[FREELANCE] Saranghaeyo, But I Can’t…

Author: minnieasmilkyway

Judul: Saranghaeyo, But I Can’t…

Genre: Fantasy, Romance

Twitter: @ayurini59

Cast: Kim Jong In (EXO-K’s Kai); Xi Lu Han (EXO-M’s Lu Han); Jung Yu Ra (OC)

*Yura PoV*

“Tidak baik seorang yeoja berjalan sendirian tengah malam begini” ujar seorang namja yang berada di sebelahku.

“Aissh~ gwaenchana” balasku.

“Boleh… Kutemani?” tannyanya.

Pertanyaan itu membuatku menolehkan wajahku ke arah namja di sebelahku.

“Omona…KAI!. Tentu saja boleh…” balasku akhirnya. Iapun tersenyum ke arahku dan kamipun melanjutkan perjalanan kami.

Apakah malam ini aku tidak bermimpi?. Itu sungguhlah seorang Kai. Kai, namja paling terkenal di kampus ini. Aissh…Mungkin aku seorang yeoja yang beruntung.

***

Kejadian semalam merupakan salah satu kejadian terindah yang pernah kualami. Mungkin kami akan menjadi teman dekat, kkk~. Itulah harapanku.

DUKK!

 

“Auw..” rintihku sambil terus mengusap-usapkan keningku.

“Gwaenchana?” Tanya seorang namja yang datangn menghampiriku.

“Sakit sekali.. Apa kau ti… Kai?” ucapku tercengang saat mendapati bahwa Kai lah yang berada dihadapanku.

“Ne, kau tidak apa-apa?” tanyanya sekali lagi.

Aku hanya mengangguk menjawabnya.

Aissh…Aku tidak kenapa-kenapa. Rasanya, rasa sakitku tiba-tiba hilang.

 

Tahu aku mengangguk menjawab pertanyaannya, iapun bergegas meninggalkanku.

“Kai, tunggu!” sahutku.

Iapun menoleh kearahku, “Gomawo” ucapku singkat.

“Untuk apa?” tanyanya bingung.

“Untuk yang semalam”

“Semalam? Apa Maksudmu? Dasar Yadong!”

Mendengarnya berkata demikian, aku mengerucutkan bibirku.

“Bukan itu maksudku…” lirihku.

“Aku tidak mengenalmu!” sahutnya sekali lagi.

Bukan ini Kai yang kukenal semalam. Kai yang semalam itu, jauh lebih baik. Bagaimana mungkin secepat itu berubah?, batinku.

***

Sial, hari ini aku pulang malam lagi!, sungutku.

“Jung Yu Ra!” sahut seorang namja yang suaranya sangat familiar ditelingaku.

Aku menoleh sejenak ke arah belakang. Kai. Hanya dia, satu-satunya orang yang berada di belakangku.

“Tunggu…”

Setelahnya, ia memberiku sebatang coklat rasa strawberry.

“Mianhae” lanjutnya.

“Untuk apa?”

“Itu… Kejadian tadi siang. Sepertinya, aku terlalu keras padamu” jelasnya.

“Gwaenchana…” jawabku beralasan.

“Kau mau memaafkankukan?” tanyanya sungguh-sungguh.

“Tentu saja” balasku dengan wajah puas.

Setelahnya, kamipun meneruskan perjalanan kami. Tak berapa lama kemudian, Kai berhenti di suatu pertigaan.

“Kita berpisah disini. Rumahmu ke arahsanakan?” tanyanya sambil menunjuk ke arah kananku.

“Ne, gomawo untuk coklatnya” kataku sambil menunjukkan coklat yang tinggal setengah batang itu.

“Ah, gwaenchana. Untuk selanjutnya, bagaimana kalau kau memanggilku dengan nama Lu Han?” tanyanya.

“Lu Han? Memangnya kenapa kalau aku memanggilmu dengan nama KAI?” tanyaku balik dengan menekankan nama Kai disana.

“Gwaenchana… Menurutku lebih nyaman menggunakan nama itu” jawabnya sambil tersenyum.

“Ne, aku mengerti. Annyeong, Lu Han!” sahutku sambil melambaikan tangan.

*Lu Han PoV*

Sampai kapan aku akan seperti ini?, batinku.

Sudah kuputuskan…

*Yura PoV*

Seperti biasanya, pagi ini aku melihat lapangan telah ramai oleh pemain basket. Salah satunya, Kai.

“Lu Han!” sahutku. Namun, tak ada satupun dari mereka yang menoleh ke arahku.

Apa suaraku kurang kencang?, tanyaku dalam hati.

“Lu Han!” sahutku sekali lagi.

“Berisik sekali kau” ucap salah seorang yeoja yangn tidak jauh dari tempatku berdiri.

