[FREELANCE] Yevie world : An Odd love with my mysterious maid~~ (Part 3)

Title : Yevie world : An Odd love with my mysterious maid~~ (Part 3)

Author : Choi Vie (@chfly3424)

Main Cast : Kim Jongwoon/Yesung , Choi Soo Mi/Choi Vie

Rating : PG 13

Genre : Romance

Ps : Please comment^^

It’s just a simple love

Simple dream

And simple wish.

Aku mencintainya.

Mencintai kepribadiannya meski terkadang tampak sedikit aneh.

Dia yang mampu membuat jantungku berdegub kencang.

Mampu membuatku tertawa melihat tingkahnya.

Mampu menangis melihat kepedihannya.

Mampu membuatku tergila-gila karena parasnya.

Dialah….

Kim Jongwoon..

At Gangnam residence

Vie’s POV

 

“Hoamm!!!!!”

Aku bangun dipagi buta dari masa hibernasiku maksudku dari tidur malamku. Karena namja bodoh itu kini aku jadi terbiasa bangun dipagi hari dan meninggalkan kebiasaan kesianganku. Tapi sayangnya ada yang berbeda pagi ini. Tidak ada suara teriakkan yang memintaku untuk dibuatkan makanan. Ya, itu karena sekarang aku sedang berada dirumah kedua orang tuaku. Dan sepertinya aku akan kesepian selama tiga hari kedepan karena tidak bisa melihat namja bodoh itu.

Aku beranjak dari tempat tidurku. Membuka pintu kaca kamarku dan keluar menuju balkon. Udara pagi ini cukup dingin namun tampak cerah. Ku hirup oksigen pagi ini yang masih sangat segar. Tiba-tiba kejadian kemarin malam kembali terlintas dipikiranku. Saat Yesung tiba-tiba meraih es krimku kemudian tanpa aba-aba menangkup kedua pipiku dan menciumku. Astaga, apa otaknya sudah tidak waras? Bagaimana mungkin ia melakukan hal itu padaku yang jelas-jelas tidak memiliki hubungan apapun dengannya? Bahkan aku masih ingat jelas seperti apa rasa bibirnya saat itu. Ku raba bibirku perlahan. Ini benar-benar membuatku gila.

“Kau sudah bangun sayang?”

Aku terlonjak kaget saat tiba-tiba mendengar suara eomma yang sudah masuk kedalam kamarku. Aku membalikkan tubuhku mengarah pada kedatangan eomma.

“Aish, eomma. Mengagetkanku saja.”

“Mianhae, habis kau tak menjawab panggilan eomma. Padahal eomma sudah mengetuk dan meneriakimu. Tapi kau diam saja. Dan rupanya kau sedang melamun disini.”

“Aku tidak melamun.”

“Benarkah? Kalau tidak mana mungkin kau tuli dan menghiraukan panggilan eomma. Memang kau sedang memikirkan siapa sayang?”

“A..Aku? A..Aniy eomma. Aku tidak sedang memikirkan siapapun.”

“Bagaimana dengan Yesung? Apa kau masih menyukainya?”

Seketika leherku seperti tercekat. Kenapa tiba-tiba eommaku membicarakan Yesung? Aish, apa tidak ada topik lain selain namja babo itu? Aku sudah cukup dibuat pusing olehnya. Ya, meskipun aku juga merasa senang saat mendengar namanya. Sudahlah, aku sangat bingung sekarang.

“Kenapa kau diam? Kau tahu? Tempo hari eomma bertemu dengannya dan saat eomma tanyakan tentangmu ternyata ia tak mengenalmu. Kau bilang kalian berteman tapi kenapa ia tak tahu tentang dirimu? Kau membohongi eomma ya?”

“M..Mwo? Dimana eomma bertemu dengannya?”

“Saat acara makan malam bersama. Kau ingat kan tempo hari eomma mengajakmu untuk makan malam bersama dengan keluarga Kim dan kau menolaknya? Dan saat itu ternyata Yesung hadir.”

“Jinjja?!”

