[Korea Fan Fiction] Bad Cookies [part 6b] – SHINee

*credit poster by avyhehe @ lazywonderland*

 into & prolog >> part 1 >> part 2 >> part 3 >> part 4 >> part 5a >> part 5b >> part 5c  >> part 5d >> part 6a

Tittle :: Bad Cookies

Author :: Lee Hyona

Casts ::

♫ Lee Hyona

♫ Lee Taemin

♫ Onew

♫ Park Sungra

♫ Key

♫ Choi Minho

♫ Kim Jonghyun

Cameo ::

  1. OCs = Lizzy, Nike, Adin, Bela, Friesma, Dinda, and others
  2. Super Junior = Leeteuk *di part ini Cuma muncul namanya doank😄

Genre :: Romance, Continue, Friendship, Comedy (itu juga kalo emang lucu) , etc.

Rating :: PG-13

Disclaimer :: Ini FF adalah 50% hasil pemikiranku n 50% hasil pemikiran sahabat author, Intan. Dan trimakasih buat sahabat2 author yang sudah memberikan masukan😀

NB :: bagi yg membaca jgn TERSINGGUNG, ini hanya FF SEMATA

a/n :: part ini sepertinya lebih fokus ke Ocs daripada SHINee

Kawasan Wajib Comment!!

Silent Readers Dilarang Masuk!!

NO BASHING, PLEASE!!

***************************

Part 6a

“ne, kalian semua benar. Kami tidak bisa melakukannya.” Hyona menundukkan kepalanya. “tapi…” Hyona mengangkat wajahnya dan menampilkan tatapan mematikan (?). siapapun bisa merinding dibuatnya. “jika kalian membantu kami, membereskan 5 monster adalah perkara mudah.” Ia menambahkan seringaian pada bibirnya dan sukses membuat yang lain dengan susah payah menelan saliva karena suasana yang tiba-tiba mencekam (?). “bagaimana? Deal?” Tanya Hyona seraya menjulurkan tangannya.

Part 6b

Ke-5 yeoja didepannya terlihat berdiskusi sejenak. Dengan ragu-ragu friesma menggerakkan tangannnya dan menyambut uluran tangan Hyona. “deal.”

Sungra terlihat sumringah. “trimakasih, trimakasih banyak.” Tuturnya lalu melakukan bow.

“ya! Mereka orang Indonesia, kenapa kau melakukan bow segala?”

Sungra mem-pout-kan bibirnya. “memang apa salahnya?” Hyona menanggapi dengan memutar bola matanya. “baiklah, sekarang aku jelaskan rencananya.”

*skip time*

            “bagaimana? Kalian mengerti?” Tanya Sungra. Yang lain hanya mengangguk. “jangan sampai lupa, ok? Hidup dan mati kami ada di tangan kalian.”

“jangan mendramatisir.” Protes hyona dan langsung mendapat deathglare dari Sungra. “sekian pertemuan hari ini. Aku permisi.” Lanjut Hyona tanpa menghiraukan tanggapan Sungra. Hyona berjalan dengan santainya ke kamar.

“/Ya! Lee Hyona! Kau tidak sopan!/” bentak Sungra. Sungra tersenyum ke tamu-tamunya. “tunggu sebentar.” Ia berjalan menuju tangga lalu menarik napas. “/OPPADEUL, KAMI SUDAH SELESAI!!/” *tebar capslocks (?)

“/PARK SUNGRA! KAU MAU MENANTANG PERANG?!/” sahut Key.

“/TURUN SEKARANG, ATAU TIDAK ADA PINJAMAN DAPUR UNTUKMU!/”

Duk duk duk

5 namja yang tak lain adalah SHINee berlomba menuruni tangga. Sungra berjalan ke-5 tamu yeojanya. “aku tinggal, ne?” katanya lalu berjalan menuju kamarnya dan Hyona.

“eh? Apa maksudnya ini?” Tanya Nike kebingungan.

“hadiah kalian.” Jawab Sungra sebelum menutup pintu kamarnya.

