[Korea Fan Fiction] Bad Cookies [part 6a] – SHINee

*credit poster by avyhehe @ lazywonderland*

into & prolog >> part 1 >> part 2 >> part 3 >> part 4 >> part 5a >> part 5b >> part 5c  >> part 5d

Tittle :: Bad Cookies

Author :: Lee Hyona

Casts ::

♫ Lee Hyona

♫ Lee Taemin

♫ Onew

♫ Park Sungra

♫ Key

♫ Choi Minho

♫ Kim Jonghyun

Cameo ::

  1. OCs = Lizzy, Nike, Adin, Bela, Friesma, Dinda, and others
  2. Super Junior = Hechul, and Sungmin

Genre :: Romance, Continue, Friendship, Comedy (itu juga kalo emang lucu) , etc.

Rating :: PG-13

Disclaimer :: Ini FF adalah 50% hasil pemikiranku n 50% hasil pemikiran sahabat author, Intan. Dan trimakasih buat sahabat2 author yang sudah memberikan masukan😀

NB :: bagi yg membaca jgn TERSINGGUNG, ini hanya FF SEMATA

a/n :: part ini sepertinya lebih fokus ke Ocs daripada SHINee

Kawasan Wajib Comment!!

Silent Readers Dilarang Masuk!!

NO BASHING, PLEASE!!

***************************

            Namja di ruangan itu perlahan membuka matanya. Ruangan yang ditempatinya sekarang gelap. Perlahan namja itu duduk dari posisi tidurnya. Ia menoleh ke arah jam yang berada di belakangnya.

‘jam 5? Aku pasti ketiduran’ pikirnya. Namja itu masih tetap pada posisinya. Sesekali ia mengacak-acak rambutnya sendiri. Beberapa menit kemudian, kesadarannya kembali 100%. Ia melihat kesekeliling ruangan itu. Seperti mencari sesuatu. “Hyo?” panggil Taemin, namja itu. “kemana dia?” tanyanya pada dirinya sendiri.

Taemin keluar dari ruangan itu, mencari Hyona disetiap ruangan di lantai 2. Tidak ada. Ia berlari ke lantai 1. Langkah kakinya yang terkesan tergesa-gesa membuat member SHINee yang lain memperhatikannya. “Hyona mana?” Tanya Taemin dengan napas yang masih terengah-engah.

“Hyona? Tadi dia keluar dengan Sungra. Mungkin sebentar lagi pulang.” Jawab Jonghyun santai. Taemin sedikit tenang.

Terdengar suara pintu depan terbuka. “kami pulang.” Spontan all SHINee member yang kebetulan duduk di ruang tamu menoleh ke sumber suara. Terlihat 2 yeoja yang penampilannya tidak dikenali memasuki villa. 5 namja ini memperhatikan 2 yeoja tersebut dengan tatapan asing.

Kedua yeoja ini pun merasa risih. “kenapa melihat kami seperti orang asing?”

Onew mengenali suara itu. “S-sungra??!”

Yeoja itu menjawab. “ne? wae? Ada masalah?”

“k-kau H-hyona?” Tanya Taemin seraya menunjuk yeoja satunya. Yeoja itu hanya mengangguk.

Semua membeku dengan mata membulat dan mulut menganga. “kalian berdua terlihat sangat berbeda dari biasanya.” Tutur Key.

Hyona awalnya memiliki rambut panjang sepunggung berwarna coklat muda, sekarang berubah menjadi short hairstylenya Sunny. Hanya saja warnanya ungu gelap mendekati hitam (dari jauh hitam, dilihat dari dekat ungu. Got it?). Sedangkan Sungra tidak memotong rambutnya, ia hanya meluruskan dan merapikan rambutnya. Kini terlihat seperti hairstyle Minzy @ Lonely MV dengan warnanya yang hitam pekat.

“hanya merubah gaya rambut. Apa terlihat sangat berbeda?” Tanya Hyona santai. Yang lain hanya mengangguk. “baguslah kalau begitu.” Tambahnya. Sedangkan yang lain mengangkat sebelah alis mereka.

Sungra menepuk tangannya sekali untuk menyita perhatian. “baiklah, lupakan soal penampilan. Sekarang, kami akan memberi tahu kami bisa mengenali kalian.”

Hyona mengacungkan jari telunjuknya. “postur tubuh.” SHINee hanya menggumam.

Sungra mengacungkan jari telunjuk dan tengah. “kebiasaan tidur Onppa and Minppa.”

“aku…” Hyona menghentikan kata-katanya seakan baru mennyadari sesuatu. “Ya! Kalian sudah tahu kan?!” tambahnya seraya menunjuk Jonghyun, Key, dan Minho bergantian. Sedangkan yang ditunjuk hanya cekikikan.

