan.

“Hei, kau salah pakai sepatu Younghan” Sahut seorang namja mengagetkanku. Aku segera berdiri. Kyuhyun?

“Eh? Kyu? Salah pakai sepatuu…?” Ucapku kebingungan. Ah, benar saja. Pantas tadi selama di jalan aku merasa kakiku nyaman sekali. Ternyata aku memakai sendal. Aku melihat Kyuhyun, WAAAH?? Kakinya menggunakan high heelsku? Wooo… cantiknya.. Hahahaa😀

“Itu sendalku satu satunya babo” Sahutnya sambil menatap sendal yang aku pakai. Aku menahan tawaku.

“Hmmppb.. Kaau.. Cantik sekali kakimu memakai high heelsku Hmmpb… Buahaha!!!” Ucapku sambil tertawa keras. Ia terlihat sangat kesal.

“Aiish~ sudahlah.. Kembalikan sendalku” Ujar Kyuhyun lalu melepas high heels yang dipakainya. Aku melepas sendal yang kupakai.

“Kenapa kau diam disini?” Tanyanya.

“Aku ditinggal keluargakuu.. Mereka pergi ke restoran tanpa meninggalkan kunci rumah!! Huaaaa” Keluhku lalu memeluknya. Kyuhyun mengelus elus rambutku.

“Kasihan…” Ucapnya.

“Ehhh, kenapa aku memelukmu!! Ha!!” Ujarku lalu melepaskan tanganku dari pinggangnya.

“Kau yang duluan memelukku, wek”

“Yahh.. lalu bagaimana nasibku Kyuuuhyuun!” Sahutku sambil menghentak hentakan kakiku dengan keras.

“Menginaplah di rumahku” Ucapnya santai.

“Mwo? Menginap? Memangnya ada kamar kosong?” Tanyaku.

“Sebenarnya kau bisa tidur di kamar noonaku, tapi kunci kamarnya dibawa olehnya,..”

“Lalu? Masa iya aku harus tidur denganmu? AAAAANDWAEEEEEE!!!!” Ucapku.

“Itu urusan nanti! Sudahlah, ayo ke rumahku saja. Tengah malam begini tidak baik berkeliaran di luar.” Sahut Kyuhyun sambil menarik tanganku menuju mobilnya. Aku hanya bisa pasrah mengikutinya.

———-^^———-

 

“Ya! Aku tidur dimana?” Tanyaku pada Kyuhyun saat aku sudah duduk di sofa rumahnya. Kyuhyun tersenyum.

“Jawab! Kau dari tadi hanya senyuuuum saja! Mulutmu dijahit?” Ucapku lagi. Jengkel.

“Itu urusan nanti!” Jawabnya santai sambil mengambil soju dari dalam kulkas. Lalu menawarkannya padaku.

“Ha! Soju? Andwae! Kau suka minum soju?” Tanyaku saat dia sudah meneguk sojunya.

“Suka sekali! Kenapa kau tidak?” Jawabnya disertai tawa kecil. Aku langsung menyimpan botol soju yang dipegang Kyuhyun.

“Jangan minum soju lagi! Arra?” Sahutku sambil memegang pundaknya. Ia tersenyum.

“Kau waras tidak? Jangan minum soju lagi!” Sahutku lagi.

“Ne! Arraseo”

“Bagus.. Haaaaah..” Ucapku lalu duduk lagi di sofa. Sungguh~ aku mengantuk..

“Kau mau tidur Younghan?” Tanya Kyuhyun saat melihat mataku yang sudah menutup. Aku tersentak kaget.

“Ah, ani.. ani, aku tidak mengantuk kok! Tenang saja”

“Jinjja? Kalau mau tidur bilang ya” Sahut Kyuhyun lalu duduk disampingku dan menyalakan televisi.

“Hem.. Ya…” Jawabku. Mataku sudah kedap kedip sebenarnya. (?)

(Younghan POV end)

 

-15 minutes later-

(Kyuhyun POV)

“Hei, Younghan, lihat! dini hari begini kok ada film anak anak ya, hahaha” Ucapku sambil menyikut Younghan. Sunyi. Younghan tak membalas ucapanku.

“Younghan?” Tanyaku sambil menengok padanya. Aish! Dia tertidur rupanya! Ahhh, menyusahkan saja!

“Ya! Bangun!” Ucapku sambil mengguncangkan tubuhnya.

PLAK!

Ahhh!! Tangannya malah menampar pipiku!! Sialaannn..

“YA! BANGUN KAU BABO!!! JANGAN TIDUR DISINI!!!” Teriakku memekik tepat di telinga Younghan.

BUK!

AIGO! DIA MALAH MEMUKULKU! ORANG TIDAK TAHU DIUNTUNG!