SHINee berdiri dihadapan 5 yeoja itu. Mereka mengulurkan tangan hamper bersamaan. “/kkaja/.” Ucap mereka bersamaan. Dengan agak ketakutan (?) yeojadeul menyambut uluran tangan bias masing-masing. Dengan sigap, SHINee menarik tangan fans masing-masing dan menuju ke tempat yang sudah dijanjikan. Onew dan Nike ke taman belakang, Jonghyun dan Nike ke ruang santai lantai satu, Minho dan Friesma ke lapangan basket dekat dari villa, sedangkan Taemin dan Dinda ke ruang latihan Hyona.

@Hyona n Sungra’s room

“uwaa~ ruangan pribadiku dipakai mereka TT^TT.” Hyona merengek seperti anak kecil yang kehilangan mainannya. Sungra yang melihatnya hanya membatin, ‘ya Allah, maafkan sahabat hamba yang paling alay ini.’

*skip time (again)*

 

Sarapan di villa HyoRa terasa lebih canggung dan hening. Tahu kenapa? Karena hari ini adalah hari dimana HyoRa n friends (?) melangsungkan ‘bersih-bersih monster’ mereka. SHINee baru diberitahukan isi rencananya pagi ini. Tidak ada yang berani berbicara apalagi menimpali rencana ‘gila’ Hyona dan Sungra. Semua melahap makanan dalam diam.

Tak. Hyona meletakkan sendoknya. Padahal ia baru makan 3 sendok. “/aku berangkat/.” Hyona mengambil tasnya dan berjalan cepat meninggalkan ruang makan. Entah kenapa, Taemin beranjak dari tempatnya lalu mengejar Hyona.

Sungra melihat Hyona yang sudah pergi duluan, cepat-cepat menghabiskannya. “/aku berangkat/.” Pamit Sungra. Ia berdiri dari tampatnya lalu mengejar Hyona.

“Sungra.” Panggil Onew dan membuat Sungra terdiam. “/tidak bisakah rencana ini dibatalkan?/” terdengar nada khawatir dari kalimat Onew. Sungra terdiam. “/tidak bisakah ini dibatalkan? Aku tidak mau melihatmu terluka lagi./”

Sungra berbalik dan sedikit terkejut karena Onew sudah berdiri dibelakangnya. “/hanya ini caranya. Tenang saja, aku akan baik-baik saja./” Timpal Sungra seraya mengembangkan senyuman.

Onew mendengus. “/tutup matamu./” Pinta Onew. Dengan polosnya, Sungra menuruti permintaan sang bias. “/sekarang buka./” Sungra lagi-lagi menurut. Ia melihat sebuah kalung warna silver bertengger (?) di lehernya. Sungra menatap Onew bingung. “/itu jimat untukmu./”

“/jimat? Kapan kau membelinya? Kau kan tidak punya uang karena kerampokan./” Sungra menatap Onew seakan-akan bicara ‘/kau-mencuri?/’

“/jangan menatapku seperti itu. Aku tidak mencurinya. Aku membelinya saat kita pertama kali bertemu. Lebih tepatnya saat kau tertidur. Keesokan harinya, aku lupa memberikannya padamu. Jadi aku membawa kalung itu kemana-mana. Untungnya itu tidak di ambil oleh perampok beberapa hari yang lalu./” jelas Onew panjang lebar.

Sungra melihat liontin kalungnya yang berbentuk bintang. Bagian depan tertulis huruf hangul ‘Park Sungra’ dan bagian belakangnya ‘Lee Jinki’. “/kenapa ada namamu?/” Tanya Sungra tanpa mengalihkan pandangan dari liontin bagian ‘Lee Jinki’.

“/eh? M..memangnya tidak boleh? Masih bagus aku memberikan sesuatu untukmu./.” bantah Onew sedikit gelagapan.

Sungra tertawa kecil. “/tentu saja boleh. Tidak usah terlalu serius begitu. Gomawo oppa, aku suka./”

Onew merasa wajahnya memanas. Cepat-cepat ia berbalik sebelum ia berubah menjadi Onew rebus (?). “/cepat berangkat./”

“/kau mengusirku? Baiklah./” Timpal Sungra lalu berjalan mnuju pintu.

***

@TaeNa place.

“Hyona…” sudah berkali-kali Taemin memanggil yeoja yang dikejarnya. Tapi sia-sia, Hyona tetap berjalan.