“ne, kami sudah tahu dari Onew hyung.” Jawab Minho santai. Dan ‘BUK’ bantal sofa berhasil mendarat di wajahnya.

Hyona dan Sungra segera memasuki kamar mereka dan membanting pintu dengan kesal karena merasa ditipu.

***

Keesokan harinya

@SMP X >>? Hyona n Sungra’s Junior High School

Perubahan penampilan Hyona dan Sungra sangat disadari oleh penghuni sekolah itu. Terlebih lagi setelah foto-foto mereka bersama Onew dan Taemin tersebar luas. Semakin banyak orang yang memperhatikan gerak-gerik mereka. Maklum saja. Disekolah mereka banyak yang menyandang status ‘K-popers’ dan tah sedikit mereka yang bergelar ‘SHINee World’. Saat di kelas, suasananya tidak kalah mencekam. Terlebih lagi, ada 5 monster itu.

BRAAK

Tiba-tiba ada tumpukan buku mendarat di meja Hyona disaat yeoja ‘dingin’ itu membaca sesuatu ditempatnya. Hyona hanya diam, tidak bereaksi dan melanjutkan aktivitasnya. Merasa tidak dihiraukan, orang yang membanting buku-buku itu menggebrak meja Hyona dan membuat murid-murid disana bergidik ngeri. Kecuali Hyona yang terlihat santai, tenang, dan tetap dingin. Orang dihadapan Hyona makin geram dibuatnya. “HEI! Kau tidak melihat ada orang didepanmu?!”

Hyona mengangkat kepalanya. Melihat orang yang dihadapannya sekilas. Lalu kembali melanjutkan membacanya. “oh, kau Lizzy. Mau apa kau disini?” tanya Hyona santai.

Merasa diremehkan, Lizzy –ketua dari genk monster- menarik rambut Hyona. Memaksa Hyona menatap matanya. “kerjakan pr-pr kami. Sekarang!” 4 orang lain dibelakang Lizzy tersenyum meremehkan ke Hyona.

Hyona mengarahkan pandangannya ke tangan kanan Lizzy yang masih diatas mejanya, lalu menatap nata Lizzy lagi. “kau masih punya tangan. Tidak luka, cacat atau patah. Jadi, kerjakan sendiri.” Lizzy semakin emosi setelah mendengar kata-kata Hyona. “dan satu lagi…” Hyona membebaskan rambutnya dari tangan Lizzy. “rambutku sudah pendek. Jadi, jangan seenaknya menarik rambutku. Karna sangat mudah melepaskannya. Kau melakukan hal yang sia-sia” ujar Hyona disertai ‘smirk’nya.

Emosi Lizzy makin tak terkendali. Ia menarik paksa kerah seragam Hyona. Mau tidak mau Hyona berdiri.

Kali ini Hyona tersenyum meremehkan. “kau melakukan kesalahan yang memperrmalukanmu.” Lizzy mengangkat sebelah alisnya. “aku lebih tinggi darimu.” Hyona memang tinggi beberapa cm dari Lizzy. Dan itu terlihat jelas.

“mph.. BWAHAHAHA.” Tawa pun meledak saat itu juga. Membuat Lizzy malu plus geram. Sedangkan Hyona menyeringai penuh kemenangan.

***

Sungra POV

Bodohnya aku. Aku tadi ke ruang guru untuk mengumpulkan tugas. Begitu sampai di ruang guru, aku justru baru saadar aku salah membawa buku. Dan sekarang, kembali lagi ke kelas.

Didepan kelas, aku melihat banyak murid yang berkumpul didepan jendela dan pintu. Kenapa ramai sekali? Ada apa? Pertanyaan itu terus berputar dipikiranku. Aku mempercepat langkahku. Aku kesulitan masuk ke kelas karena disini ramai sekali.

“Ochie kerasukan apa? Sampai nekat begitu.” Suara itu membuatku membeku. Ochie? Hyona? Nekat? Apa maksudnya?!

“mungkin anak itu sudah bosan hidup. Apa untungnya menghadapi Lizzy?” lagi-lagi. Hyona dan Lizzy? Ada apa sebenarnya?

Dengan sekuat tenaga, aku menerobos gerombolan manusia ini dan masuk ke kelas. Aku melihat ke arah tempat duduk Hyona. Hyona dan Lizzy sedang berhadapan. Tangan kiri Lizzy mencengkram kerah seragam Hyona dan tangan kanannya bersiap memberikan tamparan.

“kau..” aku bisa mendengar perkataan Lizzy yang penuh emosi. Monster itu…

“hentikan!” aku berteriak membuat mereka menoleh ke arahku kecuali Hyona. Aku berlari kearah mereka berdua. “lepaskan.” Ucapku pada Lizzy. “aku bilang lepaskan!” aku sedikit membentak.

