[FREELANCE] Forever Love Prologue


By                   : Indah Sapphire Blue

Genre              : Romance, Drama

Cast                 : Jung Yunho

                          Go Ara

                          Lee Donghae

Other cast        : Kim Taeyeon

                          Kim Junsu

                          Cho Kyuhyun

                          Shim Changmin

                          Kim Ryeowook

                          Lee Sungmin

                          Kim Namjoo

                          Im Yoona

                          Kwon Yuri

                          Park Sojin

                          Seo Joohyun ( Seohyun ) = malaikat

Di sekolah, terdapat seorang yeoja yang bernama Go Ara. Ia sedang berlari menghampiri sekolah karena ia akan terlambat. Tetapi, saat pagar sekolah mau ditutup, Ara langsung meleset melewati pagar sekolah itu dan akhirnya, pagar sekolah itu ditutup. Ara merasa senang karena ia bisa masuk ke dalam halaman sekolah.

“YEEEE!!! AKU BISA!!” teriak Ara dengan semangatnya. Seragamnya sedikit rapih, namun sayangnya, ia bergaya seperti preman. Ia langsung berjalan dengan santainya.

Di dalam kelas, ia langsung melemparkan tas itu ke atas meja. Namun, semua teman hanya melihat Ara. Dan Ara langsung menatap ke semuanya.

“Wae?! Kalian tidak suka melihat caraku untuk menaruh tas?!” tanya Ara sambil sewot. Mereka hanya ketakutan, kecuali namja yang hanya membaca buku.

Ara langsung menghampiri namja yang sedang membaca buku.

“Ya! Mana uangmu?!” tanya Ara. Namja itu hanya menatap Ara dengan cueknya.

“Mana uangmu?!” tanya Ara lagi, tetapi dengan nada marah.

“Bisa diam tidak sih?” tanya namja itu sambil membaca buku.

“Kamu… kamu berani melawan aku?!” tanya Ara. Namja itu bernama Jung Yunho. Di kelasnya, ia hanya diam di kelas sambil membaca buku.

“Emangnya aku peduli kamu mau melawan aku atau tidak?” tanya Yunho. Ara hanya tersenyum manis. Ia langsung melihat dompetnya Yunho yang tergeletak di atas meja. Ia pun mengambilnya dan membuka. Yunho langsung ingin mengambil dompet itu, sayangnya Ara hanya meninggikan tangannya.

“Ya!” seru Yunho.

“Wae? Mau ngambil dompetmu? Ambil aja!” bentak Ara. Tetapi, ada yeoja yang langsung mengambil dompetnya Yunho. Ara langsung berbalik.

“Ya! Ngapain kamu nyolong dompet orang?!” tanya yeoja yang bernama Kim Namjoo. Ara hanya ingin merebut dompet itu, tapi Namjoo langsung memberikannya kepada Yunho. Lalu, dia pun pergi. Ara hanya mengacak-ngacak rambut. Yunho hanya tersenyum.

“Punk punk.” Yunho hanya menggeleng kepala dengan pelan. Ara langsung duduk di tempatnya dengan kesal.

Saat istirahat, Ara hanya duduk dengan tidak sopan.

“Mbak, kimchinya satu! Gak pakai lama!” seru Ara. Ia langsung mengambil satu botol soju.

“WOI! ADA PREMAN DI SEKOLAH!” seru seorang teman yang bernama Cho Kyuhyun. Ara hanya terdiam. Dan terdengar juga tertawa yang lebih keras.

“Preman itu hampir mau nekat mengambil uangnya Yunho hyung!” seru temannya, Changmin. Ara hanya terdiam sangat kesal. Ia langsung menaruh botol itu dengan sangat keras dan menghampiri mereka berdua.

“Kamu pikir, aku harus mengambil uang Yunho-ssi?!” tanya Ara. Kyuhyun hanya berdiri.

“Ya! Kau kan preman! Harusnya kalau jadi preman harus suka merampas barang-barang milik orang!” jawab Kyuhyun.

“Kamu mau menantang denganku?!” tanya Ara.

“Wae? Kalau mau nantang dengan aku, silahkan!” jawab Kyuhyun. Ara langsung meninju wajahnya Kyuhyun hingga semuanya berteriak. Pinggiran bibirnya Kyuhyun sedikit mengeluarkan darah.

“Ya! Kau berani dengan dia?!” tanya Changmin. Ia langsung meninju wajahnya Ara hingga bibirnya berdarah.