“WOOOOOY!!!!!!!!!! AAAAAAAAAAAAAAA!!!!” Teriakku lagi. Ia terbangun.

“Hem?” Ucapnya dengan wajah tak berdosa.

“BANGUN!” Sahutku sambil menampar pipinya.

“Ya! Apayo.. Hem..” Balasnya lalu terlelap kembali. Gadis bodoh!

“Aigoo.. aku harus bagaimana?” Gumamku pelan sambil menatap wajah Younghan yang sedang terlelap. Kutatap wajah polosnya, wajahnya yang damai.. ah, Younghan.. KAU MENYEBALKAAAN!!!

“Ah! Aku tahuuuu!” Gumamku lagi saat sebuah ide evil tiba tiba muncul di benakku.

“YOUNGHAAAN!!! BANGUN! PPALI!!! EOMMA DAN APPAKU PULAANGG!!! KAJJA!!!” Aku berteriak sekencang mungkin di dekat telinganya.

“Haah? Mwo? pulang? Huaaa bagaimana?” Tiba tiba Younghan terbangun dan kebingungan. Kkkk~ aku hanya tertawa sendiri melihat tingkahnya yang konyol berlari kesana kesini mencari tempat untuk sembunyi.

“Huaaa.. Baboo!! Kau mau saja ditipu olehku!! Hahaha!! Kocak sekali!!” Ucapku sambil tertawa.

“Ya! Ahhh.. kau ini! Kau jahat Kyuhyun! Tidak sopan membangunkan orang saat dia sedang tidur!” Katanya.

“Ahh iya iya mianhae.. Cepat ke kamarku!” Sahutku menyuruhnya agar segera pergi ke kamarku. Takutnya dia tidur lagi disini.. -,-

“Eodiseo?” Tanyanya. Sudah mulai mengantuk lagi. Danger!!! (lagunya f(x) dong-_____-)

“Aish~ Kajja, kuantar” Ujarku seraya menarik tangannya.

“Okeee” Jawabnya. Sepertinya dia mulai mengantuk. Matanya sudah menutup tapi masih bisa berjalan. Orang aneh.. (Authornya kali yang aneh wkwk)

-Kamar Kyuhyun-

“Kamarmu kyu… hmmm”

BRUK

Younghan jatuh di ranjangku. Dia tertidur. Aaaa paboya!

“Younghan? Ya!” Sahutku sambil mengguncangkan tubuhnya.

“Huaaaah” Gumamnya.

“Cih!! Sudahlah, aku tidur di sofa saja” Batinku.

“Younghan? Kau benar benar tidur?” Ucapku, berharap Younghan masih tersadar.

Sunyi.

“Aish, benar. Sudah tertidur rupanya. Selamat malam Younghan, mimpi indah ya. Ah, mimpikan aku! Cari aku di toko kaset game ya, aku pasti ada disana. Oke?” Ujarku sambil mengacak ngacak rambutnya.

(Kyuhyun POV end)

 

-Esok harinya-

(Younghan POV)

Cahaya matahari yang terang membuatku terbangun pagi ini. Ah, tadi malam itu mimpi yang indah.. Kyuhyun menjadi pacarku… Omo~ seandainya itu benar benar terjadi aku pasti akan memberi Dara 100 buah durian kesukaannya (?)

Aku bangun dari ranjang dan melihat Kyuhyun sedang tertidur lelap di sofa. Hah? Kyuhyun tidur sekamar denganku?!

“K…kyu..” Ucapku membangunkan Kyuhyun yang sedang memimpikan author (ngaco ngaco).

“Hem?” Gumamnya lalu terbangun.

“K..kau.. tidur disini?” tanyaku ragu. Ia tersenyum evil.

“Ne, waeyo..?” Jawabnya masih setengah tidak sadar.

“Kau tidak tidur di ranjang kan sebelum pindah ke sofa?”

“Aku dari awal memang tidur di ranjang… eh sofa”

“Yang benar jawabnya! Kau ini masih tidak sadar ya?” sahutku sambil mencubit pipinya sekeras mungkin.

“Ya! Apayoo!” Ujar Kyuhyun.

“Nah, eottohkae?”

“Apanya?”

“Kau tidur di sofa atau di ranjang!!!”

“Jelas jelas aku tidur di sofa!! Babo!!”

“Ah baguslah!” Ucapku lega lalu membuka pintu kamar Kyuhyun yang tertutup rapat.

“Ayo keluar, kubuatkan sarapan untukmu”

“Jinjja? Masak yang enak”

“Ne, serahkan saja padaku, kajja” sahutku padanya lalu pergi ke dapur.