“kau tidak dengar? Dia bilang lepaskan!” Hyona dengan kasar menyingkirkan tangan Lizzy dan membuat seragamnya sedikit berantakan.

Aku menatap tajam mata Lizzy. “kesabaranku sudah habis. Kalau kau dan anak buahmu itu memperlakukan kami seperti ini lagi…” aku menarik napas. “aku tidak segan-segan melaporkan kalian ke BK, ah tidak. Tapi ke kepala sekolah.”

Mereka berlima tertawa. Kenapa? Apa ada yang lucu? “melaporkan kami huh? Memangnya kalian punya bukti?”

“tidak, tapi kami punya saksi mata.”

Lizzy menunjukkan evil smilenya yang membuatku eneg. Ia mengarahkan pandangan ke luar jendela. “apa diantara kalian ada yang mau jadi saksi mata mereka?” hening.. tidak ada yang menjawab.

JDEER

Mengetahui kondisi seperti ini, rasanya seperti disambar petir di pagi yang cerah. Aku melupakan satu hal. Semua murid disini tidak mau berurusan dengan 5 orang, ralat, 5 monster ini.

Lizzy tertawa puas. “see? Tidak ada yang membela kalian.” Ia berjalan mendekat ke arah kami. “tapi, jika kalian nekat melaporkan kami, ucapkan selamat tinggal pada ketenangan hidup kalian dan SHINee.” Kata-katanya leebih mirip bisikan. Bisikan yang mengancam. Lalu mereka pergi keluar kelas. Semua orang yang tadi bergerombol kembali ke kegiatan mereka masing-masing. Saat Lizzy berada didekat jendela, ia melihat ke arah kami. Hyona memberikan deathglare tapi hanya dibalas seringaian kecil oleh Lizzy.

“mereka pelakunya.” Gumam Hyona. Tapi aku masih bisa mendengarnya.

***

Author POV

“apa? Kalian sudah menemukan pelakunya?” tanya Key tidak percaya. Hyona dan Sungra hanya mengangguk. “siapa mereka?” tanya Key lagi.

Sungra menghela napas. “5 monster.” Semua tampak bingung. “yang membully kami.” Lanjutnya. SHINee memasang ekspresi shock.

“bully?” Jonghyun makin tak percaya. Sungra hanya tertunduk.

“lalu, rencana selanjutnya?” tanya Minho.

“koneksi.” Semua menatap ke sumber suara. Onew. “yang pasti harus mencari koneksi dulu.” Lanjutnya.

“caranya?” Tanya Taemin.

Sungra menjentikkan jarinya. “aku tahu! Kita membuat pertemuan atau pesta teman senasib! Jadi kita mengundang anak yang dulu pernah dibully oleh mereka.”

“jangan cuma murid biasa..” Hyona kali ini buka suara. “undang korban bully yang famous dan…” Hyona tersenyum evil –pinjem punya Kyuppa- “SHINee world.”

Gleek. SHINee menelan saliva dengan susah payah karena merasa hal yang buruk akan menimpa mereka.

***

            Hyona menyodorkan beberapa lembar kertas ke tiap-tiap member SHINee. Lalu ia memberikan bolpoin dan spidol berwarna-warni juga hiasan-hiasan lain yang digunakan untuk kartu ucapan. “sekarang kerjakan.” Titah Hyona padda SHINee yang notabenenya adalah idolanya sendiri.

“ne..” jawab SHINee serempak.

“handphoneku aku tinggal dirumah. Hanya untuk berjaga-jaga kalau mereka tidak percaya.” Ujar Sungra.

“ne” jawab SHINee serempak (lagi). Lalu kembali fokus ke tugas yang diberikan HyoRa ke mereka. Membuat undangan.

***

            Pagi-pagi sekali Hyona dan Sungra sudah sampai di sekolah mereka. Sepi. Tidak ada siapa-siapa kecuali mereka dan 2 satpam digerbang. Mereka berdua berjalan dalam diam. Sesekali melihat sekitar untuk memastikan tidak ada orang selain mereka. Bisa dibilang mereka terlihat seperti menjalankan sebuah misi. Yeah, mereka memang sedang menjalankan misi. Misi yang sangat rahasia.

Mereka memasuki salah satu kelas. Hyona berdiri didekat pintu, sedangkan Sungra memperhatikan setiap meja di kelas itu.

“ketemu.” Gumam Sungra. Ia meletakkan salah satu amplop yang dibawanya ke loker meja itu. “next target?” tanyanya pada Hyona.