Fiuh~ Untung aku tidak datang. Ternyata penolakanku membuahkan hasil. Kalau saja aku hadir saat acara makan malam itu aku pasti sudah mati kaku sekarang. Semua penyamaranku akan terbongkar dan kedua orang tuaku pasti akan sangat marah saat tahu aku bekerja dirumah Yesung. Beruntung Tuhan masih menyayangimu Vie~ya.

“Begini eomma. Yang ku maksud Kim Jongwoon itu bukan Yesung melainkan Kim Jongwoon teman satu kampusku. Nama mereka memang sama namun berbeda orang.”

“Umm Jadi begitu. Yasudah, lain kali kau harus hadir karena kau tidak akan menyesal sedikitpun karena kau pasti bisa bertemu dengan pujaan hatimu itu sayang.”

“Ne eomma.”

Aku hanya bisa tersenyum membalas ucapan eommaku. Ia bahkan tak tahu kalau putrinya kini sudah tinggal satu atap dengan seseorang yang disebutkannya tadi. Eomma jeongmal mianhae aku sudah membohongimu.

**

 

 

At Hongdae Apartement Residence

Yesung’s POV

 

Pagi ini aku kembali tak memiliki jadwal. Dan yang lebih sialnya kini aku harus sendirian diapartement sampai tiga hari kedepan. Tanpa suara kicauan gadis itu disampingku. Gadis aneh yang mampu membuatku ketagihan untuk menjahilinya. Jujur, hatiku masih tidak tenang. Memikirkan apakah gadis itu akan kembali kesini atau tidak. Aish, sejak kapan aku jadi peduli padanya seperti ini? Aku sendiri bahkan tidak tahu ia sedang memikirkanku juga atau tidak. Atau mungkin kini gadis itu sedang tertawa bahagia karena bisa bebas melakukan apapun diluar sana tanpa pantauanku?! Ne, ia pasti sedang bersenang-senang sekarang karena bisa terbebas dari kejahilanku dan pastinya dari segala perintah-perintahku.

Sejenak aku terdiam. Teringat dengan isi note gadis aneh itu. Dia menulis note karena tidak memiliki nomor ponselku. Benar juga, karena kami tidak saling mengetahui nomor ponsel masing-masing kami jadi sulit untuk berkomunikasi. Aish, bodoh sekali! Kenapa aku tak meminta nomor ponselnya kemarin?! Jika aku memilikinya mungkin aku tak akan merasa kesepian seperti ini. Bahkan mungkin aku bisa menyusulnya ke Daegu untuk mengganggu liburannya disana.

Aku bangkit dari sofaku. Dan entah bisikan atau perintah darimana aku melangkahkan kakiku menuju kamar gadis itu. Ku buka pintunya perlahan dan aku mulai masuk kedalamnya. Ku perhatikan setiap sisi kamarnya. Tampak bersih dan rapih. Dan entah mengapa aura gadis itu masih memenuhi kamar ini. Bahkan aroma tubuhnya masih jelas tercium oleh hidungku. Ku rebahkan tubuhku diatas ranjangnya. Nyaman sekali. Jadi seperti ini rasanya setiap hari tidur didalam kamar ini. Aku saja sebagai sang pemilik rumah belum pernah merasakan tidur dikamar ini. Sebelum kedatangan gadis itu, kamar ini hanya menjadi kamar tamu, dan hanya dipakai jika ada member super  junior yang menginap dirumahku.

Aku memiringkan tubuhku dan memeluk guling yang sedari tadi hanya diam disampingku. Guling yang setiap malam menemani tidur gadis itu. Dan juga guling yang selalu menjadi senjata gadis itu untuk mengamuk padaku. Astaga, aroma gadis itu semakin jelas terhirup saat aku memeluk gulingnya seperti ini. Aku mungkin sudah sangat menghafal wangi parfum gadis itu sekarang.

“Apa itu?”

Tiba-tiba mataku menangkap benda aneh yang terselip dibawah bantal tepat disamping kepalaku. Karena merasa penasaran tanganku langsung terjulur untuk meraih benda itu. Benda hitam berbentuk seperti balok tipis yang mirip dengan milikku. Tidak hanya mirip bahkan memang sama dengan milikku. Ponsel gadis itu tertinggal. Dasar gadis bodoh! Sudah tahu akan pergi lama, kenapa benda sepenting ini bisa sampai ketinggalan? Otaknya memang perlu direparasi sepertinya.