“Kenapa kamu yang jadi gara-gara?!” tanya Ara. Tiba-tiba, gurunya datang.

“YA! ADA APA INI?!” Tanya gurunya. Semuanya hampir diam. Napasnya Ara terengah. Guru pun menghampiri Ara dan Kyuhyun.

“Apakah kalian berantem?!” tanya gurunya. Mereka pun mengangguk.

“Bagaimana kalian tidak berteman kalau kalian berantem?!” tanya gurunya.

“Mianhaeyo.” Ucap Kyuhyun dan Ara saling bersamaan.

“Kalian berdua minta maaf!” seru Gurunya.

“Mwo?! SHIRO!” seru mereka.

“Nah… gitu dong. Tapi harus minta maaf!” gurunya pun langsung pergi meninggalkan kantin. Yunho yang melihat itu hanya bisa menggeleng pelan.

Saat di kelas, Ara langsung berjalan. Tiba-tiba…

BYUR!

Ara tersiram air. Rupanya semua namja menyiraminya.

“Hahahaha! Dasar preman!” seru namja itu.

“AARRRGGGHH!!!” teriak Ara. Ia langsung berlari hingga keluar dari sekolahan. Ia berhenti di tengah jalanan.

“Karena aku preman, aku diejek semuanya!” seru Ara. Tiba-tiba…

BRAK!

Ara tertabrak mobil orang lain hingga ia terlempar dan terjatuh hingga kena batu. Yunho yang hanya memotret dirinya langsung kaget. Ia langsung menghampiri Ara.

“Ya! Ara-ah! Gwechana?!” tanya Yunho. Ia langsung memfoto Ara yang tertabrak mobil. Semuanya langsung menghampiri kejadiannya. Tetapi tiba-tiba, arwahnya Ara keluar.

Arwahnya Ara hanya melihat semua orang yang sedang membangun Ara. Ia kaget. Tiba-tiba, malaikat tiba-tiba datang.

“Ara-ah.” Panggil malaikat. Ara langsung menoleh kearah malaikat. Malaikat itu hanya tersenyum.

“Selamat datang di dunia manusia. Kau ditakdirkan hidup sebagai arwahnya Ara-ah.” Kata malaikat. Ara hanya kaget.

“Bolehkah saya berbicara denganmu?” tanya malaikat. Ara hanya mengangguk. Mereka pun langsung mendekat dan berbicara.

“Ara-ah, hidupmu sebenarnya tidak kritis. Tetapi, aku akan memberikanmu hidup.” Kata malaikat. Ara hanya terkaget.

“Jinjja?” tanya Ara.

“Ne. Tapi ada syarat.” Jawab malaikat. Ara langsung lesu.

“Yang pertama, kamu akan dimasukkan kedalam nyawa aslimu sebelum meninggal. Kedua, kamu akan hidup selamanya, tetapi jika perbuatan burukmu itu masih ada, nyawa kamu akan dikurangi 1 hari. Dan ketiga, kalau kamu mencintai seseorang, hidupmu akan bertahan lama hingga kamu meninggal, jika kamu meninggalkan seorang lelaki yang kamu sayangi, nyawamu dikurangi 2 hari. Araseo?” Jelas malaikat. “Apakah kamu ingin tetap hidup di dunia manusia?” tanya malaikat.

“Ne. Aku mau hidup. Aku akan menuruti apa yang kamu perintahkan.” Jawab Ara dengan semangat.

“Dan keempat, jika ada teman-temanmu mengganggumu, aku akan datang dan siap untuk menolongmu.” Kata malaikat. Ara hanya mengangguk.

“Aku mau. Aku mau hidup.” Seru Ara.

“60 hari kamu akan hidup.” Kata Malaikat.

“Baiklah, ayo kita pergi.” Ajak Ara.

“Tapi, kita tunggu di rumah sakit.” Kata Ara.

Di rumah sakit…

Nyawanya Ara tidak terselamatkan. Semua teman-teman maupun Yunho menangis atas kehilangannya Ara. Arwahnya Ara hanya melihat semua teman-temannya menangis.

“Silahkan kamu kembali ke dunia sesungguhnya.” Kata malaikat. Ara langsung mengangguk. Ia langsung berjalan menuju Ara yang sebenarnya. Arwahnya Ara langsung merasuki ke tubuhnya Ara. Setelah dimasukkan, mesin pendetak jantung pun berbunyi. Di mesinnya, tidak lurus lagi, melainkan bergelombang. Semua teman-temannya terdiam. Mereka pun langsung menatap kearah mesin pendetak jantung itu.

