[Korean Fanfiction] Bad Cookies [part 7a]

*credit poster by avyhehe @ lazywonderland*

 into & prolog >> part 1 >> part 2 >> part 3 >> part 4 >> part 5a >> part 5b >> part 5c  >> part 5d >> part 6a >> part 6b

Tittle :: Bad Cookies

Author :: Lee Hyona

Casts ::

♫ Lee Hyona

♫ Lee Taemin

♫ Onew

♫ Park Sungra

♫ Key

♫ Choi Minho

♫ Kim Jonghyun

Cameo ::

  1. OCs = Lizzy, Jason, and others
  2. Super Junior = Leeteuk

Genre :: Romance, Continue, Friendship, Comedy (itu juga kalo emang lucu) , etc.

Rating :: PG-13

Disclaimer :: Ini FF adalah 50% hasil pemikiranku n 50% hasilpemikiransahabatauthor, Intan. Dan trimakasih buat sahabat2 author yang sudah memberikan masukan😀

Warning: alur terlalu cepat

NB :: bagi yg membaca jgn TERSINGGUNG, ini hanya FF SEMATA

KawasanWajibComment!!

Silent ReadersDilarangMasuk!!

NO BASHING, PLEASE!!

***************************

Part 6b

Minho POV

Walau sudah malam, kota ini masih ramai. Dan macet dimana-mana. Semoga identitasku tidak terbongkar. Kacamata hitam, topi hitam, jaket hitam. Eh? Kenapa aku seperti penjahatya? Ah, biarlah.

BRUK

Aku terjatuh karena ada seseorang yang mendorongku dari belakang. Kacamataku terlepas. Sial. Aku menoleh ke orang yang ada dibelakangku. Bukan 1 orang.Tapi 2 orang. Mereka sepertinya tidak asing. Bukankah mereka orang-orang SM?

“Choi Minho-ssi?” Tanya salah satu dari 2 orang itu. Sial, aku tertangkap.

***

Part 7

Author POV

Jam sudah menunjukkan pukul 10 malam. Sudah berjam-jam Minho meninggalkan villa. Dan sampai sekarang, ia belum juga kembali. Ke-4 penghuni villa –selain Hyona dan Sungra- terlihat cemas dan gundah gulana. Terlebih lagi sang leader. Karena secara hukum, ia yang bertanggung jawab atas ke-4 dongsaengnya.

Ceklek

Pintu depan terbuka dan menampilkan 2 yeoja yang tak lain adalah Hyona dan Sungra. Mereka berdua tampak letih, khawatir, juga frustasi. “apa dia sudah pulang?” tanya Hyona.

Onew menggeleng lemah. “kalian istirahat saja. Lebam dan luka kalian belum sembuh.”

Sungra menggeleng cepat. “Hyona saja yang istirahat. Ia tidak bisa bertahan lagi. Aku yang mencari Minho oppa lagi.”

Kata-kata Sungra berhasil membuat Hyona mendelik. ‘tidak bisa bertahan lagi? Memangnya aku mau mati???!’ batinnya.

Onew mendengus lalu berdiri dari duduknya. “Sungie..”

Belum sempat Onew meneruskan, semua pasang mata mengarah padanya. Sorot mata mengarah padanya. Sorot mata mereka ber-5 terlihat terkejut plus bingung. “MWO?!! SUNGIE??!” tanya mereka ber-5 bersamaan.

Onew menutup mulutnya. ‘aissh, keceplosan.’ Rutuknya. 5 pasang mata itu menatap seakan meminta penjelasan. Onew makin gugup dibuatnya. “w..wae? itu panggilan baruku untuk Sungra. Tidak suka?”

Diam.. tidak ada yang merespon. Sungra hanya terpaku di tempat. Ia mengerjapkan matanya berkali-kali. ‘KYAA.. kyeopta ><’ jerit Onew dalam hati.

“Kalau begitu, aku panggil Hyona dengan Hyonie…” suara Taemin memecah keheningan.