Seketika ide kurang ajar muncul dikepalaku. Aku berniat untuk membuka ponselnya. Tanpa seijin pemiliknya lebih tepatnya. Lagi pula aku hanya ingin melihat-lihat sedikit saja.

Saat kunyalakan ponselnya sedetik kemudian mataku terbelalak hampir keluar. Aku benar-benar terkejut saat mendapati fotoku mengisi layar ponselnya. Astaga, apa benar ini ponsel miliknya? Aku merogoh saku celanaku dan benar saja, ponselku masih ada dengan tenang didalam saku celanaku. Dengan rasa penasaran yang sudah sangat mendesak perasaanku, aku pun semakin dalam membuka isi ponsel gadis itu. Dan sekarang aku lebih terkejut. Hampir seluruh isi ponselnya adalah fotoku. Bagaimana ini bisa terjadi? Siapa gadis itu sebenarnya?

**

 

At Gangnam Residence

Vie’s POV

 

Ku lirik jam yang menempel didinding kamarku. Sudah pukul 5 sore. Dan sejak tadi siang aku hanya menghabiskan waktuku didalam kamar. Mengotak-atik laptopku entah apa yang sedang ku cari. Rasanya hari ini berjalan sangat membosankan. Baru kali ini aku merasakan ketidak nyamanan saat liburanku kerumah orang tuaku. Aish, apa ini karena namja bodoh itu?

“Ahh, hari ini sepi sekali! Kenapa temanku tak ada yang menghubungiku satupun?!”

Aku meraih tas ku yang tergeletak diatas meja. Ku cari ponselku. Kemana ponselku? Kenapa tidak ada didalam tasku? Aku membongkar seluruh isi tasku. Benar. Tidak ada. Lalu kemana? Seingatku aku tidak menaruhnya atau mengeluarkannya dimanapun setelah keluar dari apartement namja bodoh itu. Astaga, bagaimana ini? Bagaimana kalau ponselku hilang? Atau… Ketinggalan?

“Yak!! Ponselku ketinggalan!!”

Aku menjerit saat menyadarinya. Benar. Ponselku ketinggalan didalam kamarku diapartement Yesung.  Aku harus apa? Apa yang harus aku lakukan? Baiklah, hanya ada satu cara. Aku harus kembali kesana. Sebelum terjadi sesuatu. Aish, membuat perasaanku tidak tenang saja!

**

 

 

At Hongdae Apartement Residence

Yesung’s Apartement

 

Aku melangkahkan kakiku dengan cepat. Ku lalui lantai demi lantai apartement Yesung dengan lift. Aku bahkan belum sempat mandi sore karena terlalu terburu-buru kembali ke apartement Yesung.

Setelah sampai didepan pintu apartementnya aku menghela nafas panjang. Dadaku bahkan terengah-engah karena berlarian sedari tadi. Ku pencet kode password pintu apartement Yesung yang sudah sangat ku hafal. Aku langsung masuk kedalamnya. Apartmentnya terang benderang. Apa Yesung ada? Apa ia tidak bekerja?

Ku lirik setiap sudut apartement ini. Sepi. Lalu kenapa lampu diapartement ini menyala semua? Sudahlah, itu tidak penting. Yang lebih penting adalah ponselku saat ini. Aku kembali melangkahkan kakiku dengan gusar masuk kedalam kamarku. Ku buka handel pintu kamarku cepat-cepat dan betapa terkejutnya aku saat mendapati namja bodoh itu sedang tertidur diatas ranjangku. Astaga, apa yang sedang ia lakukan sebenarnya? Kenapa ia bisa tidur didalam kamarku? Dan apa itu? Ponselku? Kenapa bisa ada didalam genggamannya? Sial! Apa ia sudah melihat isi ponselku? Bagaimana ini?

“Mmmmmm…..”

Tubuhnya menggeliat secara tiba-tiba. Dan aku masih mematung diambang pintu kamarku memperhatikan namja bodoh itu. Tak tahu harus berbuat apa jika sampai namja itu terbangun dan melihatku ada dihadapannya. Apalagi jika ia sudah sampai membuka isi ponselku, ia pasti sudah tahu kalau aku mengidolakannya. Dan pastinya akan membuatnya besar kepala dan membuatku malu karena harus mengakui bahwa aku menyukainya. Tuhan, tolonglah aku.