Grep

Taemin berhasil menarik tangan Hyona dan memeluknya. Hyona hanya diam. “/jebal, jangan lakukan ini. Aku tidak mau hal-hal buruk terjadi padamu./”

Hyona tertegun mendengar permintaan Taemin. Perlahan ia membalas pelukan Taemin. Sesekali menepuk pelan punggung namja yang lebih tinggi darinya. “/tenanglah. Aku akan baik-baik saja. Lagipula, jika aku tidak selamat, kau masih punya banyak fans.. hehe./” Candanya.

‘/kau lebih dari sekedar fans untukku./’ Batin Taemin.

Hening..

“/oppa, mianhe./” Hyona melepaskan pelukannya. Begitu juga dengan Taemin. Taemin menatap hyona seakan berkata ‘/untuk-apa?/’ “/karena kami memanfaatkan kalian kemarin./”

“HYONA!” Taemin dan Hyona menoleh ke sumber suara. Sungra.

“/oppa, aku kabur dulu ne. bye~/.” Hyona pun berlari sebelum Sungra berhasil mengejarnya. Taemin hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah 2 yeoja ini.

Ia memperhatikan Hyona. Senyumnya lenyap. Wajahnya menampilkan ekspresi khawatir dan takut. “/berjanjilah kau akan baik-baik saja/.” Bisiknya sebelum kembali masuk ke villa.

*skip time (again)>>again*

a/n: yang tercetak miring a.k.a italic berarti flashback penjelasan rencana. Got it?

Jam pulang sekolah. In front of teacher room.

Sungra dan Hyona baru keluar dari ruang guru yang kosong. Dari kejauhan mereka melihat gerombolan yeoja berjalan kearah mereka. Ada 6 yeoja disana. Salah satunya koneksi mereka. Saat 6 yeoja itu melintas didepan mereka, koneksi HyoRa –Nike- terdiam di tempat. Ia membawa segelas kopi dan berjalan mendekat ke tempat Hyona dan Sungra berdiri.

“Nike, giring mereka melewati ruang guru. Kami ada disana 10 menit setelah bel pulang. Buat mereka percaya kau salah satu dari mereka.” Tutur Sungra dan ditanggapi anggukan oleh nike.

BYUR

Nike menyiram Hyona dan Sungra dengan kopi itu hingga membuat seragam 2 yeoja itu kotor. Hyona dan Sungra memasang wajah shock -sesuai naskah-. Sedangkan Lizzy terkikik melihat apa yang dilakukan nike.

Lizzy berjalan kearah Nike. “meskipun dulu kau pernah menjadi korbanku, kau bisa bergabung dengan kami.” Lizzy mengalihkan pandangan ke Hyona dan Sungra. “sepertinya, kau sangat membenci mereka berdua, iya kan?” Nike hanya menanggapinya dengan mengangkat salah satu sudut bibirnya. Membentuk seringaian. Hyona meninggalkan tempat dengan kepala tertunduk. Sungra mengikuti dibelakangnya.

“Adin, setelah kami meninggalkan kawasan ruang guru, bergabunglah dengan Nike lalu ucapkan sesuatu yang membuat emosi mereka memuncak.” Adin mengangguk mendengar penjelasan Sungra.

Adin berpapasan dengan Hyona. Hyona member isyarat dengan tatapan matanya. Adin mengalihkan pandangannya ke depan dan berjalan mendekat ke Sungra. Ia menabrak bahu koneksinya itu dan membuat Sungra sedikit oleng. “hei! Kau punya mata tidak?!” bentak Adin dengan emosi memuncak.

Sungra sedikit kebingungan. ‘seingatku tidak ada adegan ini di naskah. Ah, sudahlah.’ Sungra berjalan cepat menyusul Hyona yang mendahuluinya ke kelas.

Lizzy tersenyum licik. “hari ini, sepertinya aku tidak perlu mengotori tanganku untuk mengurus mereka berdua.”

Adin terdiam. Mencari ide dibalik ekspresi datarnya. Matanya bertemu dengan Lizzy. “ah, epertinya tidak begitu Liz..” Lizzy mengerutkan kening mendengar penuturan Adin. “setahuku, mereka berencana melaporkan kalian ber-5 ke kepala sekolah.” Kata Adin dengan nada datar.