Hyona sedikit memiringkan kepalanya ke pintu –memberi kode untuk pergi- “kajja.” Ucapnya lalu menuju ke kelas sebelah. Dan mereka melakukan hal yang senada pada 5 tempat yang berbeda.

***

a/n 2: kalau ada percakapan yang ditandai (“/…../”) itu berarti bahasa korea. Selain itu bahasa indonesia.

Beberapa menit kemudian…

@VIII – B

Seorang yeoja baru memasuki kelas ini. Ia duduk disalah satu bangku. Sesekali ia melirik jam tangannya. “aissh.. kemana orang-orang?” pikirnya. Yeoja itu mengambil sesuatu dari loker mejanya.

Sreet. Sebuah amplop putih terjatuh bersamaan dengan gerakan tangan yeoja itu saat mengambil buku dari lokernya. Yeoja itu melihat sekitar, lalu menatap amplop tadi. “itu punya siapa?” tanyanya. Ia mengambil amplop itu dan membaca tulisan dibagian depan. ‘invitation 4 u, Nike.’ “untukku?” lagi-lagi Nike –nama yeoja tersebut- itu melihat sekitarnya. Berharap menemukan orang yang meletakkan undangan itu. Nihil. Tidak ada orang selain dirinya. Nike membuka amplop tersebut dan mulai membacanya.

 

“Hi Nike ^^.. datanglah ke pesta kami. Pesta rahasia bersama SHINee. Kita bisa makan ayam goreng, ayam krispi (?) , dan ayam panggang bersama. Oh iya, nanti akan ku ajari cara bermain ttak bam. Tofu kiss :*”

-Nyu-

NB: 14.00 WIB taman belakang sekolah bagian utara

            Nike menunjukkan ekspresi terkejutnya. ‘Onew mengirim undangan untukku?’ ia melebarkan matanya saat melihat tanda tangan Onew di akhir undangan. ‘asli?!’ ia berlakali-kali mengamati undangan yang diterimanya.

“arraso, nanti aku akan menemui mereka.”

***

@VIII – C

“hi adin.” Sapa seorang yeoja pada temannya yang baru memasuki kelas. Sedangkan yang disapa –Adin- hanya tersenyum. “ah iya, buku mu sudah ku kembalikan ke lokermu.” Lanjut yeoja itu.

“oh, ok.” Jawab Adin. Adin mengambil buku yang dimaksud temannya. Ia membuka lembar demi lembar. Ada amplop berwarna silver yang terkesan eksklusif didalam bukunya. “Ayu, ini punyamu?” tanya Adin pada Ayu -si peminjam buku- seraya memperlihatkan amplop tadi.

Ayu menggeleng. “bukan. Aku tidak punya yang seperti itu. Mungkin itu punyamu.”

“benarkah?” gumam Adin. Pandangannya tertuju pada bagian depan amplop. ‘To: Adin’ “eh?”

“Adin, bukunya masih utuh kan?” tanya Ayu yang membuat Adin kembali tersadar.

“oh, iya. Thanks sudah mengembalikan buku ku dengan selamat.” Jawab Adin. Ia menyembunyikan amplop tadi dibawah bukunya. Ayu hanya mengangguk lalu pergi meninggalkan Adin sendirian. Setelah memastikan tidakada seorangpun disekitarnya, Adin mengambil amplop silver tadi. Ia melihat bagian belakang. ‘From: Bling-Blng Jonghyun^^’. Adin menatap tulisan itu tak percaya. Perlahan ia membuka amplop itu dan membaca isinya.

 

“Annyeong adin yang cantik. Aku harap kau bisa datang ke pesta kami. Tentu saja pesta VVIP bersama SHINee. Ini pesta rahasia loh! Kesempatan ini hanya sekali seumur hidupmu, semua shawol pasti iri denganmu. Nanti kita bisa bernyanyi dan berfoto bersama :p.. jadi,datang ya?”

-Jonghyun-

NB: 14.00 WIB taman belakang sekolah bagian utara

            Senyum bahagia tercetak di wajah Adin. “KYAA! Jonghyunie oppa.. aku pasti datang ><.”

***

@kelas akselerasi

Yeoja berkacamata berjalan menuju ke sebuah bangku dengan anggunnya. Tak lupa dengan beberapa buku ditangannya sebagai makanan sehari-hari (?).

“ya ampun Bela. Kau memang rajin, tapi rajin yang terlalu berlebihan. Kenapa membawa buku sebanyak itu?” celoteh salah satu namja dikelas itu.

Bela –yeoja berkacamata- hanya tersenyum. “habisnya, aku takut kekurangan data untuk nanti Jerry. Hehe..”

“ckckck. Dasar. Jangan panggil aku Jerry. Panggil yang lengkap. Je-re-mi.” Protes namja tadi. Jeremi.