Mata Hyona membulat sempurna. “shireo! Jangan memanggilku begitu.” Hyona mengibaskan tangannya tanda menolak sementara kepalanya menunduk dalam. Entah kenapa, ketika Taemin mengucapkan kata ‘Hyonie’, Hyona merasa aneh.

Taemin mendekat ke Hyona. “kau kenapa Hyonie? Omo! Wajahmu merah! Kau sakit Hyonie?” tanya Taemin. Tapi Sungra ingin sekali menjitak kepala Taemin karena menurut Sungra, saat ini Taemin bukan ‘innocent’ tapi ‘pabbo’ #PLAAK. Sudah jelas-jelas wajah Hyona memerah karena, yeah~ kalian pasti tahu. Dan yang pasti alasannya BUKAN karena Hyona sakit.

“YA! Sudah ku bilang jangan panggil aku begitu! Taemin oppa pabbo!” seru Hyona sebelum mengurung diri di kamar. Ia menatap cermin didekat kasurnya. ‘omo, kenapa wajahku begini?’ Hyona terkejut karena melihat wajahnya yang sudah semerah kepiting rebus.

Tok.. tok.. tok..

“Hyonie, gwechanayo?” tanya Taemin yang terhalang oleh pintu kamar.

“ne, gwechana. YA! Aku bilang jangan panggil aku begitu!” protes Hyona. Suaranya yang memekakkan telinga mebuat Taemin menutup telinga, begitu juga yang lain.

“lalu, aku harus memanggilmu apa?”

Hyona mengambil gelasnya yang berisi air putih. “terserah, asal jangan yang tadi.” Ia mulai meneguk airnya.

Taemin berpikir sejenak. “arraso, aku memanggilmu.. chagia.”

BRUSSH uhuk uhuk..

            Kalimat Taemin yang teramat polos sukses membuat Hyona menyemburkan air yang belum sempat ia telan. “Ya! Lee Taemin! Kau cari mati, eoh?” bentak Hyona.

“aissh, Hyonie tidak mau, chagia juga tidak mau. Kau sebenarnya fan ku bukan sih?” protes Taemin. Ia sedikit kecewa karena Hyona tidak suka dengan panggilan yang diberikannya.

“kenapa kau yang emosi?!” bentak Hyona. Sementara mereka yang menyaksikan, hanya bisa geleng-geleng kepala melihat kelakuan childish dari ke-2 maknae disana(Taemin maknae dari pihak SHINee, Hyona maknae dari pihak HyoRa).

Jonghyun melipat kedua tangannya didepan dada. “kalian jangan bercanda sekarang. Ingat, Minho masih belum ditemukan.”

Sungra menepuk dahinya. Ia baru ingat sesuatu. “oppadeul, aku mau tanya. Kenapa kalian tidak kembali ke Seoul? Konser kalian di Jakarta tinggal hitungan hari loh. Kalian tidak persiapan?”

Key dan Jonghyun menatap Onew dan Taemin tajam seakan menyuruh leader dan maknae memberi penjelasan. Tidak mungkin kan, Key dan Jonghyun menjawab ‘kami dipaksa Onew hyung dan Taemin untuk tetap tinggal’. Sebenarnya, Key dan Jonghyun sudah mengajak semua member untuk kembali ke Seoul. Toh orang-orang SMent sudah mulai mencari mereka. Tapi Onew dan Taemin selalu menolak untuk kembali. Alasannnya? Onew selalu bilang ‘Sungra dan Hyona dalam bahaya.’ Dan semakin membuat Key dan Jonghyun bahkan Minho bingung. Mereka ber-3 tidak pernah diberikan alasan selain itu. Jadi, hanya Onew, Taemin, dan tuhan yang tahu. *author juga tahu! #DiusirSamaReadersGara2Ngerusuh

Taemin menyandarkan punggungnya di pintu kamar HyoRa. “emm.. kami kan kerampokan, jadi tidak bisa membeli tiket pesawat ke Seoul.” Sungra hyana ber-oh-ria.

Ceklek GUBRAK

Pintu kamar tiba-tiba terbuka. Taemin langsung terjatuh ke belakang dan meringis kesakitan. “Ya! Kau mau membunuhku?!!”