Tiba-tiba, semua teman-temannya senang karena yang tadinya Ara meninggal dan sekarang tidak jadi meninggal. Matanya Ara langsung terbuka sendiri. Teman-temannya hanya tersenyum. Ara langsung tersenyum.

1 minggu kemudian…

Ara langsung berjalan dengan membawa makanan. Tiba-tiba, ia melihat Yunho. Ara langsung berjalan menghampiri Yunho dan duduk disebelahnya.

“Yunho-ssi.” Panggil Ara. Yunho langsung menoleh kearah Ara.

“Wae?” tanya Yunho.

“Aku boleh bergabung denganmu?” tanya Ara.

“Buat apa aku bergabung denganmu?!” tanya Yunho dengan kesal. Ara langsung terkejut.

Ara’s P.O.V.

Aku merasa diriku seperti disiksa. Aku seharusnya berteman dengan teman-temanku, terutama Yunho-ssi yang diam-diam aku suka, tetapi sayangnya, dia mempercuekkanku. Aku hanya ingin berbuat baik karena aku harus mendengar apa yang diperintahkan oleh Malaikat.

Kata-kata dari Yunho-ssi “Buat apa aku bergabung dengamu?!”

Kata-kata dari Yunho-ssi membuat aku harus berlari menuju toilet wanita.

Saat aku berada di toilet wanita, aku membersihkan wajahku. Dan aku langsung menatap ke cermin. Sifatku berbeda dengan yang dulu? Ada apa gerangan? Apa karena sejak arwahku dikeluarkan dan bertemu dengan Malaikat, aku harus menaati peraturan Malaikat? Jika aku berbuat kejahatan, maka sisa hidupku akan dikurangi 1 hari.

Apa yang harus aku lakukan? Aku sudah tidak tahan lagi dengan hidupku. Lebih baik, aku mati saja!

End of P.O.V.

Ara langsung memecahkan cerminnya dengan tangannya. Ia melihat kaca yang sudah pecah. Ia langsung mengambil satu kaca beling yang tajam. Ia langsung menusuk kedalam lengannya perlahan. Tapi tiba-tiba…

“Ya! Mwo haneungeoya?!” Malaikat itu datang langsung dari belakang. Ia langsung menjatuhkan kaca beling itu ke lantai. Ara tidak jadi bunuh diri.

“Kamu mau, nyawamu dikurangi 1 hari?!” tanya Malaikat.

“Malaikat! Aku sudah tidak tahan lagi di sekolah! Saat aku berubah karena Malaikat, teman-temanku tetap saja menganggap aku orang preman!” jawab Ara dengan putus asa sambil menangis.

“Ya! Aku tahu kamu sebenarnya tidak punya teman, dan kamu mau kan berteman? Cobalah kamu untuk diam saja. Janganlah kamu mendengar perkataan temanmu yang sebenarnya sangat nyakit buat kamu.” Jawab Malaikat. “Sudahlah, uljima.” Ucap Malaikat. Tiba-tiba, Malaikat itu langsung menghilang.

Ara mencari Malaikat itu. Tiba-tiba…

BRUK!

Ara langsung terjatuh dan matanya terpejam.

Ara’s P.O.V.

Mungkin aku sudah tidak ada lagi di dunia. 60 hari aku diberi hidup oleh Malaikat. Namun, karena kejadian itu, hidupku dikurangi 1 hari menjadi 59 hari.

Aku mendengar suara jeritan di toilet wanita. Dua orang temanku membawaku ke UKS untuk mendapatkan pertolongan. Rupanya, tanganku berdarah akibat aku memukul cermin toilet. Semoga saja hidupku dapat ditolong.

End of P.O.V.

“Ara-ssi.” Panggil satu teman. Matanya Ara langsung terbuka. Dilihat dua teman wanita yang sedang menunggu Ara sadar.

“Yoona-ah, Yuri-ah.” Panggil Ara dengan lemah.

“Kenapa tanganmu bisa begini?” tanya Yuri.

“Mianhaeyo, aku putus asa.” Jawab Ara.

“Padahal, cermin itu tidak boleh pecah.” Sahut Yoona.

“Kalau aku bilang mianhaeyo, ya mianhaeyo!” Ara langsung bangkit dari tempat tidur UKSnya. Tiba-tiba…

BRUK!