Mata Lizzy membulat. Ia berlari mengejar Hyona dan Sungra yang sudah menghilang dari pandangannya. Disusul 4 pengikut setianya. Meninggalkan Adin dan Nike berdua. Ah tidak. Bertiga. Dinda muncul dari ruang TIK yang kebetulan diseberang ruang guru.

“Dinda, setelah mereka ber-5 memakan umpan kita, pergi ke ruang BK. Kalau aku benar, wakil kepala sekolah bagian kesiswaan ada disana.” Dinda mendengarkan penjelasan Sungra dengan seksama.

Mereka bertiga ber-high-five setelah 5 monster menghilang dari pandangan mereka. “ayo.” Ajak Dinda. Mereka ber-5 berlari menuju ruang BK.

***

@VIII – A

Hyona dan Sungra sedang merapikan barang mereka.

Tap tap tap

Terdengar suara kaki berlari di koridor sekolah yang sepi. Tanpa melihat, Hyona dan Sungra tahu siapa pemilik kaki-kaki iu.

Grep, BRAK!

Lizzy menarik tangan Sungra dengan kasar dan membanting Sungra ke papan tulis. Wajahnya memerah menahan amarah. “kau…” Lizzy mengangkat tangannya. Hyona mencuri pandang ke salah satu jendela kelasnya. Ia menyeringai kecil melihat sebuah handycam terpasang disudut jendela bagian luar yang hanya orang teliti yang menyadarinya.

“Friesma, karena kau yang paling ahli dalam hal merekam, aku memintamu untuk merekam kejadian yang akan terjadi di kelas.” Friesma mengacungkan ibu jarinya tanda mengerti.

Hyona dengan ekspresi dinginnya berusaha melepaskan Sungra dari Lizzy. Tapi…

Grep.

Tangan Hyona ditahan oleh anak buah Lizzy. “lepaskan!” Hyona berusaha memberontak. Namun gagal. Cengkraman ke-4 anak buah Lizzy makin mengerat. Saat Hyona sibuk mencoba melepaskan diri.

PLAAK

Sebuah tamparan mendarat di pipi kanan Sungra membuat pemiliknya meringis kesakitan. Sungra menatap Lizzy. “apa salahku?!!” bentaknya.

PLAAK

Sebuah tamparan keras mendarat lagi di pipi Sungra. Membuat sudut bibirnya sedikit robek dan mengeluarkan darah segar. “kau mau melaporkan kami kan?!!” bentak Lizzy dengan emosi yang meluap-luap.

Sungra menatap Lizzy tak percaya. “apa maksudmu?!!”

Lizzy mengangkat tangannya bersiap-siap untuk mendaratkan tamparannya yang mematikan lagi. “jangan pura-pura tidak tahu!! 2 hari yang lalu kau mengancam kami akan melapor!!” Lizzy menggerakkan tangannya. Namun terhenti di tengah-tengah.

“jadi kau takut, huh?” sela Hyona.

Lizzy menatap Hyona. Tanpa melepaskan cengkraman tangan di bahu Sungra. “padahal aku mau melupakan dan memaafkan kalian soal kejadian 2 hari yang lalu. Tapi kalian malah mau melapor.”

“kau salah. Kau yang seharusnya minta maaf. Dan bohong jika kau mau melupakan kejadian 2 hari yang lalu.” Lirih Sungra. Ia berusaha menahan rasa sakit di pipinya.

Lizzy mempererat cengkramannya tanpa mengalihkan pandangan dari Hyona. Bahu Sungra dipastikan sudah membiru karena cengkraman Lizzy terlalu kuat. “ah iya, bukannya kau suka menari?” Lizzy menatap anak buahnya. “siksa kakinya.” Titah Lizzy. Salah satu anak buahnya mengambil penggaris kayu lalu

BUK BUK BUK KRAAK

Pukulan yeoja itu terhenti karena penggaris yang ia pakai untuk menyiksa kaki Hyona patah. 3 pukulan tapi mematikan. Hyona yang tidak bisa menahan tubuhnya tersungkur ke lantai. Hanya ke-2 telapak tangan dan lututnya sebagai tumpuan tubuhnya. “kalian monster.” Ke-4 anak buah Lizzy tersenyum puas melihat Hyona ambruk. Dua diantara mereka memaksa Hyona untuk tetap berdiri.