(Younghan POV end)

 

(Kyuhyun POV)

Kucium aroma masakan dari dapur saat aku turun dari kamar (ceritanya kamarnya diatas lohya wkwk author cerewet)

“Ah, kau masak apa Younghan?” Tanyaku lalu duduk di kursi makan. (ada emang ya? istilahnya itu deh)

“Ramyun, waeyo?”

“Pagi pagi masak ramyun? Ahhh aku bosan makan ramyun!”

“Habisnya aku tidak tahu harus masak apa”

“Katanya kau pandai memasak”

“Kata siapa? aku tidak bilang begitu!”

“Tadi di kamar kau bilang begitu! Serahkan saja padaku! Kukira kau bisa memasak!” Umpatku.

“Yah, aku bisa memasak! memasak ramyun” Balasnya. Aku hanya diam lalu mengambil dua buah mangkuk dan menyimpannya diatas meja makan.

“Ppali” Sahutku.

“Ne, sudah selesai kok” Jawabnya lalu menuangkan ramyun itu ke mangkuk.

“Ya! Kenapa menuangkannya ke mangkukmu saja! Mangkuk ku juga babo!” Ucapku sambil menyodorkan mangkuk ku yang masih kosong ke arahnya.

“Katanya.. kau sudah bosan makan ramyun! Bagaimana sih!” Omel Younghan kesal.

“Tapi aku lapar!” Balasku. Dia pun menuangkan ramyun yang tersisa di panci (?) ke dalam mangkuk ku.

“Selamat makan!” Sahutku semangat lalu menyantap ramyun nya dengan nikmat dan khusyuk (?)

“Enak tidak?” Tanya Younghan saat aku sedang asyik mengunyah ramyun yang ada di mulutku.

“Enak sekali! Kau bikin warung saja!” Jawabku asal.

“Ya! Seenaknya saja bicara!” Ucapnya sambil memukul kepalanya memakai sendok.

“Apayo! Sedang asyik makan kok dipukul sih!!” Marahku.

“Habisnya…” Keluh Younghan. Lalu menyantap ramyun miliknya lagi.

(Kyuhyun POV end)

 

(Younghan POV)

Sambil terus mengunyah ramyun, aku memperhatikan Kyuhyun yang sedang nikmatnya menyantap masakanku. Memangnya makananku seenak itu? Aneh sekali dia-_-

Teng.. Teng.. Teng…

dengan cepat aku melihat jam dinding milik Kyuhyun yang berdentang dengan nyaring. Omo! 7 tepat? Keluargaku pasti sudah menungguku di rumah dari tadi!!! Aku harus cepaaat!!

“Kyu, aku pulang yaaa!! Appa dan eommaku pasti sudah menungguku..” Sahutku pada Kyuhyun.

“Eh? Yah.. masak ramyun lagi dong. Kali ini saja! Ini ramyun paling enak sedunia!! (lebay)”

“Andwae.. Kau masak sendiri saja ya! Eottohkae?”

“Aku tidak bisa memasak.. Hiks hiks *meratapi nasib*” Ucapnya. (kenapa jadi ngacoooo?–“)

“Aish kyu.. aku  harus pulang! Annyeong!” Jawabku lalu pergi meninggalkannya.

“Annyeong…” Jawabnya.

 

 

-Rumah Younghan, 07.30 AM-

“Aku pulang~!” Sahutku sambil membuka pintu rumah. Kulihat seorang Ahjumma duduk diam di sofa ruang tamu.

“Ahjumma penjaga warteg? (salah, ralat) Ahjumma penjaga warung tteokbokki? Sedang apa disini?” Tanyaku saat aku sudah duduk disebelahnya.

“Ah, Younghan.. Tadi Appa dan Eommamu sempat pulang jam 5 pagi, mengecek rumah namun rumahnya kosong, melihat rumahnya memang terkunci dan kau tidak ada dirumah.. lalu mereka memberiku kunci rumah dan aku disuruh menunggumu datang kesini..” Ujarnya sambil menatapku.

“Lalu ahjumma? Apa yang terjadi?”

“Mereka ke rumah sakit, katanya Sooyoung kecelakaan..” Katanya dengan wajah yang sedih.

“Mwo? Jinjjayo?” Tanyaku meyakinkan bahwa ahjumma itu tidak berbohong.

“Ne, Younghan.. sebaiknya kau cepat ke rumah sakit dekat restoran junk food itu, Sooyoung dirawat disana, oh iya, ini kunci rumahnya, aku pamit ya, mau menjaga warung..” Jawabnya sambil memberikan kunci rumah padaku lalu berlalu.

“Sooyoung eonni… Apa yang terjadi padamu?” Gumamku dengan tatapan kosong lalu dengan cepat pergi ke rumah sakit itu.

—to be continued—

 

2 responses to “[FREELANCE] Annoying Girl (part 2) – Cho Kyuhyun, Lee Donghae Super Junior, Sandara 2NE1

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s