[FREELANCE] Stay With Me part 1

Title : Stay With Me

Author : chae

Cast : FT Island Song Seunghyun

Oh Wonbin

FT Island Members

Han Chaehyun

Choi Yujin

Length : series

Genre : sad, romance

Rating : PG 13

part 1 | part 2 | part 3 |

Chapter 1

“Chaehyun ah,” Seorang namja memanggil nama Chaehyun.

 “Yaa, Song Seung Hyun! Sulitkah bagimu untuk memanggilku noona?” kata Chaehyun ketus padanya. Seunghyun berjalan menghampiri Chaehyun sambil mengambil beberapa bungkus permen. “Bukankah sekarang masih jam sekolah?” tanya Chaehyun tidak  sabar. “Kau kabur dari kelas lagi?”

“Kau ini cerewet sekali” jawab Seunghyun sambil membuka bungkus permen dan memakannya santai.

“Kenapa kau sering sekali kabur dari sekolah?” kata Chaehyun sambil menghela napas.

Suasana toko sedang sepi, pada jam-jam segini memang tidak banyak orang yang mengunjungi toko. Hari  ini Chaehyun yang bertugas menjaga toko bersama dengan temannya, Yujin.

“Chaehyun ah, aku bosan. Ayo kita keluar.” tanpa pikir panjang Seunghyun langsung menarik tangan Chaehyun.

“Kau ini gila, ya?” kata Chaehyun, berusaha melepaskan tangannya dari Seunghyun.“ Aku sedang bekerja, apa kau ingin aku dipecat?”

“Sudahlah, untuk apa kau masih bekerja di tempat ini?” dia menarik Chaehyun keluar dari toko, tidak mempedulikan Chaehyun yang berusaha melepaskan diri.

“ Kau benar-benar sudah gila.” raung Chaehyun, “Aku ini bukan seperti dirimu yang bisa seenaknya melakukan apapun yang kau inginkan.” kata Chaehyun, air matanya hampir jatuh. “ Kumohon lepaskan tanganku Seunghyun.”

Seunghyun melepaskan tangannya dengan kesal, “Terserah kau sajalah.” Katanya meninggalkan Chaehyun.

“ Seunghyun ah, yaa! Kau mau kemana?” teriak Chaehyun saat ia melihat Seunghyun pergi.

Seunghyun tidak mempedulikan Chaehyun yang memanggilnya, ia berjalan ke arah motornya kemudian pergi tanpa melihat ke arah Chaehyun.

Chaehyun  hanya bisa memandang kepergian Seunghyun dengan air mata. Kejadian seperti ini bukan hanya sekali terjadi, tapi sudah beberapa kali terjadi dalam hubungan mereka. Chaehyun sebenarnya sudah lelah dengan hubungan yang seperti ini, seringkali ia berpikir untuk mengakhiri hubungannya dengan Seunghyun. Ia sendiri tidak tau hubungan seperti apa yang saat ini sedang ia jalani dengan Seunghyun. Namja itu tidak pernah mengatakan kalau ia mencintainya. Hanya saja dia meminta agar Chaehyun tidak akan pernah pergi dari sisinya. Dan bodohnya, Chaehyun juga tidak ingin meninggalkan namja itu.

“Apa lagi yang terjadi Chaehyun?” tanya Yujin, “Kenapa kau menangis?”

“Aku juga tidak tahu, Yujin,” jawab Chaehyun sambil mengusap air matanya, “Selalu saja seperti ini, dan bodohnya, aku tidak pernah bisa marah kepadanya,” air matanya kembali mengalir.

“Mungkin karena dia lebih muda darimu,” kata Yujin, “Sifatnya masih seperti anak kecil.. aku juga heran, kenapa kau tahan bersama dengan dia” lanjut Yujin, “kurasa kau hanya merasa kasihan padanya.”

Chaehyun hanya diam mendengarkan ucapan sahabatnya. Apa benar perasaan yang ia rasakan selama ini terhadap Seunghyun hanya sebatas rasa kasihan semata? Kalau benar seperti itu, kenapa hatinya terasa sakit ketika Seunghyun meninggalkannya seperti tadi.