Lizzy tersenyum evil. Ia kembali menatap Sungra yang menundukkan kepalanya. Perhatiannya tertuju pada sesuatu yang tergantung di leher Sungra. Sebuah kalung. Ia  menarik kalung itu dengan paksa. Kalung pemberian Onew terlepas dan meninggalkan bekas kemerahan di leher Sungra. “kalungmu bagus juga. Pasti mahal. Aku jual ya?”

“jangan sentuh kalungku. Kembalikan!” titah Sungra. Ia berusaha mengambil kalungnya kembali.

BRAAK

2 anak buah Lizzy yang menganggur mendorong Sungra ke papan dan menahan tubuh Sungra tetap menyandar pada papan. Lizzy kembali mencengkram kuat bahu Sungra membuat pemiliknya kesakitan.

BRUK

Semua yang berada di kelas itu menoleh ke sumber suara. Bela berdiri diambang pintu dengan tubuh gemetar dan wajah super terkejut. Ternyata bunyi tadi berasal dari bukunya yang terjun bebas ke lantai. 2 yeoja yang tadi menahan Sungra menghampiri Bela dengan ekspresi mengerikan. Bela bersorak dalam hati karena aktingnya berhasil. Lalu ia menyalakan perekam suara yang ia sembunyikan.

“Bela, kau sebagai saksi mata. Cukup datang ke kelas kami lalu buat mereka menyadari keadaanmu. Disaat mereka akan mengancammu, rekam suara mereka.” Bela terlihat ragu dengan tugas yang diterimanya dari Sungra. Tapi pada akhirnya ia menyanggupi tugas yang diterimanya.

2 yeoja itu makin mendekat. Membuat Bela mundur beberapa langkah. Langkahnya terhenti ketika punggungnya menyentuh tembok. “apa yang baru saja kau lihat?” Tanya salah satunya.

“ka.. kalian menyiksa Intan dan Ochie.”

BRAK

Yeoja yang bertanya menendang kursi didekatnya. Membuat Bela bergidik ngeri. Yeoja yang satu lagi mencekik leher Bela. “aku Tanya sekali lagi, apa yang kau lihat?”

“a..aku t..ti..tidak m..melihat apa-apa.” Bela terbata-bata karena cekikan di lehernya mengerat. Setelah mendengar jawaban ke-2, yeoja itu melepaskan Bela. Bela langsung lari terbirit-birit meninggalkan tempat itu.

Melihat semua monster terlalu focus pada bela, Hyona dengan cepat menyingkirkan 2 pasang tangan yang membelegunya. Hyona beralih ke Lizzy dan menarik bahu yeoja itu dengan kasar. Membuat mereka saling berhadapan saat ini. Hyona mencengkram kerah seragam Lizzy. “kembalikan kalungnya.” Titah Hyona. Lizzy menyeringai. Ia melemparkan kalung Sungra ke sembarang arah. Sungra yang bebas langsung menyelamatkan kalungnya.

“cepat sir, mereka sedang berkelahi!” samar-samar Lizzy dan Hyona mendengar suara beberapa orang mendekat.

Lizzy menatap Hyona dengan tatapan memelas. “aku tidak sengaja merusak kalungnya. Aku hanya ingin meminjamnya. Maafkan aku. Jangan pukul aku lagi.”

Hyona bingung mendengarnya. Sekarang seakan-akan Lizzy yang jadi korban. Bukan dia, maupun Sungra. “dasar iblis bermuka dua! Apa yang kau katakan tadi?!” rutuk Hyona.

“hentikan!” mendengar suara itu, Hyona cepat-cepat melepaskan cengkramannya. Sementara Lizzy jatuh dan berpura-pura terlihat tak berdaya. Anak buah Lizzy langsung menghampirinya dan berpura-pura khawatir.

‘/tch, aku naikakn pangkat kalian menjadi IBLIS bermuka dua. Bukan lagi MONSTER tapi IBLIS./’ rutuk Hyona dalam hati.