“iya iya. Je-ra-mi.” Kata Bela dengan santainya.

“yak! Kau ini. Ah iya. Tadi ada titipan dari anak 8 A. aku taruh di lokermu.” Tutur Jeremi.

“lokerku?” Bela membungkukan badan untuk memeriksa lokernya. Ada sesuatu berwarna pink bertabur gliter silver disana. “thanks Jer.” Jeremi hanya menggumam lalu meninggalkan kelasnya.

Bela mengambil benda pink itu. Ternyata itu kertas yang dilipat-lipat sedemikian rupa. Ia membuka lipatan kertas itu dan membacanya.

 

“Hai bel.. setelah kau membaca surat ini, kau pasti sangat senang dan merasa di dunia mimpi. Kenapa? Karena aku ini key SHINee! Wohoo!~. Datang ya ke pesta rahasia SHINee. Nanti kita bisa melakukan banyak hal menyenangkan disana, khususnya berfoto bersamaku..

kutunggu loh! Bye~”

-key-

NB: 14.00 WIB taman belakang sekolah bagian utara

            “Key mengirimkan undangan untukku? Mana mungkin.” Bela memasukkan kembali kertas yang ternyata undangan itu. “tapi, bagaimana kalau benar Key yang membuat undangan ini?” tanyanya pada dirinya sendiri.

***

@gedung olahraga sekolah

Duk duk duk. Suara bola basket memantul menggema ke seluruh ruangan. Semakin lama, tempo bola semkin cepat. Yeoja yang mengendalikan bola itu berlari dengan bersemangat. Saat beberapa meter dari ring, yeoja itu melompat dan ‘hup’. Ia berhasil mencetak angka.

Yeoja itu menarik ujung bibirnya –membentuk senyuman kecil-. “lumayan ada kemajuan.” Ia berlari menghampiri bolanya dan men-drible benda bulat itu. Dari name tagnya, yeoja itu bernama Friesma. Ia kembali bersiap untuk melakukan tembakan kedua. Namun gerakannya terhenti ketika melihat sebuah kertas melayang dengan indahnya dan jatuh didekat sepatunya. Dengan malas, Friesma memungut kertas, ralat, amplop berwarna baby blue itu. “siapa lagi yang membuang sampah disini?!!” gerutunya. Ia mengamati ‘sampah’ yang ada ditangannya. Ia menoleh ke kanan-kirinya. Dengan sejuta pertanyaan dibenaknya, ia membuka amplop itu dan membaca isinya.

“Annyeong🙂 …

seperti judul undangan ini, invitation 4 u. Jadi, undangan ini memang untuk para shawol special, sepertimu! Datanglah ke pesta rahasia kami, bersama SHINee. Kita bisa bermain basket bersama. Aku mohon datanglah, neomu yepo ;)”

-Minho-

NB: 14.00 WIB taman belakang sekolah bagian utara

            “siapapun kau yang mengirim ini, kalau kalian hanya mempermainkan aku dengan melibatkan nama Minho, kalian akan tamat.” Ucapnya sebelum membanting bolanya sekeras mungkin dan meninggalkan gedung olahraga itu.

***

@koridor menuju art studio

Terlihat seorang yeoja berjalan menyusuri koridor. Sesekali ia menggerakkan tubuhnya mengikuti alunan music yang terdengar dari earphonenya. Menari secara spontan itu keahliannya. Sesampainya didepan art studio, ia memutar knop pintu dengan kaki yang masih setia bergerak mengikuti music. Ia memasuki art studio itu tetap dengan earphone di telinganya. Kegiatan mendengarkan music plus menarinya terus berlanjut. Tiba-tiba ada yang menepuk bahu yeoja itu. Reflex, si yeoja mengambil penggaris didekatnya dan mengarahkan ke pelaku (?)

“loh? Maya?” si yeoja penodong (?) terkejut. Maya –pelaku penepukan bahu (?)- mengatakan sesuatu. Tapi tidak terdengar oleh yeoja penodong. “apa?”

Maya mengulangi kalimatnya, tapi hanya ditanggapi gelengan oleh yeoja penodong. Maya menarik earphone yeoja penodong lalu mengulangi perkataannya. “Hei! Dinda! Gimana mau denger kalau ada earphone di telingamu?!” maya sedikit emosi.

Dinda –yeoja penodong- hanya nyengir. “hehe.. sorry sorry. Kenapa May?”

Maya menghela napas. Ia memberikan sebuah amplop hitam dengan hiasan berwarna gold. “ini punyamu kan? Ada nama mu.” Ujarnya seraya menyodorkan amplop tadi.