“Sudahlah, ayo kita kembali ke toko. Jangan sampai ahjumma memarahi kita karena tidak ada yang menjaga toko.” Ajak Yujin

“ Baiklah..ayo pergi” jawab Chaehyun.

_Seunghyun PoV_

Aku menghentikan motorku di depan sebuah gudang yang agak tak terawat. Setelah memarkirkan motorku aku masuk ke dalam. ke dunia dimana kehidupanku yang sebenarnya ada. Tempat latihan band.

“ Tumben sekali kau datang sepagi ini Seunghyun?” tanya Jaejin, salah satu anggota band kami “pasti kau kabur dari sekolah lagi ya?”

“Aku bosan di sekolah, Hyung” sahutku sambil menjatuhkan tubuhku di atas kursi, “mana yang lainnya?” tanyaku kemudian.

Jaejin menghampiriku sambil membawa bassnya “Hongki Hyung sedang ada banyak kerjaan, akhir-akhir ini restoran keluarganya sedang berjalan baik, banyak sekali pengunjung yang datang.” Jawab Jaejin sambil membersihkan bassnya.

“Oh iya aku tahu, tadi aku sempat lewat di depannya.” Kataku sembari merebahkan tubuhku yang lelah, “kalau Jonghun Hyung?”

“Dia sedang ada kencan,” sahut Jaejin sambil tertawa, “ Hyung kita yang satu itu memang hebat sekali.”

Memang, diantara mereka berlima, kemampuan Jonghun Hyung membuat semua gadis terpesona tidak bisa diragukan lagi. Dengan wajahnya yang tampan, dia mampu membuat semua gadis tidak bisa menolak ajakannya untuk pergi kencan dengannya.

“Kau jangan menanyakan Minhwan, dia anak yang rajin, tidak seperti kau yang sering sekali kabur dari sekolah. Jam segini pasti dia sedang mendengarkan pelajaran dari gurunya.” oceh Jaejin Hyung sambil mulai mencoba bassnya.

Aku tidak mendengarkan Jaejin Hyung dengan jelas. Aku masih memikirkan Chaehyun. Mengapa kami berdua sering sekali bertengkar? Aku jelas melihatnya tadi, dia menangis. Tapi mengapa aku malah pergi meninggalkannya? Mengapa aku tidak menghampirinya dan memeluknya? Meminta maaf padanya karena sudah membuatnya bersedih? Mengapa aku malah pergi dan tidak menghiraukan perasaannya?

Aku menghela napasku dalam dalam dan membuat Jaejin Hyung memandangiku..

“Kau kenapa?” tanya Jaejin penasaran, “sepertinya kau sedang banyak pikiran akhir-akhir ini?”

“ Chaehyun…” jawabku pelan, “ aku membuatnya menangis lagi, Hyung.”

Jaejin menatap Seunghyun lekat lekat kemudian duduk di dekatnya.

“Kau mencintainya?” tanya Jaejin.

Aku memejamkan mataku sejenak dan menatap Jaejin hyung. “Tentu saja, Hyung. Aku tidak bisa kehilangan dia.”

Jaejin tersenyum, “Apakah dia juga merasakan hal sama kepadamu?”

“Entahlah, aku tidak pernah mengatakan kepadanya kalau aku mencintainya, begitu juga sebaliknya,” jawabku santai dan bangun dari tidurku.

Kini Jaejin tertawa, “ lalu hubungan macam apa yang selama ini kalian jalani?”

“Setiap wanita itu butuh kepastian, Seunghyun ah.”Jaejin menepuk pundakku

“Kau menjalin hubungan dengan Chaehyun, tapi kau tidak pernah mengatakan kalau kau mencintainya,” lanjut Jaejin, “pasti dia mengira kalau kau hanya main-main dengannya.”