Perlahan mata namja itu mulai bergerak dan mengerjap-ngerjap membiasakan biasan cahaya lampu kamar menusuk masuk kedalam matanya. Ia mulai bangkit dan duduk sembari merenggangkan otot-otot pinggang dan lehernya. Seketika matanya menoleh kearahku. Ia tak bergeming selama beberapa saat sampai akhirnya ia mulai sadar dengan kehadiranku dan membelalakan matanya.

“Soo Mi~ah???!!”

**

Kami duduk berdampingan disofa ruang tv. Masih dalam keheningan. Tak ada sepatah kata pun yang keluar dari bibirku atau bibir Yesung. Sampai akhirnya Yesung yang mulai memecah suasana.

“Kenapa kau sudah pulang? Bukankah kau bilang akan liburan selama tiga hari dirumah orang tuamu?”

Aku mulai memberanikan diri untuk menatapnya yang sedang berbicara disampingku dan juga sedang menatapku dengan bingung bercampur dengan raut yang tidak jelas dan sulit untuk ku tebak.

“Kenapa kau bisa tidur dalam dikamarku?”

“Aish, kau bahkan belum menjawab pertanyaanku Soo Mi~ah!”

“Ponselku tertinggal. Jadi aku memutuskan untuk kembali kesini. Sekarang giliranmu menjawab pertanyaanku, kenapa kau bisa tertidur didalam kamarku?”

Seketika sebuah senyum aneh tersungging dibibir Yesung. Ekspresi wajahnya tak tergambar dengan jelas. Ada apa dengan namja bodoh ini? Apa ia salah meminum obat? Aneh sekali.

“Hey jawab pertanyaanku Jongwoon~ah!!”

Ia kembali tersenyum sembari bangkit berdiri. Ia menghadap kearahku membuatku harus mendongak untuk melihat wajahnya. Seketika tangannya sudah berada dipuncak kepalaku dan mengacak rambutku dengan pelan.

“Karena aku merindukanmu.”

**

 

 

Author’s POV

 

Pagi ini Vie kembali bangun lebih awal. Segera ia membereskan kamarnya dan beralih untuk membereskan apartement Yesung yang terlihat seperti habis terkena serangan angin topan. Baru saja Vie meninggalkan satu hari apartement Yesung, keadaan apartementnya sudah seperti ini. Yesung memang benar-benar pemalas.

Saat Vie keluar dari kamarnya ia melihat Yesung yang ternyata sudah bangun lebih awal darinya. Ia sedang sibuk menonton film koleksinya. Entah sejak kapan namja itu bangun. Vie berjalan mendekati Yesung. Dan duduk disebelah Yesung. Menyambar makanan kecil yang ada didalam pelukkan Yesung. Menyadari ada seseorang disampingnya Yesung langsung mengalihkan pandangannya.

“Kau sudah bangun?”

“Hm.”

“Hebat!”

Yesung mengacungkan satu ibu jari kanannya kepada Vie. gadis itu memiringkan kepalanya menatap dalam mata Yesung, tampak bingung dengan apa yang Yesung lakukan.

“Wae?”

“Ternyata penyakit kesianganmu itu sudah sembuh. Dan yang lebih hebatnya lagi, setelah terbangun dari tidur kau langsung menghampiriku. Astaga, Apa sampai saat tidur kau juga merindukanku?”

“Ish! Sepertinya semalam kau kurang tidur Jongwoon~ah! Bicaramu sembarangan!”

“Umm, aku bahkan tidak tidur.”

“Mwo? Lalu apa saja yang kau lakukan?”

“Menonton film.”

“Apa tidak ada perkerjaan lain selain menonton film? Kau itu kan harus bekerja! Apa kau tidak lelah nanti karena kurang tidur seperti ini?”

“Aniy. Hey, apa kau sedang mencemaskanku?  Tenang saja, hari ini aku libur. Aku sedang tidak ada jadwal sampai beberapa hari kedepan. Jadi tenang saja, kau bisa terus memperhatikanku. Aku tidak akan keluar kemana-mana.”