“kalian ber-7, ikut saya ke ruang BK.” Ternyata suara itu milik Mr. Andrew, guru yang dimaksud Hyona.

***

a/n: author note sebelumya (tentang tulisan bercetak miring) tidak berlaku lagi😀

@ruang BK

Mr. Andrew terlihat sedikit frustesi. Karena, 2 dan lima yeoja dihadapannya memberikan jawaban yang berbeda. Contoh ‘siapa yang memulai?’ dari kubu 5 orang bilang ‘Ochie dan Intan’ dari kubu HyoRa ‘mereka berlima’. Atau ‘siapa yang menyerang siapa?’ kalian pasti tahu jawabannya.

Mr. Andrew memijat ringan keningnya. Tinggal 1 pertanyaan lagi. Ia berharap pertanyaan ini bisa mengakhiri masalah ini. “apa kalian…” Mr. Andrew menggantungkan kalimatnya. Ia meletakkan kedua tangan diatas meja lalu menatap lekat-lekat wajah murid-muridnya. “… punya bukti?” Mr. Andrew bisa melihat kubu 5 orang ekspresinya sedikit berubah. Namun tidak dengan Hyona dan Sungra.

“anda bisa lihat sendiri.” Sungra menunjuk sudut bibirnya yang berdarah dan lehernya yang memerah akibat ulah Lizzy.

“kakiku hampir patah .” tambah Hyona.

Mr Andrew menatap tajam mata Lizzy. “bisa kau jelaskan?”

“kami melakukannya untuk mempertahankan diri.” Sanggal Lizzy santai. “bukti seperti itu tidak cukup.” Tambahnya.

“kalau begitu, kami akan memberikan bukti lain.” ‘ckleek’ pintu ruang BK terbuka. 5 yeoja memasuki ruang BK itu.

“kalian..” Lizzy terkejut melihat Nike, Adin ambil bagian dari ini. “Mr Andrew, ini jebakan! Kami di jebak mereka!.” Lapor Lizzy yang sedikit ketakutan.

Mr Andrew menatap Lizzy. “kalau kau tidak bersalah, kenapa kalian takut?” kalimat yang sederhana tapi berhasil membuat Lizzy terdiam. “bukti apa yang kalian punya?”

Bela maju pertama. “saya saksi mata di tempat kejadian. Saya melihat mereka berlima menyiksa Intan dan Ochie. Mereka juga mengancam saya agar tutup mulut.”

“dia bo—”

“ini buktinya.” Bela mengeluarkan perekam suara yang ia sembunyikan di saku jaketnya dan memutar rekamannya sebelum Lizzy menyangkalnya.

“apa yang baru saja kau lihat?”

“ka.. kalian menyiksa Intan dan Ochie.”

BRAK

“aku Tanya sekali lagi, apa yang kau lihat?”

“a..aku t..ti..tidak m..melihat apa-apa.”

Mr. Andrew tersenyum. “apa ada pembelaan dari kalian?”

Lizzy terlihat berpikir. “itu rekayasa. Itu memang suara kami. Tapi itu sudah di-edit.”

Dinda maju. “ini saya temukan di kelas VIII A. penggaris ini patah karena mereka gunakan untuk menyiksa Ochie.” Tuturnya lalu meletakkan penggaris yang sudah patah jadi dua bagian di meja Mr. Andrew.

Kini giliran Friesma yang maju. “saya punya bukti lagi. Video ini baru diambil tadi.” Ia menyodorkan handycam ke Mr. Andrew. Beliau terlihat serius dengan video itu.

Perasaan lega Hyona dan Sungra sangat kontras dengan 5 monster iblis yang dilanda kecemasan. Sungra mengambil secarik kertas dan menuliskan kalimat dengan huruf hangul. Lalu memberikannya ke Lizzy. Lizzy terlihat bingung karena ia tidak bisa membaca hangul. ‘you’re in our trap’ gumam Sungra namun masih bisa didengar oleh Lizzy.

Lizzy langsung memberikan kertas itu ke Mr. Andrew tanpa curiga sedikitpun. “tidakkah semua ini seperti di rencanakan, sir? Coba lihat ini. Ini faktanya.”