Hyona tidak menunjukkan ekspresi bersalah. Ia duduk disebelah Taemin.”alasanmu tidak masuk akal. Kalian kan bisa menghubungi pihak SMent lalu memberitahukan lokasi kalian.” Sanggahnya. Sungra mengangguk menanggapi argumen sahabatnya.

Onew menghembuskan napas berat. “arraso, akan ku ceritakan kejadian aslinya.” Taemi melotot kearah sang leader. “jadi begini, kami sudah menghubungi pihak SMent dan mengatakan jika kami kerampokan dan tersesat. Lalu, kami, lebih tepatnya aku membuat sebuah kesepakatan atau bisa dibilang tantangan dengan mereka.”

“dan tantangan itu berisi…?” tanya Hyona penasaran.

“isinya, jika mereka tidak menemukan kami sampai H -1 konser walau hanya 1 member saja yang belum ditemukan, mereka akan memberikan liburan 1 bulan FULL untuk tiap member.” Taemin terlihat lega karena yang diucapkan Onew berbeda dari yang ia pikirkan.

“hanya itu saja? Pasti ada lanjutannya.” Sela Sungra.

Onew tersenyum tipis. “tapi, jika kami semua berhasil ditemukan…” Onew menggantungkan kalimatnya. Sekarang suasana villa itu lebih mencekam dan menegangkan. Semua terlihat menahan napas tanpa terkecuali. Onew menghembuskan napas perlahan dari mulutnya. “entahlah, mereka belu memutuskannya…”

Hening…

Krik krik

“cepat tidur, sudah malam, jangan kunci pintunya. Mungkin saja Minho oppa pulang larut. Tenang saja, tidak akan ada pencuri.” Sungra melontarkan serentetan kalimat yang tidak ada seorangpun berniat untuk menanggapinya.

Mereka ber-6 memasuki kamar mereka. Namjadeul bisa dengan cepat memejamkan mata. Sedangkan Hyona dan Sungra sedikit susah tidur mengingat luka-luka yang mereka dapatkan. Pada akhirnya terdengar hembusan napas teratur menandakan mereka berdua sedang mnjelajahi alam mimpi. Hari ini benar-benar hari yang melelahkan.

***

            Kring kring “pos!!”

Teriakan tukang pos membuat tidur Sungra terusik. Yeoja itu menyamankan posisi tubuhnya dan mencoba untuk pergi ke alam mimpi lagi. Selang beberapa waktu, Sungra tetap tidak bisa tidur meskipun mata dan kepalanya terasa berat. Akhirnya, ia mendudukkan diri di atas kasurnya. Dengan mata berdaya ‘5 watt’, ia menoleh ke arah jam dinding. “masih jam 5.” Gumamnya. Sungra merenggangkan otot-ototya yang sedikit kaku. Lalu berjalan gontai menuju kotak pos di dekat pagar. Diambilnya kiriman –yang berupa majalah- itu. Ia mencoba membaca judul berita utama majalah tersebut. Namun, karena intensitas cahaya yang minim, ia mengurungkan niatnya dan memutuskan untuk masuk.

“OMONA!” Sungra terkejut ketika melihat 6 orang yang seharusnya masih tidur berdiri dibalik pintu.

Onew terlihat lega. “kau dari mana? Aku kira kau juga menghilang seperti Minho.”

Sungra mengangkat majalah yang tadi diambilnya. “aku hanya mengambil majalah ini didepan. Tunggu, Minho oppa belum kembali?” Onew tidak menjawab. Ia hanya menggeleng lemah. Perhatian Hyona tersita oleh tajuk berita utama dari majalah yang dipegang oleh Sungra. Hyona mengambil paksa majalah itu dari da membawanya ke ruang tengah. “Hyona, sopanlah sedikit!” tutur Sungra. 5 orang lain mengikuti Hyona dari belakang.

“oppadeul, apa kalian benar-benar ingin mendapat liburan itu?” tanya Hyona tiba-tiba. Dengan sedikit ragu, ke-namja itu mengangguk. “kalau begitu, cepat siap-siap. Kita akan pergi dari tempat ini.”

Key membulatkan matanya. “tapi… kenapa?”