“tapi—” belum sempat menyelesaikan perkataannya, Maya sudah lenyap (?) dari tempatnya berdiri. “aissh.. kemana dia?” tanpa banyak bicara, Dinda membuka amplop itu dan menbacanya.

 

“hai noona ^^.. kenapa aku memanggilmu noona ya? *mian.

Em.. bagaimana kabarmu? Em.. Si HyoRa mengadakan pesta rahasia bersama SHINee. Kau tau kan siapa HyoRa itu? Yang jelas aku ingin kau datang ke pesta rahasia kami. Nanti aku akan mengajakmu ngedance ^^ di ruangan yang penuh bunga-bunga *kuharap. Dan hal-hal keren lain nya. Kau pasti senang pokoknya. Karena pesta ini sangat seru! ^^. Datang ya~”

-Taemin-

NB: 14.00 WIB taman belakang sekolah bagian utara

 

“oh dear, apa aku sedang bermimpi? Lee Taemin?” Ia terlihat berpikir sejenak. “ah, mana mungkin. Pengirimnya pasti mau mengerjaiku.” Dinda memasukkan undangan itu ke tasnya. Lalu melanjutkan kegiatannya. Mendengarkan music dan menari spontan.

***

14.00 WIB, jam pulang sekolah.

Hyona dan Sungra sudah duduk disalah satu bagku taman dengan selamat tanpa luka sedikitpun. Mengingat kejadia kemarin, Hyona berdebat dengan 5 monster dan hari ini mereka baik-baik saja. Cukup tidak masuk akal kan? Tapi ini kenyataannya. Sebenarnya mereka menggunakan trik agar 5 monster tidak menyerang mereka. Triknya cukup sederhana. Hyona dan Sungra cukup menawarkan bantuan ke guru-guru yang mereka anggap sedang kerepotan. Dengan begini, 5 monster tidak mempunyai kesempatan mendekati Hyona dan Sungra walau mereka 1 kelas. Rencananya, mereka melakukan ini sampai mereka melakukan ‘bersih-bersih monster’.

Tak lama, muncul 4 yeoja dihadapan Hyona dan Sungra. Sungra tersenyum melihat undangan yang dibawa ke-4 yeoja tersebut. “untunglah undangan itu sampai ke tangan kalian. Terutama Friesma. Karena peletakkan undangan untukmu yang paling repot. Bayangkan, diatas ring basket!” ia protes sejadi-jadinya. Ingat kan, kalau Hyona bertugas mengawasi sementara Sungra meletakkan undangan-undangn itu? Dan Sungra sedikit kesusahan saat meletakkan undangan untuk Friesma di ring basket. Ia meminta bantuan Hyona, dengan santainya Hyona menjawab ‘tugasku hanya mengawasi keadaan.’ Sehingga Sungra harus berjuang mati-matian untuk meletakkan undangan itu. *poor Sungra #PLAAK

“kenapa kalian mengirim ini?” Tanya yeoja ber-name tag Friesma. Ia sama sekali tidak menghiraukan keluhan Sungra.

Hyona yang sedari tadi celingak-celinguk *author ga tau bahasa bakunya, berdiri dari tempatya. “kurang 1 orang lagi.” Tuturnya.

“hei! Aku bertanya padamu!” bentak Friesma karena merasa diacuhkan.

“kami tidak akan cerita sebelum jumlah penerima undangan ini lengkap. Ayo ke art studio.” Hyona segera beranjak dari tempatnya. Namun lagkahnya terhenti ketika melihat yeoja berdiri beberapa meter didepannya.

“kau yang mengirim ini?” Tanya yeoja itu.

Hyona tersenyum. “ne Dinda, itu ak- ah bukan, kami yang mengirimnya.” Ujarnya seraya menunjuk Sungra.

Dinda mendekat beberapa langkah. “jangan lakukan ini lagi. Ini trik yang konyol. Mana mungkin Taemin membuat undangan untukku?” ucapnya lalu menunjukkan undangan yang diterimanya.

“kau kira kami juga percaya?” ujar salah satu yeoja yang memegang undangan, Nike.

Adin didekatnya mengangguk. “kami juga mau memastikannya.” Tambahnya yang ditanggapi anggukan oleh Bela.

“kalian belum percaya? Tapi itu wajar sih. Hyo..” Sungra member kode agar Hyona menghubungi penghuni lain villa mereka (baca: SHINee)

“wait, bukannya dia Ochie?” Tanya Bela yang sedari tadi diam.

Sungra mengangguk. “kami menggunakan nama itu agar mudah diingat orang-orang disini.”

“tunggu, berarti, Intan dan Ochie bukan nama asli kalian?” Tanya Dinda tak kalah penasaran.