“Ish, Kau benar-benar sudah gila!”

Pria di depanku ini hanya terkekeh melihatku. Dasar aneh. Tapi meskipun aneh ketampanannya tetap saja melekat sempurna. Dan aku masih sangat memujanya.

“Lalu, apa kau akan kembali kerumah orang tuamu untuk melanjutkan liburanmu yang tertunda?”

“Aniy, kurasa tidak. Aku sudah tidak punya selera untuk pergi berlibur. Disana sangat membosankan.”

“Kurasa bukan itu alasanmu.”

“Hm? Maksudmu?”

“Kau pasti merasa bosan karena tidak ada aku disana.”

“Yak! Kau percaya diri sekali Kim Jongwoon!”

Vie berdecak pinggang menanggapi perkataan konyol namja dihadapannya. Berani-beraninya Yesung mengatakan hal itu kepadanya, meskipun sebenarnya memang seperti itu yang terjadi. Tetapi ia tak punya hak membongkar isi hatinya.  Seperti peramal saja. Batin Vie.

**

 

 

Yesung’s POV

 

Hari semakin siang, dan gadis itu masih berkutat sendirian didalam dapur, apa saja yang ia lakukan disana? Bahkan jam sarapan pagi sudah hampir lewat. Dia itu benar-benar kelewatan. Membiarkanku kelaparan seperti ini. aku itu butuh asupan gizi yang cukup. Apa ia tak mengerti sama sekali?! Menyebalkan!

“Yak! Apa yang kau lakukan? Kau tahu aku su…”

Perkataanku seketika terhenti saat melihatnya. Gadis itu kini sedang menunduk memegangi tangan kirinya.Aku tak tahu apa yang terjadi, karena juntaian rambutnya menutupi wajahnya.

“Kau kenapa?”

Aku menjulurkan tanganku untuk menyingkirkan rambutnya dan menyelipkan dibelakang telinganya. Ada garis air mata dipipinya. Dia menangis? Ku lirik tangan kirinya. Jadi telunjuknya berdarah. Kurasa jarinya teriris.

“Hey, jarimu!”

Aku langsung menarik tangan kirinya. Ia seketika terkejut dan langsung membelalakan matanya saat aku mulai menghisap darah yang keluar dari ujung jarinya.

“Ash! Pe..lan…pe..lan..”

Ia menggigit bibirnya. Mungkin menahan rasa perihnya. Saat darahnya sudah tak mengalir lagi aku langsung melepaskannya dan meludah diwashtafel. Gadis itu masih terdiam, tetapi matanya terus mengikuti gerak tubuhku.

“Apa masih sakit?”

Tanyaku sembari meraih tangannya lagi dengan tangan kiriku dan mengusap lukanya dengan ibu jariku. Ia hanya mengangguk membalasku. Kenapa tingkahnya yang seperti ini semakin membuatnya terlihat lucu? Aku mengarahkan tanganku yang lain untuk mengusap bekas air mata yang ada dipipinya.

“Kalau begitu, kau tidak usah memasak.”

“Uh?”

“Tenang saja, kita bisa makan diluar. Bagaimana?”

“Tapi….”

“Tidak apa-apa, hari ini khusus untukmu kita makan diluar.”

“Tapi apa yang akan dilakukan fansmu kalau sampai mereka tahu kau pergi bersamaku?”

“Tidak akan. Aku akan menyamar jika memang kau terlalu mengkhawatirkanku.”

Ia hanya memandangku dengan tatapan yang aku sendiri tak tahu apa artinya. Jujur saja, gadis dihadapanku ini sudah seperti pengisi hari-hariku. Aku ingin sekali memperlakukannya dengan special, meski tak jarang aku juga sering menjahilinya. Hais, Apa yang terjadi dengan perasaanku?

**

To be continue~~

8 responses to “[FREELANCE] Yevie world : An Odd love with my mysterious maid~~ (Part 3)

  1. min part 5nya udah di post belum, penasaran nih udah lam banget nunggu jadi gk sbar, aku suka ff ni, pa lg yesung ..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s