Hyona memperlihatkan majalah bilingual korea-indonesia yang dipegangnya.

‘Minho SHINee sudah ditemukan. Lokasi SHINee sudah terdeteksi’ ‘seorang fans memberitahukan lewat Ufo town’

“sebelumnya, bisa kau jelaskan kenapa ada issue-issue seperti ini, Onew oppa?” Tanya Hyona dengan nada mengentrupsi. Ia menunjuk sub judul tentang rumor SHINee diculik.

Onew membalas tatapan Hyona dengan tatapan datar. “tentu saja untuk memancing kami keluar.”

Hyona mengambil napas, dan bersiap bicara. “a-”

“diskusinya nanti saja nanti saja. Firasatku tidak enak. Cepat siap-siap.” Potong Sungra. Hyona hanya mendengus lalu menuruti perkataan Sungra. Kalau bicara soal firasat yang dirasakan Sungra, Hyona tidak bisa menolak. Karena 80% firasat itu BENAR.

“ah iya! Sungra, telepon orangtuamu. Pesankan tiket dan membersihkan apartemen. Terserah kau alasannya apa.” Titah Hyona seenak jidadnya.

Sungra baru mengambil handphone nya, bel villa berbunyi. “siapa yang bertamu pagi-pagi begini?” rutuk Sungra. Ia berjalan menuju jendela dan mengintip saipa yang datang. “siapa mereka?” tanyanya bingung melihat 5 orang mengenakan jas hitam.

Key yang penasaran ikut mengintip. “kenapa tidak dibuka?” bisiknya.

“kami dari SMent. Kami diperintahkan untuk menjemput 4 member yang lain.” Ujar salah satu dari orang berjas tadi. Mata Sungra dan Key membulat sempurna.

Sungra dan Key lari tunggang langgang menghampiri yang lain. “datang… mereka… SM…” Sungra dan Key mengucapkan kata-kata yang tidak dimengerti manusia normal.

“apa sih O.o??!” respon orang-orang yang diajak bicara.

TOK TOK TOK

“kami akan mendobrak pintu jika tidak dibuka.” Ancam orang SMent tadi.

6 orang didalam langsung kalang kabut mendengar ancaman itu. BRAK pintu dibuka secara paksa. *padahal tadi belum dikunci o.o* 5 orang tadi memasuki villa.

2 orang didalam mematung. “kalian ber-4, cari yang lain. Kim Kibum-ssi, Kim Jonghyun-ssi, ayo ikut kami.” Key dan Jonghyun menuruti perkataan orang tadi. Sementara 4 orang SMent lain menggeledah villa.

Beberapa menit kemudian, 4 orang tadi kembali. “mereka tidak ada.”

“tinggal 2 orang lagi. Baiklah, kita amankan Kim Jonghyun dan Kim Kibum dulu. Kita lihat perkembangannya nanti.”

Di tempat lain…

Terlihat 2 namja dan 2 yeoja berlari melewati gang-gang kecil yang sepi. Merekalah Onew, Taemin, Sungra, dan Hyona. Mereka sebenarnya merasa bersalah karena kabur sedangkan JongKey ‘dikorbankan’. Tapi, mau bagaimana lagi? Toh jongKey juga ingin kembali.

“Taxi!” Hyona menyetop taksi yang kebetulan lewat. “airport please.” Lanjut Hyona setelah mereka ber-4 memasuki taksi (Hyona duduk di kursi penumpang depan, sisanya belakang).Sopir taksi hanya mengangguk. Kenapa hyona menggunakan bahasa inggris? Kebutuhan menyamar tentunya.

“Hyo, memangnya kita mau kemana? Kenapa ke airport segala?” tanya Taemin.

Hyona membenarkan letak topinya. “Sungra, sudah dipesan tiketnya?” tanyanya tanpa menaggapi pertanyaan Taemin. Taemin mem-pout-kan bibirnya kesal.

“sudah. 4 tiket ke jakarta kan?” Hyona mengangguk. Onew dan Taemin menatap Hyona dan Sungra bergantian.

Hana..

Dul..

Set..