Sungra mengangkat bahunya. “entah. Tapi aku dilahirkan dengan nama Park Sungra.” Sungra menunjuk dirinya sendiri. “dan Lee Hyona.” Sungra menunjuk kea rah Hyona yang masih berkutik dengan handphonenya. Perkataan Sungra berhasil membuat pendengar setianya membeku.

“/yoboseo? Onew oppa, panggil yang lain. Lakukan tugas kalian, arra?/” terdengar suara Hyona yang fasih berbahasa korea dengan lawan bicaranya di video call –Onew- membuat 5 ‘undangan makin membeku. Hyona mengarahkan layar handphonenya ke ‘calon koneksi’. “bicaralah dengan mereka.”

“/annyeong haseo, SHINee imnida/” penampakan (?) pada layar handphone Hyona membuat ke-5 yeoja ‘famous’ kehilangan kata-kataya.

“hello~?” terdengar suara Jonghyun.

“/gwechana?/” Tanya Minho. SHINee semakin bingung karena tidak mendapat tanggapan dari lawan bicaranya.

“/a.. annyeong./” sapa Bela setelah berhasil mengumpulkan keberaniannya.

“/annyeong Bela!/” balas Key dan sukses membuat Bela nge-fly (?).

“bagaimana? Sudah percaya?” Tanya Sungra dan dibalas anggukan lemah. Sungra mengambil alih pembicaraan video call. “/gomawo oppadeul, kalain bersiap-siap saja untuk acara nanti malam./”

“/Sungra, chankkanman/”sela Minho. “/arahkan ke mereka/”tambahnya. Sungra hanya menurut dan mengarahkan camera video call ke 5 patung *PLAAK, 5 yeoja yang masih setia menunggu. “don’t tell this to anyone. Ok?” dan suara Minho tadi mengahiri video call mereka.

Sungra mengembalikan handphone Hyona. “nanti malam tepat pukul 18.00 WIB di villa kami, jangan sampai terlambat, ok? Ingat ini rahasia.” Sungra memastikan. Ia dan Hyona pun meninggalkan sekolah.

***

@villa, 18.00 WIB

Ting tong…

Mendengar suara bel, Sungra menghentikan kegiatan memasaknya dengan Key. Ia menyembulkan kepalanya dari dapur. “/siapa pun, tolong buka pintunya!/” perintahnya.

Onew, Jonghyun, Taemin, dan Hyona yang sedang bersih-bersih ruang tamu melempar tatapan tajam ke Minho yang tidak melakukan apa-apa. Minho yang merasa tidak nyaman dengan tatapan yang mengarah padanya menghela napas berat lalu beranjak ke pintu. Kreek (?) pintu telah dibuka dan memperlihatkan 5 yeoja yang mematung ditempat.

“/siapa oppa?/” Tanya Hyona yang muncul dari belakang Minho dan melihat siapa yang datang.

Ke-5 yeoja tadi menunjuk kearah Minho dan Hyona. Membuat yang ditunjuk sedikit terkejut. “KALIAN SERUMAH?!!!” mereka berteriak.

Hyona langsung member isyarat untuk diam. Sedangkan Minho makin bingung karena tidak mengerti dengan apa yang diteriakan yeoja-yeoja disekelilingnya. “silahkan masuk, nanti akan ku jelaskan.” Ajak Hyona seraya memberikan akses masuk untuk tamu-tamunya.

Setelah semua yeoja duduk –namjanya ga ikutan-, Hyona mulai berbicara. “baik, aku akan menjelaskan kenapa kalian diundang kesini. Yang per—”

“sebelumnya, jelaskan. Kenapa kalian dan oppadeul tinggal bersama?” potong Dinda.

“kalian benar-benar menculik mereka?” Tanya Adin dengan wajah polos se polos-polosya *muka rata donk o,O #PLAAK

“MWO?!!” Hyona dan Sungra berteriak cukup –sangat- keras hingga terdengar sampai lantai 2, tempat SHINee sekarang.

“/YA! LEE HYONA! PARK SUNGRA! JANGAN BERTERIAK!/” bentak Key dari lantai 2.

“/oppa! Kau juga berteriak!/” balas Sungra.

“/aku berteriak karena kalian juga berteriak!/”

“/diam atau ku usir dari sini?/” ancam Hyona.

Kriik kriik.. suasana hening kembali. N.A.B.F.D sweatdrop melihat pertarungan Idol vs Fans ini. Walau mereka tidak mengerti bahasa yang digunakan, mereka beranggapan yang terlihat seperti Tom vs Jerry *readers: ga nyambung thor -.-

“jadi aku tekankan disini, KAMI TIDAK MENCULIK MEREKA. Tapi, KAMI KASIHAN PADA MEREKA YANG KE-RAMPOK-AN SAAT SAMPAI DISINI, DI KOTA INI.” Hyona menjelaskan benar-benar  dengan penekanan, malah terdengar bentakan >> terbawa emosi gara-gara Key. Membuat tamu-tamunya, bahkan Sungra terdiam. “MENGERTI?!!” semua yeoja –kecuali Hyona dan Sungra- mengangguk dengan ketakutan.