Mr. Andrew mencoba membaca tulisan itu. Beliau tersenyum. “kalian benar. Ini direncanakan. Kalau begitu, apa permintaan kalian?”

Lizzy menatap tajam ke arah 7 orang disampingnya. “aku berharap, aku tidak melihat mereka lagi.”

“dikabulkan.” Semua terlihat terkejut dengan penuturan Mr. Andrew. “karena, mulai besok, kalian berlima tidak menyandang status murid smp ini.”

Lizzy membulatkan matanya. “m..maksudnya?”

“memang bukti-bukti ini didapat dari ‘drama’ yang dirancang oleh satu pihak. Asal kalian tahu, selama ini saya sering mendapat laporan kalian sering menindas murid lain.”tutur Mr. Andrew tanpa menghilangkan kesan berwibawanya.

Tubuh Lizzy bergetar. “t..tapi, anda tidak boleh mengeluarkan kami begitu saja. Anda bukan kepala sekolah.” Bantahnya.

“aku memang bukan kepala sekolah. Tapi kepala sekolah sudah memberikan saya wewenang untuk mengeluarkan kalian saat saya sudah menemukan bukti.” Mr Andrew mengangkat (?) kertas itu. “dan saya sudah punya buktinya. Kau yang bilang sendiri jika yang di tulis disini fakta. Dan disini tertulis ‘saya Lizzy dan 4 teman saya yang lain mengakui bahwa kami yang bersalah.”

Hyona sedikit terkejut karena Mr Andrew bisa membaca hangul. 5 monster iblis juga terkejut, tapi alasan mereka berbeda dengan alasan Hyona. Mereka ber-5 terkejut karena mereka didepak dari sekolah secara tiba-tiba.

“kalian berdua, silahkan ke UKS dulu. Obati luka kalian. Dan terimakasih sudah mau berkorban untuk kebenaran.” Ujar Mr. Andrew. Hyona dan Sungra tersenyum. Mereka berdua berjalan menuju UKS dengan bantuan 5 teman barunya.

‘kalian berdua lupa dengan peringatanku? Baiklah. Tunggu saja pembalasanku.’ Rutuk Lizzy dalam hati.

***

@UKS

Sungra terlihat meringis kesakitan ketika Bela mencoba membersihkan lukanya. “pelan-pelan.” Protesnya.

“tahan sebentar.. nah, selesai.” Bela membereskan kotak P3K yang diambilnya lalu meletakkan kotak itu ke tempat asalnya.

“aku penasaran, kenapa Mr. Andrew bisa membaca hangul?” Tanya Hyona.

“kau tidak tahu? Mr. Andrew keturunan korea-amerika tapi dia sudah lama disini.” Tutur Sungra. Hyona hanya menganggukkan kepalanya.

Nike melirik jam tangannya. “hei, sekarang hampir malam(?!). Ayo pulang.” Ajaknya.

“kkajja.”

***

a/n: mulai sekarang, semua berkomunikasi dengan bahasa korea😀

Onew POV

Seharusnya 3 jam yang lalu sungra dan Hyona sudah pulang. Hari sudah gelap. Kemana mereka? Apa sesuatu yang buruk terjadi? Argh, Lee jinki, berhentilah berpikir begitu. Tidak hanya aku saja yang gelisah. Taemin dari tadi juga gusar menanti Hyona dan Sungra. Bukan. Sepertinya ia menunggu salah satunya. Terlebih lagi setelah menerima kabar dari Leeteuk hyung, kami berdua tidak bisa tenang sedikitpun. Yeah, Leeteuk hyung satu-satunya yang tahu kami berada disini. Dia yang memberikan info perkembangan kasus kami di SMent dan korea. Tak jarang Leeteuk hyung membujuk kami untuk kembali. Tapi aku masih ingin disini. Kalian tahu bagaimana Leeteuk hyung tahu tentang kami? Ingat saat Minho meminjam laptop dan modem milik Hyona? Sebenarnya kami tidak mengabari keluarga kami. Tapi menghubungi Leeteuk hyung.

Ting tong..