“MWO??!!!” teriak Onew dan Taemin bersamaan membuat 3 orang lain yang berada 1 kendaraan dengan mereka menutup telinga. “kalian mau menyerahkan kami, eoh?!” tambah si maknae.

“tentu saja tidak. Nanti aku jelaskan di bandara.” Jawab Hyona.

***

            Setelah 10 menit, sampailah mereka di bandara yang mereka tuju. Usai membayar ongkos taksi, mereka memasuki pintu keberangkatan domestik. Beberapa menit berlau. Mereka dan penumpang lain dengan tujuan sama dipersilahkan memasuki ruang tunggu.

Onew dan Taemin dari tadi tidak bisa duduk tenang. Selalu saja gelisah dan memperhatikan sekitar mereka. Ke-2nya takut jika orang-orang suruhan Sooman berhasil menemukan mereka. Berbeda 1800 dengan Hyona dan Sungra.

“tenang saja, mereka tidak akan menemukan kita.” Ucap Sungra seolah bisa membaca pemikiran OnTae.

Onew menatap Sungra dari balik kacamatanya. “kenapa kau begitu yakin?”

“prinsip orang melarikan diri.” Sahut Hyona. OnTae menatapnya penuh tanda tanya. “jika kalian menangani kasus orang melarikan diri, tempat pertama yang terpikirkan dimana?” tanya Hyona dengan logat detektif. Leader-maknae tampak berpikir.

“tempat terpencil / jauh dari keramaian.” Jawab OnTae bersamaan.

Hyona tersenyum. “benar. Kebanyakan orang pasti berpikir begitu. Itu yang kita manfaatkan. Kita putar balikkan pemikiran orang-orang. Kita sembunyi di kota besar dan di tengah keramaian.”

Namja disana mencerna penjelasan Hyona. 30 dtik kemudian, “wow.” “aku saja tidak terpikir sampai kesana.” Respon Onew.

“memangnya kau pernah berpikir hyung?” ceplos Taemin dengan wajah innocent-nya. PLETAK dan langsung mendapat hadiah jitakan dari Onew.

‘perhatian, kepada seluruh penumpang pesawat xxx dengan kode penerbangan xxx tujuan Jakarta, harap segera memasuki pintu nomor 05’

“ah, itu pesawatnya. Kajja.” Ajak Sungra.

***

1 jam kemudian…

Pesawat yang membawa OnTaeHyoRa sudah mendarat 5 menit yang lalu. Hyona dan Sungra baru saja mengaktifkan ponsel masing-masing. Nada dering ponsel mereka sudah bersahut-sahutan.

‘umma’

Tertera nama yang sama pada ponsel Hyona dan Sungra. Dengan agak malas, mereka berdua mengangkat panggilan “yoboseo?”

“kalian sudah sampai?” terdengar pertanyaan yang sama dari 2 ponsel itu.

Hyona memutar bola matanya malas. “umma, kalau pertanyaannya sama seperti Park ahjumma, salah satu donk yang telpon. Lumayan, hemat pulsa.” Dan ‘pip’, percakapan diputuskan sepihak oleh Hyona dan membuat Mrs. Lee komat-kamit kesal tak karuan (?). Jujur, Hyona masih kesal dengan ummanya.

Sungra yang tadi terdiam karena tingkah Hyona melanjutkan percakapannya. “um. Baru saja keluar bandara. Wae umma?”

“itu.. kau, Hyona dan 2 temanmu tinggal di rumah saja, ne?” penuturan Mrs. Park membuat Sungra kaget.

‘omo, tidak mungkin aku membawa Onew oppa dan Taemin oppa ke rumah.’ Batin Sungra. Sungra menjauhkan ponselnya. “Hyo, ottokhe? Ummaku minta kita tinggal di rumah.” Mendengar itu, Hyona cepat-cepat menggeleng dan membentuk tanda silang dengan kedua tangannya. Sungra mengangguk kecil. “tidak usah umma. Teman-temanku sungkan dan tidak mau merepotkan umma lebih dari ini.” Ada yang bingung, kenapa Sungra bisa mendapat 4 tiket sedangkan ia tidak menceritakan yang sebenarnya? Tunggu sebentar.