Ara tertabrak dengan namja itu, Yunho. Dan Yunho tidak sengaja menyentuh tangannya Ara yang sedang luka.

“Ya. Ada apa dengan tanganmu?” tanya Yunho.

“Tanganku baik-baik saja.” Jawab Ara dengan dingin. Ia langsung pergi dengan jalan pelan. Yunho melihat tingkahnya Ara.

“Kok dia berbeda?” tanya Yunho. Ia langsung berjalan mengikuti Ara yang sedang berjalan pelan.

Yunho’s P.O.V.

“Apakah dia tidak lagi menjadi preman?” tanyaku. Aku masih berjalan mengikuti Ara. Tetapi, kenapa dia ke balkon? Sedang apa dia?

Aku heran. Apakah dia ingin bunuh diri? Jika iya, aku harus menarik dia. Tapi kalau tidak, dia sedang apa di balkon?

End of P.O.V.

Yunho berjalan mengikuti Arad an sampailah di balkon. Yunho merasa heran. Ara langsung berhenti melangkah. Ia langsung diam dan berdiri.

“Ya! Sedang apa kau disini?” tanya Yunho. Ara tidak menjawab.

Ara langsung berjalan dan mendekati jalan buntu. Yunho langsung terkejut. Ia langsung berlari dan menarik Ara dari jalan buntu itu. Dan akhirnya, mereka berdua terjatuh.

Ara langsung shock karena Yunho.

“Yunho-ssi.” Panggil Ara. Yunho langsung bangkit.

“Apakah kamu nekat?!” tanya Yunho dengan marah.

“Apa maksudnya aku nekat?!” Ara langsung marah-marah.

“Mentang-mentangnya kamu preman! Gak tau dirikah kamu?! Bunuh diri saja sekalian!” bentak Yunho. Ia langsung pergi meninggalkan Ara. Air matanya Ara terjatuh.

“SHIT!” teriak Ara kepada Yunho sehingga Yunho berhenti berjalan. Ia pun berbalik badan.

“Mwo?!” tanya Yunho.

“Aku sekarang bukan preman lagi! Jangan bilang kalau aku ini masih preman!” jawab Ara. Ia langsung pergi meninggalkan Yunho yang sedang terdiam.

Sekarang, Yunho yang menjadi pusing.

Di kelas, Ara hanya membaca buku. Yoona dan Yuri hanya duduk dibelakangnya Ara.

“Ara-ssi, kalau kamu seperti ini, bagaimana kamu bisa dapat teman?” tanya Yoona.

“Diam.” Jawab Ara dengan singkat.

“Ara-ya.” Panggil Yuri.

“Kalau aku bilang diam, ya diam!” ketus Ara. Ia langsung melanjutkan bukunya. Sedangkan Yoona dan Yuri berbisik.

“Ada apa dengan dia?” tanya Yoona.

“Mollayo. Tiba-tiba saja dia marah.” Jawab Yuri.

Air matanya Ara tiba-tiba terjatuh. Ia tidak tahu harus berkata apa jika ia harus berbuat baik kepada Yunho.

Flashback :

“Mentang-mentangnya kamu preman! Gak tau dirikah kamu?! Bunuh diri saja sekalian!” bentak Yunho.

 

End of flashback

Ara menangis. Kepalanya langsung menunduk hingga terkena mejanya. Ia tahu bahwa ia suka dengan Yunho, tetapi Yunho memiliki sifat yang tidak enak jika Ara menjadi preman, dan jika Ara bukan preman, Yunho tetaplah pendiam.

1 tahun kemudian…

Gadis itu berjalan langsung duduk di senderan pohon. Melihat pemandangan yang nan indah. Dan seolah ia ingin menghirup udaranya. Namun, gadis itu langsung mengambil foto di kantung jaketnya. Ia melihat fotonya Yunho, namja yang gadis sukai.

Gadis itu Ara. Ia merasa depresi selama SMA dikarenakan ia harus bertahan hidup hingga 60 hari. Dan akhirnya, ia hampir meninggal karena Yunho. Karena Yunho, ia menyukai Yunho. Bahkan hingga sekarang, ia ingin bertemu dengan Yunho.

“Aku selalu menunggumu, Yunho-ssi.” Ucap Ara. “Aku menunggumu.” Ucapnya lagi.

2 responses to “[FREELANCE] Forever Love Prologue

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s