Bukannya aku tidak mengerti apa yang di katakan oleh Jaejin Hyung. Aku tahu Chaehyun membutuhkan kepastian dariku, tapi aku rasa dia tahu. Hubungan kita bukan sekedar teman atau sahabat. Aku ingin sekali mengatakan perasaanku padanya, tapi…

Aku kembali menghela napas, “aku hanya takut, Hyung.”

“Takut? Apa yang kau takutkan?” tanya Jaejin.

“Aku takut mendengar jawabannya.”Jawabku sambil menyandarkan tubuhku di bantalan kursi.

Tawa Jaejin langsung meledak, “ya! Seunghyun ah, ternyata kau ini pengecut sekali ya,” beranjak dari duduknya, meangambil bassnya kembali, “kau takut Chaehyun tidak mencintaimu?” tanya Jaejin.

Jujur aku kesal melihat Jaejin Hyung menertawaiku. Namun apa yang dikatakannya benar, karena itu aku hanya diam saja, kemudian mengangguk pelan.

“Nyatakan perasaanmu kepadanya. Apa kau mau Chaehyun bersama dengan laki-laki lain?” Jaejin memainkan gitarnya.

Aku membelalakan mataku cepat menatap Jaejin Hyung. “Tentu saja aku tidak mau, Hyung.” Sahutku “selama ini hanya dia yang mampu membuatku melupakan semua masalahku. Terutama masalah dengan ayahku.”

Jaejin berhenti memainkan gitarnya dan menatapku sekilas, “ayahmu masih melarangmu bermain musik bersama kami?” tanyanya.

“Sampai kapanpun dia tidak akan membiarkanku bebas melakukan apa yang ku inginkan,” aku menundukkan kepalaku dan pandanganku menerawang, mengingat kembali bagaimana Appa sangat menentangku bermain gitar. Baginya ini adalah hal yang sangat tidak berguna.

“Dan kau terus saja melawan apa yang diperintahkan ayahmu,” kata Jaejin sambil tertawa, membuat aku menghentikan pikiranku“ kau sungguh anak yang berbakti.”

Aku tidak pernah tahu kenapa ayah selalu melarangku bermain gitar. Sejak kecil aku selalu menuruti apapun perkataan ayah. Tapi untuk tidak bermain gitar, aku rasa aku tidak akan pernah bisa menurutinya. Gitar adalah hidupku. Aku tidak peduli dengan perusahaan yang nantinya akan menjadi milikku. Itu semua milik ayah. aku tidak pernah tertarik dengan hal itu. Hidupku hanya untuk musik. Dengan bermain gitar, aku merasa memiliki apapun. Mampu melakukan apapun.

Aku melihat ke arah jam dan beranjak dari dudukku.

“Mau kemana kau?” tanya Jaejin.“ Aku mau menemui Chaehyun. Jam kerjanya sudah hampir selesai,” sahutku sambil tetap berjalan keluar.

“Katakan padanya, Seunghyun,” kata Jaejin menyemangatiku, “dan, semoga berhasil,” lanjutnya sambil tertawa.

Terima kasih Hyung, mungkin kau benar. Sudah saatnya aku berani  mengutarakan apa yang aku rasakan. Mungkin sudah cukup aku membuat Chaehyun galau dengan ketidak pastian hubungan kami berdua. Aku tidak mau kehilangannya. Aku harus memberanikan diriku mengatakannya.

Tunggu! Bagaimana kalau ternyata dia tidak mencintaiku? Bagaimana kalau selama ini hanya aku yang merasakan perasaan ini?

Aku  menghentikan langkahku tepat di depan motorku, sejenak ada rasa ragu di dalam hatiku. Apa ini yang terbaik?

“Ya! Song Seunghyun, kalau dia tidak mencintaimu, buat dia mencintaimu! Susah sekali sih..” ujarku pelan pada diriku sendiri. Aku tersenyum dan menaiki  motorku.

2 responses to “[FREELANCE] Stay With Me part 1

  1. Ping-balik: [FREELANCE] Stay With Me Part 2 | Asian Fan Fiction Story·

  2. Ping-balik: Halaman tidak ditemukan | Asian Fan Fiction Story·

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s