“loh? Kenapa sungkan? Kalian kan sama-sama yeoja.” Yeoja? Yeah, Sungra bilang 2 teman yang bersamanya adalah Y-E-O-J-A. “atau, 2 temanmu itu namja?”

Napas Sungra tercekat di tenggorokan seketika. “umma bicara apa? Teman-temanku itu yeoja.” Sungra menjawab dengan nada bicara normal yang menyimpan kegugupan.

Kalian bingung apa yang sebenarnya terjadi? Baiklah, akan author jelaskan. Baik Sungra maupun Hyona tidak mungkin melakukan transaksi tiket sendiri. Karena kemungkinan keberadaan mereka ber-4 terdeteksi. Jadi, Sungra mengarang alasan agar orangtuanya mau membelikan tiket. Alasannya adalah, ia dan Hyona mengajak 2 teman mereka berlibur ke Jakarta. Dan Sungra mengatakan jika 2 temannya itu YEOJA.

Terdengar suara Mrs. Park tengah terkikik. “aigoo, iya.. umma hanya bercanda. Kalian cepat sampai apartemen ya. Cepat istirahat.” Pesan Mrs. Park. ‘pip’ pembicaraan diakhiri oleh umma Sungra.

Sungra memasukkan ponselnya ke saku celana jeansnya. “kajja. Cari taksi lalu ke apartemen.” Ajaknya.

“oh iya, aku baru sadar. Kalau kalian disini, sekolah kalian bagaimana?” tanya Onew.

“tidak usah dipikirkan. Kami mendapat toleransi waktu selama 1 minggu untuk penyembuhan.” Jawab Hyona. “TAXI!”

***

            4 yeoja –ralat- 2 yeoja dan 2 namja berpakaian yeoja memasuki sebuah apartemen. Ceklek pintu ditutup. Onew dan Taemin langsung melepas penyamaran mereka. Hyona merebahkan diri di sofa. Sedangkan Sungra berdiri mengamati Onew dan Taemin. “kalian mengingatkan ku saat kami membawa kalian ke asrama.” Katanya sebelum melangkahkan kaki menuju balkon.

“aku mau tidur. Jangan ganggu, ok?” pinta Hyona. Baru beberapa detik saja, terdengar hembusan napas teratur menandakan ia sudah tertidur.

“mengganggu tidurmu sama dengan cari mati.” Lirih Taemin

Onew tersenyum kecil mendengar argumen dongsaengnya. Pandangannya tertuju pada yeoja yang tengah berdiri di balkon. Sungra. Onew berjalan kearahnya dan berdiri disebelahnya. Matanya terpejam menikmati angin sepoi-sepoi yang menerpa wajahnya.

“3 hari lagi.” Suara Sungra membuka membuat mata Onew terbuka. Onew mengangkat sebelah alisnya meminta penjelasan. Sungra menatap lurus tanpa menatap Onew. “konser kalian kan 3 hari lagi. “ selama 3 hari, kalian sembunyi disini.”

Jleb. Entah kenapa, Onew merasa sangat bersalah mendengar perkataan Sungra barusan. Kepalanya tertunduk. Atmosfer keheningan tercipta disekitar mereka. “mianhe…” permintaan maaf Onew yang mendadak membuat Sungra menatap bingung biasnya. “mianhe…” ucap Onew lagi.

“oppa, ap-”

“aku sudah membohongi kalian.” Potong Onew.

Kepala Sungra semakin dipenuhi dengan tanda tanya. “aku benar-benar tidak mengerti. Membohongi? Apa maksudmu?”

Onew mengangkat kepalanya. Matanya menatap dalam ke mata Sungra. “semuanya bohong. Liburan, kesepakatan, semua itu bohong. Aku mengarang semuanya.”

Mata Sungra membulat, Taemin yang duduk didekat Hyona menundukan kepalanya dalam-dalam. “m..mwo? kau pasti bercanda kan?”

Onew menggeleng. “aku serius.”

“tapi kenapa?”

“a..aku.. aku ingin melindungi kalian berdua. Melindungimu.”