BUK

Sebuah bantal mendarat di bagian belakang kepala Hyona. Dengan cepat, hyona menoleh ke belakang dan dalangnya adalah, yeah siapa lagi kalau bukan SHINee. “/KABUR!! Heechul ke-2 mau meledak!” namja-namja itupun berlari terbirit-birit sebelum mendapat amukan dari tuan rumah.

“aissh, enak saja menyamakanku dengan nenek sihir itu.” Gerutunya.

@Hechul place *anggep aja Heechul ga lagi wamil.

“hatchi.. >,<”

“/aigoo, Heechul hyung, gwechana? Kau sakit?/”

Heechul tersenyum. “/aniyo, aku tidak sakit Sungminnie./”

Sungmin masih terlihat khawatir. “/lalu, kenapa kau bersin?/”

“/mungkin ada yang sedang membicarakanku. Biasalah, orang keren sepertiku pasti dibicarakan banyak orang./” Jawab Heechul yang PD tingkat kronisnya kambuh lagi. (Hee: *lempar Heebum ke author Hyona. Author: GYAA!! KUCING!! *author kabur. #author buka aib sendiri.) >>abaikan

Back to Villa

Sungra menceritakan bagaimana SHINee bisa terdampar (?) ditempat mereka –ia dan Hyona-. Sungra bercerita sendiri dari A-Z. mengapa deminkian? Karena diatas kepala hyona terlihat asap panas (?) yang terus mengepul.

“ah, jadi begitu ceritanya.” Timpal Nike. Sedangkan yang lain hanya ber-oh-ria.

“lalu, tugas kami apa?” Tanya Dinda

Sungra tersenyum. “sederhana.” Ia memberikan 5 bendel *author Hyona ga tau bahasa bakunya apa.* kertas yang terlihat seperti naskah drama. “silahkan baca dulu.”

Ke-5 yeoja itu hanya mengambil bagian masing-masing lalu membacanya dalam diam. Sekitar 1 menit kemudian. Ke-5 yeoja tersebut membulatkan mata mereka dan menatap Hyona-Sungra bergantian. “kalian sudah gila? Mana mungk—”

“kalian cukup memikirkan bagian kalian masing-masing, sisanya biar kami yang urus.” Potong Sungra sebelum Bela melanjutkan kata-katanya.

Friesma terlihat menghela napas berat. “aku tahu. Aku, tidak, kita semua benci 5 orang itu. Tapi, kalau caranya seperti ini? Ini salah.”

Terdengar tawa err, horror (?). Hyona –si sumber suara- membenarkan posisi duduknya. “hei, kenapa kalian terkejut begitu? Aku rasa bagian kalian tidak sulit.”

“bagian kami memang tidak sulit. Tapi, aku kasihan pada kalian. Kalian sudah menderita. Dan mau melakukan ini? Jujur saja, pem-bully-an ke kalian itu yang terparah.” Timpal Dinda.

“dan kalian berdua tahu kan? 5 monster itu pintar sekali memutar balikkan fakta.” Tambah Adin.

“ne, kalian semua benar. Kami tidak bisa melakukannya.” Hyona menundukkan kepalanya. “tapi…” Hyona mengangkat wajahnya dan menampilkan tatapan mematikan (?). siapapun bisa merinding dibuatnya. “jika kalian membantu kami, membereskan 5 monster adalah perkara mudah.” Ia menambahkan seringaian pada bibirnya dan sukses membuat yang lain dengan susah payah menelan saliva karena suasana yang tiba-tiba mencekam (?). “bagaimana? Deal?” Tanya Hyona seraya menjulurkan tangannya.

 

-TBC-

Hello~

Hyona is back..

Setelah berpusing ria dengan tes-tes SMA, akhirnya saya update juga😄

Gomawo buat chingudeul yang sudah mendo’akan author..

Hyona n Sungra satu sekolah lagi loh~ (serius)

Mian kalo part ini kurang memuaskan (?)

Kira2, 5 yeoja tsb menerima tawaran HyoRa ga?

Hayo~ gimana, gimana????????

As usual, comment please😀

Next part = 6b

^_^

One response to “[Korea Fan Fiction] Bad Cookies [part 6a] – SHINee

  1. Ping-balik: [Korean Fanfiction] Bad Cookies [part 7a] | Asian Fan Fiction Story·

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s