Taemin langsung berlari ke pintu dan membukanya. Sementara aku masih setia menunggu di ruang tengah. “OMONA! Apa yang terjadi?” aku sedikit terkejut mendengar teriakan Taemin. Tak lama, aku melihat Taemin membantu Hyona berjalan dan duduk di sofa. Aku lihat Hyona meringis kesakitan.

“Hyona, gwechana?” tanyaku setelah melihat kakinya sedikit membiru. Ia hanya tersenyum. Ok, aku anggap ia tidak baik-baik saja.

“ya! Apa tidak ada yang peduli padaku?” suara ini.. aku menoleh dan mendapati Sungra tehngah berdecak pinggang.

Spontan aku berlari ke arahnya. “Sungra, gwechana? Apa ada yang sakit? Apa kau terluka? Omo.. bibirmu berdarah?” aku bertambah histeris ketika melihat bekas darah mengering disudut bibirnya.

“oppa, kau lebih cerewet dari ummaku. Tenang saja, aku baik-baik saja. Kan aku punya jimat darimu.” Aku lihat ekspresinya berubah menjadi sedikit takut. “oppa…”

“ne?”

Ia tertunduk. “mian, kalung yang kau berikan… a..aku hanya bisa menyelamamatkan liontinnya.” Ia menunjukkan liontin dari kalung yang ku berikan. Liontin itu sudah berubah menjadi phonestrapnya. Aku baru menyadari ada garis merah dilehernya.

“apa ini gara-gara mereka?” tanyaku. Ia mengangguk lemah. “lalu, apa rencanamu berhasil?” tanyaku.

Ia tersenyum lalu mengangguk dengan semangat. “mereka dikeluarkan dari sekolah.”

“jinjja? Wah~ chukhae.” Aku menepuk bahunya perlahan.

“auch..” rintihnya?

“a..apa aku menyakitimu?” tanyaku.

Ia tersenyum. “aniyo. Tenang saja.” Aissh, aku anggap kau juga tidak baik-baik saja.

Aku teringat info yang diberikan Leeteuk hyung tadi. “Sungra, apa kau er.. bertemu dengan orang-orang SMent?”

Ia menggeleng. “aniyo. Apa mereka ditugaskan mencari kalian?” aku mengangguk lemah. “oh iya oppa, kenapa kau tidak kembali ke korea saja? Keluarga kalian mungkin sedang mencari kalian.”

Pertanyaan yang sampai saat ini aku belum terpikirkan jawabannya. Aku harus menjawab apa? “err, kami…” aku tidak mungkin mengatakan yang sebenarnya.

“emm, yang lain dimana?” tanyanya tiba-tiba. Aku menghela napas lega. Setidaknya aku diberi waktu untuk memikirkan alasan kami tidak kembali ke Seoul.

“Key dan Jonghyun main game diatas. Minho sedang jalan-jalan.”

***

Minho POV

Walau sudah malam, kota ini masih ramai. Dan macet dimana-mana. Semoga identitasku tidak terbongkar. Kacamata hitam, topi hitam, jaket hitam. Eh? Kenapa aku seperti penjahat ya? Ah, biarlah.

BRUK

Aku terjatuh karena ada seseorang yang mendorongku dari belakang. Kacamataku terlepas. Sial. Aku menoleh ke orang yang ada dibelakangku. Bukan 1 orang. Tapi 2 orang. Mereka sepertinya tidak asing. Bukankah mereka orang-orang SM?

“Choi Minho-ssi?” Tanya salah satu dari 2 orang itu. Sial, aku tertangkap.

 

-TBC-

Mian ya, part ini sepertinya GaJe bgt -.-a

Oh iya, untuk nama Lizzy, Mr. Andrew, itu OC.. sekali lagi OC

Saya kekurangan inspirasi nama (?)

Dipart ini genk Clurit ngikut eksis.. aye~

(genk clurit genknya author waktu SMP. Tapi tenang, kami ga anarkis :D)

Kira-kira, apa info yang disampaikan Leeteuk?

Next part= 7 *aigoo, kapan tamatnya -.-

RCL please ^^

Gomawo be4😀

5 responses to “[Korea Fan Fiction] Bad Cookies [part 6b] – SHINee

  1. Ping-balik: [Korean Fanfiction] Bad Cookies [part 7a] | Asian Fan Fiction Story·

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s