“Mian… Bukan maksudku mengganggu kalian” jelasku.

***

Permainan basketpun usai. Kulihat Kai berjalan ke arahku. Ternyata, tasnya berada di kursi sekitar lapangan tempat aku duduk.

“Lu Han…” lirihku saat ia datang. Namun, ia tak kuknjung menoleh.

“Lu Han!” sahutku.

Iapun menoleh ke arahku, “Kau ini memanggil siapa sih?” tanyanya kesal.

“Padahal kemarin, kau yang menyuruhku memanggilmu seperti itu”

“Jangan mengada-ada. Aku tidak mengenalmu”

“Jahatnya!” seruku kesal dan berlari dari hadapan Kai.

***

“Kenapa aku harus pulang malam lagi sih? Dosen menyebalkan!” sungutku.

“Tidak baik marah-marah seperti itu” ucap seorang namja.

“Kai?”

“Lu Han…” ucapnya membenarkan.

Aku heran. Kenapa Kai hanya baik padaku saat malam hari?, pikirku.

“Kau akan tahu besok” ucapnya tiba-tiba.

Bagaimana dia bisa tahu apa yang kupikirkan?.

“Ini untukmu” lanjutnya sambil memberiku secarik kertas berbentuk hati berwarna pink. Setelahnya, ia berlari dan hilang dari pandanganku.

Akupun membuka lipatan kertas itu,

 

‘Dear Yura,

Ada yang harus kujelaskan padamu. Datanglah besok malam ke EXO PLANET Restaurant.

Tertanda,

Lu Han’

 

Begitulah isinya.

***

Seoul, 19.00 KST

Waktu dan tempat sudah benar. Apa aku langsung masuk saja ya?. Baiklah…

Saat aku memasuki restaurant itu, hanya cahaya lilin yang menemani langkahku.

Aku tidak salah tempat kan?, batinku penuh tanya.

“Kau tidak salah tempat, Yura” kalimat itu seakan menjawab pertanyaanku.

“Kai?”

“Lu Han…” ucapnya membenarkan.

“Mian, aku sering lupa” jawabku beralasan.

“Gwaenchana, silahkan duduk” ucapnya mempersilahkan.

“Jadi, apa yang mau kau jelaskan padaku?” tanyaku setelah aku duduk.

“Apa kau mengundangku hanya untuk candle light dinner?” lanjutku.

Namun, dapat kulihat ia menggelengkan kepalanya.

“Lalu untuk apa?” tanyaku lagi.

Kai menarik telapak tanganku lembut.

“Saranghae…” ucapnya.

Reflek aku hanya tersenyum mendengar pernyataannya.

“Ini bukan mimpikan?” tanyaku memastikan.

“Bukan. Tetapi, aku tidak bisa meneruskan perasaan ini”

“Wae?”

“Waktuku tinggal sebentar lagi”

“Apa maksudmu? Kau akan meninggal?”

“Bukan Kai yang akan meninggal. Tapi aku, seorang Lu Han”

“Aku tidak mengerti maksudmu” ucapku.

“Kau tahu kenapa Kai hanya baik padamu saat malam hari?”

Aku menggeleng.

“Itu karena aku merasuki tubuhnya” jelasku.

“Jadi… Selama ini aku disukai oleh roh?”

“Ne… Dan aku berjanji pada diriku. Aku akan hidup tenang jika aku telah menyatakan perasaanku kepada orang yang kusuka. Seorang Jung Yura”

Iapun mengeluarkan sebuah kotak kecil dari sakunya.

“Simpanlah sebagai kenangan terakhir dariku” ucapnya lagi.

Aku tak kuasa menahan air mataku. Aku tidak akan melihatnya dan tak pernah melihatnya.

“Baiklah, aku akan menyimpannya. Tunggulah aku disana, Lu Han” lirihku.

Dalam hitungan detik, tubuh Kai yang berada di hadapanku terjatuh.

“Lu Han… Andai kutahu kau sejak awal, mungkin aku akan mengatakan padamu. Nado, saranghae…”

THE END

10 responses to “[FREELANCE] Saranghaeyo, But I Can’t…

  1. Woowww keren nih ceritanya b^_^d
    Mana dua duanya bias saya😀

    kalau ini jadi cerita beberapa part pasti lebih seru, yah lebih banyak cerita antara dunia siang (Kai yg asli) dgn dunia malam (saat Luhan mereasuki Kai).. tapi ini sudah bagus banget koq.. saya suka..🙂

    ditunggu karya berikutnya😉

  2. Annyeong^^ Thor ada lanjutan nya lagi gak? Hehe reaksi muka kai tau tau lagi ada direstoran gimana😄

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s