“itu konyol. Kami baik-baik saja. Untuk apa kalian melindungi kami?”

“Leeteuk hyung yang memberitahu kami berdua.”

“Leeteuk oppa?” tanya Sungra. Onew mengangguk.

-flashback-

            Onew tengah asik berkutat dengan laptop Hyona yang ia pinjam. Rupanya, ia sedang chatting dengan leader Super Junior, Leeteuk.

Jinki = hyung, apa ada kabar terbaru di SMent?

Jungsoo = aku tidak terlalu yakin. Tapi, tadi aku melihat Sooman sajangnim dan manager SHINee bicara seius

Jinki = apa yang kau dengar hyung?

Jungsoo = aku hanya mendengar yeoja bernama Lee Hyona dan Park Sungra akan ‘dibereskan’ oleh orang-orang Sooman sajangnim. Siapa mereka? Oh iya, kapan kalian kembali?

Onew membeku. Tangannya mendadak dingin dan napasnya tercekat di tenggorokan. Dibereskan? Berarti, mereka berdua dalam bahaya? Pikir Onew.

Jungsoo = Jinki-a?

Jinki = entahlah hyung.

-flashback end-

            “karena itulah, aku mengarang alasan seperti itu.” Aku Onew.

Sungra mencengkram pagar pembatas balkon sebagai tumpuan. “lalu, kejadian kalian kerampokan juga bohongan?”

Onew menggeleng cepat. “kalau yang itu benar-benar terjadi.”

Hening.

“mian kami sudah sangat merepotkan kalian berdua. Kami akan pergi.” Onew melakukan bow kearah Sungra lalu melangkah pergi.

Taemin berjalan ke arah Sungra. “tolong berikan ini ke Hyona.” Ia menyodorkan sepucuk amplop kecil lalu mengekor dibelakang Onew. Ceklek. Pintu ditutup. Sungra berjalan dan duduk disamping Hyona. “Hyo, kau tidak tidur kan?”

Hyona membuka matanya. “tidak ku sangka ceritanya akan seperti ini.”

Sungra tersenyum kecil. Ia menyodorkan amplop yang diberikan Taemin. “dari Taemin oppa.”

Hyona mengambil amplop itu. Ia membaca tulisan di bagian depan. ‘To: Black Pearl from Bermuda’. Hyona tersenyum kecil. Ia membaliknya dan menemukan catatan lagi. ‘jangan dibuka sebelum aku kembali ke Korea’. Senyum Hyona lenyap. Ia terdiam beberapa saat sambil memandangi amplop itu.

“tidak dibuka?” tanya Sungra.

Hyona menggeleng lalu menyimpan amplop itu di saku jaketnya. “belum saatnya.”

Drrt.. drrt..

Ponsel Hyona bergetar menandakan ada telpon masuk. Hyona menatap layar pionselnya. ‘umma’. Hyona memberikan ponselnya ke Sungra dan memberi kode untuk menjawabnya.

“yoboseo, Lee ahjumma..”

“Sungra? Kenapa kau yang mengangkat? Hyona mana?”

“err.. Hyona..”

Mrs. Lee menghela napas. “bilang ke Hyona, kalau ia tetap tidak menerima telpon, aku akan melarangnya menari untuk selamanya.”

Sungra cepat-cepat menempelkan ponsel itu ke telinga Hyona. “tch, mengancam lagi eoh?”

“Lee Hyona, umma rasa, umma sudah mengajarkan tata krama dan sopan santun. Kenapa kau tidak ber-etika begini?!!”

“mian-mian. Kenapa umma menelpon?”

“tadi ada temanmu tanya alamat apartemenmu. Jadi, umma berikan saja.”

Hyona menautkan kedua alisnya. “siapa namanya?”

“Lizzy.”

DEGH

-TBC-

Nah loh, mau apa lagi Lizzy muncul :O ??

Author minta maaf karena udah SUPER DUPER AMAT SANGAT TERAMAT terlambat update..

Semoga readersnya ga pada ilang u,u

Next = 7b

RCL please😀

2 responses to “[Korean Fanfiction] Bad Cookies [part 7a]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s